Kesehatan

Petugas Kesehatan Perlu Memperkuat Surveilans Kasus Polio

Senin, 22 Agustus 2022 - 18:21 | 20.68k
Petugas Kesehatan Perlu Memperkuat Surveilans Kasus Polio
Ilustrasi pemberian obat pada anak untuk mencegah dan mengurangi terkena penyakit polio (FOTO: Humas UGM for TIMES Indonesia)
Pewarta: | Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Belum juga usai, dunia dilanda wabah pandemi Covid-19. Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) sudah mengumumkan kembali adanya wabah baru, yakni Clade Outbreak atau yang sebelumnya lebih dikenal dengan cacar monyet.

Wabah penyakit baru semacam ini akan terus bermunculan. Namun begitu, program pengurangangan penyakit seperti polio atau lumpuh layu harus terus dilakukan bersamaan dengan upaya penanggulangan pandemi Covid-19.

Hal itu mengemuka dalam webinar yang bertema Addressing Implementation Challenges During Pandemic Response: Learning from the Global Polio Eradication Initiative. Webinar kali ini merupakan inisiasi dari Pusat Kedokteran Tropis UGM bekerja sama dengan John Hopkins University dan Universitas Udayana serta didanai oleh Bill and Melinda Gates Foundation.

Ketua Umum Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Hariadi Wibisono, Dr dr Hariadi Wibisono, MPH mengatakan terdapat beberapa persamaan antara surveilans lumpuh layu dan Covid-19 sehubungan dengan penemuan kasus, pengambilan sampel, dan pemeriksaan sampel.

Menurutnya lumpuh layu sendiri merupakan kelumpuhan yang sifatnya lemas, terjadi secara mendadak, dan disebabkan oleh virus polio. Oleh karena itu, perlu ada penguatan kemampuan petugas kesehatan yang merupakan garda terdepan dalam proses deteksi menjadi kunci yang penting untuk mendukung keberhasilan surveilans polio serta Covid-19 selama pandemi.

“Sejalan dengan surveilans, program vaksinasi merupakan poin penting dalam pencegahan penyakit menular seperti polio dan Covid-19,” kata Hariadi kepada TIMES Indonesia, Senin (22/8/2022)

Perwakilan WHO Indonesia Dr. Stephen Chacko, MD MPH menuturkan tantangan yang umumnya dihadapi dalam program vaksinasi polio maupun Covid-19 selama pandemi adalah penutupan sementara pusat vaksinasi, prioritas yang berbeda antar tenaga kesehatan, terbatasnya sumber daya, adanya ketakutan akan terpapar Covid-19 ketika beraktivitas di luar rumah, serta beredarnya misinformasi.

Persoalan ini sebutnya dapat diminimalisir apabila adanya komitmen dari pemangku kebijakan serta pengembangan dan distribusi vaksinasi yang memadai di kala pandemi.

Sementara Peneliti dari John Hopkins University, Olakunle Alonge, MD PhD mengatakan program pengurangan penyakit polio harus dilakukan secara berkesinambungan antar subsistem kesehatan. Hal ini berguna untuk mempersiapkan dan merespon darurat kesehatan, serta upaya memperkuat ketahanan sistem kesehatan.

”Untuk mendukung program vaksinasi, dibutuhkan integrasi antara kampanye dengan mobilisasi sosial,” tutur John

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa vaksinasi kelompok rentan harus diprioritaskan dengan sistem jemput bola. Sedangkan untuk menjawab tantangan terkait surveilans, diperlukan adanya surveilans berbasis komunitas yang pada akhirnya dapat meningkatkan kemampuan komunitas dalam mendeteksi dini kasus polio dan Covid-19 serta menyukseskan surveilans global yang terintegrasi.

