Kopi TIMES

Tujuan Negara Tidak Terealisasikan Terorisme Muncul

Rabu, 04 Desember 2019 - 10:49 | 18.72k
Tujuan Negara Tidak Terealisasikan Terorisme Muncul
Ahmad Zainuri, Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), Universitas Islam Malang (Unisma)
Editor: Dhina Chahyanti

TIMESINDONESIA, MALANGBELAKANGAN ini isu mengenai terorisme menjadi yang paling hangat di masyarakat maupun pemerintah. Dimulai dari munculnya kata deradikalisasi yang diungkapkan pemerintah. Sebenarnya kata deradikalisasi sendiri sudah lama muncul tetapi saat ini bersamaan dengan adanya perilaku radikal seperti terorisme maka deradikalisasi kembali degemborkan pemerintah agar menjadi perhatian publik mengingat betapa bahayanya Terorisme.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Diketahui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) bersama sejumlah kementerian/lembaga terkait menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang penanganan radikalisme bagi kalangan aparatur sipil negara (ASN) pada Selasa (12/11).  Ada 11 kementerian/lembaga yang ikut menandatangani SKB tersebut, antara lain Kemenko Polhukam, Kemendagri, Kemendag, Kemenkominfo, Kemendikbud, Kemenkumham, BIN, BNPT, BIPP, BKN, KASN.

Hal semacam itu adalah komitmen pemerintah dalam mencegah terorisme. Terorisme muncul karena adanya paham radikal dalam artian negatif maksudnya pemahaman untuk mengubah sesuatu secara mendasar yang tidak sesuai dengan perinsipnya dengan melakukuan sebuah tindakan kekerasan. Oleh karena itu penting sekali adanya deradikalisasi.

Deradikalisasi sendiri adalah suatu upaya untuk menetralisir orang maupun kelompok yang terpapar radikal atau teroris yang sudah tertangkap untuk direhabilitasi. BNPT maupun kepolisian tidak akan optimal dalam melakukan deradikalisasi. Oleh karena itu masyarakat, guru, serta para da’i harus ikut andil dalam deradikalisasi tersebut untuk menciptakan negara yang damai, harmonis dan toleran.

Penyebab munculnya paham radikal hingga menjadi teroris di antaranya yakni faktor domestik, faktor media dan juga faktor kultural. Faktor domestik yakni masalah kemiskinan, ketidakadilan dan kecewa kepada pemerintah menjadi pemicu orang-orang itu menjadi radikal sehingga dimanfaatkan oleh kelompok radikal untuk mengajak bergabung dengan kelompoknya.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Kemudian perkembangan media sosial yang tidak terkontrol dengan baik. Banyaknya situs-situs yang memaparkan paham radikal serta mudahnya akses terhadap laman yang menyediakan cara membuat bom, yang bisa memberikan suatu kelompok radikal dengan begitu mudah memprovokasi seseorang lewat internet sehingga tanpa pemahaman yang kuat maka akan dengan mudah termakan hasutan kelompok radikal.

Lalu yang terakhir yakni faktor kultural yakni masalah pemahaman sempit tentang kitab suci, terutama Alquran yang ditafsirkan secara bebas. Faktor yang terakhir ini yang selama ini sering terjadi dalam tindakan terorisme, mereka selalu mengatasnamakan agama, ini yang selama ini keliru.

Dari berbagai faktor tersebut yang paling diperhatikan pemerintah adalah faktor kultural mengapa demikian bisa kita analisis dari pernyataan dari menteri agama mengenai larangan penggunaan cadar dan celana cingkrang terhadap ASN. Tentu pernyataan tersebut sangat heboh di kalangan masyarakat karena sensitif khususnya muslim karena cadar maupun celana cingkrang adalah sebuah ciri dari sebagian muslim. Ole karena itu dapat saya simpulkan agama Islam sangat diperhatikan dalam upaya deradikalisasi ini, ada apa sebenarnya apa karena Islam agama dengan pengikut terbesar atau ada hal yang lain.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Menurut hemat saya dalam hal deradikalisasi ini perlu adanya pengalihan isu jangan selalu dijadikan patokan bahwa orang akan radikal dan melakukan teror karena motif agama. Oleh karena itu mari kita alihkan pada faktor yang pertama yang membuat orang atau kelompok bisa menjadi radikal hingga melakukan terorisme yaitu faktor domestik diantaranya kesenjangan sosial, terjadinya ketidakadilan. Isu seperti ini bisa meredahkan ketegangan hubungan agama dan negara pada saat ini. Tapi juga tidak mengenyampingkan faktor agama tersebut hanya saja jangan dijadikan acuan bagi pemerintah dalam membangun bangsa, maksudnya keberhasilan deradikalisasi dapat membuat pemerintah sudah membangun SDM yang unggul untuk Indonesia maju.

