Peristiwa Internasional

Pria Jepang Ini Dibayar Mahal Per Jam untuk Menemani Tanpa Lakukan Apa-apa

Selasa, 06 September 2022 - 09:46 | 15.19k
Pria Jepang Ini Dibayar Mahal Per Jam untuk Menemani Tanpa Lakukan Apa-apa
Pekan lalu, Shoji Morimoto duduk berseberangan meja dengan Aruna Chida, seorang analis data berusia 27 tahun yang mengenakan sari, dan terlibat dalam percakapan yang jarang, sambil minum teh dan kue.(FOTO: Reuters)
Pewarta: | Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Shoji Morimoto, 38, penduduk kota Tokyo, Jepang ini barangkali menjadi pria yang diimpikan oleh banyak orang di dunia, yakni dibayar tetapi tidak melakukan apa-apa.

Ia memasang tarif 10.000 yen ($71) atau sekitar Rp 1 jutaan perjam untuk menemani klien-kliennya, dan hanya sebagai pendamping. ($ 1 = 140,25 yen)

"Pada dasarnya, saya menyewakan diri saya sendiri. Tugas saya adalah berada di tempat yang diinginkan klien saya dan tidak melakukan sesuatu yang istimewa," kata Morimoto seperti yang ia ungkapkan kepada Reuters.

Ia menambahkan bahwa dia telah menangani sekitar 4.000 sesi selama empat tahun terakhir ini.

Dengan tubuh kurus dan penampilan rata-rata, Morimoto sekarang memiliki hampir seperempat juta pengikut di Twitter, tempat ia menemukan sebagian besar kliennya. Sekitar seperempat dari mereka adalah pelanggan tetap, termasuk satu yang mempekerjakannya 270 kali.

Pekerjaannya membawanya ke sebuah taman dengan seseorang yang ingin bermain jungkat-jungkit. Dia juga berseri-seri dan melambai melalui jendela kereta api pada orang asing yang menginginkan selamat tinggal.

Tidak melakukan apapun bukan berarti Morimoto akan bisa melakukan apapun. Dia tegas menolak tawaran untuk mengangkut lemari es dan pergi ke Kamboja serta tidak menerima permintaan yang bersifat seksual.

Pekan lalu, Morimoto duduk berseberangan meja dengan Aruna Chida, seorang analis data berusia 27 tahun yang mengenakan sari, dan terlibat dalam percakapan yang jarang, sambil minum teh dan kue.

Chida ingin mengenakan pakaian India di depan umum tetapi takut akan mempermalukan teman-temannya. Jadi dia meminta bantuan Morimoto.

"Dengan teman-teman saya, saya merasa perlu menghibur mereka, tetapi dengan penyewa (Morimoto), saya tidak merasa perlu untuk mengobrol," katanya.

Sebelum Morimoto menemukan panggilannya yang sebenarnya, dia bekerja di sebuah perusahaan penerbitan dan sering dimarahi karena 'tidak melakukan apa-apa'.

"Saya mulai bertanya-tanya apa yang akan terjadi jika saya menawarkan kemampuan saya untuk tidak melakukan apa pun sebagai layanan kepada klien," katanya.

Bisnis perusahaan sekarang menjadi satu-satunya sumber pendapatan Morimoto, yang dengannya dia menghidupi istri dan anaknya. 

Meskipun dia menolak untuk mengungkapkan berapa banyak yang dia hasilkan, dia mengatakan dia melihat sekitar satu atau dua klien sehari. Sebelum pandemi, itu tiga atau empat hari.

Menghabiskan hari Rabu di Tokyo tanpa melakukan apa pun secara khusus, Morimoto merenungkan sifat aneh pekerjaannya dan tampaknya mempertanyakan masyarakat yang menghargai produktivitas dan mencemooh ketidakbergunaan.