“Kerja sama antar berbagai pihak dan adanya pusat operasi darurat kesehatan untuk memudahkan koordinasi antar pihak terkait,” papar John tentang pentingnya program pengurangan penyakit polio. (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Berkabung Tragedi Stadion Kanjuruhan, Gubernur Khofifah Batalkan Pesta Rakyat HUT Jatim
    Berkabung Tragedi Stadion Kanjuruhan, Gubernur Khofifah Batalkan Pesta Rakyat HUT Jatim
    06/10/2022 - 23:44
  • Gelar Gathering, KPU Magetan Ajak Media Menulis Berita Positif
    Gelar Gathering, KPU Magetan Ajak Media Menulis Berita Positif
    06/10/2022 - 23:10
  • World Congress ke-28, Emil Dardak Resmi Jadi Presiden EAROPH 2022-2024
    World Congress ke-28, Emil Dardak Resmi Jadi Presiden EAROPH 2022-2024
    06/10/2022 - 22:42
  • Kapolri Sebut Ada 11 Tembakan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan
    Kapolri Sebut Ada 11 Tembakan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan
    06/10/2022 - 22:33
  • Tim Putri Garuda Baru Siap Harumkan Indonesia di Ajang SCWC Doha
    Tim Putri Garuda Baru Siap Harumkan Indonesia di Ajang SCWC Doha
    06/10/2022 - 22:25

TIMES TV

Jelajah Kopi Nusantara: Kopi Taji Dulu Kini dan Nanti

Jelajah Kopi Nusantara: Kopi Taji Dulu Kini dan Nanti

11/08/2022 - 17:08

Aremania Jemput Juara Piala Presiden 2022

Aremania Jemput Juara Piala Presiden 2022
Mengenang Sejarah Nabi di Jabal Uhud

Mengenang Sejarah Nabi di Jabal Uhud
Friendly Match PSIS vs Arema FC, Suporter Nyanyi ke Stadion Lagi

Friendly Match PSIS vs Arema FC, Suporter Nyanyi ke Stadion Lagi
Petugas Haji Gelar Gladi Posko, Siap Sambut JCH Indonesia

Petugas Haji Gelar Gladi Posko, Siap Sambut JCH Indonesia

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Sepak Bola dan Problem Kemanusiaan
    Sepak Bola dan Problem Kemanusiaan
    06/10/2022 - 15:12
  • Sosial Budaya Dalam Beragama
    Sosial Budaya Dalam Beragama
    06/10/2022 - 11:14
  • Menatap Masa Depan Sepakbola Indonesia
    Menatap Masa Depan Sepakbola Indonesia
    06/10/2022 - 10:00
  • Duka Petruk Sebelum Menjadi Raja
    Duka Petruk Sebelum Menjadi Raja
    05/10/2022 - 15:05
  • Stop Tragedi Kemanusiaan Atas Nama Sepak Bola
    Stop Tragedi Kemanusiaan Atas Nama Sepak Bola
    04/10/2022 - 14:26
  • Nasihat Seorang Ibu:
    Nasihat Seorang Ibu: "Jangan Nonton Sepak Bola Nak...."
    04/10/2022 - 13:33
  • Nyawa Lebih Berharga Dari Pada Sepak Bola
    Nyawa Lebih Berharga Dari Pada Sepak Bola
    04/10/2022 - 12:55
  • Tragedy Kanjuruhan Malang
    Tragedy Kanjuruhan Malang
    04/10/2022 - 11:14

KULINER

  • Apang Pella, Kue Khas Bugis Mulai Menjamur di Kota Tasikmalaya
    Apang Pella, Kue Khas Bugis Mulai Menjamur di Kota Tasikmalaya
    05/10/2022 - 00:20
  • Hangatkan Tubuh dengan Peuyeum Bandung, Yuk Rasakan Nikmatnya
    Hangatkan Tubuh dengan Peuyeum Bandung, Yuk Rasakan Nikmatnya
    30/09/2022 - 06:04
  • Menyicip Kuliner Nasi Ayam Kungpao dan Nasi Ayam Rempah ala Depot 2 Legenda
    Menyicip Kuliner Nasi Ayam Kungpao dan Nasi Ayam Rempah ala Depot 2 Legenda
    29/09/2022 - 04:38
  • 6 Jajanan Berbahan Aci yang Enak di Bandung
    6 Jajanan Berbahan Aci yang Enak di Bandung
    29/09/2022 - 02:21
  • Ulen Juara, Jajanan Tradisional Rasa Kekinian
    Ulen Juara, Jajanan Tradisional Rasa Kekinian
    26/09/2022 - 16:32