Unisma Malang Gandeng PKK dan Karang Taruna Kembangkan Produk UMKM Santero
Mahasiswa KSM Unisma Malang melakukan kunjungan ke salah satu UMKM di Dusun Santrean, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Jawa Timur.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Mahasiswa KSM Unisma Malang melakukan kunjungan ke salah satu UMKM di Dusun Santrean, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Jawa Timur.
Santero adalah salah satu produk minuman dari Dusun Santrean yang berbahan dasar buah-buahan dan bunga rosella. Produksi dari minuman Santero dipegang oleh para Ibu-Ibu PKK di Dusun Santrean, Mah dan Yatinah adalah salah satu perwakilan dari Ibu-Ibu PKK yang menjadi narasumber Mahasiswa KSM Kelompok-66 Unisma.
Saat melakukan wawancara ia berkata bahwa permasalahan utama dari operasional produk Santero ada di bidang pemasaran, biaya produksi dan juga di bidang SDM. "Kami memproduksi minuman Santero hanya saat ada pesanan dikarenakan singkatnya waktu kadaluwarsa,” kata Yatinah.
Berdasarkan informasi dari masyarakat dan Yoyok sebagai Kasi Kesra Desa Sumberejo, UMKM Santero merupakan salah satu UMKM yang cukup diminati dan dapat dikembangkan. Dari pengamatan selama sebelum pandemic sampai pasca pandemi terjadi perbedaan penjualan yang sangat signifikan.
”Alhamdulillah setelah pandemi pihak desa mulai memesan minuman santero tapi dari pihak Ibu-Ibu PKK keberatan untuk memproduksi dalam jumlah yang banyak karena mayoritas anggota dari PKK sudah lansia,” ucap Mah.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
Mah berkata salah satu permasalahan yang perlu dipecahkan terlebih dahulu ada pada aspek packaging. ”Kami kesulitan dalam packaging karena 1 roll penutup cup bisa memakan biaya yang cukup banyak dan tidak sebanding dengan pemasuka,”.jelasnya.
Dari permasalahan yang sudah disebutkan dari pihak narasumber dan juga masyarakat sekitar, pihak mahasiswa KSM-T universitas Islam Malang kelompok 66 berusaha memecahkan masalah tersebut agar lebih efisien dibidang packaging dan pemasaran.
Mahasiswa KSM Universitas Islam Malang membuat desain packaging yang baru dari yang sebelumnya menggunakan gelas plastik dengan berbagai macam desain menjadi botol dengan satu desain yang bisa mencakup berbagai varian rasa.
Hal ini diharapkan agar pada aspek packaging produk santero lebih efisien. Selain itu mahasiswa KSM Unisma juga membantu memperluas jangkauan pemasaran dengan memanfaatkan media sosial. Instagram dan facebook merupakan salah satu platform yang digunakan sebagai media pemasaran, pilihan tersebut didapatkan berdasarkan berbagai pertimbangan yang ada salah satunya pada platform tersebut kita dapat menjangkau konsumen sesuai dengan target pasar yang dituju dan lebih mudah dioperasikan.
Namun, dari pihak PKK yang menjalankan operasional dari produk santero kurang bisa memegang kendali penuh dari metode pemasaran yang diberikan oleh mahasiswa karena mayoritas anggota PKK kurang mengenal sosial media. Oleh karena itu pihak mahasiswa memberikan opsi untuk berkolaborasi dengan karang taruna yang ada di Dusun Santrean sebagai pihak yang memegang sosial media dari produk santero tersebut.
Dari solusi yang diberikan oleh mahasiswa KSM-T Unisma Malang terhadap permasalahan yang ada diproduk minuman UMKM Santero diharapkan produk tersebut dapat berkembang dan dapat menjadi produk unggulan yang bisa dijadikan icon dari dusun Santrean. (*)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
*)Pewarta: Mahasiswa KSM-T Kelompok 66 Universitas Islam Malang (UNISMA)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

