Ketahanan Informasi

28 Mahasiswa dari 18 Kampus se-Indonesia Belajar di ITN Malang

Kamis, 22 September 2022 - 19:33 | 22.64k
28 Mahasiswa dari 18 Kampus se-Indonesia Belajar di ITN Malang
ITN Malang menerima 28 peserta pertukaran mahasiswa merdeka (inbound). (FOTO: Humas ITN Malang for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG –  Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) menerima 28 mahasiswa inbound Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 2 tahun 2022. “Bertukar Sementara, Bermakna Selamanya” menjadi semboyan pengusung PMM 2.

Sebagai kampus nasionalis, ITN Malang sudah kali kedua menerima, dan menyambut antusias mahasiswa PMM sebagai kebijakan Program Merdeka belajar Kampus Merdeka (MBKM), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Riset Teknologi (Kemendikbudristek).

Peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka inbound diterima langsung oleh Rektor ITN Malang, Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi, MSEE, di Auditorium Kampus 1 ITN Malang, Selasa (27/9/22).

ITN-Malang-4.jpg

Mereka berasal dari 18 perguruan tinggi dari berbagai daerah di luar Pulau Jawa. Diantaranya, Universitas Medan Area, Universitas Sam Ratulangi Manado, Universitas Negeri Manado, Universitas Halu Oleo Kendari, Universitas Teknologi Sumbawa NTB, Universitas Mataram, Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Jambi, dan lain-lain.

Rektor menyatakan rasa bangganya menerima kehadiran mahasiswa inbound. Sebagai kampus nasionalis, ITN Malang menerima dengan tangan terbuka mahasiswa belajar lintas kampus untuk menambah wawasan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Program ini juga untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap keberagaman budaya tanah air. Serta mendorong penguatan, dan perluasan kompetensi akademik mahasiswa.

“PMM memberi pengaruh kepada mahasiswa untuk saling mengenal satu sama lain, membangun jaringan, mengenal kebudayaan, latar belakang suku, dan sebagainya. Mungkin saja yang dulu berkeinginan kuliah di Pulau Jawa, akhirnya sekarang terwujud meskipun dengan waktu singkat,” tutur rektor.

ITN-Malang-5.jpg

Menurut rektor, PMM menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa ketika kelak terjun ke masyarakat. Mahasiswa sudah mengenal banyak teman, dan berbagai daerah di Indonesia. Sangat tepat juga jika mahasiswa inbound memilih ITN Malang.

Selain prestasi ITN Malang masuk 100 besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia, ITN Malang juga merupakan kampus peringkat pertama perguruan tinggi swasta kategori institut se Indonesia.

“Adik-adik harus memanfaatkan kesempatan belajar di ITN Malang dengan sebaik-baiknya. Tetap jaga tata krama dan sopan santun dimana kalian tinggal. Dan, nanti saat pulang bisa menceritakan kisahnya selama mengikuti perkuliahan di ITN Malang . Selamat mengikuti program MBKM, ” tambahnya.

Sementara itu Drs. Sumanto, M.Si, PIC (person in charge) PMM ITN Malang menjelaskan, konsep PMM 2 ITN Malang hampir sama dengan PMM 1. Mahasiswa inbound akan mengikuti perkuliahan bersama mahasiswa reguler sesuai mata kuliah dan jurusan yang sudah terprogram. Sementara, untuk materi modul nusantara akan diberikan oleh Ir Maranatha Wijayaningtyas, ST MMT PhD IPU, dan Dr Hardianto, ST MT, yang sekaligus sebagai dosen pendamping.

“Tahun ke 2 ini SKS khusus modul nusantara sebanyak 4 SKS. Berbeda dengan tahun sebelumnya hanya 2 SKS. Untuk sistem perkuliahan mahasiswa inbound akan dibaurkan dengan mahasiswa reguler. Sehingga ada interaksi, bisa kenal, dan bisa mempelajari budaya masing-masing,” jelas Sumanto.

Selama kurang lebih empat bulan mahasiswa PMM akan belajar di ITN Malang. Mereka selain dikenalkan dan belajar budaya Malang, juga akan diajak mengunjungi tempat-tempat sejarah dan wisata di Malang.

Mahasiswa inbound yang antusias belajar di ITN Malang salah satunya adalah Andika Nur Fahriz Julianto, mahasiswa Universitas Musamus Merauke (UNMUS). Andika bersama enam orang temannya akan mengikuti perkuliahan di Teknik Mesin S-1 ITN Malang. Menurutnya, mahasiswa Teknik Mesin ITN Malang terkenal memiliki prestasi luar biasa.

“Kenal mesin ITN Malang dari teman-teman dan dari instagram. Teknik Mesin ITN luar biasa prestasinya. Dosen kami juga menyarankan untuk mendaftar PMM ke sini (ITN Malang), karena akreditasinya lebih bagus. Saya mengambil lima mata kuliah di ITN, karena nanti juga bisa dikonversi,” ujar Andika. Ia mengambil lima mata kuliah di Teknik Mesin ITN Malang.

