Peristiwa Nasional

Hidayat Nur Wahid Desak Keadilan Anggaran bagi Madrasah dan Pesantren

Kamis, 22 September 2022 - 20:34 | 17.16k
Hidayat Nur Wahid Desak Keadilan Anggaran bagi Madrasah dan Pesantren
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid memperjuangkan aspirasi pendidikan keagamaan Islam khususnya Madrasah dan Pesantren dalam Rapat Kerja Komisi VIII dengan Menteri Agama. (foto: dok MPR RI)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – NNW Aspirasi Madrasah dan Pesantren, Menjadi Keputusan Raker Komisi VIII DPR Dengan Menag Wakil Ketua MPR RI yang juga  Anggota Komisi VIII DPR RI, Hidayat Nur Wahid kembali memperjuangkan aspirasi pendidikan keagamaan Islam khususnya Madrasah dan Pesantren dalam Rapat Kerja Komisi VIII dengan Menteri Agama, Menteri Sosial, Menteri PPPA, dan Kepala BNPB, Rabu  (21/9/2022). 

HNW sapaan akrab Hidayat Nur Wahid  kembali mendesak terwujudnya keadilan anggaran dan program bagi pendidikan keagamaan. Meliputi,  peningkatan status Direktorat Pesantren menjadi Direktorat Jenderal, proporsionalitas anggaran bagi madrasah swasta, evaluasi sistem pengangkatan guru madrasah, sosialisasi UU Pesantren, dan realisasi Dana Abadi Pesantren.

“Saya mengusulkan,  sesuai ketentuan UUD NRI 1945 pasal 31 ayat 3, 4, dan 5, Komisi VIII bersama   Menteri Agama menyelenggarakan Rapat bersama dengan Kementerian Keuangan, Bappenas, serta  Kemendikbud dalam rangka mengadvokasi terwujudnya keadilan anggaran Pemerintah bagi penyelenggaraan pendidikan keagamaan.  Karena  selama ini tidak proporsional dan jauh di bawah anggaran pendidikan umum,” ujar HNW menyampaikan  interupsinya pada  raker di Komisi VIII DPR-RI.

Berdasarkan data Pendis Kemenag, dari anggaran pendidikan di APBN sebesar Rp 542,8 Triliun, pendidikan keagamaan hanya memperoleh alokasi sebesar 10%. Padahal, persentase Angka Partisipasi Pendidikan Keagamaan, tanpa menghitung Pesantren, terhadap pendidikan nasional adalah 17%. Dari sini saja, ada kekurangan 7% dana APBN yang mestinya diperuntukkan bagi Pendidikan Keagamaan, yang belum dipenuhi pemerintah.  

Dampak dari ketidakadilan anggaran Pendidikan Keagamaan tersebut adalah tidak terlaksananya program secara maksimal, tidak meningginya mutu pendidikan keagamaan secara umum, dan minimnya dukungan Negara terhadap madrasah swasta.  Karena  alokasi anggaran yang ada didahulukan untuk Madrasah Negeri. Meskipun data menunjukkan sekitar 95% pendidikan Islam dari tingkat RA sampai MA adalah swasta. 

“Mayoritas mutlak madrasah di Indonesia adalah   swasta, tapi yang mendapatkan bantuan anggaran  sebagian besarnya adalah Madrasah Negeri. Tentu saja para Konstituen     kami mendesak, agar upaya keadilan anggaran ini tidak hanya antara pendidikan umum dan pendidikan keagamaan, tapi juga di kalangan pendidikan keagamaan. Yaitu  antara yang negeri dan swastapun harus diberlakukan secara adil dan proporsional,” sambungnya.

Sesuai  temuan yang diperoleh saat  kegiatan “Ngobrol Pendidikan Islam” bersama Kemenag dan para guru madrasah, kata HNW terungkap fakta bahwa madrasah swasta juga mengalami keberatan terkait   pola rekrutmen PPPK guru, di mana guru yang lolos PPPK justru dipindahkan dari institusi mengajarnya dari madrasah swasta ke Negeri.

“Pengangkatan guru madrasah swasta ke dalam PPPK memang baik, tapi   tidak seharusnya memindahkan mereka dari institusi asalnya. Yaitu  tempat yang telah membesarkan mereka selama bertahun-tahun mengabdi. Karena  hal itu membuat madrasah swasta kehilangan guru-guru terbaiknya. Dan  itu tentu sangat memberatkan madrasah dan menyulitkan para murid madrasah swasta,” lanjutnya.

Hidayat yang juga  Ketua Badan Wakaf Pondok Gontor,  ini   turut memperjuangkan aspirasi Pesantren, utamanya soal pentingnya sosialisasi UU Nomor 18/2019 tentang Pesantren dan realisasi dana abadi Pesantren. Ia  menilai, berdasarkan masukan dari Pondok  Pesantren dan para Kiyai, sosialisasi UU Pesantren dan realisasi dana Abadi Pesantren hingga kini belum dirasakan oleh sebagian besar Pesantren di Indonesia. Karena itu HNW mengusulkan   agar Menteri Agama memaksimalkan   sosialisasi UU Pesantren dan segera merealisasikan terwujudnya Dana Abadi Pesantren. 

Untuk terlaksananya program penting itu, Hidayat kembali mendorong agar Direktorat Pesantren yang kini berada di bawah Ditjen Pendidikan Islam Kemenag,   ditingkatkan status organisasinya menjadi Direktorat Jendral Pesantren, setara dengan Ditjen Pendidikan Islam. 

