Cek Fakta Fakta atau Hoaks

CEK FAKTA: Benarkah Daun Nimba, Kunyit, dan Madu Bisa Mengobati Cacar Monyet?

Senin, 05 September 2022 - 09:43 | 32.33k
CEK FAKTA: Benarkah Daun Nimba, Kunyit, dan Madu Bisa Mengobati Cacar Monyet?
Informasi tentang ramuan dari daun nimba, kunyit, dan madu yang diklaim bisa mengobati cacar monyet.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Beredar informasi di media sosial tentang ramuan dari daun nimba, kunyit, dan madu bisa mengobati cacar monyet. Informasi tersebut beredar di Facebook, dan dibagikan oleh akun Elisabeth Camelia pada 4 Agustus 2022. 

Akun tersebut membagikan postingan dari akun Mohd J Hasby S yang diunggah pada 27 Juli 2022. Dalam narasi yang dibagikan disebutkan bahwa daun nimba yang ditumbuk ditambah bubuk kunyit serta madu bisa mengobati cacar monyet.

Adapun narasi yang dibagikan sebagai berikut:

Jika Anda menderita cacar monyet, Anda harus mencoba obat ini untuk mengobatinya. Obat ini mudah dan dilengkapi dengan bahan-bahan sederhana dan alami, seperti:
1 sendok makan dihaluskan
(ditumbuk) daun nimba 1 sendok makan bubuk kunyit
1 sendok makan madu. 
Semoga bermanfaat 

cek-fakta-obat-Cacar-Monyet-5.jpgSumber: https://www.facebook.com/elisabeth.camelia.1/posts/pfbid0y1FA9NcHcf8Eufo7ZLxNx8BB2NuJ7P5TRWKxqeBHtpD3fxyg34UU8rL9GjaXaDyNl

Benarkah infomasi tersebut?

CEK FAKTA

Berdasarkan hasil penelusuran Cek Fakta, informasi tentang ramuan dari daun nimba, kunyit, dan madu bisa mengobati cacar monyet, tidak benar.

Melansir Tempo.co, Dokter RSUD Halmahera Tengah, Ririn Hardiyanti,mengatakan hingga saat ini belum ada obat yang terbukti bisa mengobati penyakit yang disebabkan oleh virus. Cacar monyet termasuk penyakit yang disebabkan oleh virus. Penanganan medis untuk orang yang terpapar virus cacar monyet biasanya dilakukan dengan cara pemberian vaksin cacar. 

dr. Ririn Herdiyanti mengatakan,“Setahu saya belum ada obat yang digunakan untuk pengobatan akibat virus seperti cacat monyet. Kalaupun ada yang mengkonsumsi herbal biasanya unutk mempertahankan daya tahan tubuh saja.”

cek-fakta-obat-Cacar-Monyet.jpgSumber: Belum Ada Bukti, Kunyit dan Madu sebagai Ramuan Obat Cacar Monyet | Tempo

Cleveland Clinic mencatat biasanya cacar monyet merupakan penyakit yang sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung dari dua minggu hingga empat minggu. Kebanyakan orang dengan cacar monyet sembuh sendiri tanpa pengobatan. 

Hingga saat ini tidak ada pengobatan antivirus yang disetujui untuk monkeypox. Obat antivirus dapat membantu, tetapi belum dipelajari sebagai pengobatan untuk cacar monyet. Beberapa antivirus yang diteliti dengan aktivitas melawan monkeypox tersedia, tetapi hanya sebagai bagian dari studi penelitian

cek-fakta-obat-Cacar-Monyet-2.jpgSumber: Monkeypox | Cleveland Clinic

Masih dikutip dari Tempo.co, ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mencegah infeksi atau penyebaran virus monkeypox, seperti menghindari kontak dekat dengan orang yang tengah terinfeksi dan orang-orang yang memiliki ruam yang tampak seperti cacar monyet, serta memegang pakaian, seprai, selimut, atau bahan lain yang pernah kontak dengan hewan atau orang yang terinfeksi. 

Melakukan Isolasi orang yang tengah terinfeksi cacar monyet dari orang yang sehat. Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air setelah kontak dengan orang atau hewan yang terinfeksi. Hindari hewan yang mungkin membawa virus.

cek-fakta-obat-Cacar-Monyet-3.jpgSumber: Macam Obat yang Bisa Meredakan Cacar Monyet | Tempo

Melansir dari Halodoc, beberapa obat antivirus yang telah diresepkan dokter ada yang hanya berfungsi untuk mencegah virus berkembang, tetapi tidak membunuh virus tersebut.

cek-fakta-obat-Cacar-Monyet-4.jpgSumber: Bagaimana Cara Menangani Infeksi Virus? | Halodoc

Pemeriksaan atas informasi serupa juga dilakukan oleh Liputan6.com (Cek Fakta: Tidak Benar Ramuan Pengobatan Cacar Monyet dengan Kunyit dan Madu | Liputan6) dan Turnbackhoax.id ([SALAH] Kunyit dan Madu Bisa Jadi Obat Cacar Monyet | Turnbackhoax).

