Wisata

Ini Keseruan Menyusuri Wisata Edukasi di Museum Geologi Bandung 

Senin, 10 Oktober 2022 - 20:09 | 29.94k
Ini Keseruan Menyusuri Wisata Edukasi di Museum Geologi Bandung 
Museum Geologi Bandung. (Foto: Instagram/@geomuzee)

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Kota Bandung adalah salah satu kota yang memiliki banyak destinasi wisata edukasi seperti museum. Hingga saat ini, tercatat ada 17 museum di Kota Bandung. Nah, Museum Geologi merupakan destinasi favorit wisatawan yang sedang melancong ke Bandung.

Dari masa ke masa, Museum Geologi seolah punya tempat di hati para wisatawan. Rasanya, tempat ini seolah menjadi destinasi wajib bagi pelajar di luar Jawa Barat yang melakukan studi tur ke Bandung.

Bagi wisatawan lokal, Museum Geologi juga bisa menjadi salah satu rekomendasi tempat wisata menarik. Aksesnya yang mudah dijangkau serta harganya yang relatif murah menjadi alasannya.

Dalam sehari, museum ini bisa menerima kunjungan hingga 3.000 orang. Namun di masa pandemi beberapa waktu lalu, jumlah tersebut dibatasi hanya menjadi 600 pengunjung saja.

Museum-Geologi-2.jpgSalah satu koleksi Museum Geologi Bandung. (Foto: Instagram/@geomuzee)

Di masa pandemi, pihak Museum Geologi melakukan aktivitas kunjungan wisatawan secara daring atau virtual. Kapasitasnya mencapai 2.000 pengunjung virtual yang terbagi menjadi dua sesi. 

Daya tarik Museum Geologi bagi para pengunjung adalah koleksinya yang punya nilai ilmiah tinggi. Per tahun 2022, koleksi di museum ini mencapai 417 ribu.

Secara umum, Museum Geologi dibagi menjadi dua lokasi: ruang koleksi dan ruang pamer atau ruang peraga. Ruang koleksi berada di belakang bagian museum dan tidak bisa diakses oleh sembarang pengunjung. Anda bisa mengakses ruang ini untuk keperluan tertentu dengan mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan pihak museum.

Lalu ada ruang pamer yang tersebar di dua lantai museum. Lantai 1 dibagi menjadi dua bagian: sayap barat dan sayap timur. Di bagian sayap barat, pengunjung bisa melihat benda-benda dan khazanah seputar geologi indonesia dan secara umum.

Sedangkan di sayap timur, pengunjung disuguhkan informasi tentang sejarah kehidupan bumi dari awal terbentuknya bumi sampai sekarang.

Lantai 2 pun dibagi menjadi dua bagian: sayap timur dan barat. Di sayap barat, pengunjung bisa mendapat informasi tentang sumber daya geologi, sedangkan di sisi timur pengunjung bisa mendapat edukasi tentang pemanfaatan dan kebencanaan.

Ada pesan khusus yang disampaikan Unggul bagi anda yang hendak berkunjung ke Museum Geologi. Pesan ini terkait upaya kita untuk sama-sama menjaga benda koleksi yang sudah berusia ribuan tahun ini. 

Museum-Geologi-3.jpgPemandu Museum Geologi Bandung menjelaskan pada pengunjung. (Foto: Instagram/@geomuzee)

Museum Geologi tidak sekadar jadi destinasi yang dikunjungi wisatawan saja. Pihak pengelola juga aktif melakukan berbagai program pengenalan museum dan edukasi geologi ke masyarakat. Kegiatan tersebut masih berlangsung sampai saat ini. 

Saat ini Museum Geologi punya lima program publikasi dan edukasi yang bisa dinikmati oleh masyarakat. Pertama, ada Collection Talk. Program ini mengupas tuntas satu koleksi museum. Program ini juga menghadirkan siaran langsung di YouTube dengan materi temuan objek geologi di lapangan. Pada pelaksanaannya, Museum Geologi bekerja sama dengan berbagai instansi.

Lalu ada Merdeka Belajar yang merupakan program khusus bagi pelajar untuk memahami materi seputar geologi. Program edukasi ini dikemas secara ringan dan interaktif antara pemateri dan pelajarnya dan dibuka saat musim libur sekolah. Penyampaian materi menggunakan media interaktif seperti dongeng dan diskusi. 

Lalu ada program Night at The Museum yang biasa digelar di pekan keempat tiap bulannya. Pada saat pandemi, program ini akhirnya digulirkan secara daring. 

Dua program menarik lainnya adalah Pojok Kolaborasi dan Layanan Informasi. Pojok Kolaborasi itu sendiri merupakan upaya Museum Geologi untuk mengenalkan diri kepada masyarakat. Tujuannya mengaktivasi taman di sisi timur untuk dijadikan tempat berkegiatan. Museum Geologi juga membuka kolaborasi dengan instansi hingga komunitas untuk sama-sama menghidupkan museum.

Sementara itu, anda bisa mengakses berbagai informasi di Layanan Informasi Museum Geologi. Informasi yang disebarkan antara lain mengenai materi pemaparan di ruang pamer, kerja sama, hingga lowongan magang di museum.

Museum Geologi mengajak masyarakat Bandung khususnya, untuk lebih dekat dengan museum. Lewat berbagai program sosialisasi dan edukasi, pihaknya berharap persepsi masyarakat tentang museum berubah, tidak sekadar tempat menyimpan barang lawas semata.

Di negara maju, museum selalu jadi tujuan utama wisatawan. Dengan tarif yang mahal pun wisatawan rela datang ke museum. Sekarang bagaimana caranya kita mencintai museum dan lebih dekat dengan museum. Jadikan museum sebagai pilihan destinasi wisata edukasi sekaligus untuk nongkrong bersama teman-teman. 

Ayo, wisata ke Museum Geologi di Bandung!. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Bambang H Irwanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

KOPI TIMES