Wisata

Ijen Geopark Menuju Anggota UNESCO Global Geopark, Banyuwangi Genjot Program Edukasi, Pemberdayaan dan Konservasi

Jumat, 23 September 2022 - 05:48 | 28.57k
Ijen Geopark Menuju Anggota UNESCO Global Geopark, Banyuwangi Genjot Program Edukasi, Pemberdayaan dan Konservasi
Kawah Ijen (FOTO: Roghib Mabrur/TIMESIndonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Sejumlah program digenjot Tim Ijen Geopark Banyuwangi, Jawa Timur. Mulai dari program edukasi, pemberdayaan dan konservasi. Upaya ini dilakukan sebagai wujud kongkrit ungkapan syukur serta menyongsong keberhasilan Ijen Geopark memenuhi kriteria keanggotaan UNESCO Global Geopark (UGG).

“Program edukasi seperti School Goes to Geopark, Geopark Goes to School, dan School Goes to Geopark Information Center Banyuwangi akan terus berjalan dan dalam pemberian materi yang menarik. Baik secara formal maupun non formal,” ucap Ketua Harian Ijen Geopark Banyuwangi, Abdillah Baraas, Jumat (23/9/2022).

Selain program edukasi, lanjutnya, Ijen Geopark Banyuwangi, juga akan meningkatkan intensitas program pemberdayaan. Khususnya pemberdayaan ekonomi. Dimana produk yang dihasilkan memiliki keterkaitan dengan Ijen Geopark.

“Disamping itu juga untuk meningkatkan nilai tawar produk UMKM, dengan menyematkan Ijen Geopark sebagai branding. Seperti batik Ijen Geopark dan masih banyak lagi konsep lain,” ujarnya.

Program ketiga, yaitu tentang konservasi. Dalam hal ini kegiatan pelestarian alam dan linkungan akan terus digalakkan.

Salah satu contoh kegiatan Beach Clean Up yang selama ini rutin dilakukan sebulan sekali di sejumlah pantai. Termasuk kegiatan penghijauan melalui penanaman pohon dan lainnya.

“Ini adalah awal, bukan akhir. Jadi di sini PR (Pekerjaan Rumah, Red) kita masih banyak. Kita harus terus meningkatkan kualitas, karena nanti akan ada penilaian rutin empat tahun sekali,” kata Abdillah Baraas, sambil menikmati Wedang Corona di Plinggihan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi.

Ke depan, masih Abdillah Baraas, dalam waktu empat tahun sekali akan ada peninjauan kembali oleh UGG. Untuk itu, Tim Ijen Geopark Banyuwangi, akan terus berbenah dan berinovasi. Dengan begitu, kualitas Ijen Geopark akan terus meningkat dari waktu ke waktu.

“Upaya lain adalah dengan memberikan edukasi seperti pemahaman pada pelaku wisata  seperti Local Guide, pengelola Home Stay. Tujuannya agar mereka bisa ikut berperan serta aktif memberikan pengertian kepada para wisatawan dengan menjaga keasrian dan ketertiban berwisata,” bebernya.

Dijelaskan, untuk Road Map Banyuwangi, sedikitnya ada 21 situs Geopark. Terbagi menjadi Situs Geologi, Situs Biologi dan Situs Budaya.

Khusus Situs Geologi terdapat 12 situs. Meliputi Danau Asam Ijen, Api Biru Ijen, Air Terjun Lider, Sedimen Kendenglembu, Pantai Watudodol, Tanjung Sembulungan, Semenanjung Blambangan, Pantai Grajagan, Pantai Parangireng, Pantai Pancur dan Pulau Merah.

Situs Biologi terdapat 3 situs. Taman Hutan Erek, Teluk Pang-Pang dan Savana Sadengan.

Dan Situs Budaya ada Desa Adat Osing Kemiren, Situs Macan Putih, Rowo Bayu, Situs Umpak Songo, Situs Kawitan dan yang terakhir Situs Kendenglembu.

“Sebagai masyarakat Banyuwangi, kita memikul tanggung jawab bersama untuk lebih menghargai dan mendukung tumbuh kembang sektor pariwisata yang sudah memiliki nama harum hingga dunia Internasional,” tandas Ketua Harian Ijen Geopark Banyuwangi.

Seperti kita ketahui, Ijen Geopark telah memenuhi kriteria keanggotaan UNESCO Global Geopark. Selanjutnya akan ditetapkan menjadi anggota sekitar Bulan April 2023 mendatang. Penetapan tersebut bakal menjadi tonggak sejarah Ijen Geopark menjadi pariwisata Internasional.

Geopark adalah sebuah taman bumi, yang memiliki Situs Warisan Geologi (Geosite) dan bentang alam yang bernilai terkait aspek Warisan Geologi (Geoheritage), Keragaman Geologi (Geodiversity), Keanekaragaman Hayati (Biodiversity), dan Keragaman Budaya (Cultural Diversity).

Pada 5 September 2022, digelar Forum Asia Pasific Geopark Network Symposium yang salah satunya membahas hasil tentang penilaian asesor terhadap kelayakan Ijen Geopark, yang diadakan di Provinsi Satun, Thailand.

Hasil sidang Coucil menyebutkan, Ijen Geopark memenuhi kriterian penilaian dari 217 poin dari UNESCO, dan akan diresmikan bergabung pada April 2023 mendatang di Prancis. Ia akan menjadi anggota UNESCO Global Geopark. (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Editor : Muhammad Iqbal
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

KOPI TIMES