Dan marilah kita bergerak dengan tujuan awal berdasar kepada konstitusi apa itu, sesuai pembukaan UUD 1945 bahwa pemerintah Negara Indonesia melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, marilah kita khususnya pemerintah untuk membangun bangsa dengan setidaknya mengurangi kesenjangan sosial sehingga rakyat merasa terlindungi dan menjadikan bangsa ini cerdas dengan meningkatkan kualitas pendidikan kita. Sehingga jika masyarakat merasa terlindungi, kemiskinan bukanlah masalah, tidak ada ketidakadilan, masyarakatnya sejahtera dan menjadi bangsa yang mampu bersaing, hal semacam itu akan mengurangi ataupun tidak akan muncul lagi orang dengan pemahaman radikal hingga sampai melakukan terorisme.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*) Penulis: Ahmad Zainuri, Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), Universitas Islam Malang (Unisma)

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id


malang Unisma Opini Kopitimes
Publisher : Sholihin Nur
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

Follow TIMES Indonesia di Google News

TIMES TV

Milenial Glow Garden, Newest Wonder at Jatim Park 2 Malang

Milenial Glow Garden, Newest Wonder at Jatim Park 2 Malang

14/12/2019 - 00:07

Jatim Park Grup Bikin Milenial Glow Garden Terbesar di Indonesia

Jatim Park Grup Bikin Milenial Glow Garden Terbesar di Indonesia
Komunitas Jendela Jember Gelar Pelatihan Fotografi Bagi Milenial

Komunitas Jendela Jember Gelar Pelatihan Fotografi Bagi Milenial
Petik Buah Wisata Agrokusuma

Petik Buah Wisata Agrokusuma
Festival Kampung Ublik of Pujon Kidul Where Every Corner of the Place is Filled with Lantern

Festival Kampung Ublik of Pujon Kidul Where Every Corner of the Place is Filled with Lantern

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Empat Jalan Pintas Jadi Pengusaha Sukses
    Empat Jalan Pintas Jadi Pengusaha Sukses
    16/12/2019 - 10:07
  • Reformasi Kebijakan Publik Yang Harus Disuarakan
    Reformasi Kebijakan Publik Yang Harus Disuarakan
    14/12/2019 - 21:36
  • Ketika Materi Khilafah Direvisi dari Pelajaran Agama Islam
    Ketika Materi Khilafah Direvisi dari Pelajaran Agama Islam
    14/12/2019 - 19:37
  • Reformasi Birokrasi : Memulihkan Kembali Nilai-nilai Kebijakan Publik
    Reformasi Birokrasi : Memulihkan Kembali Nilai-nilai Kebijakan Publik
    14/12/2019 - 19:24
  • Pilkada Bandung dan Tantangan Smart City Bandung
    Pilkada Bandung dan Tantangan Smart City Bandung
    14/12/2019 - 19:15
  • Lingkaran Masalah di Dalam Reformasi Birokrasi
    Lingkaran Masalah di Dalam Reformasi Birokrasi
    14/12/2019 - 17:36
  • Toleransi Antar Umat Beragama di Tanah Suci
    Toleransi Antar Umat Beragama di Tanah Suci
    14/12/2019 - 15:14
  • Reformasi Kebijakan Publik: Evaluasi Kebijakan Publik Untuk Terciptanya Reformasi Publik
    Reformasi Kebijakan Publik: Evaluasi Kebijakan Publik Untuk Terciptanya Reformasi Publik
    14/12/2019 - 11:43
  • Naik Lagi, Utang Indonesia Hingga Oktober Capai Rp 5.609,2 Triliun
    Naik Lagi, Utang Indonesia Hingga Oktober Capai Rp 5.609,2 Triliun
    16/12/2019 - 15:05
  • Pulang Liburan, Iis Dahlia Ingin Laporkan Warganet Karena Hal Ini
    Pulang Liburan, Iis Dahlia Ingin Laporkan Warganet Karena Hal Ini
    16/12/2019 - 15:05
  • Benarkah Menelan Sperma Bisa Sebabkan IMS? ini Penjelasannya!
    Benarkah Menelan Sperma Bisa Sebabkan IMS? ini Penjelasannya!
    16/12/2019 - 15:04
  • Lurah yang Suruh Honorer Masuk Got Dicopot, Anies: Pelajaran Buat Semua!
    Lurah yang Suruh Honorer Masuk Got Dicopot, Anies: Pelajaran Buat Semua!
    16/12/2019 - 15:03
  • Janji Kemenpora: Tak Bedakan Jumlah Bonus SEA Games dan ASEAN Para Games
    Janji Kemenpora: Tak Bedakan Jumlah Bonus SEA Games dan ASEAN Para Games
    16/12/2019 - 15:02
  • Deretan Kebijakan Jokowi Paling Kontroversial Sepanjang 2019
    Deretan Kebijakan Jokowi Paling Kontroversial Sepanjang 2019
    16/12/2019 - 07:20
  • Jacqueline Wong Viral Usai Selingkuh dan Sembunyi di Kanada 8 Bulan
    Jacqueline Wong Viral Usai Selingkuh dan Sembunyi di Kanada 8 Bulan
    16/12/2019 - 05:48
  • Pemilik Penyakit Ini Dilarang Konsumsi Nasi Panas, Ini Jelasnya.
    Pemilik Penyakit Ini Dilarang Konsumsi Nasi Panas, Ini Jelasnya.
    16/12/2019 - 11:16
  • Patung Firaun Terkuat Musuh Nabi Musa Ditemukan, Ini Faktanya
    Patung Firaun Terkuat Musuh Nabi Musa Ditemukan, Ini Faktanya
    16/12/2019 - 11:50
  • Honda Luncurkan Pesaing Aerox 155, Harga Lebih Murah
    Honda Luncurkan Pesaing Aerox 155, Harga Lebih Murah
    16/12/2019 - 06:39