Kopi TIMES Universitas Islam Malang

Bijak Bermedia Sosial di Tengah Perbedaan

Jumat, 16 September 2022 - 20:15 | 26.18k
Bijak Bermedia Sosial di Tengah Perbedaan
Yoyok Amirudin, Dosen FAI Unisma Malang, Ketua Lakpesdam NU Taiwan.
FOKUS

Universitas Islam Malang

Editor: Dhina Chahyanti

TIMESINDONESIA, MALANG – Dunia media sosial selalu dipenuhi tentang perudungan, intoleransi, penghasutan dan penghinaan. Melalui meme, tulisan atau sekedar guyonan yang justru menyinggung perasaan orang lain. Contoh yang terbaru, Kader Nahdliyin dalam keilmuan bab nisa’ (masalah perempuan) diremehhkan di ranah publik melalui media sosial. Ia adalah salah satu putri dari Kyai pondok pesantren Lirboyo Kediri yang bernama Imaz Fatimatuz Zahro atau di kenal dengan Ning Imaz. Berawal dari cuitan Eko Kuntadhi di Twitter yang menggugah potongan video Ning Imaz. Video tersebut itu berisi tentang Ning Imaz menjelaskan tafsir Surah Ali Imran ayat 14.

Nampaknya mas Eko Kuntadhi sedang bermain-main dengan api melalui media sosialnya karena sikap beda persepsi. Walaupun status mas Eko di twiter sudah dihapus, namun jejak digital tidak bisa ditutupi oleh siapapun. Pasalnya, Eko secara terang menghina Neng Imaz melalui medsos dengan menambahi kata “tolol”. Kata yang seharusnya tidak pantas untuk ditujukan kepada siapapun.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Fenomena di atas menjadi pembelajaran bagi Eko dan pegiat sosial lainnya. Tidak hanya memiliki follower banyak sehingga seenaknya sendiri mengklaim dirinya paling benar, dan siapapun yang berbeda dengan yang lain di anggap salah. Jika ini benar terjadi, tak ayal kebesaran nama seseorang menutupi untuk bersikap adil. Bukankah Imam Syafi’I mengajarkan kepada kita “qouli shawab yahtamilu khata’, wa qaulu ghoiri khatha’ yahtamilu as shawab” (perkataanku benar, tetapi ada kemungkinan salah. Pendapat orang lain salah, tetapi ada kemungkinan benar).

Perkataan Imam Syafi’I ini memiliki makna untuk senantiasa menjunjung objektivitas dan toleransi terhadap berbeda pendapat. Sebagai pengalaman pribadi, penulis setelah mengisi acara diklatsar banser NU di Kota Chiayi Taiwan dan rutinan ngaji sebulan sekali di PCINU Kaohsiung kitab Al Muqtathofat Li Ahli Bidayat bertemu dengan tiga missioner Kristen di Stasiun Pingtung. Mereka bertiga berpakaian rapi berasal dari Utah Amerika, New York dan Taiwan, baju putih masuk dan celana hitam disertai sepatu pantofel. Saya yang hanya berpakaian sarung dan baju muslim dengan santai mengobrol tentang agama Islam dan Kristen. Saya menyampaikan kepada mereka bahwa di Islam itu tidak ada paksaan dalam beragama dan “terhadap yang berbeda jangan disamakan, dan yang sudah sama jangan dibuat beda”. Jawab mereka “luar biasa, ini yang menjadikan dunia damai”. Perbedaan agama sekalipun harus disikapi dengan  saling menghormati sama lain.

Kisah saya ini tentu bisa menjadi contoh dalam menghargai perbedaan pendapat, sekalipun dalam satu agama. Apakah saya lantas mengkafirkan mereka di depan mereka? Akankah saya memaksa mereka masuk Islam? Akankah saya mengatatakan kata-kata jorok dihadapan mereka? Tentu tidak. Disinilah harus dipahami, butuh kedewasaan dalam menghadapi sesuatu yang berbeda pikiran kita. Tidak ada yang merasa paling benar sendiri. Biar cukup Fir’aun saja yang mengakui dirinya sang Maha segalanya.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Dalam kasus penghinaan Mas Eko kepada Neng Imaz ini menjadi jelas bahwa ketidak puasan atas penjelasan dari seorang ahlipun, hati masih dikotori untuk melakukan gunjingan, hasutan, bahkan hinaan. Hal ini dibutuhkannya sikap bijak dalam bermedia sosial. Saring before share salah satu sikap saat bermedia sosial. Kita yang hidup di era medsos, minimal memahami etika dalam bermedsos. Perlu diingat, lidah di media sosial adalah jari-jemari kita.

Penulis teringat al Ghozali dalam kitabnya Bidayatul Hidayah bahwa lisan itu ada dua, lidah dalam mulut kita dan lidah dalam goresan pena kita. Media sosial ibaratkan sebuah pisau bisa berdampak positif dan bisa negative, tergantung siapa pemakainya. Bermedsos tanpa didukung dengan kehati-hatian, maka akibatnya akan fatal. Otak merangsang untuk berfikir, jika ada yang berbeda di depan mata atau tidak pas, tangan rasanya gatal untuk menuliskannya. Seperti halnya penulis ini, gatal karena merasa terpanggil hatinya jika salah satu putri pondok pesantren Lirboyo dihinakan di media sosial.  

Berbeda itu sah-sah saja, namun perbedaan itu perlu disikapi dengan bijak. Jikalau butuh dikoreksi, maka koreksi dengan bijak bukan menghujat ataupun menghina. Bangsa ini sudah cukup lelah untuk hal-hal yang negative. Saatnya membangun bersama dengan nilai-nilai yang positif, akhirnya bisa melakukan ibadah tanpa adanya kekawatiran dan belajar dengan tenang.

Perbedaan yang terjadi di media sosial harus betul-betul dicermati. Jangan berfikir “posting yang penting, bukan yang penting posting”. Pembaca dari apa yang kita posting bukan saja dari kalangan kita, namun hampir 119 juta orang Indonesia menggunakan media sosial. Berbeda suku, agama, budaya, daerah perlu diperhatikan dalam melakukan postingan. “You are what you share” betul, bahwa kamu adalah representasi dari apa yang kamu posting. Setelah Mas Eko sudah meminta maaf dengan berkunjung ke Lirboyo, jangan sampai ada lagi muncul penghinaan-penghinaan baik terhadap dunia pesantren maupun kepada siapapun.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*)Penulis: Yoyok Amirudin, Dosen FAI Unisma Malang, Ketua Lakpesdam NU Taiwan.

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Rochmat Shobirin

EKORAN

TERBARU

  • PSSI Belum Bisa Pastikan Jumlah Korban Tragedi Kanjuruhan
    PSSI Belum Bisa Pastikan Jumlah Korban Tragedi Kanjuruhan
    02/10/2022 - 02:39
  • Garin Nugroho Garap Film Musikal Melodrama
    Garin Nugroho Garap Film Musikal Melodrama
    02/10/2022 - 02:24
  • Sanksi Tragedi Stadion Kanjuruhan, PSSI: Arema Dilarang Jadi Tuan Rumah
    Sanksi Tragedi Stadion Kanjuruhan, PSSI: Arema Dilarang Jadi Tuan Rumah
    02/10/2022 - 02:12
  • Bintang yang Ramaikan Deadpool 3, Ryan Reynolds Sudah Pasti!
    Bintang yang Ramaikan Deadpool 3, Ryan Reynolds Sudah Pasti!
    02/10/2022 - 01:51
  • Aremania Kecil Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan
    Aremania Kecil Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan
    02/10/2022 - 01:45

TIMES TV

Jelajah Kopi Nusantara: Kopi Taji Dulu Kini dan Nanti

Jelajah Kopi Nusantara: Kopi Taji Dulu Kini dan Nanti

11/08/2022 - 17:08

Aremania Jemput Juara Piala Presiden 2022

Aremania Jemput Juara Piala Presiden 2022
Mengenang Sejarah Nabi di Jabal Uhud

Mengenang Sejarah Nabi di Jabal Uhud
Friendly Match PSIS vs Arema FC, Suporter Nyanyi ke Stadion Lagi

Friendly Match PSIS vs Arema FC, Suporter Nyanyi ke Stadion Lagi
Petugas Haji Gelar Gladi Posko, Siap Sambut JCH Indonesia

Petugas Haji Gelar Gladi Posko, Siap Sambut JCH Indonesia

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Diseminasi Nilai Kearifan Lokal Sebagai Upaya Mitigasi Risiko Bencana
    Diseminasi Nilai Kearifan Lokal Sebagai Upaya Mitigasi Risiko Bencana
    01/10/2022 - 16:19
  • Perkuat SRA, Menekan Banyaknya Tingkat Kekerasan pada Anak
    Perkuat SRA, Menekan Banyaknya Tingkat Kekerasan pada Anak
    01/10/2022 - 15:14
  • Urgensi Strategi Komunikasi Pemasaran bagi Petani Milenial
    Urgensi Strategi Komunikasi Pemasaran bagi Petani Milenial
    01/10/2022 - 14:00
  • Pancasila Sakti
    Pancasila Sakti
    01/10/2022 - 06:01
  • Praktik Diktator Konstitusional dan Bayang-bayang Komunisme
    Praktik Diktator Konstitusional dan Bayang-bayang Komunisme
    30/09/2022 - 09:01
  • Dampak Limbah Peternakan
    Dampak Limbah Peternakan
    29/09/2022 - 20:43
  • Gerakan Moral Petruk Jadi Raja
    Gerakan Moral Petruk Jadi Raja
    29/09/2022 - 12:12
  • Konsep Manajemen Dalam Islam
    Konsep Manajemen Dalam Islam
    29/09/2022 - 11:10

KULINER

  • Hangatkan Tubuh dengan Peuyeum Bandung, Yuk Rasakan Nikmatnya
    Hangatkan Tubuh dengan Peuyeum Bandung, Yuk Rasakan Nikmatnya
    30/09/2022 - 06:04
  • Menyicip Kuliner Nasi Ayam Kungpao dan Nasi Ayam Rempah ala Depot 2 Legenda
    Menyicip Kuliner Nasi Ayam Kungpao dan Nasi Ayam Rempah ala Depot 2 Legenda
    29/09/2022 - 04:38
  • 6 Jajanan Berbahan Aci yang Enak di Bandung
    6 Jajanan Berbahan Aci yang Enak di Bandung
    29/09/2022 - 02:21
  • Ulen Juara, Jajanan Tradisional Rasa Kekinian
    Ulen Juara, Jajanan Tradisional Rasa Kekinian
    26/09/2022 - 16:32
  • BBQ Seafood Luminor Hotel Jember, Menu Hasil Laut yang Menggugah Selera
    BBQ Seafood Luminor Hotel Jember, Menu Hasil Laut yang Menggugah Selera
    26/09/2022 - 10:01