Kopi TIMES Universitas Islam Malang

Mewujudkan Istana Terbaik

Selasa, 06 April 2021 - 14:05 | 14.63k
Mewujudkan Istana Terbaik
Abdul Wahid, Dosen Ilmu Hukum Universitas Islam Malang (UNISMA) dan penulis buku.
FOKUS

Universitas Islam Malang

Editor: Dhina Chahyanti

TIMESINDONESIA, MALANG – Alkisah, suatu saat, Nabi Muhammad SAW ditanya oleh sahabat-sahabatnya, “dimanakah kami menemukanmu yang paling mudah?”. Beliau menjawab “tempat (rumah) terbaikku adalah orang-orang kecil, orang-orang kalah, orang-orang miskin. Diantara mereka inilah, aku mudah ditemukan”.

Jawaban Nabi tersebut menunjukkan, bahwa “istana terbaik” yang dimilikinya adalah kalangan masyarakat kecil atau kelompok akar rumput. Dalam realitas kehidupan wong cilik ini, Nabi telah menjadikannya sebagai tempat terbaik, yang membuatnya bisa menemukan kedamaian dan keharmonisan. Dalam diri “wong cilik”, beliau mampu menemukan dan menikmati “surga”.

Memang kenyataan historisnya, Nabi  lebih sering bisa ditemukan diantara wong cilik (miskin). Jiwa kepemimpinan berbasis kerakyatan atau empati sosial, benar-benar ditunjukkan, bukan sekedar “diwahyukan” (diucapkan) untuk mengingatkan publik. Beliau sering terjun ke tengah-tengah kehidupan masyarakat seperti di pasar atau kegiatan-kegiatan lain untuk menyerap aspirasi masyarakat.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Eksistensi beliau di tengah kehidupan “wong cilik”, atau di orang-orang yang terzalimi, selain beliau berusaha memahami dan mengakomodasi kepentingannya, beliau juga mengingatkan golongan atas atau kelompok elit kalau apa yang sudah diberikan Allah kepadanya sudah sangat banyak (besar dan bermacam-macam).

Diantara peringatan beliau yang sangat populer adalah “tangan di atas, lebih baik (utama) dibandingkan dengan tangan dibawah”, yang secara hermeneuitik berarti selain Nabi meminta setiap elemen masyarakat untuk menunjukkan etos kerja tinggi, dan bukan sebagai peminta dan bersosok inlander, juga meminta (mengkritik) supaya setiap orang yang sudah dipercaya jadi elitis atau pemimpin, tidak sampai tergiring pada paradigma yang mengutamakan dan menasbihkan kepentingan eksklusifnya sendiri, dan sebaliknya wajib memikirkan “surga” untuk rakyat.

Itu mengisyaratkan, bahwa seorang pemimpin, apalagi kumpulan pimpinan negara, wajib mengarahkan atau membina rakyat negeri ini, supaya pola kepemimpinannya difokuskan untuk membentuk mental kepribadian yang “tidak selalu atau sering menerima status dibawah” (sebagai pengemis, atau budak), dan sebaliknya menguatkan mental bawahan atau rakyat negeri ini sebagai pekerja yang militan, kreator, dan tangguh.

Jika seperti ituepada siapa rakyat harus mengeluh dan menyampaikan kesulitan ekonominya, kalau pemimpinnya saja masih sibuk mengurus rumah tangga partainya dan kepentingan kolegialismenya?

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Bagi mereka yang tidak sabar menerima penderitaan berlapis-lapis ini, tidak sedikit yang menjatuhkan opsi bunuh diri.   Terbukti misalnya kasus bunuh diri masih tinggi.  Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti A Prayitno mengatakan, faktor penyebab orang nekat bunuh diri karena kemiskinan yang terus bertambah, mahalnya biaya sekolah dan kesehatan, serta penggusuran.

Dalam kondisi rakyat seperti itu, idealnya sang pemimpin menjadikannya sebagai “istana terbaik”-nya, dan bukan tergiring memikirkan soal oportunisasi politik dan hedonisasi eksklusifitasnya. “istana terbaik” (surga) yang ditempati atau dirasakan oleh rakyat adalah kondisi keterpurukan, kemiskinan, ketidaktersediaan pangan bergizi yang memadai dan egaliter, dan banyaknya problem berat yang menghimpitnya, yang menuntut para pemimpin memedulikannya dengan kerja maksimal.

Dalam wilayah tersebut, apa yang disampaikan mantan presiden Amerika Jefferson, “berikan apa yang terbaik untuk negaramu, tapi jangan bertanya apa yang diberikan negara kepadamu”, tampaknya tepat dijadikan pesan moral untuk mengingatkan setiap elemen pemimpin negeri ini, bahwa yang terbaik dalam kehidupan bernegara memang bukan banyak mempertanyakan atau menggugat apa dan berapa banyak negara memberi pada kita, tetapi berapa banyak kita memberikan yang terbaik pada negara.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Jika saja setiap elemen negara terfokus atau mengerahkan pikiran dan mencerdaskan perilakunya demi (memberi) yang terbaik pada negara, tentulah berbagai problem besar tidak akan sampai menimpa masyarakat Indonesia. Kompilasi penyakit tidak akan menghegemoni masyarakat, manakala sikap dan sepak terjang elit pemimpin negeri ini, dikonsentrasikan untuk selalu memberi yang terbaik, dan bukan disibukkan mempertanyakan dan meminta, apalagi “menjarah”  yang terbaik dari negara.

