Advertisement
Indonesia Positif

Program Matching Fund 2022, Unisma Malang Adopsi IPTEKS Kambing Croosbreeding

Fakultas Peternakan Unisma Malang kembali memperoleh hibah dalam Program Matching Fund 2022 yang diketuai oleh Dr.Ir. Inggit Kentjonowaty,

TIMES Indonesia,
Program Matching Fund 2022, Unisma Malang Adopsi IPTEKS Kambing Croosbreeding
Dosen Fakultas Peternakan yang tergabung dalam Program Matching Fund 2022 gelar penyuluhan kepada para peternak tentang kambing unggul crossbreed BoerPE. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Fakultas Peternakan Unisma Malang kembali memperoleh hibah dalam Program Matching Fund 2022 yang diketuai oleh Dr.Ir. Inggit Kentjonowaty, M.P, salah satu kegiatan lokakarya yang dilakukan yaitu penyuluhan kepada para peternak tentang kambing unggul crossbreed BoerPE sebagai pilihan dalam peningkatan pendapatan peternak, Rabu (05/10/2022).

Lokakarya ini dilaksanakan di Balai Desa Dukuh Jambu, Kec.Purwosari – Pasuruan yang dihadiri oleh kepala desa, kelompok ternak dukuh jambu, dan tim matching fun. Lokakarya ini diawali dengan pembukaan dan sambutan kepala desa. Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Dr.Ir. Inggit Kentjonowaty, M.P. selaku ketua tim program matching fund 2022, ia juga menjabat sebagai dekan dan dosen Fapet Universitas Islam Malang. Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya-jawab langsung antara peternak dengan pemateri.

Advertisement

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

penyuluhan.jpg

Dalam lokakarya tersebut Dr. Ir. Inggit menyampaikan bahwa potensi produksi calon pejantan dan induk kambing BoerPE memiliki performa yang baik sehingga dapat dikategorikan sebagai kambing tipe pedaging karena berbadan gemuk dan pertambahan bobot badan tinggi. Sebelumnya, ia melakukan riset tentang adanya deteksi resistensi kambing croosbreeding pada kambing BoerPE lewat darah.  

Kegiatan ini dilaksanakan yang bertujuan untuk memberikan informasi tentang performa produksi kambing crossbreed BoerPE lebih baik dari pada kambing lokal Peranakan Etawa (PE). Saat sesi tanya-jawab, terdapat seorang peternak yang nenanyakan tentang bagaimana menjaga kualitas pakan kambing supaya tetap bagus dan memanfaatkan tanaman lokal yang ada di wilayah sekitar.

“Untuk menjaga kualitas pakan dengan memberikan sentuhan teknologi berupa fermentasi, pakan yang baik akan menunjang pertumbuhan ternak kambing sebagai calon indukan yang baik, jadi tidak hanya bibit ternak yang bagus namun perlu manajemen pakan yang bagus juga,“ jawab Dr.Ir. Inggit. (*)

Advertisement

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia