Wisata

Menjelajah Sejarah di Monumen Perjuangan Jawa Barat 

Minggu, 11 September 2022 - 12:14 | 16.72k
Menjelajah Sejarah di Monumen Perjuangan Jawa Barat 
Monumen Perjuangan Jawa Barat. Foto: Diskominfo Bandung

TIMESINDONESIA, BANDUNGMonumen Perjuangan menjadi salah satu monumen yang cukup terkenal dari Kota Bandung. Terletak di Jalan Dipatiukur Nomor 48, monumen ini dibangun untuk memperingati perjuangan rakyat Jawa Barat melawan penjajah.

Monumen ini berhadapan langsung dengan Gedung Sate dan membelakangi Gunung Tangkuban Parahu.

Pembangunan Monumen Perjuangan memakan waktu selama 4 tahun. Dimulai dari peletakkan batu pertama pada 1 Juni 1991, dan diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, Raden Nana Nuriana pada 23 Agustus 1995. Arsitek dari bangunan ini ialah Slamet Wirasonjaya dan seorang seniman, Sunaryo.

Menuju ke atas, pengunjung akan menaiki 17 anak tangga dan juga terdapat 8 buah pilar. Bentuk dari monumen ini ialah lingkaran dengan diameter 45 meter. Angka-angka tersebut melambangkan hari kemerdekaan Indonesia, yaitu 17 Agustus 1945.

Pada bagian atas, menjulang tinggi 5 buah tugu yang melambangkan simbol dasar Negara Indonesia, yaitu Pancasila. Tinggi tugunya ialah 17 meter yang menyimbolkan tanggal kemerdekaan Indonesia.

Tugu tersebut berbentuk seperti sebuah bambu yang merupakan simbol orang Bandung. Karena sejak zaman dahulu masyarakat Bandung sudah berkaitan dengan bambu. 

Selain itu, bentuk tugu seperti bambu runcing juga menjelaskan bahwa alat perang yang digunakan rakyat Indonesia dalam melawan para penjajah yaitu bambu runcing.

Diketahui, di masa lampau, wanita yang melahirkan akan diputus ari-ari nya menggunakan hinis, sebuah alat pemotong dari bahan bambu. Selain itu, anak laki-laki yang disunat akan dipotong menggunakan hinis.

Monumen-Perjuangan-Jawa-Barat-b.jpg

Pada sisi kanan dan kiri dari Monumen Perjuangan, terdapat sebuah relief yang menceritakan perjalanan perjuangan rakyat Jawa Barat. Dimulai dari masa kerajaan, kedatangan pasukan kolonial, hingga merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Di ujung relief, terdapat pintu masuk menuju ke Museum Monumen Perjuangan yang berlokasi tepat di bawah monumennya. Isi museum menjelaskan seputar peristiwa dan tokoh-tokoh di Jawa Barat.

Pada awal dirintis tahun 2012, museum masih disebut sebagai ruang pamer. Karena untuk menjadi sebuah museum, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Barulah pada 2018, ruang pamer tersebut dapat disebut sebagai museum, seiring dengan bertambahnya koleksi.

Museum ini menyediakan beberapa ruangan dan fasilitas yang dapat digunakan oleh pengunjung museum, seperti auditorium, ruang dokumenter, ruang diorama, ruang pamer benda bersejarah, dan perpusatakaan.

Ketika masuk, pengunjung akan disuguhkan beberapa foto para tokoh pejuang asal Jawa Barat. Terdapat juga 12 manekin dengan beragam seragam prajurit jaman dahulu yang berdiri rapi dalam sebuah kotak kaca.

Auditorium digunakan untuk menayangkan film-film perjuangan yang disesuaikan dengan usia pengunjung. Kapasitas pengunjung yang mencapai 150 orang, kini di batasi menjadi 50 orang saja sejak adanya pandemi Covid-19.

Terdapat literasi tentang pejuang dari jaman kerajaan, pahlawan pendidikan, dan politikus yang ada di Jawa Barat. Ada juga sejarah singkat serta bendera setiap kabupaten/kota, dan foto-foto bangunan heritage yang kebanyakan terdapat di Kota Bandung.

Selanjutnya, ditampilkan 9 diorama yang menceritakan berbagai peristiwa. Ada peristiwa masuknya bangsa Portugis ke Indonesia, peristiwa Bandung Lautan Api, perjanjian Linggarjati, dan peristiwa-peristiwa lainnya.

Ruang terakhir yaitu ruang pamer benda bersejarah. Dipamerkan beberapa peninggalan dari Raden Ayu Lasminingrat, Dewi Sartika, Inggit Garnasih, R.E Martadinata, I.R Juanda, Otto Iskandar Dinata, dan Mak Eroh.

Benda-benda peninggalan dari jaman penjajahan juga dipamerkan di sini. Terdapat senjata, helm baja, teropong, golok, pesawat telepon, topi laken, koper besi, tombak, keris, samurai, katana, dan pistol VOC.