"Orang cenderung berpikir bahwa 'tidak melakukan apa-apa' saya itu berharga karena berguna (bagi orang lain). Tapi tidak apa-apa untuk benar-benar tidak melakukan apa-apa. Orang tidak harus berguna dengan cara tertentu," kata Shoji Morimoto asal Tokyo, Jepang. (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Top 4 Wonders of the Underwater World in Malang
    Top 4 Wonders of the Underwater World in Malang
    02/10/2022 - 04:26
  • Gas Air Mata di Tragedi Stadion Kanjuruhan Langgar Aturan FIFA
    Gas Air Mata di Tragedi Stadion Kanjuruhan Langgar Aturan FIFA
    02/10/2022 - 03:39
  • Berikut Kronologis Tragedi Kanjuruhan dari Pantauan di Lapangan
    Berikut Kronologis Tragedi Kanjuruhan dari Pantauan di Lapangan
    02/10/2022 - 03:18
  • QR Art Batik, Upaya Mr D One Finger Lestarikan Budaya Bangsa
    QR Art Batik, Upaya Mr D One Finger Lestarikan Budaya Bangsa
    02/10/2022 - 03:16
  • Tragedi Stadion Kanjuruhan, Puluhan Aremania Meninggal, LIB Hentikan Liga 1
    Tragedi Stadion Kanjuruhan, Puluhan Aremania Meninggal, LIB Hentikan Liga 1
    02/10/2022 - 03:02

TIMES TV

Jelajah Kopi Nusantara: Kopi Taji Dulu Kini dan Nanti

Jelajah Kopi Nusantara: Kopi Taji Dulu Kini dan Nanti

11/08/2022 - 17:08

Aremania Jemput Juara Piala Presiden 2022

Aremania Jemput Juara Piala Presiden 2022
Mengenang Sejarah Nabi di Jabal Uhud

Mengenang Sejarah Nabi di Jabal Uhud
Friendly Match PSIS vs Arema FC, Suporter Nyanyi ke Stadion Lagi

Friendly Match PSIS vs Arema FC, Suporter Nyanyi ke Stadion Lagi
Petugas Haji Gelar Gladi Posko, Siap Sambut JCH Indonesia

Petugas Haji Gelar Gladi Posko, Siap Sambut JCH Indonesia

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Diseminasi Nilai Kearifan Lokal Sebagai Upaya Mitigasi Risiko Bencana
    Diseminasi Nilai Kearifan Lokal Sebagai Upaya Mitigasi Risiko Bencana
    01/10/2022 - 16:19
  • Perkuat SRA, Menekan Banyaknya Tingkat Kekerasan pada Anak
    Perkuat SRA, Menekan Banyaknya Tingkat Kekerasan pada Anak
    01/10/2022 - 15:14
  • Urgensi Strategi Komunikasi Pemasaran bagi Petani Milenial
    Urgensi Strategi Komunikasi Pemasaran bagi Petani Milenial
    01/10/2022 - 14:00
  • Pancasila Sakti
    Pancasila Sakti
    01/10/2022 - 06:01
  • Praktik Diktator Konstitusional dan Bayang-bayang Komunisme
    Praktik Diktator Konstitusional dan Bayang-bayang Komunisme
    30/09/2022 - 09:01
  • Dampak Limbah Peternakan
    Dampak Limbah Peternakan
    29/09/2022 - 20:43
  • Gerakan Moral Petruk Jadi Raja
    Gerakan Moral Petruk Jadi Raja
    29/09/2022 - 12:12
  • Konsep Manajemen Dalam Islam
    Konsep Manajemen Dalam Islam
    29/09/2022 - 11:10

KULINER

  • Hangatkan Tubuh dengan Peuyeum Bandung, Yuk Rasakan Nikmatnya
    Hangatkan Tubuh dengan Peuyeum Bandung, Yuk Rasakan Nikmatnya
    30/09/2022 - 06:04
  • Menyicip Kuliner Nasi Ayam Kungpao dan Nasi Ayam Rempah ala Depot 2 Legenda
    Menyicip Kuliner Nasi Ayam Kungpao dan Nasi Ayam Rempah ala Depot 2 Legenda
    29/09/2022 - 04:38
  • 6 Jajanan Berbahan Aci yang Enak di Bandung
    6 Jajanan Berbahan Aci yang Enak di Bandung
    29/09/2022 - 02:21
  • Ulen Juara, Jajanan Tradisional Rasa Kekinian
    Ulen Juara, Jajanan Tradisional Rasa Kekinian
    26/09/2022 - 16:32
  • BBQ Seafood Luminor Hotel Jember, Menu Hasil Laut yang Menggugah Selera
    BBQ Seafood Luminor Hotel Jember, Menu Hasil Laut yang Menggugah Selera
    26/09/2022 - 10:01