Peristiwa Daerah

Selangkah Lagi Ijen Geopark Jadi Anggota UNESCO Global Geopark, Apa dan Bagaimana Keuntungannya?

Rabu, 21 September 2022 - 18:17 | 30.72k
Selangkah Lagi Ijen Geopark Jadi Anggota UNESCO Global Geopark, Apa dan Bagaimana Keuntungannya?
Kawah di Perbatasan Bondowoso Banyuwangi menjadi salah satu situs yang lulus sidang council untuk jadi anggota UNESCO Global Geopark (FOTO: Dokumen TIMES Indonesia)
Pewarta: | Editor: Muhammad Iqbal

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Situs Ijen Geopark yang ada di dua wilayah, yakni Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi, Jawa Timur, selangkah lagi akan menjadi anggota UNESCO Global Geopark atau UGG.

Sebelumnya, Ijen Geopark dinyatakan lulus sidang Council yang digelar di Provinsi Satun, Thailand pada 5 September 2022. Saat ini hanya menunggu ketuk palu atau pengukuhan sebagai Anggota UNESCO Global Geopark pada Maret 2023 mendatang.

Ketua Harian Tim Ijen Geopark Bondowoso, Ahmad Sofyan mengatakan, tahun depan Pemkab Bondowoso berencana mengadakan beberapa kegiatan untuk menyambut penetapan Ijen Geopark menjadi anggota UNESCO Global Geopark.

Selain itu kata dia, Ijen Geopark Bondowoso akan menggelar kegiatan untuk menggerakkan komunitas lokal secara mandiri dan aktif di kawasan Geopark Bondowoso. 

"Ada tujuh kandidat yang mendaftar ke UGG, Indonesia dua di antaranya," imbuh pria yang akrab disapa Sofyan tersebut saat dikonfirmasi di kantornya.

Selain itu, pihaknya akan merencanakan jangka panjang dengan menyusun roadmap tahunan yang mencakup aksi pada 2023 dan 2024 mendatang.

Kawah-Ijen.jpgKawah Ijen (Foto: Dokumen TIMES Indonesia)

Dia juga memaparkan, bahwa saat ini Ijen Geopark Bondowoso tetap melanjutkan program reguler seperti School Goes to Geopark dan Geopark Goes to School.

"Selain itu juga merangkul akademisi untuk melakukan riset hingga KKN tematik guna memperkaya referensi dan literasi ilmiah," paparnya.

Apa itu Geopark dan keuntungan jadi anggota UNESCO Global Geopark?

Berdasarkan Perpres Nomor 9 Tahun 2019 geopark adalah sebuah wilayah geografi tunggal atau gabungan, yang memiliki situs warisan geologi (geosite) dan bentang alam yang bernilai, terkait aspek warisan geologi (geoheritage), keragaman geologi (geodiversity), keanekaragaman hayati (biodiversity), dan keragaman budaya (cultural diversity).

Geopark dikelola untuk keperluan konservasi, mengedukasi, dan pembangunan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan dengan keterlibatan aktif dari masyarakat dan pemerintah daerah. 

Sehingga hal itu dapat digunakan untuk menumbuhkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap bumi dan lingkungan sekitarnya.

Diberitakan sebelumnya di TIMES Indonesia, geopark  adalah kawasan yang mempunyai aspek warisan geologi, biologi dan budaya.

Selain itu, situs yang masuk dalam Geopark akan mempunyai nilai tambah. Kemudian bisa memberikan peningkatan kesejahteraan ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.

Jadi intinya adalah, Geopark merupakan upaya memuliakan dan melestarikan warisan bumi. Sekaligus bisa mensejahterakan masyarakat di sekitar. 

Dalam Ijen Geopark nanti masyarakat bisa menjadi local guide, penyedia local homestay, operator objek wisata dan pembuatan souvenir. Ini langsung menyentuh pada kebutuhan wisatawan dan masyarakat menjadi subjek wisata.

Di sisi lain, pemerintah akan memfasilitasi infrastruktur dan amenitas wisatanya. Serta ada pendampingan dari Global Geopark Network dan sebagainya. 

Jadi geopark adalah kawasan khusus yang punya kandungan geoheritage. Terdiri dari geologi, biologi dan culture. Ada peran masyarakat dalam pemberdayaannya maupun konservasinya.

Adapun total situs geologi, biologi dan budaya Ijen Geopark di Kawasan Bondowoso yang sebentar lagi menjadi anggota UNESCO ada 16 situs. Berikut rinciannya.

Kawah-Ijen-yang-ada-di-perbatasan-Kabupaten-Bondowoso.jpgKawah Ijen (Foto: Dokumen TIMES Indonesia)

Situs geologi ada sembilan. Terdiri dari Kawah Ijen/Blue Fire, Kawah Wurung, Aliran Asam Kalipait, Komplek Mata Air Panas Blawan, Lava Blawan, Air Terjun Gentongan, Aliran Lava Plalangan, Dinding Kaldera Ijen Megasari dan Taman Batu So'on Solor.

Situs Biologi terdiri dari Hutan Pelangi dan Kopi Bondowoso. Sementara situs budaya yakni Struktur Gua Butha Sumber Canting, Struktur Gua Butha Cermee, Situs Megalitik Maskuning Kulon, Singo Ulung dan Tari Petik Kopi. 

Adapun tujuan daripada Geopark yaitu untuk konservasi alam atau melindungi keseimbangan ekosistem, pelestarian Sumber Daya Alam, dan pengendalian polusi. 