Hal sama juga diungkapkan oleh Dimas Abdul Fajar, mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STITEKNAS) Jambi. Dimas juga mengenal Teknik Mesin ITN Malang dari media sosial instagram Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMM).

“Tahu teknik mesin ITN Malang ya dari instagram. Di ITN saya akan mengambil enam mata kuliah. Harapannya kuliah di ITN Malang bisa mendapat banyak hal, pengalaman dan ilmu. Semoga nanti juga banyak mendapatkan teman,” kata mahasiswa semester 5 yang suka hal baru dan tantangan ini. (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Indonesia Juara, Tekuk Curacao 3-2 di Stadion GBLA Bandung
    Indonesia Juara, Tekuk Curacao 3-2 di Stadion GBLA Bandung
    24/09/2022 - 22:34
  • Relawan SAR Surabaya Bakal Lanjutkan Pencarian Mahasiswa Hilang di Bukit Krapyak
    Relawan SAR Surabaya Bakal Lanjutkan Pencarian Mahasiswa Hilang di Bukit Krapyak
    24/09/2022 - 22:34
  • Arsitektur ITN Malang Pamerkan Karya Mahasiswa pada Decorintex 2022
    Arsitektur ITN Malang Pamerkan Karya Mahasiswa pada Decorintex 2022
    24/09/2022 - 22:20
  • Honorarium PPK, PPS, dan KPPS Pemilu 2024 Naik
    Honorarium PPK, PPS, dan KPPS Pemilu 2024 Naik
    24/09/2022 - 22:06
  • Kota Kediri Belum Bebas Covid-19, Masyarakat Diminta Waspada dan Segera Vaksin
    Kota Kediri Belum Bebas Covid-19, Masyarakat Diminta Waspada dan Segera Vaksin
    24/09/2022 - 21:52

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Misi Kesejahteraan Guru dalam RUU SISDIKNAS
    Misi Kesejahteraan Guru dalam RUU SISDIKNAS
    24/09/2022 - 15:32
  • Pesantren, Hutan dan Sumber Mata Air Adalah Identitas Kabupaten Jombang
    Pesantren, Hutan dan Sumber Mata Air Adalah Identitas Kabupaten Jombang
    24/09/2022 - 13:37
  • Membongkar Tipu Muslihat Berbasis Wacana Feodalisme-Relasi Kuasa-Struktur Metafisis
    Membongkar Tipu Muslihat Berbasis Wacana Feodalisme-Relasi Kuasa-Struktur Metafisis
    24/09/2022 - 12:34
  • Membersihkan Penumpang Gelap Kemerdekaan Pers
    Membersihkan Penumpang Gelap Kemerdekaan Pers
    23/09/2022 - 21:06
  • Eksistensi Pesantren di Tengah Peliknya Persoalan
    Eksistensi Pesantren di Tengah Peliknya Persoalan
    23/09/2022 - 17:21
  • 10 Tahun Tuntas Mengabdi (1)
    10 Tahun Tuntas Mengabdi (1)
    22/09/2022 - 10:54
  • Barisan Penjaga Peradaban di Padepokan Karangtumaritis
    Barisan Penjaga Peradaban di Padepokan Karangtumaritis
    21/09/2022 - 12:22
  • Bureaucratic Corruption: Mengapa Masih Eksis Hingga Kini?
    Bureaucratic Corruption: Mengapa Masih Eksis Hingga Kini?
    21/09/2022 - 05:22

KULINER

  • Kafe Arumi Java Kraksaan Probolinggo, Tempat Nongkrong Nuansa Kekinian yang Nyaman
    Kafe Arumi Java Kraksaan Probolinggo, Tempat Nongkrong Nuansa Kekinian yang Nyaman
    23/09/2022 - 14:02
  • House of Tjihapit Bandung, Tempat Ngopi yang Unik dan Asyik
    House of Tjihapit Bandung, Tempat Ngopi yang Unik dan Asyik
    22/09/2022 - 16:59
  • Kalian Harus Coba! Soto Qona’ah UIN Malang, Soto Legendaris Harga Merakyat
    Kalian Harus Coba! Soto Qona’ah UIN Malang, Soto Legendaris Harga Merakyat
    22/09/2022 - 07:21
  • Pizza Buntal dari Bandung, Enaknya Bikin Ngiler
    Pizza Buntal dari Bandung, Enaknya Bikin Ngiler
    20/09/2022 - 16:47
  • Aneka Olahan Mangrove Muncar Banyuwangi Tembus Pasar Internasional
    Aneka Olahan Mangrove Muncar Banyuwangi Tembus Pasar Internasional
    20/09/2022 - 15:31