Wisata

Hebohnya Pemandian Air Panas Umbul Banyuroso Magelang

Sabtu, 01 Oktober 2022 - 12:37 | 38.52k
Hebohnya Pemandian Air Panas Umbul Banyuroso Magelang
Suasana pengunjung memadati pemandian air panas Umbul Banyuroso di Magelang. (FOTO: Fajar Rianto/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MAGELANG – Pengin berenang malam hari namun takut kedinginan? Kolam pemandian air panas bernama Umbul Banyuroso yang ada di dusun Dimajar, kelurahan Sumberarum, kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini bisa jadi salah satu solusinya.

Memang beberapa waktu terakhir ini lagi viral adanya sejumlah kolam pemandian air panas  alami di wilayah ini.

Tempat ini berjarak tidak begitu jauh dari Candi Borobudur ataupun candi Mendut. Kisaran 6 sampai 8 Km saja jaraknya atau 15 sampai 20 menit naik kendaraan. Dengan akses jalan yang cukup mudah dan telah beraspal.

Salah satu pemandian air panas atau tepatnya air hangat tersebut adalah Umbul Banyuroso. Pihak pengelola umbul Banyuroso Saefudin, menyampaikan semula rencana pemilik lahan yang bernama Burhan bersama rekan bisnisnya membeli tanah dikawasan tersebut untuk mendirikan perumahan.

Namun kurang lebih setahun yang lalu, saat mereka membuat sumur di salah satu titik. Tanpa diduga sebelumnya, yang keluar adalah air panas dengan debit yang cukup besar.

Pemilik lahan pun sempat kecewa akan hal itu. mengingat air yang keluar tidak bisa dikonsumsi untuk kebutuhan rumah tangga. Berdasar hasil laboraturium kandungan fosfatnya juga lumayan tinggi.

Maka tercetuslah ide membuat kolam. Tetapi belum sampai selesai seratus persen tempat tersebut sudah ramai didatangi pengunjung. Sehingga banyak yang kemudian berpendapat kejadian tersebut ibarat bencana membawa berkah.

"Saat ini proses pembangunan baru berjalan setengah atau baru 50 persennya. Sehingga memang belum jadi. Cuma karena antusias masyarakat yang datang memang luar biasa, mereka cari sensasi baru sekaligus upaya mendapatkan kesehatan. Akhirnya dipersilahkan oleh pengelola sembari melanjutkan proses pembangunan selanjutnya," terangnya.

pemandian-air-panas-b.jpg

Ia akui selama satu tahun berjalan ini tempat tersebut belum dibuka secara resmi. Bahkan sebelumnya sempat terpasang banner belum dibuka untuk umum. Apalagi beberapa bulan lalu masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Air yang ada di Umbul Banyuroso ini memang terasa hangat, suhunya terasa nyaman di badan. Dengan kondisi alam yang mendukung, udara yang masih segar. Jauh dari jalan utama menjadikan tidak terganggu bisingnya suara kendaraan yang berlalu lalang. Sehingga terasa fresh usai berendam atau berenang di kolam yang ada.

Sebut Saefudin, keberadaan Umbul Banyuroso pada awalnya hanya untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin terapi. Menurut cerita pengalaman pengunjung yang sering datang terapi, mereka memilih datang siang hari untuk mengusir kolesterol dan melancakan oeredaran darah.

Sementara yang mengalami gangguan syaraf dan  sejenisnya biasanya akan datang  dan memilih berendam atau berenang ketika malam menjelang, di kala sepi pengunjung yang berdatangan.

Istimewanya, airnya jernih dan pemandian ini buka selama 24 jam nonstop. Sehingga pengunjung bisa datang kapan saja. Dengan bea masuk Rp 10.000, pengunjung bisa bebas berendam ataupun berenang di dua kolam yang ada. Satu kolam untuk anak dan satunya untuk dewasa dengan kedalaman 85 cm dan 135 cm.

Selain itu ada juga yang membuka les berenang setiap hari dengan biaya seikhlasnya di tempat ini. Uniknya ia membuka les tersebut mulai pukul 03.00 hingga jam 04.00 WIB (pagi hari).

Jika lapar atau kehausan pengunjung juga mudah mencari minum atau makan di tempat ini. Karena banyak kios yang berjuakan makanan, minuman dan juga mainan buat anak-anak.

Saefudin mengungkapkan semula posisi kolam renang direncanakan ada di bawah, di lokasi yang saat ini diperuntukkan sebagai lahan parkir kendaraan.

Namun tempat tersebut ternyata masuk sempadan sungai Progo yang ada di sebelah timurnya. Sehingga proses pembangunan kolam renang tersebut kemudian dihentikan dan pindah ke sebelah atas.

Sementara di sisi barat sebelah atas kolam renang tersebut tengah dibangun bangunan bertingkat. Nantinya bangunan tersebut akan diperuntukkan untuk menambah fasilitas lainnya bagi pengunjung yang datang.

pemandian-air-panas-c.jpg

Menurut Saefudin,  Umbul Banyuroso merupakan yang pertama membuat kolam renang air panas di wilayah tersebut. Selain itu di atas kolam renang tadi dibuatkan kanopi sebagai peneduh.  Sehingga pengunjung dapat mandi, berendam ataupun berenang sesuai tujuannya dengan nyaman.

Mungkin karena betah, menurut pengamatan Saefudin rata-rata setiap hari ada tiga anak kecil yang menangis saat diajak pulang.

Sejarah Umbul Banyuroso

Ternyata keberadaan mata air Umbul Banyuroso tidak serta merta muncul begitu saja. Namun memang ada kaitan sejarahnya juga.

Tidak banyak yang tahu bersebelahan dengan lahan parkir pemandian Umbul Banyuroso. Mengarah ke utara 70 meter-an terdapat sumber mata air panas yang disakralkan masyarakat sekitar. Namanya Tuk Ngasinan. Mungkin lantaran air yang keluar rasanya agak asin maka disebut Ngasinan.

Tempat tersebut semacam petilasan dan ada juru kuncinya juga. Entah bagaimana kebenarannya. Namun banyak yang mempercayai sumber air panas ini mengalir dari gunung Sumbing yang berjarak 24 km jauhnya. Sehingga saat muncul di Ngasinan air tersebut berangsur berkurang panasnya.

Kabarnya sejak zaman penjajahan Belanda Tuk Ngasinan sudah dimanfaatkan masyarakat untuk sarana terapi penyembuhan penyakit. Air yang memancar dipercaya secara turun temurun mandi di temlat dapat sebagai sarana pengobatan penyakit kulit.

Memang kabarnya warga yang mengalami penyakit gatal, banyak yang sembuh setelah beberapa kali mandi di tempat tersebut.

Air yang mengalir di Tuk Ngasinan tadi hanya ditampung pada bak ukuran 1,5 x 1 meter. Sementara sekelilingnya dibuat tembok layaknya bilik serta dipasangi pipa paralon untuk pancuran dan biasa dipakai mandi ataupun berwudhu. Sedangkan di sebelah atasnya, dibangun Musala.

Pada waktu waktu tertentu banyak antrean warga yang melakukan terapi di tempat itu. Namun dikarenakan ruang bilik yang terbatas, maka pengunjung yang ingin mandi kerap harus mengantre. Sehingga kehadiran sarana yang dibangun owner Umbul Banyuroso sangat mendukung kepentingan masyarakat yang akan terapi di daerah ini.

Hangat air yang keluar terus menerus dari pancuran menjadikan sensasi tersendiri saat menyentuh tubuh. Tekanannya terasa seakan akan memijat sebagian badan. Hangatnya air yang ada di kolam renang yang tersedia juga awet suhunya.

Sementara fasilitas yang ada di tempat bericon patung gajah kepala tiga ini telah memadai keadaannya. "Di tempat kami tedapat lima buah pancuran air yang mengalir deras yang terbagi di tiga titik. Sementara kamar mandi dan gantinya sejumlah 25 buah," terangnya.

Selain dari Magelang, Purworejo, Temanggung, Yogyakarta, Semarang, dan sekitarnya ada juga dari pengunjung dari Jakarta. "Yang dari Jakarta baru kemarin beliau pulang. Sebelumnya selama sebulan sewa rumah di Magelang dan melakukan terapi setiap malam," ujarnya.

Pada TIMES Indonesia salah satu pengunjung dari Yogyakarta Almira mengaku senang berkunjung ke tempat ini. Ia mengaku ke tempat tersebut bersama keluarganya.

Hanya satu jam perjalanan dari rumahnya. Fasilitas yang disediakan pengelola telah memadai dan suasananya menyenangkan, begitu kesan yang diungkapkan remaja putri yang memiliki hobi traveling dan berenang ini.

Terpisah pengunjung lainnya yang mengaku bernama Agus. Warga Magelang ini merasa senang,  keluhannya sering pusing dan pegal-pegal mulai berangsur menghilang setelah beberapa kali berendam di tempat yang lagi viral di Magelang ini.

Di akhir keterangannya Saefudin kembali menambahkan selain Umbul Banyuroso ada dua tempat lagi yang saat ini sudah jadi dan sering dikunjungi masyarakat yang akan terapi.

Menurut Saefudin   dari tujuh komplek pemandian yang akan dibangun di sekitar sini ada tiga yang saat ini bisa dikatakan sudah atau hampir jadi dan sering dikunjungi. Termasuk Umbul Banyuroso ini. Sedangkan sisanya masih dalam proses pembangunan.

Keberadaan pemandian-pemandian tersebut pastinya akan mengangkat perekonomian masyarakat sekitarnya.  Selain membuka lapangan pekerjaan, baik warung makan, kantong parkir dan sebaginya.

Keberadaan Umbul Banyuroso serta sejumlah pemandian air panas di Magelang ini juga menyerap tenaga kerja yang notabene sebagian besar warga masyarakat sekitarnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

KOPI TIMES