KESIMPULAN

Hasil penelusuran Cel Fakta, informasi ramuan daun nimba, kunyit dan madu dapat mengobati cacar monyet tidak benar. Hingga saat ini, belum ada obat yang diklaim mampu menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh virus, termasuk cacar monyet.

Menurut misinformasi dan disinformasi yang dikategorikan First Draft, informasi tersebut termasuk dalam kategori Misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.

Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.

----

Cek Fakta TIMES Indonesia

TIMES Indonesia adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerjasama dengan 24 media dan satu komunitas (Mafindo) untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA TIMES Indonesia di email: redaksi.timesmedia@gmail.com atau redaksi@timesindonesia.co.id (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Fakta atau hoaks?
Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini.

EKORAN

TERBARU

  • Top 4 Wonders of the Underwater World in Malang
    Top 4 Wonders of the Underwater World in Malang
    02/10/2022 - 04:26
  • Gas Air Mata di Tragedi Stadion Kanjuruhan Langgar Aturan FIFA
    Gas Air Mata di Tragedi Stadion Kanjuruhan Langgar Aturan FIFA
    02/10/2022 - 03:39
  • Berikut Kronologis Tragedi Kanjuruhan dari Pantauan di Lapangan
    Berikut Kronologis Tragedi Kanjuruhan dari Pantauan di Lapangan
    02/10/2022 - 03:18
  • QR Art Batik, Upaya Mr D One Finger Lestarikan Budaya Bangsa
    QR Art Batik, Upaya Mr D One Finger Lestarikan Budaya Bangsa
    02/10/2022 - 03:16
  • Tragedi Stadion Kanjuruhan, Puluhan Aremania Meninggal, LIB Hentikan Liga 1
    Tragedi Stadion Kanjuruhan, Puluhan Aremania Meninggal, LIB Hentikan Liga 1
    02/10/2022 - 03:02

TIMES TV

Jelajah Kopi Nusantara: Kopi Taji Dulu Kini dan Nanti

Jelajah Kopi Nusantara: Kopi Taji Dulu Kini dan Nanti

11/08/2022 - 17:08

Aremania Jemput Juara Piala Presiden 2022

Aremania Jemput Juara Piala Presiden 2022
Mengenang Sejarah Nabi di Jabal Uhud

Mengenang Sejarah Nabi di Jabal Uhud
Friendly Match PSIS vs Arema FC, Suporter Nyanyi ke Stadion Lagi

Friendly Match PSIS vs Arema FC, Suporter Nyanyi ke Stadion Lagi
Petugas Haji Gelar Gladi Posko, Siap Sambut JCH Indonesia

Petugas Haji Gelar Gladi Posko, Siap Sambut JCH Indonesia

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Diseminasi Nilai Kearifan Lokal Sebagai Upaya Mitigasi Risiko Bencana
    Diseminasi Nilai Kearifan Lokal Sebagai Upaya Mitigasi Risiko Bencana
    01/10/2022 - 16:19
  • Perkuat SRA, Menekan Banyaknya Tingkat Kekerasan pada Anak
    Perkuat SRA, Menekan Banyaknya Tingkat Kekerasan pada Anak
    01/10/2022 - 15:14
  • Urgensi Strategi Komunikasi Pemasaran bagi Petani Milenial
    Urgensi Strategi Komunikasi Pemasaran bagi Petani Milenial
    01/10/2022 - 14:00
  • Pancasila Sakti
    Pancasila Sakti
    01/10/2022 - 06:01
  • Praktik Diktator Konstitusional dan Bayang-bayang Komunisme
    Praktik Diktator Konstitusional dan Bayang-bayang Komunisme
    30/09/2022 - 09:01
  • Dampak Limbah Peternakan
    Dampak Limbah Peternakan
    29/09/2022 - 20:43
  • Gerakan Moral Petruk Jadi Raja
    Gerakan Moral Petruk Jadi Raja
    29/09/2022 - 12:12
  • Konsep Manajemen Dalam Islam
    Konsep Manajemen Dalam Islam
    29/09/2022 - 11:10

KULINER

  • Hangatkan Tubuh dengan Peuyeum Bandung, Yuk Rasakan Nikmatnya
    Hangatkan Tubuh dengan Peuyeum Bandung, Yuk Rasakan Nikmatnya
    30/09/2022 - 06:04
  • Menyicip Kuliner Nasi Ayam Kungpao dan Nasi Ayam Rempah ala Depot 2 Legenda
    Menyicip Kuliner Nasi Ayam Kungpao dan Nasi Ayam Rempah ala Depot 2 Legenda
    29/09/2022 - 04:38
  • 6 Jajanan Berbahan Aci yang Enak di Bandung
    6 Jajanan Berbahan Aci yang Enak di Bandung
    29/09/2022 - 02:21
  • Ulen Juara, Jajanan Tradisional Rasa Kekinian
    Ulen Juara, Jajanan Tradisional Rasa Kekinian
    26/09/2022 - 16:32
  • BBQ Seafood Luminor Hotel Jember, Menu Hasil Laut yang Menggugah Selera
    BBQ Seafood Luminor Hotel Jember, Menu Hasil Laut yang Menggugah Selera
    26/09/2022 - 10:01