Pendidikan

Kajian Gempa di Yunani Antarkan Dosen ITN Malang Raih Doktor dari Taiwan

Jumat, 09 September 2022 - 09:55 | 17.43k
Kajian Gempa di Yunani Antarkan Dosen ITN Malang Raih Doktor dari Taiwan
Dosen Teknik Sipil ITN Malang Ratri Andinisari, S.Si., M.Si., Ph.D. (Foto: ITN Malang for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Kaji kegempaan di Yunani, Ratri Andinisari, SSi, MSi, PhD lolos gelar Doktor Bidang Geofisika, dari National Central University (NCU) Taiwan. Dosen Teknik Sipil S-1 ITN Malang ini menyelesaikan studinya dengan beasiswa untuk program doktoral pada Department of Earth Sciences.

Dalam penelitiannya, Ratri fokus pada hubungan antara seismisitas (persebaran gempa) di Aegean dengan patahan-patahan dangkal dan aktivitas gunung api di area tersebut.

Sub area yang didalami adalah Aegean bagian tenggara (Southeast Aegean atau SEA) dan Santorini-Amorgos Zone (SAZ).

Kedua area ini dianggap menarik untuk dipelajari lebih lanjut karena pada keduanya terdapat beberapa gunung api aktif, dan berbatasan langsung dengan Hellenic Volcanic Arc pada bagian selatan. Agean merupakan kepulauan yang hampir semua milik Yunani.

"Profesor saya dari Yunani. Maka merekomendasikan topik-topik yang ada di sana (Yunani). Saat penelitian saya berlangsung, di Indonesia sedang terjadi beberapa gempa. Tapi saya ambil data gempa di Yunani, karena data gempa di sana real time. Sementara kalau di Indonesia saya kesulitan mendapatkan. Data dari BMKG juga terbatas," ujar Ratri.

Ratri meneliti gempa-gempa yang diakibatkan oleh proses tektonik, dan kaitannya dengan proses vulkanisme gunung berapi di sekitar batas subduksi di Yunani.

Gempa bumi tektonik adalah gempa bumi yang disebabkan oleh pergeseran lempeng plat tektonik. Sementara gempa vulkanik timbul akibat aktivitas gunung berapi.

Sedangkan yang dimaksud subduksi adalah fenomena penunjaman kerak bumi dengan densitas besar di bawah kerak bumi yang lebih ringan.

Yunani merupakan negara yang rentan terhadap gempa bumi. Karena Yunani berada pada batas Lempeng Anatolia, Lempeng Afrika, dan Lempeng Mediteran.

Dosen-Teknik-Sipil-ITN-Malang-Ratri-Andinisari-a.jpgDosen Teknik Sipil ITN Malang Ratri Andinisari, S.Si., M.Si., Ph.D. (Foto: ITN Malang for TIMES Indonesia)

Zona subduksi di bagian selatan Aegean dan dinamika kerak bumi di sekitarnya menyebabkan South-East Aegean dan Santorini-Amorgos Zone kaya akan patahan aktif.

"Nah, saya harus menghitung puluhan patahan ini satu per satu. Sebenarnya Yunani, secara geografis mirip Indonesia. Luasnya hanya sepersekian dari luas Indonesia. Dan, sama-sama sering terjadi gempa," imbuhnya.

Gempa bumi memiliki sifat berulang. Siklus perulangan ini sering disebut dengan earthquake cycle. Ada patahan yang setiap 50 tahun sekali akan menghasilkan gempa dengan magnitude lebih dari 5 skala richter (SR). Gempa bumi diatas 5,5 SR termasuk gempa bumi berkekuatan besar.

Ratri juga meneliti patahan yang berpotensi menghasilkan gempa besar. Selain itu juga meneliti mekanisme dan asal sumber gempa.

Ia melakukan beberapa analisis yang saling berkaitan. Yaitu, inversi kecepatan gelombang seismik satu dimensi, relokasi seluruh gempa bumi di area penelitian, pemodelan mekanisme sumber gempa, dan klasifikasi gempa berdasarkan penyebab terjadinya.