Mereka itu lupa, kalau sejatinya wong cilik adalah “istana terbaik”.  Mereka terjangkit penyakit amnesia amanat atau mengecilkan akses kehidupan wong cilik, yang mengakibatkan mereka selalu merasa kurang atau belum diperhatikan banyak oleh negara. Mereka merasa menjadi korban diskriminasi dari negara, padahal mereka sudah mengambil banyak dari negara.  Prinsip konstitusi yang menggariskan, bahwa segala kekayaan negara ini digunakan untuk memaksimalkan kemakmuran rakyat, justru dieliminasinya dan digantikan dengan prinsip “segala kekayaan negara harus diperuntukkan bagi pemenuhan segala kepentingan diri dan keluarga”.

Mereka wajib menggalakkan “teologi kerakyatan” seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad, bahwa sebaik-baiknya manusia, adalah yang memberikan manfaat bagi sesamanya, atau sebaik-baik pemimpin, adalah sang pemimpin yang berguna bagi kepentingan rakyat yang dipimpinnya. Terjadinya booming kemiskinan di bulan suci ini, pertanda eksaminasi moral-teologis kalau para pemimpin negeri ini sedang tersesat jalan cukup jauh. ***

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*)Penulis: Abdul Wahid, Dosen Ilmu Hukum Universitas Islam Malang (UNISMA) dan penulis buku.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id



Publisher : Rochmat Shobirin

EKORAN

TERBARU

  • Amien Rais Akan Deklarasikan Partai Ummat 29 April
    Amien Rais Akan Deklarasikan Partai Ummat 29 April
    17/04/2021 - 21:32
  • IKA PMII Banyuwangi Punya Kantor Sekretariat Permanen
    IKA PMII Banyuwangi Punya Kantor Sekretariat Permanen
    17/04/2021 - 21:25
  • Pendataan Keluarga 2021, BKKBN Catat 13 Juta Keluarga Sudah Terdata
    Pendataan Keluarga 2021, BKKBN Catat 13 Juta Keluarga Sudah Terdata
    17/04/2021 - 21:18
  • FADP Indonesia Salurkan Bansos untuk Warga Terdampak Gempa Malang
    FADP Indonesia Salurkan Bansos untuk Warga Terdampak Gempa Malang
    17/04/2021 - 21:11
  • Pemkab Lombok Barat Luncurkan Aplikasi Ayo ke Lombok, Ini Kegunaannya
    Pemkab Lombok Barat Luncurkan Aplikasi Ayo ke Lombok, Ini Kegunaannya
    17/04/2021 - 21:04

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Vaksin Nusantara dan Keresahan Masyarakat Indonesia
    Vaksin Nusantara dan Keresahan Masyarakat Indonesia
    17/04/2021 - 16:20
  • Mempertegas Ke-Indonesiaan 61 Tahun Lahirnya PMII
    Mempertegas Ke-Indonesiaan 61 Tahun Lahirnya PMII
    17/04/2021 - 14:27
  • Ngopi Pagi: Ego
    Ngopi Pagi: Ego
    17/04/2021 - 07:09
  • Managing The Nation 'Kepemimpinan dan Partai Politik'
    Managing The Nation 'Kepemimpinan dan Partai Politik'
    16/04/2021 - 19:57
  • Menyongsong Hajat Perempuan dalam Pilpres 2024
    Menyongsong Hajat Perempuan dalam Pilpres 2024
    16/04/2021 - 17:40
  • Pembelajaran di Era Merdeka Belajar
    Pembelajaran di Era Merdeka Belajar
    16/04/2021 - 14:10
  • Menjaga Perbedaan
    Menjaga Perbedaan
    16/04/2021 - 12:31
  • Rumi dan Machiavelli
    Rumi dan Machiavelli
    16/04/2021 - 10:24

KULINER

  • Hotel Santika Cirebon Hadirkan Pawon Ramadan
    Hotel Santika Cirebon Hadirkan Pawon Ramadan
    17/04/2021 - 19:15
  • Hotel Aston Sidoarjo Ajak Pengunjung Keliling Indonesia Lewat Menu Buka Puasa
    Hotel Aston Sidoarjo Ajak Pengunjung Keliling Indonesia Lewat Menu Buka Puasa
    17/04/2021 - 18:25
  • Es Degan Susu 78, Temani Manisnya Momen Buka Puasa Anda
    Es Degan Susu 78, Temani Manisnya Momen Buka Puasa Anda
    17/04/2021 - 17:13
  • Menikmati Aneka Iftar Ramadan bersama Oakwood Hotel & Residence Surabaya
    Menikmati Aneka Iftar Ramadan bersama Oakwood Hotel & Residence Surabaya
    17/04/2021 - 16:34
  • eL Hotel Kartika Wijaya Tawarkan Menu Iftar untuk Orang Terkasih
    eL Hotel Kartika Wijaya Tawarkan Menu Iftar untuk Orang Terkasih
    17/04/2021 - 14:57