Wisata

Resmi Dibuka, Museum Situs Semedo Siap Jadi Wisata Unggulan Kabupaten Tegal

Rabu, 12 Oktober 2022 - 19:43 | 23.90k
Resmi Dibuka, Museum Situs Semedo Siap Jadi Wisata Unggulan Kabupaten Tegal
Bupati Tegal Umi Azizah saat diberi penghargaan oleh Direktur Pelindungan Kebudayaan Kemendikbudristek, Irini Dewi Wanti (FOTO: Dimas Reza Yogatama For TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, TEGAL – Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jendral Kebudayaan berhasil meluncurkan Museum Situs Semedo di Kabupaten Tegal.

Peluncuran Museum Situs Semedo juga dibarengi dengan peluncuran dua musem yang lainnya yakni Museum Song Terus di Pacitan dan Musem Batik Indonesia di Jakarta.

Acara peluncuran Museum ketiganya ditandai dengan pemukulan rebana yang dilaksanakan teleconference di tiga lokasi oleh pemangku kebijakan masing-masing yang dipimpin oleh Direktur Pelindungan Kebudayaan Kemendikbudristek, Irini Dewi Wanti di Museum Situs Semedo Kabupaten Tegal, Rabu (12/10/2022).

Kebudayaan-Kemendikbudristek-2.jpg

Direktur Pelindungan Kebudayaan Kemendikbudristek, Irini Dewi Wanti menjelaskan, ketiga museum yang diluncurkan ini juga bertepatan dengan Hari Museum Indonesia yang diperingati setiap 12 Oktober.

Dalam kesempatan Peringatan Hari Museum Indonesia tahun 2022 ini, ketiga museum ini akan mulai melayani masyarakat sebagai sebuah ruang publik. Oleh karenanya, pihaknya mengajak masyarakat seluas-luasnya, instansi pemerintah, komunitas, dan sekolah untuk dapat berpartisipasi berkegiatan di museum.

Irini menerangkan museum merupakan lembaga yang berfungsi melindungi memanfaatkan koleksi dan mengkomunikasikannya kepada masyarakat.

Ia menyampaikan, selain Museum Situs Semedo, hingga di tahun 2022, pihaknya juga menyebut ada sebanyak 11 musem yang telah dibangun Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jendral Kebudayaan.

Sejalan dengan tema Hari Museum Indonesia Tahun 2022 “Museum sebagai sumber inspirasi bangsa”, Irini mengajak kembali seluruh masyarakat untuk semakin menghargai dan mengoptimalkan peran dalam pelestarian dan pemajuan kebudayaan. Museum dapat menjadi sumber inspirasi, rumah peradaban, tempat tumbuh dan berkembangnya kemampuan berfikir serta kreatifitas masyarakat, pendorong tumbuhnya rasa bangga dan cinta tanah air, serta menjadi objek wisata yang mengedepankan unsur pendidikan dan pelestarian warisan budaya.

Sementara, Bupati Tegal, Umi Azizah mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Tegal pihaknya mengucapkan selamat atas dibukanya Museum Situs Semedo yang ada di Kabupaten Tegal. Sebuah bangunan megah yang berdiri di lingkungan permukiman warga di Desa Semedo yang menjadi pusat informasi dan ilmu pengetahuan kepurbakalaan serta penelitian arkeologi nasional.

“Ini menjadi suatu kebanggan bagi kami dan dunia arkeologi bahwa kehadiran museum ini menjadi representatif,” ungkapnya.

Disebutkan bahwa Musem Situs Semedo diawali dengan temuan alat-alat batu seperti kapak perimbas di tahun 2007 yang menandakan adanya manusia purba pada zaman dahulu.

“Kemudian, dibuktikan lagi pada Mei 2022 tentang adanya temuan fosil kepingan tengkorak kepala Homo Erectus yang diperkirakan usianya sekitar 700 ribu tahun sebagai koleksi unggulan Museum Situs Semedo Tegal,” terangnya.

Umi menyebut, Museum Situs Semedo berbeda dengan lainnya, yang biasanya temuan fosil manusia purba penemunya berasal dari luar negeri, namun museum ini penemunya yakni penduduk asli sini yang namanya Dakri.

“Pak Dakri adalah warga Semedo yang sudah lama mendedikasikan untuk mencari dan menyimpan serta menyelamatkan fosil-fosil purba yang bertebaran disekitar kawasan hutan Semedo dan dibantu oleh Prof Harry Widianto dari Balai Arkeolog Yogyakarta waktu itu, bebernya.

Orang nomor satu di Kabupaten Tegal itu memandang bahwa selain menjadi destinasi wisata edukasi unggulan di Kabupaten Tegal, keberadaan Museum Situs Semedo juga menjadi bagian dar upaya konservasi dan pelestarian kawasan cagar budaya di sekitarnya.

“Keberadaan Musem Situs Semedo ini diharapkan menjadi peluang bagi warga Desa Semedo dan sekitarnya untuk mendorong peningkatan perekonomian setempat melalui aktivitas seni budayanya sebagai sektor pendukung eksistensi situs Semedo,” ungkapnya.

Dengan resmi dibukanya Museum Situs Semedo, lanjut Umi, pihaknya mendorong dan mengajak masyarakat untuk bisa memanfaatkan museum ini sebagai ajang tempat belajar dan mencari ilmu. “Berarti semua masyarakat bisa masuk. Namun, untuk tiket masih menunggu hasil dari Badan Layanan Umum dan Cagar Budaya Kemendikbudristek,” jelasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

KOPI TIMES