Kopi TIMES

Profesor Azyumardi Azra: Inspirasi Belajar dan Berbagi

Minggu, 18 September 2022 - 16:45 | 41.18k
Profesor Azyumardi Azra: Inspirasi Belajar dan Berbagi
Yanuardi Syukur
Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pertengahan 1999. Itu kali pertama saya melihat Profesor Azyumardi Azra pada tahun kedua kepemimpinannya sebagai Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. 

Selanjutnya, nama Profesor Azra saya baca lewat berbagai publikasinya. Dalam sebuah sarapan pagi di Washington, DC. seorang kawan bercerita tentang semangat Profesor Azra dalam mendidik generasi muda agar jadi intelektual yang berdampak luas. Ibarat kata, beliau pribadi yang senang memberikan support kepada mereka yang ingin maju, terutama dalam pendidikan. 

Pada satu kesempatan, saya mendengarkan dari dekat penjelasan Profesor Azra terkait Buya Hamka. Saya duduk di bagian kanan di Rumah Kelahiran Buya Hamka di Maninjau, Sumatera Barat. Profesor Azra menceritakan sosok Hamka yang sangat bersemangat dalam belajar, menulis, dan berdampak bagi bangsa dan negara. 

Saya lihat beliau adalah pribadi yang senang betul berbagi ilmu. Komisi Hubungan Luar Negeri MUI pernah buat Webinar Internasional terkait Amerika Serikat, 9 April 2021 dan beliau hadir. Beliau bahkan membuatkan membuat makalah untuk itu berjudul: ‘Membaca Arah Kebijakan Presiden Joe Biden Terkait Muslim dan Dunia Muslim’. 

"Gesture Positif" tapi Tidak Terburu-buru

Menyoroti Joe Biden, Profesor Azra mengatakan bahwa secara retrospektif, tak kurang pentingnya, Presiden Donald Trump juga menampilkan sikap dan kebijakan anti-Muslim. Dia mengeluarkan Perintah Eksekutif Presiden (Executive Order 13769) yang secara resmi disebut untuk ‘protecting the nation from foreign terrorist entry into the United States’. 

Perintah Eksekutif itu yang juga disebut sebagai ‘Muslim ban’ (pelarangan Muslim) itu melarang masuknya Muslim dari enam negara: Iran, Iraq, Libya, Somalia, Sudan, Syria, dan Yaman. Ketika Perintah Eksekutif ini diberlakukan 27 Januari 2017, sekitar 700 pelancong yang sudah sampai di berbagai bandara AS dikembalikan ke negara masing-masing dan sekitar 700.000 visa AS yang diterbitkan untuk warga keenam negara itu dibatalkan.

Mengomentari itu, dia mengatakan, "Agaknya masih terlalu dini untuk membayangkan kebijakan Presiden Joe Biden secara komprehensif sepanjang masa pemerintahannya nanti. Oleh karena itu, negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim dan warga individu dan jamaah atau Muslim di negara-negara Eropa, Australia, India, China dan AS sendiri di mana mereka merupakan minoritas tidak perlu terjerumus ke dalam euforia penuh harapan para pemerintahan Joe Biden-Kamala Harris."

Meski demikian, rekam jejak Joe Biden dapat dilacak; yang sejauh menyangkut Islam sangat berbeda dengan Donald Trump. Nama terakhir ini jauh sebelum menjadi Presiden ke-45 AS berulangkali mengeluarkan pernyataan tidak bersahabat terhadap Muslim dan Islam. Trump antara lain menyatakan ‘masjid perlu ditutup’, ‘perlu membuat database Muslim untuk mengawasi’ dan ‘migran Muslim boleh jadi adalah lasykar ISIS’.

Gesture Positif

Menurut Profesor Azra, Joe Biden menunjukkan gesture positif dalam kepemimpinannya. "Untuk diingat kembali, sejak masa kampanye Pilpres, pencoblosan kartu suara 4 November 2020, penghitungan suara yang berakhir dengan kemenangan Capres Joe Biden, Presiden ke-46 AS ini menjadi tambah populer di kalangan Muslim. Ini tidak lain karena Joe Biden memberikan gesture yang sangat positif," kata beliau. 

Profesor Azra melanjutkan, popularitas yang meningkat karena gesture itu terkait ketika Capres Joe Biden mengucapkan ‘Insya Allah’ di sela debat dengan Capres petahana Donald Trump menyangkut pajak yang dia kemplang (6/10/20). Trump berdalih akan mengembalikan pajak itu [ke kas negara], yang langsung ditukas Biden dengan ucapan: ‘Insya Allah’. 

Popularitas Biden meningkat ketika di tengah masa penghitungan suara menyatakan akan bersungguh-sungguh memperlakukan Islam semestinya—seperti dia juga memperlakukan agama-agama besar lain. Biden kemudian mengutip hadits yang sangat populer tentang kewajiban mengubah kemungkaran. “Hadits Nabi Muhammad memerintahkan siapapun di antara kamu melihat kesalahan [kemungkaran], hendaklah dia mengubahnya dengan tangannya; jika dia tidak mampu, dengan lidahnya; jika dia tidak mampu, dengan hatinya”, ujar Biden.

Selanjutnya Joe Biden menyatakan akan mencabut ‘Muslim [travel] ban’ pada hari pertamanya. Pernyataan ini mendapat sambutan hangat dari berbagai penjuru Dunia Muslim. Pernyataannya ini segera dia tepati tak lama setelah dia dilantik. Dari pertanyaan Biden tersebut, pandangan Profesor Azra adalah positif, namun tetap tidak mau terburu-buru, sebab harus melihat apa yang akan terjadi ke depannya. 

Namun, gesture positif Biden dalam beberapa hal, menarik untuk disimak. Misalnya, terhadap Palestina, Pemerintahan Joe Biden menyatakan akan memulihkan proses perdamaian yang kredibel yang bisa diterima kedua belah pihak: Palestina dan Israel. Untuk itu, pemerintah AS segera memperbaharui hubungan dengan kepemimpinan Palestina. Presiden Joe Biden juga menyatakan akan memulihkan bantuan ekonomi dan kemanusiaan untuk Palestina. Bantuan  semacam ini diperlukan untuk menciptakan situasi kondusif bagi perdamaian.

Inspirasi Belajar dan Berbagi

Profesor Azra adalah pribadi pembelajar dan senang berbagi. Di usianya yang tidak muda lagi, ia tetap belajar dan berbagi. Belajarnya tidak lepas dari membaca buku. Walau dunia sudah serba digital, seorang pembelajar sebaiknya tidak melupakan membaca buku dalam arti sebenarnya--bukan sekilas-sekilas atau sambil lalu. 

Profesor Azra (2004) menulis kecintaannya terhadap buku, "Bagi saya, buku merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan saya, sejak kecil—ketika mulai bisa membaca—sampai sekarang ini dan seterusnya. Dan tidak ragu buku merupakan salah satu sumber terpenting dalam pembentukan pandangan dunia (world-view) cara berpikir, karakter dan tingkah laku sehari-hari.

"Buku bagi saya teman setia, yang selalu mendampingi atau ikut bersama saya; di rumah, dan diperjalanan. Dan ketika di perjalanan baik di dalam maupun di luar negeri, mencari dan membeli buku selalu menjadi agenda penting, yang selalu diusahakan untuk memenuhinya. Waktu kembali ke rumah, koper dan tas hampir selalu dipenuhi buku-buku dan bisa dipastikan, koleksi buku saya selalu bertambah."

Pepatah mengatakan, "Sebaik-baik teman duduk adalah buku." 

Selain itu, beliau juga senang berbagi. "Ilmu bertambah ketika kita mengajarkan kepada orang lain," begitu kata seorang syekh yang saya dengar dalam perjalanan Jakarta-Dubai. Saya coba renung-renungkan, ternyata memang benar. Ilmu yang luas, gelar, atau nama yang harum kalau tidak diasah melalui mengajar ada kemungkinan membuat seseorang lupa. Maka dari itu, mengajar adalah bagian penting untuk merawat ilmu. 

