[CEK FAKTA] KRI Nanggala 402 Sudah Bisa Dihubungi
Informasi mengenai KRI Nanggala 402 sudah bisa dihubungi, beredar melalui media sosial Twitter. Informasi tersebut disampaikan oleh akun Twitter @AndiPitopang6 pada Jumat (23/4/2021) dalam sebuah utas.
![[CEK FAKTA] KRI Nanggala 402 Sudah Bisa Dihubungi](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fcdn.timesmedia.co.id%2Fimages%2F2021%2F04%2F24%2Fcek-fakta-KRI-Nanggala.jpg&w=3840&q=70)
JAKARTA – Informasi mengenai KRI Nanggala 402 sudah bisa dihubungi, beredar melalui media sosial Twitter. Informasi tersebut disampaikan oleh akun Twitter @AndiPitopang6 pada Jumat (23/4/2021) dalam sebuah utas.
Ia menyebut kapal selam tersebut belum bisa naik ke permukaan akibat adanya masalah pada sistem pompa elektroniknya. Dalam unggahan selanjutnya, penulis menyebut informasi tersebut ia dapatkan dari Jurnal Maritim.
Unggahan tersebut telah di-retweet sebanyak 187 kali dan disukai 726 kali. Berikut narasi yang diunggah akun Twitter @AndiPitopang6,
Info~
Kabar Gembira, KRI Nangala 402 Hilang Sudah Bisa Dihubungi, Belum Naik, Ada Masalah Electric Pump
Kabar mengembirakan datang dari kapal Selam Indonesia, KRI Nanggala-402 yang sempat dinyatakan hilang kontak, Rabu (21/4/2021) sekitar pukul 03.00 WIB, sudah bisa dilakukan lagi.
Kontak dengan KRI Nanggala 402 sudah bisa dilakukan.

CEK FAKTA
Hasil penelusuran TIMES Indonesia informasi terkait KRI Nanggala 402 sudah bisa dihubungi tidak benar. Sebab, tidak ada informasi atau keterangan resmi yang menyebutkan bahwa KRI Nanggala 402 sudah bisa dihubungi.
Menurut penelusuran tim Cek Fakta TIMES Indonesia, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayor Jenderal TNI Achmad Riad menegaskan bahwa kabar baik tersebut dipastikan tidak benar dan bukan berasal dari pihak TNI.
"Tidak benar," kata Riad singkat saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (24/4/2021).
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispen AL), Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono menyampaikan, pihak TNI AL terus melakukan pencarian Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang hilang diperairan Bali.
"Masih SAR (search and rescue) terus. (Pencarian) masih seperti kemarin" katanya, dalam keterangan, Sabtu (24/4/2021).
Ia melanjutkan, KRI Rigel sudah menurunkan semua perlengkapannya. Mereka dibagi area, semua kapal yang ada sekitar 15 di Angkatan Laut.
"Kemudian unsur asing ada 8, pesawat itu ada 5, kemudian dari polisi ada 3 dan Basarnas, lainnya itu sudah dibagi area (pencarian kapal selam)," tambahnya.

Pencarian Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang hilang di perairan Bali terus dilakukan. Kapal-kapal milik TNI Angkatan Laut menjelajahi perairan Bali beberapa jam setelah KRI Nanggala hilang kontak pada Rabu (21/4/2021).
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen Achmad Riad menyampaikan, Kapal selam itu diperkirakan kehabisan oksigen pada Sabtu (24/4/2021) sekitar pukul 03.00 waktu setempat
"Kami akan memaksimalkan upaya hari ini, hingga batas waktu besok pukul 03.00," katanya.

Presiden RI Jokowi juga mengatakan pemerintah akan terus mengupayakan yang terbaik dalam pencarian dan penyelamatan seluruh awak yang ada di dalam KRI Nanggala 402.
"Prioritas utama kita adalah keselamatan 53 awak kapal. Kepada keluarga awak kapal, saya memahami betul perasaan Bapak dan Ibu semuanya saat ini," katanya Kamis (22/4/2021).
Tapi, lanjut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, pemerintah telah dan akan terus mengupayakan yang terbaik dalam pencarian dan penyelamatan seluruh awak yang ada di dalam kapal selam tersebut.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meminta seluruh tim yang terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak untuk mengerahkan seluruh kemampuan demi menyelamatkan 53 prajurit yang ada di dalam kapal selam tersebut.
Dalam video yang dirilis Puspen TNI, Panglima TNI menyampaikan turut prihatin dengan kejadian yang dialami prajurit KRI Nanggala-402 dan personel yang on board di dalamnya.
"Seluruh prajurit yang sedang melaksanakan pencarian dan pertolongan KRI Nanggala 402, di Laut Bali. Di sini Panglima TNI, saya turut prihatin dengan kejadian yang dialami prajurit KRI Nanggala 402 dan personil yang on board di dalamnya," ucapnya.

Jaringan Tim Cek Fakta TIMES Indonesia, Kompas.com juga telah melakukan penelusuran terkait informasi KRI Nanggala 402 sudah bisa dihubungi. Tim Kompas menilai bahwa informasi tersebut hoaks.

KESIMPULAN
Menurut hasil penelusuran Tim Cek Fakta TIMES Indonesia, informasi mengenai KRI Nanggala 402 sudah bisa dihubungi, merupakan informasi yang salah. Karena informasi tersebut tidak mencantumkan sumber resmi, dan belum ada data atau keterangan resmi terkait hal tersebut.
Menurut misinformasi dan disinformasi yang dikategorikan First Draft, informasi tentang KRI Nanggala 402 sudah bisa dihubungi dalam kategori False context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.
----
Cek Fakta TIMES Indonesia
TIMES Indonesia adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal, untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.
Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA TIMES Indonesia di email: [email protected] atau [email protected] (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


