Wisata

Sensasi Kemah Sambil Menikmati Matahari Terbit di Puncak Sekawan

Rabu, 21 September 2022 - 06:20 | 40.42k
Sensasi Kemah Sambil Menikmati Matahari Terbit di Puncak Sekawan
Aziz Muhaimin, Ketua Pengelola Puncak Sekawan berfoto di Puncak Sekawan di Desa Semen Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar Jawa Timur, Selasa (20/9/2022). (Foto: Sholeh/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BLITARPuncak Sekawan di Desa Semen, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, merupakan tempat yang menarik bagi anda yang ingin camping atau berkemah dengan keluarga. Indah pemandangan gunung disertai udara yang sejuk membuat anda sejenak terlepas dari kepenatan rutinitas sehari-hari. 

Puncak Sekawan memang secara resmi belum dibuka atau diluncurkan. Namun, telah banyak wisatawan yang menikmati malam di puncak tersebut. 

Ketua Pengelola Puncak Sekawan, Aziz Muhaimin mengatakan, Puncak Sekawan dikelola secara mandiri oleh Pemerintah Desa Semen melalui karang taruna. Sejak setahun lalu, pihak pengelola terus mengembangkan puncak sekawan. Salah satunya mendirikan kafe dan aula di sana.

"Awalnya di tahun 2017 kita membentuk sebuah kelompok di bawah karang taruna yaitu Pemuda Potensi Desa.  Kemudian kita komitmen bersama mencari potensi yang ada di Desa Semen," katanya kepada TIMES Indonesia, Selasa (20/9/2022).

Puncak-Sekawan-2.jpgSuasana malam di Puncak Sekawan di Desa Semen Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar Jawa Timur. (Foto: Aziz for TIMES Indonesia)

Aziz mengatakan pada 2017, Pemuda Potensi Desa  mencari potensi yang ada di Desa Semen. Pada saat pihaknya menemukan pertanian, UMKM, pembuatan inovasi minuman beluntas dan pemancingan. 

Pemuda Potensi Desa juga mencari spot pemandangan yang nantinya bisa dikembangkan. Singkat cerita, Puncak Sekawan ditemukan pemuda bersama warga.

"Pada saat itu kita dibantu warga sekitar. Kita menemukan puncak sekawan yang dulu jalannya setapak. Dulu jalurnya memang untuk orang mencari rumput," ujarnya.

Ada empat gunung yang menjadi latar belakang pemandangan di Puncak Sekawan. Yaitu, Gunung Kelud di sebelah barat daya, Gunung Kawi di Timur, Gunung Gedang di Barat dan Gumuk Gogoniti di selatan. Aziz mengutarakan, nama Puncak Sekawan yang dalam bahasa Indonesia berarti puncak empat, diambil dari pemandangan empat gunung tersebut. 

"Sekawan juga berasal dari kata kawan. Karena nama Puncak Sekawan ini berawal dari bincang bincang dari kawan kawan di Karang Taruna. Selain itu juga terdapat pemandangan gunung di empat penjuru," tuturnya. 

Puncak Sekawan berada di 711 mdpl. Saat berkemah di sana pengunjung tidak perlu repot-repot untuk membawa peralatan kemah. Karena pihak pengelola menyediakan persewaan tenda, kompor dan bahkan aliran listrik telah tersedia di Puncak Sekawan.

Yang membuat semakin indah pemandangan di Puncak Sekawan adalah sensasi menikmati matahari terbit. Matahari akan terbit di sela sela eksotisme Gunung Kawi.

"Dulu jalan menuju puncak ini masih setapak. Sekarang kita lebarkan sehingga mobil bisa langsung parkir di area Puncak Sekawan," kata Aziz.

Puncak Sekawan menempati lahan milik Perhutani. Total ada 8 hektare yang disediakan Perhutani untuk dijadikan hutan wisata. Namun, baru sekitar dua hektare yang dimanfaatkan oleh pengelola. 

Puncak-Sekawan-3.jpgPintu masuk Puncak Sekawan di Desa Semen Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar Jawa Timur. (Foto: Sholeh/ TIMES Indonesia)

Aziz menjelaskan, pengelolaan Puncak Sekawan menggunakan konsep pengembangan berbasis masyarakat. Meskipun demikian, pihaknya juga melibatkan investor untuk membangun wana wisata tersebut.

"Kita tetap membutuhkan investor. Karena untuk membangun wisata ini kita membutuhkan biaya yang sangat banyak. Namun untuk pengelolaan, sepenuhnya melibatkan warga Desa Semen dan sekitarnya," katanya.

Saat ini, Puncak Sekawan sudah semakin dikenal oleh masyarakat. Aziz menyebutkan, setiap akhir pekan tak kurang dari 300 wisata datang ke Puncak Sekawan. Tidak hanya itu, separuh dari kapasitas lahan berkemah juga terisi di akhir pekan. 

Pengelola menyediakan beberapa paket kemah bagi wisatawan. Dari paket Rp125 ribu hingga Rp250 ribu per orang. Paket itu berisi tenda, gratis tiket dan parkir, makan 1 kali, paket grill, api unggun, dan asuransi.

Sedangkan, bagi pengunjung yang tidak camping atau sekadar berwisata, dikenakan tarif masuk Rp10 ribu dan parkir Rp5 ribu.

"Kita memiliki lahan kemah dengan kapasitas 100 tenda lebih. Sekarang sudah 50 Tenda lebih terisi setiap akhir pekan. Bahkan Minggu kemarin parkiran sudah tidak muat," katanya.

Puncak Sekawan hanya berjarak 3 kilometer dari Balai Desa Semen. Saat anda berkendara melewati Balai Desa Semen, belok kanan di pasar Desa Semen yang berada di depan Balai Desa. Kemudian anda akan melewati jembatan sungai kalilekso kemudian lurus terus di jalan SDN Desa Semen.

Akses menuju Puncak Sekawan memang ada beberapa yang masih berupa makadam. Namun, kendaraan sepeda motor dan mobil keluarga bisa menjangkau hingga mencapai area parkir. Selanjutnya, pengunjung akan menaiki anak tangga untuk sampai di lokasi Puncak Sekawan.

"Kami masih terus mengembangkan Wisata Puncak Sekawan ini. Terutama mengupayakan akses jalan supaya lebih baik lagi. Sehingga pengunjung semakin nyaman datang ke sini," ujarnya. (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Tujuh Hari Tragedi Kanjuruhan, Puluhan Ribu Aremania Kirim Doa
    Tujuh Hari Tragedi Kanjuruhan, Puluhan Ribu Aremania Kirim Doa
    07/10/2022 - 22:49
  • Anies Baswedan dan AHY, Lawan Jadi Kawan Bahkan Mungkin Berpasangan
    Anies Baswedan dan AHY, Lawan Jadi Kawan Bahkan Mungkin Berpasangan
    07/10/2022 - 21:34
  • Ziarah ke RPH.M. Noer, Gubernur Khofifah Ajak Teladani Filosofi Agawe Wong Cilik Melu Gemuyu
    Ziarah ke RPH.M. Noer, Gubernur Khofifah Ajak Teladani Filosofi Agawe Wong Cilik Melu Gemuyu
    07/10/2022 - 21:20
  • BHS Pastikan Pasar Tradisional Wonokromo Segera Raih Predikat SNI
    BHS Pastikan Pasar Tradisional Wonokromo Segera Raih Predikat SNI
    07/10/2022 - 20:49
  • Alfamart dan DLH Tanam 200 Pohon Durian di Pogar Urban Forest Pasuruan
    Alfamart dan DLH Tanam 200 Pohon Durian di Pogar Urban Forest Pasuruan
    07/10/2022 - 20:41

TIMES TV

Jelajah Kopi Nusantara: Kopi Taji Dulu Kini dan Nanti

Jelajah Kopi Nusantara: Kopi Taji Dulu Kini dan Nanti

11/08/2022 - 17:08

Aremania Jemput Juara Piala Presiden 2022

Aremania Jemput Juara Piala Presiden 2022
Mengenang Sejarah Nabi di Jabal Uhud

Mengenang Sejarah Nabi di Jabal Uhud
Friendly Match PSIS vs Arema FC, Suporter Nyanyi ke Stadion Lagi

Friendly Match PSIS vs Arema FC, Suporter Nyanyi ke Stadion Lagi
Petugas Haji Gelar Gladi Posko, Siap Sambut JCH Indonesia

Petugas Haji Gelar Gladi Posko, Siap Sambut JCH Indonesia

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Sepak Bola dan Problem Kemanusiaan
    Sepak Bola dan Problem Kemanusiaan
    06/10/2022 - 15:12
  • Sosial Budaya Dalam Beragama
    Sosial Budaya Dalam Beragama
    06/10/2022 - 11:14
  • Menatap Masa Depan Sepakbola Indonesia
    Menatap Masa Depan Sepakbola Indonesia
    06/10/2022 - 10:00
  • Duka Petruk Sebelum Menjadi Raja
    Duka Petruk Sebelum Menjadi Raja
    05/10/2022 - 15:05
  • Stop Tragedi Kemanusiaan Atas Nama Sepak Bola
    Stop Tragedi Kemanusiaan Atas Nama Sepak Bola
    04/10/2022 - 14:26
  • Nasihat Seorang Ibu:
    Nasihat Seorang Ibu: "Jangan Nonton Sepak Bola Nak...."
    04/10/2022 - 13:33
  • Nyawa Lebih Berharga Dari Pada Sepak Bola
    Nyawa Lebih Berharga Dari Pada Sepak Bola
    04/10/2022 - 12:55
  • Tragedy Kanjuruhan Malang
    Tragedy Kanjuruhan Malang
    04/10/2022 - 11:14

KULINER

  • 8 Rekomendasi Menu yang Wajib Dicoba di Sushikun
    8 Rekomendasi Menu yang Wajib Dicoba di Sushikun
    07/10/2022 - 09:34
  • Sushikun, Tempat makan Sushi yang Unik dan Murah
    Sushikun, Tempat makan Sushi yang Unik dan Murah
    07/10/2022 - 09:02
  • Apang Pella, Kue Khas Bugis Mulai Menjamur di Kota Tasikmalaya
    Apang Pella, Kue Khas Bugis Mulai Menjamur di Kota Tasikmalaya
    05/10/2022 - 00:20
  • Hangatkan Tubuh dengan Peuyeum Bandung, Yuk Rasakan Nikmatnya
    Hangatkan Tubuh dengan Peuyeum Bandung, Yuk Rasakan Nikmatnya
    30/09/2022 - 06:04
  • Menyicip Kuliner Nasi Ayam Kungpao dan Nasi Ayam Rempah ala Depot 2 Legenda
    Menyicip Kuliner Nasi Ayam Kungpao dan Nasi Ayam Rempah ala Depot 2 Legenda
    29/09/2022 - 04:38