Wisata

Surga Tersembunyi di Hutan Gunung Lawu Ngawi, Paket Lengkap Spot Olahraga Ekstrim

Kamis, 20 Oktober 2022 - 05:29 | 50.16k
Surga Tersembunyi di Hutan Gunung Lawu Ngawi, Paket Lengkap Spot Olahraga Ekstrim
Bukit Ondo Wesi, salah satu spot menarik untuk dikunjungi. (FOTO: Miftakul/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, NGAWIGunung Lawu menyimpan sejuta keindahan. Serpihan kecil ‘surga’ sebagian turun di kawasan hutan, masuk Dusun Sanan, Desa Ngrayudan, Jogorogo, Ngawi. Di tempat yang nun jauh dari hingar bingar kehidupan kota itu, tersaji keindahan alam yang menyimpan beragam potensi.

Tidak salah jika menyebutkan ada ‘surga yang tersembunyi’. Tepat dibalik kawasan pemukiman warga, ada panorama alam yang begitu memesona. Setidaknya ada tiga spot yang berpotensi unggul jika dikelola dengan bijaksana.

“Ada bukit Ondo Wesi, spot rock climbing, dan air terjun Teleng,” kata Kepala Dusun setempat, Nur Kholis kepada TIMES Indonesia, Rabu (19/10/2022).

Warga-menunjukan-spot-rock-climbing.jpgWarga menunjukan spot rock climbing. (FOTO: Miftakul/TIMES Indonesia)

Nur Kholis bersama dengan warga setempat, mengantarkan TIMES Indonesia untuk eksplore lebih jauh lokasi-lokasi yang digadang-gadang cocok untuk dijadikan kawasan olah raga ekstrim. Warga sekitar percaya, spot-spot tersebut bisa digunakan untuk kegiatan luar ruangan, seperti halnya hiking, climbing, ataupun untuk camping.

Bukit Ondo Wesi

Spot menarik pertama di bukit Ondo Wesi. Setidaknya masyarakat sekitar menyebutnya demikian. Meskipun diberi nama Ondo Wesi, atau tangga besi dalam bahasa Indonesia, namun di bukit yang menjulang puluhan meter tersebut tidak benar-benar ada unsur besi. Hanya bebatuan yang tersebar, bersap-sap dari dasar bukit hingga puncaknya.

Bukit Ondo Wesi disebut Nur Kholis sebagai spot camping alias berkemah. Di beberapa bagian bukit, tersebar titik lahan yang cukup landai. Sangat pas untuk mendirikan tenda.

Air-terjun-Teleng.jpgAir terjun Teleng, tersembunyi dibalik rerimbunan tanaman. (FOTO: Miftakul/TIMES Indonesia)

Soal pemandangan Nur Kholis berani menjamin pengunjung akan puas. Di atas bukit, jika menghadap ke selatan, pemandangan gunung Lawu berikut rerimbunan hutan cukup jelas terlihat. Jika menghadap utara, nampak kawasan pemukiman warga. Kemudian saat jelang sore hari, pemandangan sunset akan tersaji. Matahari saat kembali ke peraduan,  nampak dibalik punggung gunung Lawu bagian barat. Pemandangan indah tersebut akan terlihat, asal cuaca sedang cerah dan bersahabat.

“Udara sejuk khas pegunungan, serta pemandangan yang indah yang banyak dicari itu ada di bukit Ondo Wesi,” ujar Nur Kholis.

Jika berkemah di kawasan bukit Ondo Wesi, jangan khawatir soal air. Mata air melimpah, berikut fasilitas mandi cuci kakus (MCK) sudah tersedia, meskipun baru bangunan sederhana.

Di bukit Ondo Wesi, para pecinta alam juga sudah sering berkemah di lokasi itu. Sejumlah event berkonsep tadabur alam beberapa kali digelar. Bukit tersebut juga menjadi jujugan warga setempat untuk melepas penat, dan nongkrong di kala senggang. 

Tebing Andesit, Potensi Spot Rock Climbing Pertama di Ngawi

Panjat tebing atau dalam istilah asing disebut rock climbing, merupakan salah satu aktivitas di alam bebas yang terus eksis. Wahana untuk menyalurkan hobi tersebut masih cukup jarang ditemui. Sebab, rock climbing tidak bisa dilakukan asal-asalan, bebas di semua tebing. Ada spesifikasi khusus, terkait bebatuan penyusun tebing, sehingga aman untuk berkegiatan tersebut.

Tepat di bawah bukit Ondo Wesi, terdapat kawasan jurang yang terbentang panjang berkilo-kilo meter. Jurang tersebut menjadi pemisah antara dua dusun. Jurang itu juga memiliki kedalaman puluhan meter, dari puncak hingga dasar. 

Nur Kholis mengatakan, pada salah satu sisi tebing, tersusun dari material batuan andesit. Sementara sisi lainya tersusun dari batuan padas. Tebing dari andesit ini, disebutnya sebagai spot yang berpotensi untuk dijadikan lokasi olahraga panjat tebing.

“Sempat ada praktisi panjat tebing yang melihat langsung struktur batuan pada tebing ini. Menurutnya terbuat dari bebatuan andesit, yang mendukung untuk digunakan aktifitas rock climbing,” katanya.

Kriwul, salah satu warga yang mengikuti eksplorasi mengatakan, ada banyak titik yang bisa digunakan untuk panjat tebing. Lokasinya tersebar, dari ujung hingga lokasi air terjun Teleng. Pun juga dengan aneka tingkat kesulitan masing-masing.

“Ada banyak pilihan sesuai dengan karakteristik tebing. Seperti kemiringan, ketinggian dan lainnya. Tentunya kita masih butuh penelitian lebih jauh mengenai kelayakan tebing untuk aktivitas rock climbing,” ujarnya.

Kriwul melanjutkan, tebing dengan karakteristik bebatuan andesit di Kabupaten Ngawi hanya ada di dusun setempat. Hal itu berdasarkan informasi dari praktisi panjat tebing, yang pernah meninjau langsung tebing tersebut.

“Tebing andesit sangat dicari pecinta rock climbing. Kalau informasi dari praktisi tersebut, di Ngawi hanya disini,” ujarnya.

Untuk mencapai lokasi tebing yang berpotensi jadi lokasi rock climbing, bukan perkara yang mudah. Jalur setapak yang dilewati cukup ekstrim. Berhadapan langsung dengan muka jurang. Di salah satu bagian, juga harus melewati titian anak tangga yang nyaris tegak 90 derajat.

Kendati demikian, rasa was-was cukup terbayar dengan panorama alam yang begitu menakjubkan. Bisa dikatakan hutan setempat nyaris masih ‘prawan’. Warga sekitar hanya memanfaatkan lahan untuk mencari pakan ternak. Tidak ada eksplorasi yang berlebihan.

Air Terjun Teleng, Mengalir dari Lubang Tebing

Spot terakhir yang ditawarkan yakni air terjun Teleng. Air terjun ini memang tidak sefamilier wisata alam di Kabupaten Ngawi kebanyakan. Namun, menjadi menarik sebab akses menuju lokasi masih berupa kawasan hutan alami. Hanya ada jalan setapak, selebar setengah meter yang menjadi akses satu-satunya menuju lokasi air terjun Teleng.

Jalan setapak, beralaskan rerumputan liar selain akses menuju lokasi juga digunakan warga untuk mencari rumput pakan ternak. Warga juga menggunakan jalur tersebut untuk mengontrol saluran air, yang bersumber dari air terjun.

Nur Kholis menyebut, spot terakhir tersebut cocok untuk aktifitas hiking. Jalan setapak untuk menuju air terjun cukup nyaman dilalui. Cenderung landai, dan cukup aman bagi pecinta alam.

“Bisa dibayangkan seperti latar film ‘Jurasic Park’. Kawasan hutan masih cukup asri, melewati padang ilalang, masih banyak pohon-pohon buah. Dan satu lagi, mata air melimpah, segar langsung bisa diminum,” katanya.

Di samping itu, di sejumlah titik juga bisa digunakan untuk mendirikan tenda. Biasanya, di akhir pekan, sering pecinta alam berkemah di sepanjang aliran sungai, menuju air terjun teleng tersebut.

Ketika sampai di lokasi, ternyata tidak hanya ada satu titik air terjun. Ada tujuh titik air terjun yang ditemukan. Uniknya, air mengalir bukan dari puncak tebing. Melainkan dari sisi tengah tebing. Berbeda dengan air terjun kebanyakan. Hanya saja, beberapa titik air terjun tidak nampak air mengalir. Sebagian tertutup rerimbunan pohon dan tanaman hutan.

“Jadi air terjun mengalir dari lubang tebing. Bukan dari puncak tebing, atau aliran sungai,” kata Kriwul, warga setempat.

Berharab Pemkab Turun Tangan

Nur Kholis bersama warga setempat berharap Pemkab Ngawi ikut turun tangan mengembangkan kawasan tersebut. Warga berharap di lokasi itu bisa dijadikan tempat wisata alam, olahraga ekstrim, serta edukasi.

“Melihat potensi yang ada, kami berharap Pemkab Ngawi bisa melirik lokasi ini untuk dijadikan sebagai tempat wisata,” harapnya.

Sejauh ini, lokasi tersebut dikelola warga setempat seadanya. Pun tidak ada tiket masuk bagi para pengunjung yang ingin menikmati panorama indah, surga tersembunyi di salah satu sisi Gunung Lawu masuk Dusun Sanan, Desa Ngrayudan, Jogorogo, Ngawi. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

KOPI TIMES