Kopi TIMES

SAMBO (SAM)MBOH

Selasa, 23 Agustus 2022 - 12:02 | 30.50k
SAMBO (SAM)MBOH
Supriyadi Karima Saiful, Ka Kwarcab Pramuka Kota Mojokerto.
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, MOJOKERTO – Kasus pembunuhan Brigadir J yang dilakukan (Irjen) Ferdy Sambo sangat menyita perhatian khalayak ramai. Kasus yang cukup panjang (awal kasus terpublish hingga saat ini). Jalan ceritanya yang berliku-liku. Banyak orang menunggu, ikut membuka mata, memantau kelanjutan akan episode-episode selanjutnya. 

Jalan cerita yang berliku itu bak sebuah sinetron atau drama Korea yang mengaduk aduk perasaan penonton. Episode-episode drama percintaan yang berujung pembunuhan ini membangkitkan kegusaran, kebencian, hingga hujan sumpah serapah yang teramat sangat dari sebagian besar warga. 

Itu semua adalah kepiawaian yang menyajikan jalinan cerita (:berita), lalu ditambah bumbu-bumbu tafsir sehingga menggelitik para penggemarnya (:penonton). Seburuk apapun tanggapan penonton tidak bisa disalahkan. Penonton selalu benar. 

Jalinan cerita Ferdy Sambo atau FS sangat menohok kesadaran semua orang. Seolah memaksa 'merefresh" lagi pikiran dan hati untuk  mengenali siapa kita dan siapa sesama.

Lalu hadirlah, episode yang cukup menentukan, Ferdy Sambo akhirnya mengakui dua kejahatan di hadapan Komnas HAM. Pengakuan tersebut diantaranya, mengakui dirinya sebagai dalang pembunuhan dan otak dibalik obstruction of justice yang menghalangi penyidikan. Selanjutnya, tidak saja Ferdy Sambo, tapi istrinya juga ditetapkan sebagai tersangka.

Timbul pertanyaan: mengapa kasus Sambo dihadirkan berepisode-episode, sementara episode kasus pelecehan santri dan pelajar  biasa-biasa saja atau bahkan tenggelam? Bukankah kasus itu sama-sama kejinya, dengan puluhan santri dan pelajar sebagai korban? Ya, kasus Sambo memang telah meluluhlantakkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri sebagai Pengayom-Pelindung-Pelayan masyarakat.

Apa yang dilakukan (Irjen) Sambo terhadap Bharada J memang sadis. Sama dengan kesadisan-kesadisan penghilangan nyawa yang pernah berlaku selama ini. Sesadis penembakan membabi buta terhadap 33 mahasiswa Virginia Tech yang dilakukan oleh seorang mahasiswa AS berdarah Korea, hingga Koran Sindo memberitakan dengan kepala berita: Chu Juga Manusia.

Kepala berita tersebut dapat kita jadikan sebagai cara pandang yang sama untuk melihat peristiwa yang menghebohkan tanah air ini. Kata-kata 'Chu juga manusia' sama dengan 'sambo  juga manusia', atau ' Publik figur juga manusia', atau 'kita semua juga manusia', yang kata lirik lagu dari band Seurieus: rocker juga manusia/punya hati punya rasa/jangan samakan dengan pisau belati.

Cara pandang ini bukanlah sebuah pembenaran terhadap perilaku penghilangan nyawa atau sebuah dalih untuk memaafkan ketidaksempurnaan manusia. Bukan. Tetapi salah itu memang manusiawai. 'Manungsa iku panggonane salah' kata ungkapan jawa. 

Ya, Sambo memang telah berbuat salah karena penghilangan nyawa, Ia telah menjadi 'pisau belati', karena telah menuruti 'keburukan" dari ketidaksempurnaan dirinya sebagai manusia.

Di sisi lain, karena cerita yang dihadirkan berepisode-episode menjadikan para penonton turut serta melepaskan keburukan-keburukan yang ada dalam dirinya dengan menghujat, menghakimi, dan mengadili. Penonton turut menjadi 'pisau belati' nir empati. 

Memang tidak mudah menghadapi segala sesuatu dengan lapang dada. Apalagi memaafkan dan berbuat baik kepada mereka yang melakukan kejahatan. Namun, di Tanah Bhineka ini ada banyak cerita tentang manusia dan kemanusiaan mereka. Ada banyak cerita kejahatan manusia yang mendiaminya, yang kesemuanya bukan kita sebagai 'Pengadilnya'.

