Kopi TIMES

Menyoal Guru Abad 21

Selasa, 30 Agustus 2022 - 20:33 | 28.22k
Menyoal Guru Abad 21
Dr. Asep Totoh, SE.,MM - Dosen Ma’soem University.
Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Tuntutan menyiapkan generasi emas Indonesia 2045 akankah menjadi sesuatu yang teramat sulit dan kompleks karena berbagai tantangan dan perubahan zaman. Saat ini pendidikan dihadapkan kepada tuntutan dalam adaptasi dan fleksibilitas, misalnya mampu memenuhi tuntutan dan kesempatan dunia kerja. Dengan kata lain, pendidikan harus memenuhi kebutuhan kini sambil mengantisipasi tren dan tantangan mendatang. Perubahan paradigma pendidikan tidak bisa dilepaskan dari peran seorang guru yang sangat vital sebagai penggerak sumber daya manusia, dan kompetensi guru menjadi salah satu isu sentral di antara banyak persoalan dalam tata kelola guru di Indonesia.

Menyoal mutu pendidikan dan pewujudan akses pendidikan bermutu bagi seluruh warga bangsa maka tidak bisa dilepaskan untuk memastikan tiga hal berikut; guru yang kompeten, kualitas mengajar bermutu tinggi, dan siswa dapat mengakses pembelajaran bermutu tinggi (OECD, 2005: 9).

Mengutip Pushpanadham (2020), mutu guru menjadi salah satu unsur determinan terhadap keberhasilan pembelajaran atau belajar siswa. Pendidikan guru, termasuk kegiatan peningkatan kapasitas guru, mempunyai hubungan dengan mutu pengajaran.

Sekolah perlu menggunakan paradigma belajar yang berbeda, guru sebagai faktor yang sangat berpengaruh dalam meyiapkan muridnya perlu dibekali dengan kompetensi baru dan mindset yang diperlukan untuk menjadi fasilitator dalam kontek mengajar belajar. Guru saat ini dan ke depan diharuskan mampu menggabungkan isu-isu global seperti multikulturalime, isu ekonomi, lingkungan dan sosial.

Oleh sebab itu, para guru memerlukan kemampuan lebih yakni cara berfikir ganda (multiple thinking), memecahkan masalah secara inovasi dan bekerja sama. Guru perlu mengembangkan tidak hanya materi belajar dan menguasai pedagogi, juga memahami para murid dan menfasilitasi mereka belajar (learn to learn). 

Ki Hajar Dewantara menyatakan hal paling sulit ketika sebagai pendidik tidak menyadari bahwa tugas pendidikan adalah mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki murid yaitu kecerdasan rasa, karsa, cipta dan karya agar murid menjadi manusia seutuhnya. Tuntunlah murid sesuai zamannya, semakin berkembang zaman maka semakin besar pada tantangan-tantangan yang dihadapi oleh guru.

Kompetensi

Guru zaman sekarang bukan lagi seperti yang dilukiskan oleh Earl V Pullias dan James D Young dalam bukunya A Teacher is Many Things, yaitu sebagai sosok makhluk serbabisa sekaligus memiliki kewibawaan yang tinggi di hadapan murid-muridnya ataupun masyarakat.

Guru tidak lagi merasa berkuasa untuk membentuk siswanya, ibaratnya guru menjadi "teko" dan siswa sebagai "gelas" sehingga siswa berstatus hanya menerima apapun yang dituangkan guru. Siswa tidak diajarkan untuk mengeksplorasi kemampuan dirinya, siswa hanya bisa disuruh tanpa diajarkan untuk mengenal dirinya lalu mampu bertahan hidup. 

Dalam pembelajaran abad ke-21 sejatinya proses belajar mengajar mampu menyiapkan siswa dapat menghadapi kehidupan abad ke-21. Terdapat beberapa kemampuan yang diperlukan dalam abad ke-21, menurut Barkatsas, Bertram (2016:2) siswa harus memiliki kemampuan berpikir kritis, kemampuan memecahkan masalah, kreatif dan inovatif, kolaborasi dan kerja tim, kepemimpinan, saling memahami silang budaya, kemampuan komunikasi dan memanfaatkan informasi, terampil dalam berhitung dan ICT, serta kemandirian dalam karier dan belajar. 

Selanjutnya Benade (2017:1) menambahkan, ciri kelincahan dan adaptabilitas, inisiatif dan kewirausahaan, kemampuan menulis yang efektif, keingintahuan, serta imajinasi. Mengutip dari beberapa refrensi yang menyatakan bahwa kemampuan memecahkan masalah, kemampuan kongnitif yang kompleks, dan kemampuan sosial emosional  menjadi sangat penting, bukan hanya bagi murid melainkan juga bagi guru sebagai fasilitator pembelajaran.

Senyatanya, pendidikan itu bukan hanya sekadar transfer pengetahuan belaka (transfer of knowledge) atau semata mengembangkan aspek intelektual. Namun, juga merupakan proses transformasi nilai dan pembentukan karakter atau kepribadian dengan segala aspeknya (transfer of value).

Menjadi guru sejatinya harus merupakan satu perwujudan yang utuh, unik, dan holistik. Utuh dalam arti sebagai satu kesatuan antar berbagai unsur kepribadian, unik dalam arti bersifat khas dibandingkan dengan jabatan lainnya, dan bersifat holistik dalam arti tumbuh dan berkembang dalam kesatuan utuh antara diri dengan lingkungan serta dimensi waktu yang berkesinambungan. 

Oleh karena itu, menjadi guru yang profesional tidak dapat dilakukan secara tiba-tiba atau instan yang dibangun seketika, akan tetapi melalui suatu proses panjang yang berlangsung terus secara berkesinambungan.

Alhasil tujuan besar dari perubahan kurikulum sebagus apapun tentu akan sia-sia apabila mindset guru tidak berubah. Guru adalah kreator dan tidak perlu text book terhadap kurikulum, guru tidak boleh nyaman dengan cara belajar yang satu arah. Jelaslah, mutu pendidikan hanya bisa terjadi apabila gurunya berkualitas dengan “kompetensi masa depan” yang mengajar dengan hati, bukan hanya logika. 

Niscayanya di era abad 21 pembelajaran bermutu (efektif) memerlukan kerjasama “guru, manajemen sekolah dan masyarakat” yang secara bersama-sama menjadikan sekolah sebagai organisasi belajar (learning organization) dan guru sebagai pembelajar (teachers as learners).

Menjadi sebuah pertanyaan dan renungan bersama, apakah kita sudah berperan sebagai guru yang menuntun murid sesuai zamannya? Kompetensi apa yang sudah kita miliki untuk membantu siswa merdeka belajar abad 21? Dan guru abad 21 harus sesuai dengan arti nama Hajar Dewantara yang mempunyai arti guru yang mengajarkan kebaikan, keluhuran, dan keutamaan.

***

*) Oleh: Dr. Asep Totoh,SE.,MM - Dosen Ma’soem University.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Kapolri Sebut Ada 11 Tembakan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan
    Kapolri Sebut Ada 11 Tembakan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan
    06/10/2022 - 22:33
  • Tim Putri Garuda Baru Siap Harumkan Indonesia di Ajang SCWC Doha
    Tim Putri Garuda Baru Siap Harumkan Indonesia di Ajang SCWC Doha
    06/10/2022 - 22:25
  • Melalui Dermayon Fashion Show Street, IWAPI Indramayu Kenalkan Batik Paoman
    Melalui Dermayon Fashion Show Street, IWAPI Indramayu Kenalkan Batik Paoman
    06/10/2022 - 22:18
  • Berduka, Kemenag Santuni Korban Musibah di MTsN 19 Jakarta
    Berduka, Kemenag Santuni Korban Musibah di MTsN 19 Jakarta
    06/10/2022 - 22:18
  • Wayang Jogja Night Carnival #7, Sejumlah Ruas Jalan di Kota Yogyakarta Ditutup
    Wayang Jogja Night Carnival #7, Sejumlah Ruas Jalan di Kota Yogyakarta Ditutup
    06/10/2022 - 22:04

TIMES TV

Jelajah Kopi Nusantara: Kopi Taji Dulu Kini dan Nanti

Jelajah Kopi Nusantara: Kopi Taji Dulu Kini dan Nanti

11/08/2022 - 17:08

Aremania Jemput Juara Piala Presiden 2022

Aremania Jemput Juara Piala Presiden 2022
Mengenang Sejarah Nabi di Jabal Uhud

Mengenang Sejarah Nabi di Jabal Uhud
Friendly Match PSIS vs Arema FC, Suporter Nyanyi ke Stadion Lagi

Friendly Match PSIS vs Arema FC, Suporter Nyanyi ke Stadion Lagi
Petugas Haji Gelar Gladi Posko, Siap Sambut JCH Indonesia

Petugas Haji Gelar Gladi Posko, Siap Sambut JCH Indonesia

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Sepak Bola dan Problem Kemanusiaan
    Sepak Bola dan Problem Kemanusiaan
    06/10/2022 - 15:12
  • Sosial Budaya Dalam Beragama
    Sosial Budaya Dalam Beragama
    06/10/2022 - 11:14
  • Menatap Masa Depan Sepakbola Indonesia
    Menatap Masa Depan Sepakbola Indonesia
    06/10/2022 - 10:00
  • Duka Petruk Sebelum Menjadi Raja
    Duka Petruk Sebelum Menjadi Raja
    05/10/2022 - 15:05
  • Stop Tragedi Kemanusiaan Atas Nama Sepak Bola
    Stop Tragedi Kemanusiaan Atas Nama Sepak Bola
    04/10/2022 - 14:26
  • Nasihat Seorang Ibu:
    Nasihat Seorang Ibu: "Jangan Nonton Sepak Bola Nak...."
    04/10/2022 - 13:33
  • Nyawa Lebih Berharga Dari Pada Sepak Bola
    Nyawa Lebih Berharga Dari Pada Sepak Bola
    04/10/2022 - 12:55
  • Tragedy Kanjuruhan Malang
    Tragedy Kanjuruhan Malang
    04/10/2022 - 11:14

KULINER

  • Apang Pella, Kue Khas Bugis Mulai Menjamur di Kota Tasikmalaya
    Apang Pella, Kue Khas Bugis Mulai Menjamur di Kota Tasikmalaya
    05/10/2022 - 00:20
  • Hangatkan Tubuh dengan Peuyeum Bandung, Yuk Rasakan Nikmatnya
    Hangatkan Tubuh dengan Peuyeum Bandung, Yuk Rasakan Nikmatnya
    30/09/2022 - 06:04
  • Menyicip Kuliner Nasi Ayam Kungpao dan Nasi Ayam Rempah ala Depot 2 Legenda
    Menyicip Kuliner Nasi Ayam Kungpao dan Nasi Ayam Rempah ala Depot 2 Legenda
    29/09/2022 - 04:38
  • 6 Jajanan Berbahan Aci yang Enak di Bandung
    6 Jajanan Berbahan Aci yang Enak di Bandung
    29/09/2022 - 02:21
  • Ulen Juara, Jajanan Tradisional Rasa Kekinian
    Ulen Juara, Jajanan Tradisional Rasa Kekinian
    26/09/2022 - 16:32