Wisata

Rasakan Sensasi Berendam di Wisata Air Panas Cangar Kota Batu

Sabtu, 12 November 2022 - 14:12 | 23.00k
Rasakan Sensasi Berendam di Wisata Air Panas Cangar Kota Batu
Berendam air panas alam sambil menikmati kelezatan tape ketan hitam, sensasi berlibur ke Wana Wisata Air Panas Cangar, Bumiaji, Kota Batu. (FOTO: Muhammad Dhani Rahman/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BATU – Berendam air panas alam sambil menikmati kelezatan tape ketan hitam. Sensasi ini bisa kita rasakan saat berlibur ke Wana Wisata Air Panas Cangar, Bumiaji, Kota Batu.

Objek wisata ini seolah tidak pernah lekang dimakan waktu dan selalu ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.

Harga tiket yang murah serta kolam air panas alam menjadi magnet tersendiri untuk wisatawan berbondong-bondong datang ke obyek wisata yang letaknya berdekatan dengan perbatasan Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto ini.

Air-Panas-Cangar-2.jpg

"Baru pertama kali ini saya ke sini, sebelumnya baca-baca sih di internet, ternyata lebih seru aslinya. Meskipun sekarang masih proses rehab, kita masih bisa menikmati liburan di tempat ini," ujar Heriyanto, warga Semarang.

Karena itulah, saat ada rencana rekreasi di Kota Batu, ia menyempatkan diri datang bersama keluarga ke Cangar.

"Lumayan sih perjalanannya tadi, cuman gak terasa karena sepanjang perjalanan banyak pemandangan alam, areal perkebunan sayur, apel dan strawbery, jadi cukup terhibur," ujar Heriyanto.

Tiket masuk ke obyek wisata Cangar cukup murah untuk tiket masuk Rp 16.500, tiket parkir roda dua Rp 3000 dan tiket parkir roda empat Rp 5000. "Saya tadi bayar Rp 20 ribu, tiket masuk untuk satu orang dan parkir roda dua," ujar Santoso, warga Junrejo.

Cangar berada pada ketinggian 1.600-an mdpl pohon- pohon yang mendominasi kawasan adalah jenis Kukrup, Anggrung, Tutup, Pasang, Cemara Gunung, dll. Walaupun telah menjadi wisata alam, Blok Cangar masih tetap merupakan kawasan konservasi, karena berada dalam kawasan Tahura Raden Soerjo.

Air-Panas-Cangar-3.jpg

Cangar merupakan tipe ekosistem pegunungan bawah, keanekaragaman vegetasi Cangar didominasi jenis yang tahan kelembaban tinggi namun suhu yang rendah, seperti berbagai jenis paku, lumut, jamur, anggrek spesies serta pohon-pohon seperti Tutup, Kukrup, Pasang, Anggrung dan Cemara Gunung.

Satwa liar yang masih dapat dijumpai di Cangar adalah primata seperti Lutung Budeng Jawa, Macaca (kera ekor panjang), berbagai macam burung seperti Elang Jawa, Srigunting Batu, Anis Sisik, Sepah Gunung, Jalak Batu serta jenis mamalia seperti tupai.

"Kita tadi sambil berendam melihat Lutung meloncat-loncat di pohon yang berada di atas kolam, sungguh luar biasa," ujar Santoso yang datang bersama kekasihnya.

Sementara ada tiga kolam air panas yang siap untuk dipergunakan, karena dua kolam lainnya sedang dalam proses perbaikan. Diperkirakan pembangunan selesai bulan Desember 2022 mendatang.

Terbaru, ada ruang rendam keluarga yang disiapkan dalam ruangan berkapasitas 6 orang. Untuk bisa menikmati fasilitas ini, kita harus mengeluarkan biaya tambahan sebesar Rp 100 ribu per jam.

Sekadar diketahui air panas Cangar muncul sebagai perwujudan zona outflow panas bumi. Air panas di Cangar muncul karena sumber panas yang berada di bawah kerucut Gunung Arjuno-Welirang memanasi cairan/fluida yang tersimpan dalam reservoir yang ditutupi oleh batuan penudung (caprock).

Air panas Cangar termasuk tipe air bikarbonat dengan konsentrasi SiO2 (silicon dioksida), SO4 (Sulfat/Belerang) dan CI (Clorin) cukup signifikan. Bikarbonat merupakan bentuk dominan dari karbon anorganik yang terlarut dalam air dan penyerap penting dalam siklus karbon.

Kandungan mineral belerang dalam air panas di Wisata Air Panas Cangar Kota Batu inilah yang banyak bermanfaat bagi kesehatan contohnya sebagai pengobatan untuk gangguan kulit, pengobatan pernapasan, dan pengobatan musculoskeletal (sistem otot, jaringan ikat, saraf, serta tulang dan sendi). (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

KOPI TIMES