Peristiwa Nasional

Makalah Prof Azyumardi Azra yang akan Dipaparkan di Malaysia: Dari Kenaikan BBM hingga Negara Muslim yang Miskin

Minggu, 18 September 2022 - 21:25 | 20.89k
Makalah Prof Azyumardi Azra yang akan Dipaparkan di Malaysia: Dari Kenaikan BBM hingga Negara Muslim yang Miskin
Prof Azyumardi Azra saat masih hidupnya. (FOTO: Tangkapan layar)
Pewarta: | Editor: Ferry Agusta Satrio

TIMESINDONESIA, JAKARTAProf Azyumardi Azra dilarikan ke rumah sakit setibanya di Malaysia, Jumat (16/9/2022) sore. Ketua Dewan Pers itu sedianya terbang ke Malaysia untuk menghadiri Konferensi Internasional Kosmopolitan Islam di Selangor, Sabtu (17/9/2022).

Namun, hingga Sabtu (17/9/2022) pagi, mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu masih mendapatkan perawatan secara intensif di Rumah Sakit Selangor, Malaysia. Dan tak berselang lama, Tuhan memanggilnya.

Dalam agenda Konferensi Internasional Kosmopolitan tersebut, Prof Azyumardi Azra diketahui telah menyiapkan makalah khusus. Makalah itu rencananya akan dipaparkan dalam agenda tersebut.

TIMES Indonesia mendapatkan karya Cendekiawan Muslim tersebut secara utuh dengan judul 'Nusantara untuk Membangkitkan Peradaban: Memperkuat Optimisme dan Peran Umat Muslim Asia Tenggara'.

Dalam makalah tersebut, Prof Azyumardi Azra menyampaikan, setidaknya dalam empat dasawarsa terakhir, ada euforia di kalangan Muslim sejagat tentang kebangkitan peradaban Muslim, atau bahkan kebangkitan Islam.

"Meski ada pencapaian pencapaian tertentu yang membuat kalangan Muslim bisa optimis tentang kebangkitan peradaban tersebut, tapi dalam segi-segi lain, cukup banyak pula gejala dan kecenderungan yang membuat pandangan tersebut boleh jadi lebih sekedar retorik daripada kenyataan," tulis Prof Azyumardi Azra.

"Refleksi penulis kertas kerja ini tentang perkembangan peradaban Muslim pada masa kontemporer itu menguat setelah pernah mengikuti diskusi terbatas Institute for the Study of Muslim Civilization (ISMC), Aga Khan University, London, 29 Mei 2008. Memang belum ada evaluasi dan assessment yang komprehensif tentang kondisi peradaban Muslim dewasa ini; tetapi setidak-tidak sejumlah observasi telah dilakukan banyak kalangan, khususnya para ahli peradaban Muslim sendiri," jelasnya.

Secara demografis, kata dia, jumlah kaum Muslimin meningkat secara signifikan pada tingkat internasional. Diperkirakan tahun 2022 ini, jumlahnya lebih dari 1,9 miliar jiwa. Berarti merupakan masyarakat agama kedua terbesar setelah Kristen.

Dan peningkatan itu, kata mantan Staf Khusus Wakil Presiden RI untuk Bidang Reformasi Birokrasi tersebut, terutama sebagai hasil dari pertumbuhan kelahiran, karena masih banyak kaum Muslimin yang tidak menjalankan keluarga berencana.

Dengan jumlah yang terus meningkat itu, kaum Muslim pada dasarnya memiliki potensi yang kian besar pula, tidak hanya untuk membangun peradaban Muslim, tetapi juga pada peradaban dunia secara keseluruhan.

Tetapi kata dia, hingga saat ini potensi itu belum bisa diwujudkan. Jumlah penduduk Muslim yang begitu besar belum dapat menjadi aset, tetapi sering lebih merupakan liabilities. Hal ini tidak lain, karena kebanyakan penduduk Muslim tinggal di negara-negara berkembang, atau bahkan di negara-negara terkebelakang, yang secara ekonomi menghadapi berbagai kesulitan berat seperti kemiskinan dan pengangguran yang terus meningkat seiring meningkatnya krisis enerji dan krisis pangan dunia.

"Lebih daripada itu, dengan kondisi ekonomi, sosial dan politik yang tidak menentu, pendidikan di banyak kalangan kaum Muslimin bukan hanya tidak kompetitif vis-a-vis masyarakat lain, tetapi bahkan sering di bawah standar. Bukan hanya itu, banyak anak tidak mendapatkan pendidikan; terpaksa mengalami putus sekolah, yang akhirnya membuat mereka tidak punya masa depan untuk memajukan diri sendiri, apalagi peradaban Muslim dan peradaban dunia," tulisnya.

"Memang ada negara-negara Muslim kaya berkat minyak, yang mendatangkan windfall terus menerus karena kenaikan BBM yang terus pula terjadi. Tetapi pada segi lain, windfall tersebut justru menambah beban negara-negara Muslim yang tidak atau kurang memiliki sumber alam BBM; sebaliknya mereka harus mensubsidi negara-negara kaya minyak tersebut. Dan windfall yang diperoleh negara-negara Muslim kaya minyak itu tidak mengalir ke negara-negara Muslim miskin dalam bentuk grant atau investasi; jika ada, jumlahnya tidak signifikan, boleh dikatakan hanya berupa tetesan (trickle) belaka," jelasnya.

Karena itulah, lanjut dia, negara-negara Muslim yang miskin atau tengah berkembang harus mengandalkan sumber-sumber lain, termasuk menambah hutangnya dari negara-negara atau lembaga-lembaga keuangan Barat seperti World Bank, IMF dan sebagainya.

"Keadaan ini tidak bisa lain hanya menambah ketergantungan pada pihak Barat, yang pada gilirannya memiliki implikasi ekonomis, politis, dan bahkan psikologis di kalangan umat Muslimin," katanya.

Ia menyampaikan, salah satu dampak psikologis itu adalah menguatnya sikap mental konspiratif, bahwa para penguasa negara-negara Muslim berkolaborasi dengan pihak Barat, misalnya saja, untuk mengembangkan ekonomi pasar yang liberal di negara-negara Muslim dengan mengorbankan potensi-potensi ekonomi dalam masyarakat Muslim sendiri.

"Dampak lebih lanjut dari psikologi konspiratif ini dengan segera mengalir ke dalam kehidupan politik,dalam bentuk ketidakpercayaan pada rejim yang berkuasa, yang pada gilirannya mendorong berlangsungnya instabilitas politik terus menerus di banyak negara Muslim," jelasnya.

Psikologi konspiratif lebih jauh lagi membuat kalangan Muslim-khususnya sebagian ulama, pemikir dan aktivis Muslim-terperangkap ke dalam sikap defensif, apologetik dan reaksioner; terpenjara ke dalam enclosed mind atau captive mind, mentalitas tertutup yang penuh kecurigaan dan syak wasangka.

Akibatnya, kalangan Muslim seperti ini lebih asyik pula dalam masalah-masalah furu'iyyah, baik dalam bidang sosial, budaya, pemikiran dan keagamaan. Buahnya adalah keterjerambaban ke dalam tindakan dan aksi aksi yang kurang produktif dalam upaya memajukan peradaban Muslim.

"Karena itu, jika kita mau berbicara tentang kemajuan peradaban Muslim, sudah waktunya kaum Muslimin membebaskan diri dari psikologi konspiratif dan enclosed mind. Pada saat yang sama lebih menumbuhkan orientasi ke depan daripada romantisme tentang kejayaan peradaban Muslim di masa silam. Tak kurang pentingnya, kaum Muslimin seyogyanya lebih mengkonsentrasikan diri pada upaya-upaya kreatif dan produktif daripada terus dikuasai sikap defensif, apologetik, dan reaksioner yang sering eksesif," tulis Prof Azyumardi Azra. (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Kampanye GEN AKTIF, Dorong Remaja di Jabar Hidup Sehat dan Kreatif
    Kampanye GEN AKTIF, Dorong Remaja di Jabar Hidup Sehat dan Kreatif
    05/10/2022 - 14:26
  • Presiden RI Jokowi Datangi Kerabat Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan di RSSA Malang
    Presiden RI Jokowi Datangi Kerabat Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan di RSSA Malang
    05/10/2022 - 14:20
  • Spanduk dan Poster
    Spanduk dan Poster "Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan" Hiasi Malang
    05/10/2022 - 14:14
  • Anggota TNI Diduga Meninggal Diterkam Buaya, Ini Penjelasan Dandim 1510/Kepulauan Sula
    Anggota TNI Diduga Meninggal Diterkam Buaya, Ini Penjelasan Dandim 1510/Kepulauan Sula
    05/10/2022 - 13:57
  • Denny Caknan Hingga Habib Syech Bakal Meriahkan Hari Jadi Pemkab Jombang ke-112
    Denny Caknan Hingga Habib Syech Bakal Meriahkan Hari Jadi Pemkab Jombang ke-112
    05/10/2022 - 13:48

TIMES TV

Jelajah Kopi Nusantara: Kopi Taji Dulu Kini dan Nanti

Jelajah Kopi Nusantara: Kopi Taji Dulu Kini dan Nanti

11/08/2022 - 17:08

Aremania Jemput Juara Piala Presiden 2022

Aremania Jemput Juara Piala Presiden 2022
Mengenang Sejarah Nabi di Jabal Uhud

Mengenang Sejarah Nabi di Jabal Uhud
Friendly Match PSIS vs Arema FC, Suporter Nyanyi ke Stadion Lagi

Friendly Match PSIS vs Arema FC, Suporter Nyanyi ke Stadion Lagi
Petugas Haji Gelar Gladi Posko, Siap Sambut JCH Indonesia

Petugas Haji Gelar Gladi Posko, Siap Sambut JCH Indonesia

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Stop Tragedi Kemanusiaan Atas Nama Sepak Bola
    Stop Tragedi Kemanusiaan Atas Nama Sepak Bola
    04/10/2022 - 14:26
  • Nasihat Seorang Ibu:
    Nasihat Seorang Ibu: "Jangan Nonton Sepak Bola Nak...."
    04/10/2022 - 13:33
  • Nyawa Lebih Berharga Dari Pada Sepak Bola
    Nyawa Lebih Berharga Dari Pada Sepak Bola
    04/10/2022 - 12:55
  • Tragedy Kanjuruhan Malang
    Tragedy Kanjuruhan Malang
    04/10/2022 - 11:14
  • Bangun Sportifitas Olahraga di Tengah Euforia Usainya Pandemi
    Bangun Sportifitas Olahraga di Tengah Euforia Usainya Pandemi
    04/10/2022 - 00:32
  • Ingatan 30 September,
    Ingatan 30 September, "PKI No dan Komunis Yes"
    03/10/2022 - 17:35
  • Merawat Budaya Leluhur adalah Bagian dari Nasionalisme
    Merawat Budaya Leluhur adalah Bagian dari Nasionalisme
    03/10/2022 - 17:34
  • Capaian Transformasi Melalui Transaksi Digital di Pulau Sumba
    Capaian Transformasi Melalui Transaksi Digital di Pulau Sumba
    03/10/2022 - 15:39

KULINER

  • Apang Pella, Kue Khas Bugis Mulai Menjamur di Kota Tasikmalaya
    Apang Pella, Kue Khas Bugis Mulai Menjamur di Kota Tasikmalaya
    05/10/2022 - 00:20
  • Hangatkan Tubuh dengan Peuyeum Bandung, Yuk Rasakan Nikmatnya
    Hangatkan Tubuh dengan Peuyeum Bandung, Yuk Rasakan Nikmatnya
    30/09/2022 - 06:04
  • Menyicip Kuliner Nasi Ayam Kungpao dan Nasi Ayam Rempah ala Depot 2 Legenda
    Menyicip Kuliner Nasi Ayam Kungpao dan Nasi Ayam Rempah ala Depot 2 Legenda
    29/09/2022 - 04:38
  • 6 Jajanan Berbahan Aci yang Enak di Bandung
    6 Jajanan Berbahan Aci yang Enak di Bandung
    29/09/2022 - 02:21
  • Ulen Juara, Jajanan Tradisional Rasa Kekinian
    Ulen Juara, Jajanan Tradisional Rasa Kekinian
    26/09/2022 - 16:32