Mari kita belajar dan mengambil inspirasi dari Profesor Azyumardi Azra. 

Depok, 18 Sept 2022

*) Oleh: Yanuardi Syukur

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Kim Yoo Jung Perankan Gadis SMA di Film Korea Berjudul 20th Century Girl
    Kim Yoo Jung Perankan Gadis SMA di Film Korea Berjudul 20th Century Girl
    27/09/2022 - 09:24
  • Kala Yusuf Al-Qaradawi Bercanda Soal Tahun Lahirnya yang Sama dengan NU
    Kala Yusuf Al-Qaradawi Bercanda Soal Tahun Lahirnya yang Sama dengan NU
    27/09/2022 - 08:41
  • Jenazah Yusuf Al-Qaradawi Akan Dishalatkan Hari Ini di Qatar
    Jenazah Yusuf Al-Qaradawi Akan Dishalatkan Hari Ini di Qatar
    27/09/2022 - 08:32
  • Manajemen-Panpel Persik Minta Maaf ke Media dan Jurnalis
    Manajemen-Panpel Persik Minta Maaf ke Media dan Jurnalis
    27/09/2022 - 08:18
  • Gotong-Royong Menyempurnakan RUU Sisdiknas
    Gotong-Royong Menyempurnakan RUU Sisdiknas
    27/09/2022 - 07:03

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Gotong-Royong Menyempurnakan RUU Sisdiknas
    Gotong-Royong Menyempurnakan RUU Sisdiknas
    27/09/2022 - 07:03
  • Korupsi Pendidikan Indonesia
    Korupsi Pendidikan Indonesia
    26/09/2022 - 13:16
  • Penegakan Hukum; Problem Struktur Hukum dan Etika Profesi
    Penegakan Hukum; Problem Struktur Hukum dan Etika Profesi
    25/09/2022 - 11:17
  • Demam Sound Horeg dan Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan
    Demam Sound Horeg dan Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan
    25/09/2022 - 09:13
  • Nasib Petani Tanaman Pangan Kita
    Nasib Petani Tanaman Pangan Kita
    25/09/2022 - 01:29
  • Misi Kesejahteraan Guru dalam RUU SISDIKNAS
    Misi Kesejahteraan Guru dalam RUU SISDIKNAS
    24/09/2022 - 15:32
  • Pesantren, Hutan dan Sumber Mata Air Adalah Identitas Kabupaten Jombang
    Pesantren, Hutan dan Sumber Mata Air Adalah Identitas Kabupaten Jombang
    24/09/2022 - 13:37
  • Membongkar Tipu Muslihat Berbasis Wacana Feodalisme-Relasi Kuasa-Struktur Metafisis
    Membongkar Tipu Muslihat Berbasis Wacana Feodalisme-Relasi Kuasa-Struktur Metafisis
    24/09/2022 - 12:34

KULINER

  • Ulen Juara, Jajanan Tradisional Rasa Kekinian
    Ulen Juara, Jajanan Tradisional Rasa Kekinian
    26/09/2022 - 16:32
  • BBQ Seafood Luminor Hotel Jember, Menu Hasil Laut yang Menggugah Selera
    BBQ Seafood Luminor Hotel Jember, Menu Hasil Laut yang Menggugah Selera
    26/09/2022 - 10:01
  • Menikmati Sorabi Legendaris Abah Rahman di Alun-Alun Kota Banjar
    Menikmati Sorabi Legendaris Abah Rahman di Alun-Alun Kota Banjar
    25/09/2022 - 15:42
  • Pecel Mbok Marem, Menu Sarapan Legendaris di Kabupaten Blitar 
    Pecel Mbok Marem, Menu Sarapan Legendaris di Kabupaten Blitar 
    25/09/2022 - 06:39
  • Resep Potato Cheese Bread Ala Korea yang Tengah Viral
    Resep Potato Cheese Bread Ala Korea yang Tengah Viral
    25/09/2022 - 05:01