Untuk mengunjungi Monumen Perjuangan ini, pengunjung tidak dipungut biaya. Monumen dan museum beroperasi pukul 08.00-16.00 WIB pada hari Senin-Jumat, dan tutup di hari Sabtu-Minggu, serta hari libur nasional. Pengunjung dapat melakukan reservasi seminggu sebelum berkunjung ke kantor UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jawa Barat.(*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • PSSI Belum Bisa Pastikan Jumlah Korban Tragedi Kanjuruhan
    PSSI Belum Bisa Pastikan Jumlah Korban Tragedi Kanjuruhan
    02/10/2022 - 02:39
  • Garin Nugroho Garap Film Musikal Melodrama
    Garin Nugroho Garap Film Musikal Melodrama
    02/10/2022 - 02:24
  • Sanksi Tragedi Stadion Kanjuruhan, PSSI: Arema Dilarang Jadi Tuan Rumah
    Sanksi Tragedi Stadion Kanjuruhan, PSSI: Arema Dilarang Jadi Tuan Rumah
    02/10/2022 - 02:12
  • Bintang yang Ramaikan Deadpool 3, Ryan Reynolds Sudah Pasti!
    Bintang yang Ramaikan Deadpool 3, Ryan Reynolds Sudah Pasti!
    02/10/2022 - 01:51
  • Aremania Kecil Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan
    Aremania Kecil Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan
    02/10/2022 - 01:45

TIMES TV

Jelajah Kopi Nusantara: Kopi Taji Dulu Kini dan Nanti

Jelajah Kopi Nusantara: Kopi Taji Dulu Kini dan Nanti

11/08/2022 - 17:08

Aremania Jemput Juara Piala Presiden 2022

Aremania Jemput Juara Piala Presiden 2022
Mengenang Sejarah Nabi di Jabal Uhud

Mengenang Sejarah Nabi di Jabal Uhud
Friendly Match PSIS vs Arema FC, Suporter Nyanyi ke Stadion Lagi

Friendly Match PSIS vs Arema FC, Suporter Nyanyi ke Stadion Lagi
Petugas Haji Gelar Gladi Posko, Siap Sambut JCH Indonesia

Petugas Haji Gelar Gladi Posko, Siap Sambut JCH Indonesia

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Diseminasi Nilai Kearifan Lokal Sebagai Upaya Mitigasi Risiko Bencana
    Diseminasi Nilai Kearifan Lokal Sebagai Upaya Mitigasi Risiko Bencana
    01/10/2022 - 16:19
  • Perkuat SRA, Menekan Banyaknya Tingkat Kekerasan pada Anak
    Perkuat SRA, Menekan Banyaknya Tingkat Kekerasan pada Anak
    01/10/2022 - 15:14
  • Urgensi Strategi Komunikasi Pemasaran bagi Petani Milenial
    Urgensi Strategi Komunikasi Pemasaran bagi Petani Milenial
    01/10/2022 - 14:00
  • Pancasila Sakti
    Pancasila Sakti
    01/10/2022 - 06:01
  • Praktik Diktator Konstitusional dan Bayang-bayang Komunisme
    Praktik Diktator Konstitusional dan Bayang-bayang Komunisme
    30/09/2022 - 09:01
  • Dampak Limbah Peternakan
    Dampak Limbah Peternakan
    29/09/2022 - 20:43
  • Gerakan Moral Petruk Jadi Raja
    Gerakan Moral Petruk Jadi Raja
    29/09/2022 - 12:12
  • Konsep Manajemen Dalam Islam
    Konsep Manajemen Dalam Islam
    29/09/2022 - 11:10

KULINER

  • Hangatkan Tubuh dengan Peuyeum Bandung, Yuk Rasakan Nikmatnya
    Hangatkan Tubuh dengan Peuyeum Bandung, Yuk Rasakan Nikmatnya
    30/09/2022 - 06:04
  • Menyicip Kuliner Nasi Ayam Kungpao dan Nasi Ayam Rempah ala Depot 2 Legenda
    Menyicip Kuliner Nasi Ayam Kungpao dan Nasi Ayam Rempah ala Depot 2 Legenda
    29/09/2022 - 04:38
  • 6 Jajanan Berbahan Aci yang Enak di Bandung
    6 Jajanan Berbahan Aci yang Enak di Bandung
    29/09/2022 - 02:21
  • Ulen Juara, Jajanan Tradisional Rasa Kekinian
    Ulen Juara, Jajanan Tradisional Rasa Kekinian
    26/09/2022 - 16:32
  • BBQ Seafood Luminor Hotel Jember, Menu Hasil Laut yang Menggugah Selera
    BBQ Seafood Luminor Hotel Jember, Menu Hasil Laut yang Menggugah Selera
    26/09/2022 - 10:01