Senin, 22 Oktober 2018
Pendidikan Prestasi Nusantara

Tim Mahasiswa UGM Juara Dunia Kompetisi Inovasi Teknologi

Tim Mahasiswa UGM Juara Dunia Kompetisi Inovasi Teknologi Herman Amrullah, Thya Laurencia Benedita Araujo, dan Sholahudin Al Ayyubi di London (5/7/2018). (FOTO: BBC News Indonesia)
Jum'at, 06 Juli 2018 - 11:10

TIMESINDONESIA, LONDON – Satu lagi prestasi nusantara di pentas dunia bisa energi diukir putra putri Indonesia. Itu setelah Tim Mahasiswa UGM (Universitas Gadjah Mada) Yogyakarta menjadi juara dunia kompetisi inovasi teknologi di London, Inggris, Kamis (5/7/2018).

Dilansir TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id) dari BBC News Indonesia, tim mahasiswa UGM yang terdiri dari Thya Laurencia Benedita Araujo, Herman Amrullah, dan Sholahudin Al Ayyubi, sukses menyisihkan tim dari 140 negara dengan lebih dari 3.000 ide. Mereka pun memenangi kompetisi inovasi teknologi bertajuk Shell Ideas 360.  

"Kami benar-benar nggak tahu mau ngomong apa. Saya ingin menangis. Ini mimpi jadi kenyataan banget," kata Thya, kepada BBC News Indonesia.

Dalam kompetisi ini, tim mahasiswa UGM membuat konsep mobil pintar berbahan bakar limbah plastik. Ide para mahasiswa ini muncul di tengah ramainya pemberitaan bahwa Indonesia adalah produsen sampah plastik terbanyak kedua di dunia setelah China.

"Kami menyayangkan masalah plastik di Indonesia yang tidak termanajemen dengan baik. Jadi kita punya ide, mengapa kita tak mengubah sampah plastik menjadi energi sekaligus membantu kekurangan energi di Indonesia," lanjut Thya.

BACA JUGA: Sisihkan 140 Negara, Mahasiswa UGM Sulap 2 Kg Plastik Setara 2,2 Liter BBM

Sebenarnya, energi dari sampah plastic ini bukan hal baru. Namun para mahasiswa Indonesia ini memiliki terobosan berbeda. Karena mereka tidak lagi membutuhkan energi tambahan untuk mengolah limbah.

"Upaya untuk mengonversi limbah kan sudah banyak. Tapi mayoritas menggunakan LPG untuk membakarnya. Nah, kami punya ide dengan mengonversi sampah plastik itu memakai gas buangan knalpot. Jadi konversinya gratis," jelas Herman, mahasiswa lainnya.

Berdasarkan pembuktian yang mereka lakukan itu, gas buang knalpot mobil yang suhunya bisa melewati 400 derajat Celcius cukup untuk melakukan pembakaran. Selain itu, teknologi yang mereka konsepkan juga memiliki alat penyerap karbon dioksida dari knalpot sehingga polusi pun dapat ditekan.

Dengan temuan mereka ini, tim mahasiswa UGM ini menambah deretan prestasi nusantara saat ini. Mereka pun mampu berprestasi di bidang energi dalam kompetisi inovasi teknologi di London. (*)

Jurnalis : Abdul Lathif
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration