Peristiwa Internasional

Irak Dikhawatirkan Menuju Perang Saudara

Kamis, 01 September 2022 - 12:58 | 16.91k
Irak Dikhawatirkan Menuju Perang Saudara
Anggota bersenjata Saraya al-Salam (Brigade Perdamaian), sayap militer yang berafiliasi dengan ulama Syiah Moqtada al-Sadr, membidik selama bentrokan dengan pasukan keamanan Irak di Zona Hijau Baghdad, Selasa, (30/8/2022). (Ahmad Al-Rubaye/AFP/Getty
Pewarta: | Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sejumlah analis mengkhawatirkan, kekacauan di Irak bisa menuju ke perang saudara setelah sedikitnya 30 orang meninggal dunia usai terjadi bentrokan antara para pendukung pemimpin Syiah Irak, Muqtada al-Sadr dengan lawan-lawannya yang juga syiah dukungan Iran.

Mereka, sesama syiah saling menembak pada Senin dan Selasa pagi di Baghdad. Itulah yang menimbulkan kekhawatiran meningkat menjadi perang saudara sesama syiah.

Kekerasan terburuk yang terjadi di ibukota Irak, Baghdad  dalam beberapa tahun mengikuti pengumuman pemimpin Syiah yang berpengaruh bahwa ia akan 'menarik diri dari politik' setelah berbulan-bulan kebuntuan politik.

Para analis mengatakan langkah drastis Moqtada al-Sadr tampaknya sebagai tanggapan atas pengunduran diri pemimpin spiritual Syiah Ayatollah Kadhim al-Haeri pada hari Minggu. Banyak pendukung al-Sadr mengikuti al-Haeri.

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden pun, pada Rabu kemarin meminta para pemimpin Irak itu untuk melakukan dialog nasional, mencari solusi bersama yang konsisten dengan konstitusi dan undang-undang Irak.

Kantor Media Perdana Menteri menyatakan dalam sebuah pernyataan yang diterima Kantor Berita Irak (INA), bahwa Perdana Menteri Irak,  Mustafa Al-Kadhimi menerima telepon dari Presiden Biden untuk membahas perkembangan terakhir situasi di Irak setelah peristiwa baru-baru ini.

Dalam pernyataan itu, Biden menyatakan, dukungan AS untuk Irak yang berdaulat dan merdeka. Biden juga memuji kepemimpinan pribadi Perdana Menteri Kadhimi selama meningkatnya ketegangan dan kekerasan selama periode 24 jam awal pekan ini.

Pernyataan itu juga menyebutkan, Biden  memuji kinerja Pasukan Keamanan Irak dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga mereka yang meninggal dunia dalam bentrokan baru-baru ini.

Biden dan Al-Kadhimi menyambut baik kembalinya keamanan ke jalan-jalan, dan meminta semua pemimpin Irak untuk terlibat dalam dialog nasional untuk membentuk jalan bersama yang konsisten dengan konstitusi dan undang-undang Irak.

Biden menawarkan dukungan penuhnya untuk upaya Perdana Menteri Al-Kadhimi  mengurangi ketegangan di kawasan itu melalui dialog dan diplomasi.

Pengunduran diri al-Haeri yang mengejutkan dan seruannya kepada para pengikutnya untuk mendukung Ayatollah Ali Khamenei Iran merupakan pukulan bagi Moqtada al-Sadr, yang telah menentang pengaruh Iran dalam politik Irak.

Lebih dari 700 orang terluka dalam pertempuran mematikan antara pejuang yang bersekutu dengan al-Sadr dan kelompok keamanan Pasukan Mobilisasi Populer yang bersekutu dengan Iran.

Ketegangan kemudian mereda setelah al-Sadr menyerukan pada hari Selasa agar para pendukungnya mundur dari Zona Hijau yang dibentengi, yakni rumah bagi gedung-gedung pemerintah dan kedutaan asing 'dalam waktu satu jam'.

"Saya meminta maaf kepada rakyat Irak, satu-satunya yang terkena dampak peristiwa itu," kata al-Sadr dalam pidato yang disiarkan televisi.

Dalam beberapa menit, kelompok bersenjata yang mendukungnya, Saray al-Salam, telah meninggalkan Zona Hijau, membawa ketenangan dari tempat yang tadinya berubah menjadi medan perang itu. Namun, situasinya tetap tegang, dan ketakutan akan eskalasi tetap ada.

"Ini (kekerasan) merupakan awal atau percikan perang saudara Syiah-Syiah," kata Sajad Jiyad, seorang analis politik Irak di Century Foundation.

"Kekerasan mungkin telah mereda untuk saat ini, tetapi pembalasan akan bisa terjadi. Kekerasan ini merupakan indikasi perpecahan pahit dan kebuntuan dalam politik Irak. Mungkin saat ini tergeser, tetapi tanpa solusi yang tepat akan muncul lagi di masa depan," tambahnya.

Sebelum pidato televisi Moqtada al-Sadr, upaya untuk meredakan ketegangan tidak berhasil dan seruan agar Ayatollah Sayyid Sistani dan Grand Marji'a, pemimpin agama Syiah di Najaf, untuk campur tangan, tampaknya juga tidak didengarkan.

"Kami mengharapkan Grand Ayatollah Sistani untuk mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa menumpahkan darah Muslim dilarang dan properti negara harus dilindungi," kata seorang analis Irak dan peneliti di Middle East Initiative, Marsin Alshamary, sebelum pernyataan Moqtada al-Sadr.

"Ketika menyangkut perang Syiah-Syiah, jika keadaan menjadi sangat buruk, ada dua kekuatan yang akan mencoba melawannya – Iran dan Ayatollah Sistani," jelasnya.

Ia  menambahkan bahwa Iran ingin mempertahankan status quo dengan kekuatannya. partai politik yang berkuasa, sementara Sistani melakukan intervensi selama masa kekacauan politik.

Sebaliknya, pertempuran dipicu oleh pengunduran diri Moqtada al-Sadr dari politik, juga mereda tanpa sepatah kata pun darinya. "Moqtada al-Sadr telah menunjukkan bahwa dia bisa memobilisasi dan mendemobilisasi tanpa sepatah kata pun," kata analis Irak Fanar Haddad.

"Dia bisa menjentikkan jarinya dan mengancam seluruh bangunan. Kemudian, dia bisa mengklik jarinya dan menyimpan seluruh bangunan," tambah dia.

Analis yang berfokus pada Irak, Tamer Badawi setuju dan mengatakan, bahwa Moqtada al-Sadr menaikkan pengaruhnya karena pihak berwenang dan musuh-musuhnya membutuhkan dia untuk turun tangan lagi untuk menghentikan mobilisasi para pengikutnya. (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Rizal Dani

EKORAN

TERBARU

  • Tinjau Lokasi Tragedi Stadion Kanjuruhan, Presiden RI: Evaluasi Total Pertandingan
    Tinjau Lokasi Tragedi Stadion Kanjuruhan, Presiden RI: Evaluasi Total Pertandingan
    05/10/2022 - 15:20
  • Duka Petruk Sebelum Menjadi Raja
    Duka Petruk Sebelum Menjadi Raja
    05/10/2022 - 15:05
  • TGIPF Tragedi Kanjuruhan Malang, Presiden RI Jokowi: Kita Ingin Usut Tuntas
    TGIPF Tragedi Kanjuruhan Malang, Presiden RI Jokowi: Kita Ingin Usut Tuntas
    05/10/2022 - 14:57
  • Kampanye GEN AKTIF, Dorong Remaja di Jabar Hidup Sehat dan Kreatif
    Kampanye GEN AKTIF, Dorong Remaja di Jabar Hidup Sehat dan Kreatif
    05/10/2022 - 14:26
  • Presiden RI Jokowi Datangi Kerabat Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan di RSSA Malang
    Presiden RI Jokowi Datangi Kerabat Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan di RSSA Malang
    05/10/2022 - 14:20

TIMES TV

Jelajah Kopi Nusantara: Kopi Taji Dulu Kini dan Nanti

Jelajah Kopi Nusantara: Kopi Taji Dulu Kini dan Nanti

11/08/2022 - 17:08

Aremania Jemput Juara Piala Presiden 2022

Aremania Jemput Juara Piala Presiden 2022
Mengenang Sejarah Nabi di Jabal Uhud

Mengenang Sejarah Nabi di Jabal Uhud
Friendly Match PSIS vs Arema FC, Suporter Nyanyi ke Stadion Lagi

Friendly Match PSIS vs Arema FC, Suporter Nyanyi ke Stadion Lagi
Petugas Haji Gelar Gladi Posko, Siap Sambut JCH Indonesia

Petugas Haji Gelar Gladi Posko, Siap Sambut JCH Indonesia

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Duka Petruk Sebelum Menjadi Raja
    Duka Petruk Sebelum Menjadi Raja
    05/10/2022 - 15:05
  • Stop Tragedi Kemanusiaan Atas Nama Sepak Bola
    Stop Tragedi Kemanusiaan Atas Nama Sepak Bola
    04/10/2022 - 14:26
  • Nasihat Seorang Ibu:
    Nasihat Seorang Ibu: "Jangan Nonton Sepak Bola Nak...."
    04/10/2022 - 13:33
  • Nyawa Lebih Berharga Dari Pada Sepak Bola
    Nyawa Lebih Berharga Dari Pada Sepak Bola
    04/10/2022 - 12:55
  • Tragedy Kanjuruhan Malang
    Tragedy Kanjuruhan Malang
    04/10/2022 - 11:14
  • Bangun Sportifitas Olahraga di Tengah Euforia Usainya Pandemi
    Bangun Sportifitas Olahraga di Tengah Euforia Usainya Pandemi
    04/10/2022 - 00:32
  • Ingatan 30 September,
    Ingatan 30 September, "PKI No dan Komunis Yes"
    03/10/2022 - 17:35
  • Merawat Budaya Leluhur adalah Bagian dari Nasionalisme
    Merawat Budaya Leluhur adalah Bagian dari Nasionalisme
    03/10/2022 - 17:34

KULINER

  • Apang Pella, Kue Khas Bugis Mulai Menjamur di Kota Tasikmalaya
    Apang Pella, Kue Khas Bugis Mulai Menjamur di Kota Tasikmalaya
    05/10/2022 - 00:20
  • Hangatkan Tubuh dengan Peuyeum Bandung, Yuk Rasakan Nikmatnya
    Hangatkan Tubuh dengan Peuyeum Bandung, Yuk Rasakan Nikmatnya
    30/09/2022 - 06:04
  • Menyicip Kuliner Nasi Ayam Kungpao dan Nasi Ayam Rempah ala Depot 2 Legenda
    Menyicip Kuliner Nasi Ayam Kungpao dan Nasi Ayam Rempah ala Depot 2 Legenda
    29/09/2022 - 04:38
  • 6 Jajanan Berbahan Aci yang Enak di Bandung
    6 Jajanan Berbahan Aci yang Enak di Bandung
    29/09/2022 - 02:21
  • Ulen Juara, Jajanan Tradisional Rasa Kekinian
    Ulen Juara, Jajanan Tradisional Rasa Kekinian
    26/09/2022 - 16:32