Wisata

Menghitung Pengunjung Museum Rasulullah di Kota Probolinggo yang Kini Ditutup Karena Sepi

Kamis, 22 September 2022 - 09:41 | 29.87k
Menghitung Pengunjung Museum Rasulullah di Kota Probolinggo yang Kini Ditutup Karena Sepi
Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin memukul gong sebagai tanda dibukanya Museum Rasulullah, Oktober 2020 (foto: Dok/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGOMuseum Rasulullah di Kota Probolinggo, Jawa Timur, tak berusia panjang. Dibuka pada 23 Oktober 2020, museum yang mengoleksi benda peninggalan Nabi dan sahabatnya itu ditutup pada pertengahan September 2022.

Pengelola menyebut, Museum Rasulullah terpaksa ditutup karena sepi pengunjung dan pendapatan dari penjualan tiket terus menurun. Bahkan pengelola menyebut sampai rugi.

Sejak ditutup, koleksi Museum Rasulullah telah berada di Jakarta. Selanjutnya akan diserahkan ke pemiliknya, Profesor Abdul Manan Embong, dari GW (Galeri Warisan) MAR, Malaysia.

"Modelnya kan kerjasama. Ya, kami kembalikan ke pemiliknya. Warga Malaysia,” kata pengelola Museum Rasulullah, Tjoe Yudhis Gatri, Selasa (20/09/2022).

Wali-Kota-Probolinggo-Hadi-Zainal-Abidin-1.jpgWali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin berbincang dengan pengunjung Museum Rasulullah (foto: Dok. TIMES Indonesia)

Berapa pengunjung yang datang ke Museum Rasulullah, yang dibuka ketika Pandemi Covid 19 melanda tanah air itu?

Arsip TIMES Indonesia pada 20 Agustus 2021 mencatat, sejak dibuka pada 23 Oktober 2020, Museum Rasulullah telah dikunjungi 11.057 wisatawan hingga pertengahan Februari 2021. Jika dibuat rata-rata, ada 2.764 pengunjung/bulan datang ke sana.

Harga tiket masuk museum yang berlokasi di Jalan Suroyo, Kota Probolinggo itu dipatok Rp 50 ribu per orang.

Dalam dokumen Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan atas Laporan Keuangan Pemkot Probolinggo tahun 2021 disebutkan, sepanjang 2021, PT. FED yang mengelola Museum Rasulullah melaporkan pendapatan dari penjualan tiket sebesar Rp 781.600.000. 

Dengan harga tiket sebesar Rp 50 ribu/orang, jumlah pengunjung museum yang menyimpan artefak Rasulullah dan sahabat itu dapat diketahui. 

Setidaknya, ada 15.632 wisatawan dari berbagai daerah berkunjung ke Museum Rasulullah di Kota Probolinggo sepanjang 2021. Atau 1.303 wisatawan per bulan.

Dalam publikasi Kota Probolinggo Dalam Angka 2022 terbitan Badan Pusat Statistik atau BPS kota setempat, terdapat tabel Jumlah Obyek Wisata dan Jumlah Pengunjung Menurut Obyek Wisata di Kota Probolinggo tahun 2020-2021.

Museum-Rasulullah.jpgGedung Museum Rasulullah, Kota Probolinggo. Kini museum itu telah ditutup (foto: Dok/TIMES Indonesia)

Tebel menyebutkan 11 obyek wisata di kota berpenduduk 239,64 jiwa itu. Ada Taman Wisata Studi Lingkungan atau TWSL, Pelabuhan Pendaratan Pantai atau PPP Mayangan, Bee Jay Bakau Resort, Museum Dr. Moh Saleh, dan lainnya.

Museum Rasulullah tak tercantum di tabel tersebut. Yang ada adalah Museum Probolinggo. Museum ini dikunjungi 14.546 wisatawan sepanjang 2020. Kemudian naik menjadi 17.777 di tahun 2021.

Di antara 11 obyek wisata yang tercantum dalam tebel, Museum Probolinggo menjadi salah satu dari lima obyek yang mengalami kenaikan pengunjung pada periode 2020-2021.

Empat obyek wisata lain yang jumlah pengunjungnya naik adalah Klenteng Tri Dharma, Kolam Renang Olimpic, Pantai Permata, dan Sumber Sentong.

Selebihnya, obyek wisata lain di Kota Probolinggo jumlah pengunjungnya turun pada periode 2020-2021.

Dibandingkan dengan 11 obyek wisata lainnya, jumlah pengunjung Museum Probolinggo menempati rangking 4 tertinggi sepanjang tahun 2021.

Posisi pertama ditempati PPP Mayangan dengan 354.448 pengunjung. Disusul TWSL dengan 30.127 pengunjung selama periode yang sama. Kemudian ada Pantai Permata yang menempati posisi ketiga dengan 18.886 pengunjung.

Tiga obyek wisata di Kota Probolinggo yang paling sepi sepanjang tahun 2021 adalah Gereja Merah dengan 117 pengunjung, Klenteng Tri Dharma dengan 168 pengunjung, dan Museum Dr. Moh Saleh dengan 522 pengunjung.

Meski Museum Rasulullah tak tercantum dalam Tabel Jumlah Obyek Wisata dan Jumlah Pengunjung Menurut Obyek Wisata di Kota Probolinggo tahun 2020-2021, museum yang menyimpan artefak Rasul dan sahabatnya ini menempati gedung Museum Probolinggo.

Kini, Museum Rasulullah telah ditutup. Usianya di Kota Probolinggo tak sampai 2 tahun. Artefak Rasul dan sahabatnya yang selama ini berada di Probolinggo, juga sudah diangkut. (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Editor : Muhammad Iqbal
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

KOPI TIMES