Selanjutnya proses edukasi dan partisipasi masyarakat sebagai stakeholder penting dalam pengelolaan Ijen Geopark bersama pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, media dan stakeholder lainnya untuk meningkatkan kesadaran (awareness) dan kebanggaan (proudness) terhadap keberadaan dan kepemilikan berbagai fenomena warisan geologi, hayati dan budaya nasional. 

Serta pembangunan berkelanjutan melalui pariwisata yang berbasis konservasi, edukasi dan Pemberdayaan Sosial Ekonomi Masyarakat. Sehingga tercipta perekonomian yang lebih kokoh dan berkeadilan melalui kegiatan pertanian, perindustrian, dan perdagangan.

Saat ini Indonesia memiliki 6 Geopark atau Taman Bumi Nasional yakni Gunung Sewu, Merangin, Gunung Rinjani, Danau Toba, Gunung Batur dan Ciletuh Palabuhanratu. Kemudian ditambah lagi Ijen Geopark dan Maros Pangkep yang berhasil lulus sidang council untuk menjadi anggota UNESCO Global Geopark. (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Anies Baswedan dan AHY, Lawan Jadi Kawan Bahkan Mungkin Berpasangan
    Anies Baswedan dan AHY, Lawan Jadi Kawan Bahkan Mungkin Berpasangan
    07/10/2022 - 21:34
  • Ziarah ke RPH.M. Noer, Gubernur Khofifah Ajak Teladani Filosofi Agawe Wong Cilik Melu Gemuyu
    Ziarah ke RPH.M. Noer, Gubernur Khofifah Ajak Teladani Filosofi Agawe Wong Cilik Melu Gemuyu
    07/10/2022 - 21:20
  • BHS Pastikan Pasar Tradisional Wonokromo Segera Raih Predikat SNI
    BHS Pastikan Pasar Tradisional Wonokromo Segera Raih Predikat SNI
    07/10/2022 - 20:49
  • Alfamart dan DLH Tanam 200 Pohon Durian di Pogar Urban Forest Pasuruan
    Alfamart dan DLH Tanam 200 Pohon Durian di Pogar Urban Forest Pasuruan
    07/10/2022 - 20:41
  • Adaptasi Digitalisasi, Banyuwangi Luncurkan Mal Pelayanan Publik Digital
    Adaptasi Digitalisasi, Banyuwangi Luncurkan Mal Pelayanan Publik Digital
    07/10/2022 - 20:23

TIMES TV

Jelajah Kopi Nusantara: Kopi Taji Dulu Kini dan Nanti

Jelajah Kopi Nusantara: Kopi Taji Dulu Kini dan Nanti

11/08/2022 - 17:08

Aremania Jemput Juara Piala Presiden 2022

Aremania Jemput Juara Piala Presiden 2022
Mengenang Sejarah Nabi di Jabal Uhud

Mengenang Sejarah Nabi di Jabal Uhud
Friendly Match PSIS vs Arema FC, Suporter Nyanyi ke Stadion Lagi

Friendly Match PSIS vs Arema FC, Suporter Nyanyi ke Stadion Lagi
Petugas Haji Gelar Gladi Posko, Siap Sambut JCH Indonesia

Petugas Haji Gelar Gladi Posko, Siap Sambut JCH Indonesia

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Sepak Bola dan Problem Kemanusiaan
    Sepak Bola dan Problem Kemanusiaan
    06/10/2022 - 15:12
  • Sosial Budaya Dalam Beragama
    Sosial Budaya Dalam Beragama
    06/10/2022 - 11:14
  • Menatap Masa Depan Sepakbola Indonesia
    Menatap Masa Depan Sepakbola Indonesia
    06/10/2022 - 10:00
  • Duka Petruk Sebelum Menjadi Raja
    Duka Petruk Sebelum Menjadi Raja
    05/10/2022 - 15:05
  • Stop Tragedi Kemanusiaan Atas Nama Sepak Bola
    Stop Tragedi Kemanusiaan Atas Nama Sepak Bola
    04/10/2022 - 14:26
  • Nasihat Seorang Ibu:
    Nasihat Seorang Ibu: "Jangan Nonton Sepak Bola Nak...."
    04/10/2022 - 13:33
  • Nyawa Lebih Berharga Dari Pada Sepak Bola
    Nyawa Lebih Berharga Dari Pada Sepak Bola
    04/10/2022 - 12:55
  • Tragedy Kanjuruhan Malang
    Tragedy Kanjuruhan Malang
    04/10/2022 - 11:14

KULINER

  • 8 Rekomendasi Menu yang Wajib Dicoba di Sushikun
    8 Rekomendasi Menu yang Wajib Dicoba di Sushikun
    07/10/2022 - 09:34
  • Sushikun, Tempat makan Sushi yang Unik dan Murah
    Sushikun, Tempat makan Sushi yang Unik dan Murah
    07/10/2022 - 09:02
  • Apang Pella, Kue Khas Bugis Mulai Menjamur di Kota Tasikmalaya
    Apang Pella, Kue Khas Bugis Mulai Menjamur di Kota Tasikmalaya
    05/10/2022 - 00:20
  • Hangatkan Tubuh dengan Peuyeum Bandung, Yuk Rasakan Nikmatnya
    Hangatkan Tubuh dengan Peuyeum Bandung, Yuk Rasakan Nikmatnya
    30/09/2022 - 06:04
  • Menyicip Kuliner Nasi Ayam Kungpao dan Nasi Ayam Rempah ala Depot 2 Legenda
    Menyicip Kuliner Nasi Ayam Kungpao dan Nasi Ayam Rempah ala Depot 2 Legenda
    29/09/2022 - 04:38