“Peningkatan tersebut   diperlukan, mengingat Pesantren memiliki banyak potensi, keragaman dan ciri pendidikan khas yang 100% dikelola oleh swasta, sehingga selama ini belum banyak mendapatkan program afirmasi dari Pemerintah. Sekalipun Pesantren sudah sangat berjasa bagi Bangsa dan Negara bahkan sejak sebelum Indonesia Merdeka, yang terus berkembang dan meningkat jumlah Pesantren dan Santrinya hingga kini dan di masa yang akan datang. Apalagi UU Pesantren telah disahkan sejak tahun 2019 dan Perpres soal Dana Abadi Pesantren sudah ditandatangani Presiden Jokowi sejak tahun 2021.   Diharapkan  dengan pembentukan Ditjen Pesantren, amanah UU Pesantren dan Perpres Dana Abadi Pesantren   bisa dilaksanakan dan direalisasikan untuk kemanfaatan peningkatan kualitas Pesantren dan sumber daya manusia Pesantren baik Kiai maupun Santri,” ungkapnya.

Diakhir raker, Komisi VIII DPR-RI bersama Menteri Agama RI  menyetujui usulan  HNW yang memperjuangkan aspirasi Madrasah dan Pesantren. Serta  memasukkannya ke dalam kesimpulan rapat kerja antara komisi VIII DPR-RI dengan Menteri Agama. Yaitu Komisi VIII akan memanggil Kemenkeu, Bappenas, dan Kemendagri dalam rangka konsolidasi anggaran pendidikan keagamaan.  Serta  mendorong Kemenag untuk mensosialisasikan UU Pesantren, merealisasikan dana Abadi Pesantren, dan membentuk Ditjen Pesantren. (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Relawan SAR Surabaya Bakal Lanjutkan Pencarian Mahasiswa Hilang di Bukit Krapyak
    Relawan SAR Surabaya Bakal Lanjutkan Pencarian Mahasiswa Hilang di Bukit Krapyak
    24/09/2022 - 22:34
  • Arsitektur ITN Malang Pamerkan Karya Mahasiswa pada Decorintex 2022
    Arsitektur ITN Malang Pamerkan Karya Mahasiswa pada Decorintex 2022
    24/09/2022 - 22:20
  • Honorarium PPK, PPS, dan KPPS Pemilu 2024 Naik
    Honorarium PPK, PPS, dan KPPS Pemilu 2024 Naik
    24/09/2022 - 22:06
  • Kota Kediri Belum Bebas Covid-19, Masyarakat Diminta Waspada dan Segera Vaksin
    Kota Kediri Belum Bebas Covid-19, Masyarakat Diminta Waspada dan Segera Vaksin
    24/09/2022 - 21:52
  • Ganjar Pranowo Hingga KAI Puji Film Sahabad Garapan Lek Dahlan
    Ganjar Pranowo Hingga KAI Puji Film Sahabad Garapan Lek Dahlan
    24/09/2022 - 21:38

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Misi Kesejahteraan Guru dalam RUU SISDIKNAS
    Misi Kesejahteraan Guru dalam RUU SISDIKNAS
    24/09/2022 - 15:32
  • Pesantren, Hutan dan Sumber Mata Air Adalah Identitas Kabupaten Jombang
    Pesantren, Hutan dan Sumber Mata Air Adalah Identitas Kabupaten Jombang
    24/09/2022 - 13:37
  • Membongkar Tipu Muslihat Berbasis Wacana Feodalisme-Relasi Kuasa-Struktur Metafisis
    Membongkar Tipu Muslihat Berbasis Wacana Feodalisme-Relasi Kuasa-Struktur Metafisis
    24/09/2022 - 12:34
  • Membersihkan Penumpang Gelap Kemerdekaan Pers
    Membersihkan Penumpang Gelap Kemerdekaan Pers
    23/09/2022 - 21:06
  • Eksistensi Pesantren di Tengah Peliknya Persoalan
    Eksistensi Pesantren di Tengah Peliknya Persoalan
    23/09/2022 - 17:21
  • 10 Tahun Tuntas Mengabdi (1)
    10 Tahun Tuntas Mengabdi (1)
    22/09/2022 - 10:54
  • Barisan Penjaga Peradaban di Padepokan Karangtumaritis
    Barisan Penjaga Peradaban di Padepokan Karangtumaritis
    21/09/2022 - 12:22
  • Bureaucratic Corruption: Mengapa Masih Eksis Hingga Kini?
    Bureaucratic Corruption: Mengapa Masih Eksis Hingga Kini?
    21/09/2022 - 05:22

KULINER

  • Kafe Arumi Java Kraksaan Probolinggo, Tempat Nongkrong Nuansa Kekinian yang Nyaman
    Kafe Arumi Java Kraksaan Probolinggo, Tempat Nongkrong Nuansa Kekinian yang Nyaman
    23/09/2022 - 14:02
  • House of Tjihapit Bandung, Tempat Ngopi yang Unik dan Asyik
    House of Tjihapit Bandung, Tempat Ngopi yang Unik dan Asyik
    22/09/2022 - 16:59
  • Kalian Harus Coba! Soto Qona’ah UIN Malang, Soto Legendaris Harga Merakyat
    Kalian Harus Coba! Soto Qona’ah UIN Malang, Soto Legendaris Harga Merakyat
    22/09/2022 - 07:21
  • Pizza Buntal dari Bandung, Enaknya Bikin Ngiler
    Pizza Buntal dari Bandung, Enaknya Bikin Ngiler
    20/09/2022 - 16:47
  • Aneka Olahan Mangrove Muncar Banyuwangi Tembus Pasar Internasional
    Aneka Olahan Mangrove Muncar Banyuwangi Tembus Pasar Internasional
    20/09/2022 - 15:31