Advertisement
Peristiwa Daerah

Harga BBM Naik, Nelayan di Probolinggo Pilih Tak Melaut 

Nelayan di Kota Probolinggo, Jatim, memilih tak melaut, setelah pemerintah memutuskan menaikkan harga bahan bakar minyak minyak atau BBM. ...

TIMES Indonesia,
Harga BBM Naik, Nelayan di Probolinggo Pilih Tak Melaut 
Kapal banyak bersandar di Pelabuhan Probolinggo, setelah pemerintah menaikkan harga BBM jenis solar dan pertalite. (FOTO: Sri Hartini/TIMES Indonesia)
A-AA+

PROBOLINGGO Nelayan di Kota Probolinggo, Jatim, memilih tak melaut, setelah pemerintah memutuskan menaikkan harga bahan bakar minyak minyak atau BBM. Pasalnya, biaya operasional melaut semakin besar akibat naiknya harga BBM.

Cahyono, nelayan asal Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo mengatakan, naiknya harga BBM jelas berpengaruh pada biaya operasional kapal saat melaut.

Advertisement

Sebelum harga BBM naik, kata Cahyono, dalam sekali melaut ia membutuhkan biaya Rp 20-25 juta. Namun dengan kenaikan harga BBM jenis solar, kebutuhan dalam sekali melaut mencapai Rp 30 juta. "Biaya tersebut belum termasuk perbaikan alat tangkap, hingga perbaikan kapal," kata Cahyono. 

Saat ini, lanjutnya, naiknya harga BBM dibarengi dengan harga jual ikan yang murah. Cahyono pun berharap agar harga solar diturunkan.

Harapan yang sama diungkapkan oleh Hamsah, seorang nelayan kapal porsein asal Mayangan. "Selain harga BBM solar naik, para pemilik kapal juga pasti mengeluarkan biaya lebih. Dan mengurangi hari (lama, Red.) melautnya," kata Hamsah.

Selain itu, katanya, musim saat ini jumlah tangkapan ikan berkurang. Jadi untuk sementara, sebagian besar nelayan di Mayangan memilih untuk tidak melaut. "Para nelayan berharap, agar pemerintah kembali menurunkan harga BBM," katanya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia