Ketahanan Informasi

ITN Malang Bantu Strategi Pemasaran Produk Batik Pewarna Alami

Rabu, 21 September 2022 - 17:42 | 15.52k
ITN Malang Bantu Strategi Pemasaran Produk Batik Pewarna Alami
Tim PKM ITN Malang bersama Mitra Industri menunjukkan produk batik dengan pewarna alami. (Foto-foto: Humas ITN Malang for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Tim Dosen ITN Malang (Institut Teknologi Nasional Malang) membekali para mitra industri tentang pembuatan dan pemasaran produk batik dengan pewarna alami nabati.

Tim dosen ini adalah Dr Ir Nelly Budiharti, MSIE, (dosen teknik industri), Faidliyah Nilna Minah ST MT (dosen teknik kimia), dan Ahmad Faisol ST MT (dosen teknik informatika).

"Pewarna alami sudah ada yang menjual, tapi ketersediaannya masih terbatas. Maka, lewat Program Kemitraan Masyarakat (PKM) kami mengajarkan mitra untuk memproduksi pewarna alami nabati. Sekaligus memasarkan lewat digital marketing,” ujar  Dr Ir Nelly Budiharti, MSIE, Ketua PKM ITN Malang, Rabu (21/9/2022).

Tim PKM ITN Malang ini menggandeng tiga mitra, yakni UD Natura Creo Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan, Paguyuban Pembatik Ikat (PPI) Bulan Asri Desa Randuagung Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, dan PKK RW 04 Tunjungtirto Semarak Kecamatan Singosari Kabupaten Malang.

Selama ini UD Natura Creo sudah rutin memproduksi batik dan pernah menerapkan pewarna alami dalam bentuk liquid/larutan yang dikerjakan secara manual dengan merebus dan merendam.

Batik-Pewarna-Alami-ITN-Malang-2.jpg

Sementara, PPI Bulan Asri dalam memproduksi batik pewarnaan masih menggunakan pewarna sintetis. Sedangkan PKK Tunjungtirto Semarak belum pernah melakukan produksi batik sama sekali.

Diketahui, batik dengan pewarna alami kini makin digemari. Seiring waktu, motif batik makin cantik, dan warnanya kian beragam. Pewarna alami batik mulai berkembang dengan dukungan kampanye pelestarian lingkungan.

Pasalnya, penggunaan pewarna sintetis dinilai tidak aman bagi kesehatan. Baik bagi produsen batik, maupun konsumen, serta berdampak bagi lingkungan masyarakat sekitar.

Saat ini, proses pembuatan batik dengan pewarna alami lebih cepat, dan mudah karena sudah tersedia pewarna alami berbentuk pasta, dan serbuk. Pewarna jenis ini sangat efektif, dan efisien karena bisa digunakan sesuai kebutuhan. Namun, sayangnya pewarna alami batik belum banyak tersedia di pasaran.

Bahan untuk pembuatan pewarna alami pun mudah didapat, karena berasal dari tumbuh-tumbuhan. Seperti daun ketapang, daun mangga, daun alpukat, dan biji bixa orellana (kesumba). Bahan-bahan tersebut sebelumnya dibersihkan, kemudian dipotong-potong sesuai jenisnya, dan dimasukkan ke mesin ekstrak untuk dihancurkan. Setelah itu baru disaring dan diambil filtratnya. Filtrat merupakan larutan hasil penyaringan pada proses pemisahan.

“Daun yang digunakan adalah daun-daun yang banyak mengandung unsur tanin, agar warna yang dihasilkan pekat. Jadi tidak digunakan daun-daun bersifat licin seperti daun belimbing. Karena kandungan warnanya kurang,” ujar Nelly.

Pewarna jenis pasta dan bubuk sedikit berbeda pembuatannya. Masing-masing jenis ditambah dekstrin 30 persen. Bedanya, bentuk pasta dipanaskan dengan spray dryer selama 4 jam.

Sedangkan bentuk serbuk dipanaskan 6 jam dengan oven, dan setelah kering ditumbuk menjadi bubuk. Jadilah pewarna alami yang siap digunakan.

Batik-Pewarna-Alami-ITN-Malang-3.jpg

Dalam abdimas ini Tim PKM ITN Malang tidak hanya mengajarkan membuat pewarna alami saja, tapi juga mengajarkan cara membatik dengan beberapa teknik. Seperti, membatik dengan teknik colet/coletan dengan menggunakan kuas, teknik batik tulis, ecoprint, dan teknik sibori/jumputan.

Teknik batik tulis seperti umumnya menggunakan canting dan malam. Teknik ecoprint dengan menjiplak dedaunan ke dalam kain untuk menciptakan warna dan pola yang menarik.

Sementara, teknik sibori dilakukan dengan mengikat/melilit kain secara langsung. Atau diberi batu kerikil/uang logam kemudian diikat. Tekniknya berturut-turut sebagai berikut, kain yang telah diberi kerikil/logam dicelup dalam larutan pembasah tekstil (TRO), kemudian dijemur hingga kering, dicelup dengan pewarna alami, dijemur lagi hingga kering, dan difiksasi.

Setelah kering baru disetrika dan kain siap dijual. Permainan warna melalui proses fiksasi. Jika ingin warna tebal, maka bisa dilakukan beberapa kali fiksasi sesuai dengan tajam atau tebalnya warna yang diinginkan.

“Pembasahan dengan TRO selalu dilakukan dalam proses pewarnaan. Tujuannya untuk membuka pori-pori kain, dan membersihkan kotoran sehingga kain dapat menyerap secara merata dan cepat. Untuk memperkuat warna menempel pada kain diperlukan proses fiksasi. Proses ini sekaligus untuk memperjelas arah warna. Bisa menggunakan larutan tawas, kapur, atau tunjung agar warna tidak luntur,” ungkapnya.

Peserta merasa puas karena sudah menghasilkan batik dengan warna indah, dengan dan motif menarik. Untuk membantu memasarkan Tim PKM ITN Malang juga menyiapkan rumahapem.com sebagai website penjualan aneka produk dari pewarna alami.

Selain itu, juga diajarkan menggunakan medsos Instagram dan facebook. Di dalam website terpasang foto pakaian, kain batik, hijab, tas, souvenir dan keramik yang semuanya menggunakan pewarna alami.

“Harapan kami pewarna alami ini bisa diproduksi sehingga bisa meningkatkan kualitas produk serta pendapatan mitra. Bagi mitra yang belum pernah memproduksi batik, bisa menjadi kegiatan usaha baru dan menambah pendapatan keluarga. Karena membuat pewarna dan batik ini bisa dilakukan dalam skala home industri dari rumah masing-masing,” kata perwakilan tim PKM ITN Malang. (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Tinjau Lokasi Tragedi Stadion Kanjuruhan, Presiden RI: Evaluasi Total Pertandingan
    Tinjau Lokasi Tragedi Stadion Kanjuruhan, Presiden RI: Evaluasi Total Pertandingan
    05/10/2022 - 15:20
  • Duka Petruk Sebelum Menjadi Raja
    Duka Petruk Sebelum Menjadi Raja
    05/10/2022 - 15:05
  • TGIPF Tragedi Kanjuruhan Malang, Presiden RI Jokowi: Kita Ingin Usut Tuntas
    TGIPF Tragedi Kanjuruhan Malang, Presiden RI Jokowi: Kita Ingin Usut Tuntas
    05/10/2022 - 14:57
  • Operasi Zebra Semeru 2022, 7 Jenis Pelanggaran Jadi Prioritas Target Polres Ponorogo
    Operasi Zebra Semeru 2022, 7 Jenis Pelanggaran Jadi Prioritas Target Polres Ponorogo
    05/10/2022 - 14:35
  • Soal Tragedi Stadion Kanjuruhan, Ini Pesan Kapten Timnas Indonesia
    Soal Tragedi Stadion Kanjuruhan, Ini Pesan Kapten Timnas Indonesia
    05/10/2022 - 14:26

TIMES TV

Jelajah Kopi Nusantara: Kopi Taji Dulu Kini dan Nanti

Jelajah Kopi Nusantara: Kopi Taji Dulu Kini dan Nanti

11/08/2022 - 17:08

Aremania Jemput Juara Piala Presiden 2022

Aremania Jemput Juara Piala Presiden 2022
Mengenang Sejarah Nabi di Jabal Uhud

Mengenang Sejarah Nabi di Jabal Uhud
Friendly Match PSIS vs Arema FC, Suporter Nyanyi ke Stadion Lagi

Friendly Match PSIS vs Arema FC, Suporter Nyanyi ke Stadion Lagi
Petugas Haji Gelar Gladi Posko, Siap Sambut JCH Indonesia

Petugas Haji Gelar Gladi Posko, Siap Sambut JCH Indonesia

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Duka Petruk Sebelum Menjadi Raja
    Duka Petruk Sebelum Menjadi Raja
    05/10/2022 - 15:05
  • Stop Tragedi Kemanusiaan Atas Nama Sepak Bola
    Stop Tragedi Kemanusiaan Atas Nama Sepak Bola
    04/10/2022 - 14:26
  • Nasihat Seorang Ibu:
    Nasihat Seorang Ibu: "Jangan Nonton Sepak Bola Nak...."
    04/10/2022 - 13:33
  • Nyawa Lebih Berharga Dari Pada Sepak Bola
    Nyawa Lebih Berharga Dari Pada Sepak Bola
    04/10/2022 - 12:55
  • Tragedy Kanjuruhan Malang
    Tragedy Kanjuruhan Malang
    04/10/2022 - 11:14
  • Bangun Sportifitas Olahraga di Tengah Euforia Usainya Pandemi
    Bangun Sportifitas Olahraga di Tengah Euforia Usainya Pandemi
    04/10/2022 - 00:32
  • Ingatan 30 September,
    Ingatan 30 September, "PKI No dan Komunis Yes"
    03/10/2022 - 17:35
  • Merawat Budaya Leluhur adalah Bagian dari Nasionalisme
    Merawat Budaya Leluhur adalah Bagian dari Nasionalisme
    03/10/2022 - 17:34

KULINER

  • Apang Pella, Kue Khas Bugis Mulai Menjamur di Kota Tasikmalaya
    Apang Pella, Kue Khas Bugis Mulai Menjamur di Kota Tasikmalaya
    05/10/2022 - 00:20
  • Hangatkan Tubuh dengan Peuyeum Bandung, Yuk Rasakan Nikmatnya
    Hangatkan Tubuh dengan Peuyeum Bandung, Yuk Rasakan Nikmatnya
    30/09/2022 - 06:04
  • Menyicip Kuliner Nasi Ayam Kungpao dan Nasi Ayam Rempah ala Depot 2 Legenda
    Menyicip Kuliner Nasi Ayam Kungpao dan Nasi Ayam Rempah ala Depot 2 Legenda
    29/09/2022 - 04:38
  • 6 Jajanan Berbahan Aci yang Enak di Bandung
    6 Jajanan Berbahan Aci yang Enak di Bandung
    29/09/2022 - 02:21
  • Ulen Juara, Jajanan Tradisional Rasa Kekinian
    Ulen Juara, Jajanan Tradisional Rasa Kekinian
    26/09/2022 - 16:32