Secara umum gempa bumi di SEA berhubungan dengan aktivasi atau reaktivasi patahan-patahan dangkal. Sedangkan gempa bumi di SAZ terjadi akibat kombinasi aktivitas gunung api, yakni Kolumbo dan Santorini, serta adanya reaktivasi patahan.

Aspek terakhir yang dijabarkan dalam penelitian Ratri adalah seismic hazard assessment setiap patahan yang terdokumentasi pada peta geologi dan penelitian-penelitian sebelumnya.

Pada asesmen ini, Ratri menggunakan parameter seismogenic layer thickness, yang merupakan ukuran ketebalan kerak bumi dimana sebagian besar gempa bumi ter-nukleasi.

Dari hasil asesmen tersebut diketahui bahwa patahan-patahan di SEA dan SAZ mampu menghasilkan gempa bumi besar dengan moment magnitude 5,9 hingga 7,2.

Mengingat patahan-patahan ini sangat dangkal (< 25 km) dan terletak di area lepas pantai, sangat mungkin jika gempa yang dihasilkan diikuti pula oleh tsunami.

Penelitian Ratri lebih ke hazard (bahaya) kebencanaan pada shallow earthquake (gempa dangkal). Di permukaan bumi banyak patahan khususnya pada kedalaman 0-25 km. Ia mempelajari jenis, dan tipe patahan, sebab terjadinya gempa, hingga memprediksi magnitudo (ukuran gempa).

"Jadi bukan forecasting (peramalan). Kalau gempa tektonik kita tidak bisa meramalkan kapan terjadi. Kita hanya bisa memperkirakan. Dengan panjang patahan dan luas zona terdampak pada gempa yang telah terjadi, kita perkirakan potensi patahan tertentu menghasilkan gempa berapa magnitudo. Tapi waktunya tidak bisa diramalkan," ungkapnya.

Menurutnya, penelitian ini bisa diterapkan di Indonesia. Nantinya akan mengarah ke sana, tapi untuk sekarang belum. Harus ada kajian lagi secara statistik keadaan gempa di Indonesia.

"Untuk saat ini yang bisa saya bersama tim (ITN Malang) lakukan adalah membuat sensor gempa sendiri. Sekarang masih dalam tahap pengembangan," ujar alumni S-2 Universitas Brawijaya ini.

Ratri bersama tim dosen Teknik Elektro, dan Teknik Mesin S-1 ITN Malang berinisiatif membuat sensor dan early warning system/EWS (sistem peringatan dini) untuk Gunung Semeru.

Harapannya, bahaya letusan gunung dapat dideteksi lebih awal. Karena gempa tektonik tidak bisa diperkirakan, sedangkan gempa vulkanik bisa diperkirakan.

Dorongan untuk mengembangkan sensor dan early warning system untuk Gunung Semeru berawal dari keprihatinan gabungan dosen Teknik Sipil, Teknik Elektro, dan Teknik Mesin ITN Malang akibat dampak terjadinya letusan Gunung Semeru 2021 silam. Di mana menurut informasi di Gunung Semeru terpasang lima sensor, namun hanya tiga yang berfungsi.

"Pemasangan dan pendistribusian sensor di gunung berapi di Indonesia saya rasa kurang rapat. Mungkin karena harganya mahal. Makanya, kami ingin men-develop sensor yang low cost. Sehingga kami bisa membuat dan memperbanyak sebisa mungkin. Nanti, juga secara berkala bisa diperbaharui (mutu, dan ketahanannya)," kata dosen ITN Malang ini. (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • World Congress ke-28, Emil Dardak Resmi Jadi Presiden EAROPH 2022-2024
    World Congress ke-28, Emil Dardak Resmi Jadi Presiden EAROPH 2022-2024
    06/10/2022 - 22:42
  • Kapolri Sebut Ada 11 Tembakan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan
    Kapolri Sebut Ada 11 Tembakan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan
    06/10/2022 - 22:33
  • Tim Putri Garuda Baru Siap Harumkan Indonesia di Ajang SCWC Doha
    Tim Putri Garuda Baru Siap Harumkan Indonesia di Ajang SCWC Doha
    06/10/2022 - 22:25
  • Melalui Dermayon Fashion Show Street, IWAPI Indramayu Kenalkan Batik Paoman
    Melalui Dermayon Fashion Show Street, IWAPI Indramayu Kenalkan Batik Paoman
    06/10/2022 - 22:18
  • Berduka, Kemenag Santuni Korban Musibah di MTsN 19 Jakarta
    Berduka, Kemenag Santuni Korban Musibah di MTsN 19 Jakarta
    06/10/2022 - 22:18

TIMES TV

Jelajah Kopi Nusantara: Kopi Taji Dulu Kini dan Nanti

Jelajah Kopi Nusantara: Kopi Taji Dulu Kini dan Nanti

11/08/2022 - 17:08

Aremania Jemput Juara Piala Presiden 2022

Aremania Jemput Juara Piala Presiden 2022
Mengenang Sejarah Nabi di Jabal Uhud

Mengenang Sejarah Nabi di Jabal Uhud
Friendly Match PSIS vs Arema FC, Suporter Nyanyi ke Stadion Lagi

Friendly Match PSIS vs Arema FC, Suporter Nyanyi ke Stadion Lagi
Petugas Haji Gelar Gladi Posko, Siap Sambut JCH Indonesia

Petugas Haji Gelar Gladi Posko, Siap Sambut JCH Indonesia

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Sepak Bola dan Problem Kemanusiaan
    Sepak Bola dan Problem Kemanusiaan
    06/10/2022 - 15:12
  • Sosial Budaya Dalam Beragama
    Sosial Budaya Dalam Beragama
    06/10/2022 - 11:14
  • Menatap Masa Depan Sepakbola Indonesia
    Menatap Masa Depan Sepakbola Indonesia
    06/10/2022 - 10:00
  • Duka Petruk Sebelum Menjadi Raja
    Duka Petruk Sebelum Menjadi Raja
    05/10/2022 - 15:05
  • Stop Tragedi Kemanusiaan Atas Nama Sepak Bola
    Stop Tragedi Kemanusiaan Atas Nama Sepak Bola
    04/10/2022 - 14:26
  • Nasihat Seorang Ibu:
    Nasihat Seorang Ibu: "Jangan Nonton Sepak Bola Nak...."
    04/10/2022 - 13:33
  • Nyawa Lebih Berharga Dari Pada Sepak Bola
    Nyawa Lebih Berharga Dari Pada Sepak Bola
    04/10/2022 - 12:55
  • Tragedy Kanjuruhan Malang
    Tragedy Kanjuruhan Malang
    04/10/2022 - 11:14

KULINER

  • Apang Pella, Kue Khas Bugis Mulai Menjamur di Kota Tasikmalaya
    Apang Pella, Kue Khas Bugis Mulai Menjamur di Kota Tasikmalaya
    05/10/2022 - 00:20
  • Hangatkan Tubuh dengan Peuyeum Bandung, Yuk Rasakan Nikmatnya
    Hangatkan Tubuh dengan Peuyeum Bandung, Yuk Rasakan Nikmatnya
    30/09/2022 - 06:04
  • Menyicip Kuliner Nasi Ayam Kungpao dan Nasi Ayam Rempah ala Depot 2 Legenda
    Menyicip Kuliner Nasi Ayam Kungpao dan Nasi Ayam Rempah ala Depot 2 Legenda
    29/09/2022 - 04:38
  • 6 Jajanan Berbahan Aci yang Enak di Bandung
    6 Jajanan Berbahan Aci yang Enak di Bandung
    29/09/2022 - 02:21
  • Ulen Juara, Jajanan Tradisional Rasa Kekinian
    Ulen Juara, Jajanan Tradisional Rasa Kekinian
    26/09/2022 - 16:32