Akhirnya, keunikan manusia tidak semata hanya dipandang dari ketidaksempurnaannya sehingga kita bisa menerima dan memaafkan kesalahan-kesalahan. Keunikan manusia juga bisa dilihat dari keluhurannya, keagungannya, dan kebaikannya. 

Keunikan manusia juga didasarkan atas keberadaan hati dan rasa kita sebagai manusia. Menyadari kekurangan yang nyata bahwa kita pernah, bisa, dan mungkin akan berbuat salah adalah sama dengan memproklamirkan diri kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang punya akal-budi juga hati nurani.

Salam

***

*) Oleh: Supriyadi Karima Saiful, Ka Kwarcab Pramuka Kota Mojokerto.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Rizal Dani

EKORAN

TERBARU

  • Tips Membuat Desain Rumah Sesuai Cerminan Pemilik, Mudah Banget!
    Tips Membuat Desain Rumah Sesuai Cerminan Pemilik, Mudah Banget!
    26/09/2022 - 18:32
  • Polres Malang Amankan Pelaku Penggelapan Uang Sewa Kos Rp200 Juta
    Polres Malang Amankan Pelaku Penggelapan Uang Sewa Kos Rp200 Juta
    26/09/2022 - 18:00
  • Viral dan Tak Sesuai Aturan, Kades di Blora Kembalikan Pemotongan BLT Dana Desa
    Viral dan Tak Sesuai Aturan, Kades di Blora Kembalikan Pemotongan BLT Dana Desa
    26/09/2022 - 17:47
  • Ketua MPR RI Siap Sambut Kedatangan Ketua Parlemen Rusia 
    Ketua MPR RI Siap Sambut Kedatangan Ketua Parlemen Rusia 
    26/09/2022 - 17:41
  • Pemkab Ngawi Tak Jadi Belanja Kendaraan BBM Fosil, Beralih ke Kendaraan Listrik
    Pemkab Ngawi Tak Jadi Belanja Kendaraan BBM Fosil, Beralih ke Kendaraan Listrik
    26/09/2022 - 17:37

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Korupsi Pendidikan Indonesia
    Korupsi Pendidikan Indonesia
    26/09/2022 - 13:16
  • Penegakan Hukum; Problem Struktur Hukum dan Etika Profesi
    Penegakan Hukum; Problem Struktur Hukum dan Etika Profesi
    25/09/2022 - 11:17
  • Demam Sound Horeg dan Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan
    Demam Sound Horeg dan Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan
    25/09/2022 - 09:13
  • Nasib Petani Tanaman Pangan Kita
    Nasib Petani Tanaman Pangan Kita
    25/09/2022 - 01:29
  • Misi Kesejahteraan Guru dalam RUU SISDIKNAS
    Misi Kesejahteraan Guru dalam RUU SISDIKNAS
    24/09/2022 - 15:32
  • Pesantren, Hutan dan Sumber Mata Air Adalah Identitas Kabupaten Jombang
    Pesantren, Hutan dan Sumber Mata Air Adalah Identitas Kabupaten Jombang
    24/09/2022 - 13:37
  • Membongkar Tipu Muslihat Berbasis Wacana Feodalisme-Relasi Kuasa-Struktur Metafisis
    Membongkar Tipu Muslihat Berbasis Wacana Feodalisme-Relasi Kuasa-Struktur Metafisis
    24/09/2022 - 12:34
  • Membersihkan Penumpang Gelap Kemerdekaan Pers
    Membersihkan Penumpang Gelap Kemerdekaan Pers
    23/09/2022 - 21:06

KULINER

  • Ulen Juara, Jajanan Tradisional Rasa Kekinian
    Ulen Juara, Jajanan Tradisional Rasa Kekinian
    26/09/2022 - 16:32
  • BBQ Seafood Luminor Hotel Jember, Menu Hasil Laut yang Menggugah Selera
    BBQ Seafood Luminor Hotel Jember, Menu Hasil Laut yang Menggugah Selera
    26/09/2022 - 10:01
  • Menikmati Sorabi Legendaris Abah Rahman di Alun-Alun Kota Banjar
    Menikmati Sorabi Legendaris Abah Rahman di Alun-Alun Kota Banjar
    25/09/2022 - 15:42
  • Pecel Mbok Marem, Menu Sarapan Legendaris di Kabupaten Blitar 
    Pecel Mbok Marem, Menu Sarapan Legendaris di Kabupaten Blitar 
    25/09/2022 - 06:39
  • Resep Potato Cheese Bread Ala Korea yang Tengah Viral
    Resep Potato Cheese Bread Ala Korea yang Tengah Viral
    25/09/2022 - 05:01