Kopi TIMES

Filsafat, Teknologi dan PMII

Kamis, 01 September 2022 - 12:25 | 47.22k
Filsafat, Teknologi dan PMII
Ahmad Rifa’i, Mahasiswa Aktif UNUJA dan Kader PMII Rayon Nusantara.
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Tanpa bantuan teknologi manusia tidak dapat beraktivitas secara maksimal. Maka dari itu, demi mempermudahkan kegiatan sehari-hari manusia selalu mengikuti perkembangan teknologi dengan cara memburu alat-alat teknologi dalam kurun waktu tertentu.

Perkembangan teknologi yang merupakan terapan dari ilmu pengetahuan, dari pandangan tersebut. Penciptaan alat-alat industri telah mentransformasi cara pandang manusia terhadap dunia. Begitupun dengan dampak sosial yang terlahir bersama dengan revolusi industri.

Berbicara tentang revolusi industri pikiran kita tidak dapat terlepas dari Karl Marx yang juga menyumbangkan pemikirannya tentang filsafat praksis.
Karl Marx mengatakan, hal utama ialah cara-cara produksi, yang sangat berkaitan erat dengan teknologi. Cara produksi yang teknologis sangat mempengaruhi bagaimana suatu masyarakat dibentuk dan bagaimana manusia teralienasi dari dirinya sendiri. Dimulai oleh Marx, fenomena teknologi mulai memasuki refleksi filsafat yang serius.

Revolusi industri jelas telah menelanjangi martabat manusia, berdirinya pabrik selalu dibarengi dengan perbudakan sukarela. Keterasingan dalam pekerjaan adalah dasar segala keterasingan manusia. Karena menurut Marx, pekerjaan adalah tindakan manusia yang paling dasar.

Manusia di zaman modern ini yang cenderung individualistik karena dimanjakan oleh teknologi. Kehidupan di dunia maya menggunakan sarana teknologi seakan-akan lebih nyata dalam realitas manusia. Sehingga dalam perspektif masyarakat yang individualis memandang ilmu adalah suatu kegiatan menciptakan materialitas dalam wujud teknologi.

Manusia mulai menganggap teknologi sebagai kebutuhan dasar ketika ia menghadapi dunia di masa kini. Ketergantungan manusia pada sebuah teknologi bukan lagi sesuatu yang tabu, melainkan kebutuhan yang mutlak ada. Masyarakat teknologis membuat segalanya lebih mudah dan cenderung hidup instan dan rasional.

Contohnya, dahulu para petani di lingkungan tempat tinggal orang tua saya masih menggunakan bantuan tenaga hewan dalam mengerjakan atau membajak sawahnya dan juga dibantu oleh tetangga dalam menanam padi atau tanaman lainnya. Namun saat ini, dengan berkembangnya teknologi para petani telah menggunakan traktor dalam membajak sawah dan juga sudah menggunakan mesin produk padi untuk mengolah hasil panenannya.

Jadi teknologi dipandangnya sebagai sarana untuk mencapai kenikmatan atau pemuas keinginan, dari sinilah manusia tidak lagi dapat mengetahui kebutuhan yang paling nyata di sekitar kita. Seolah-olah dirinya material yang tidak dapat dibedakan lagi dengan teknologi. Masyarakat kemudian gelisah dan dikondisikan untuk selalu berpikir bahwa kebutuhan manusia bagaikan hanya dapat dipenuhi oleh cara-cara teknologis.

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebagai organisasi eksternal dan wadah yang sejatinya memiliki pola-pola ideologi pergerakan pada umumnya yang identik dengan advokasi dan pembelaan kaum marjinal, rakyat kecil, proletar, petani dan lainnya, hal ini memang sudah mendarah daging disetiap pergerakan mahasiswa selaku pemilik legitimasi agent of change.

PMII juga sebagai salah satu pergerakan yang hidup di antara lainnya pun memiliki pola yang sama yakni “gerakan moral dan gerakan sosial” sehingga condong akan nilai-nilai sosialisme yang kontra akan kapitalisme maupun feodalisme. Dalam pergerakan, ideologi ataupun sikap idealisme adalah kesakaralan yang luar biasa.

Namun demikian, idealisme yang utopis akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan kader yang ada ditengah tuntutan realitas kehidupan kedepannya. Tuntutan realitas yang dimaksud tentu bukan merujuk ataupun bertendensi terhadap sikap pragmatis, melainkan bagaimana seorang kader PMII mampu menunjukkan jati dirinya yang idealis dan mampu menjawab tantangan zaman.

Herakleitos seorang filsuf asal Yunani mengatakan bahwa “Tidak ada yang tetap kecuali perubahan.” Maksud filsuf ini yang saya pahami, perubahan itu dinamis. Oleh karena itu, kader PMII hanya bersiap diri untuk terus mengasah kemampuan (skill) dalam menjawab kemungkinan-kemungkinan perubahan yang akan terjadi dimasa mendatang.

PMII secara nyata dan konsekuen telah ikut serta dalam mewarnai gerakan mahasiswa di Indonesia. Maka dari itu, perlu adanya kesadaran dari kader PMII untuk merevitalisasi pergerakan ini, melalui berbagai terobosan-terobosan zaman yang mampu melihat konteks kekinian, sehingga organisasi seluas dan sebesar PMII tidak berjalan di belakang dan tertinggal. Karena tidak mumpuni dalam menjaga dan menyalurkan bakat kader ditengah persaingan global.

***

*) Oleh: Ahmad Rifa’i, Mahasiswa Aktif UNUJA dan Kader PMII Rayon Nusantara.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Dinkes Majalengka Sebut Stres Berat Bisa Picu Gangguan Jiwa
    Dinkes Majalengka Sebut Stres Berat Bisa Picu Gangguan Jiwa
    05/10/2022 - 16:17
  • Bareskrim Polri Limpahkan Kasus Ferdy Sambo ke Kejagung RI 
    Bareskrim Polri Limpahkan Kasus Ferdy Sambo ke Kejagung RI 
    05/10/2022 - 16:07
  • Bupati Majalengka Ungkapkan Dirinya Terima Dua Kegembiraan
    Bupati Majalengka Ungkapkan Dirinya Terima Dua Kegembiraan
    05/10/2022 - 15:56
  • Pengusutan Tragedi Kanjuruhan, Jokowi: Secepatnya, Barangnya Kelihatan!
    Pengusutan Tragedi Kanjuruhan, Jokowi: Secepatnya, Barangnya Kelihatan!
    05/10/2022 - 15:48
  • Sunatan Massal di Puncak HUT ke-77 TNI Kodim 0610 Sumedang
    Sunatan Massal di Puncak HUT ke-77 TNI Kodim 0610 Sumedang
    05/10/2022 - 15:45

TIMES TV

Jelajah Kopi Nusantara: Kopi Taji Dulu Kini dan Nanti

Jelajah Kopi Nusantara: Kopi Taji Dulu Kini dan Nanti

11/08/2022 - 17:08

Aremania Jemput Juara Piala Presiden 2022

Aremania Jemput Juara Piala Presiden 2022
Mengenang Sejarah Nabi di Jabal Uhud

Mengenang Sejarah Nabi di Jabal Uhud
Friendly Match PSIS vs Arema FC, Suporter Nyanyi ke Stadion Lagi

Friendly Match PSIS vs Arema FC, Suporter Nyanyi ke Stadion Lagi
Petugas Haji Gelar Gladi Posko, Siap Sambut JCH Indonesia

Petugas Haji Gelar Gladi Posko, Siap Sambut JCH Indonesia

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Duka Petruk Sebelum Menjadi Raja
    Duka Petruk Sebelum Menjadi Raja
    05/10/2022 - 15:05
  • Stop Tragedi Kemanusiaan Atas Nama Sepak Bola
    Stop Tragedi Kemanusiaan Atas Nama Sepak Bola
    04/10/2022 - 14:26
  • Nasihat Seorang Ibu:
    Nasihat Seorang Ibu: "Jangan Nonton Sepak Bola Nak...."
    04/10/2022 - 13:33
  • Nyawa Lebih Berharga Dari Pada Sepak Bola
    Nyawa Lebih Berharga Dari Pada Sepak Bola
    04/10/2022 - 12:55
  • Tragedy Kanjuruhan Malang
    Tragedy Kanjuruhan Malang
    04/10/2022 - 11:14
  • Bangun Sportifitas Olahraga di Tengah Euforia Usainya Pandemi
    Bangun Sportifitas Olahraga di Tengah Euforia Usainya Pandemi
    04/10/2022 - 00:32
  • Ingatan 30 September,
    Ingatan 30 September, "PKI No dan Komunis Yes"
    03/10/2022 - 17:35
  • Merawat Budaya Leluhur adalah Bagian dari Nasionalisme
    Merawat Budaya Leluhur adalah Bagian dari Nasionalisme
    03/10/2022 - 17:34

KULINER

  • Apang Pella, Kue Khas Bugis Mulai Menjamur di Kota Tasikmalaya
    Apang Pella, Kue Khas Bugis Mulai Menjamur di Kota Tasikmalaya
    05/10/2022 - 00:20
  • Hangatkan Tubuh dengan Peuyeum Bandung, Yuk Rasakan Nikmatnya
    Hangatkan Tubuh dengan Peuyeum Bandung, Yuk Rasakan Nikmatnya
    30/09/2022 - 06:04
  • Menyicip Kuliner Nasi Ayam Kungpao dan Nasi Ayam Rempah ala Depot 2 Legenda
    Menyicip Kuliner Nasi Ayam Kungpao dan Nasi Ayam Rempah ala Depot 2 Legenda
    29/09/2022 - 04:38
  • 6 Jajanan Berbahan Aci yang Enak di Bandung
    6 Jajanan Berbahan Aci yang Enak di Bandung
    29/09/2022 - 02:21
  • Ulen Juara, Jajanan Tradisional Rasa Kekinian
    Ulen Juara, Jajanan Tradisional Rasa Kekinian
    26/09/2022 - 16:32