Foto

Bayi Gajah Sumatra Lahir di Taman Safari Prigen

Rabu, 12 Agustus 2020 - 17:35 | 21.01k

TIMESINDONESIA, PASURUAN – Di tengah masa pandemi Covid-19 ini, Taman Safari Prigen Pasuruan, Jawa Timur tetap membuktikan keberhasilan pengembangbiakan (breeding) satwa. Ini dibuktikan dengan kelahiran satwa endemik Indonesia, yaitu seekor Gajah Sumatra.

Kabar bahagia ini menjadi pelengkap perayaan Hari Gajah Sedunia (World Elephant Day) yang diperingati setiap 12 Agustus.

General Manager Taman Safari Prigen, Diaz Yonadie, mengatakan kelahiran Gajah Sumatra ini merupakan kado istimewa menyambut World Elephant Day. Gajah berjenis kelamin betina tersebut lahir pada 14 Juli 2020.

“Lahir dari indukan betina bernama Sisca dan induk jantan bernama Wahid. Bayi gajah ini masih belum diberi nama seperti satwa-satwa lainnya, sehingga apabila ada yang memberikan usulan nama, kami persilakan,” kata Diaz Yonadie, General Manager Taman Safari Prigen.

Sementara itu, Dokter Hewan Taman Safari Prigen, drh Nanang Tedjo Laksono mengatakan proses kelahirannya ditangani secara langsung oleh tim medis maupun keeper (perawat satwa).

“Berat lahir anak gajah 80 kilogram dengan tinggi 85 cm. Dari pemantauan sejak lahir, kondisi bayi dalam keadaan sehat dan dalam pengasuhan induknya. Pemberian vitamin kami berikan melalui induknya,” ujar drh Nanang Tedjo Laksono, Dokter Hewan Taman Safari Prigen.

Saat ini, bayi Gajah Sumatra tersebut masih dalam perawatan induknya yaitu Sisca. Tentu dengan dibantu oleh keeper, tim medis dan dokter hewan. Setiap hari, bayi Gajah menyusu langsung ke induknya hingga nanti berusia empat tahun. Sejak lahir hingga usia 8 bulan, si bayi gajah sedang dalam proses belajar untuk makan. 

“Masa kebuntingan Gajah Sumatera antara 18 bulan sampai 24 bulan. Gajah betina bisa dikatakan dewasa saat berusia 10 tahun sampai 12 tahun, sedangkan gajah jantan berusia 17 tahun. Jumlah keseluruhan gajah di Taman Safari Prigen saat ini menjadi 20 ekor,” kata drh Nanang Tedjo Laksono.

Menurut data, International Union for Conservation of Nature (IUCN) telah menaikkan ‘kelas’ gajah Sumatra sebagai spesies yang kritis atau critically endangered, setelah sebelumnya spesies ini masuk ke dalam kelas endangered atau terancam.

“Total keseluruhan gajah Sumatera di bawah naungan Lembaga Konservasi ada 480 ekor. Sedangkan populasi Gajah Sumatera liar sekitar kurang lebih ada 2.000 ekor,” kata drh Nanang Tedjo Laksono yang juga pemegang studbook keeper (pencatatan satwa) Gajah Sumatra di Indonesia.

Dalam peringatan World Elephant Day ini pula, Taman Safari Prigen hendak mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut serta mendukung pelestarian Gajah Sumatra di Indonesia, melalui kampanye #timetosafari.

 Ini merupakan ajakan kepada masyarakat untuk mengunjungi Taman Safari Prigen dan mendukung program konservasi satwa. Sebab, dengan berkunjung, maka secara tidak langsung masyarakat telah ikut berkontribusi dalam pelestarian Gajah Sumatra dan satwa-satwa lainnya yang terancam punah. Jadi, tetap dukung terus konservasi satwa dengan #timetosafari!. (*)


Fotografer : Adhitya Hendra
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Reaksi Anda
KOMENTAR

FOTO LAINNYA

TIMES VLOG

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie