Peristiwa Nasional

Surya Darmadi dan Korupsi Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia

Senin, 15 Agustus 2022 - 06:47 | 83.04k
Surya Darmadi dan Korupsi Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Pemilik PT Darmex Group/ PT Duta Palma Surya Darmadi. Ia disinyalir melakukan korupsi yang telah merugikan negara Rp 78 triliun. (FOTO: KPK RI)
Pewarta: | Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Disinyalir rugikan keuangan negara hingga Rp78 triliun, kasus dugaan korupsi penyalahgunaan izin lokasi dan izin usaha perkebunan di Kawasan Indragiri Hulu yang menyeret pemilik PT Darmex Group/ PT Duta Palma Surya Darmadi menjadi kasus korupsi terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

Ia diduga melakukan tindak pidana tersebut bersama Bupati Indragiri Hulu periode 1999-2008 Raja Thamsir Rachman. Proses hukum terhadap kasus pun telah disampaikan oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin beberapa waktu lalu.

"Hasil ekspose yang dilaksanakan pada tanggal 18 Juli 2022 tim penyidik telah menemukan alat bukti yang cukup untuk tersangka yaitu saudara RTR (Bupati Indragiri Hulu periode 1999-2008) dan SD (pemilik Duta Palma Group)," katanya dikutip TIMES Indonesia.

Kedua tersangka hingga kini tak dilakukan penahanan. Thamsir saat ini sedang menjalani masa pidana di Lapas Pekanbaru terkait kasus korupsi APBD Kabupaten Indragiri Hulu sebesar Rp114 miliar lebih. Sedangkan Surya masih berstatus buron.

Kasus dugaan korupsi terkait penyerobotan lahan seluas 37.095 hektare ini menjadi kasus kedua yang menyeret Surya. Sebelumnya, ia berhadapan dengan hukum ketika KPK RI memproses kasus dugaan suap terkait pengajuan revisi alih fungsi hutan di Riau tahun 2014.

Kasus ini merupakan pengembangan dari perkara yang menjerat eks Gubernur Riau Annas Maamun dan kawan-kawan. Kata lembaga antirasua, ia diduga menyuap Annas Maamun dengan uang Rp3 miliar untuk mengubah lokasi perkebunan milik PT Duta Palma menjadi bukan kawasan hutan. Sejak tahun 2014, ia belum diproses hukum lantaran berhasil melarikan diri ke luar negeri.

Akan Penuhi Panggilan

Baru-baru ini, Surya Darmadi dikabarkan akan memenuhi panggilan pemeriksaan dari Kejaksaan Agung atau Kejagung RI. Kuasa Hukumnya yakni Juniver Girsang mengaku, kliennya akan tiba di Indonesia hari Senin ini guna menjalani pemeriksaan.

Ia mengklaim, datangnya Surya ke tanah air juga membuktikan bahwa kliennya tidak kabur atau melarikan diri. "Setelah berdiskusi dengan keluarga, saudara Surya dengan itikad baik memutuskan datang ke Indonesia pada hari Senin, 15 Agustus 2022, sedianya akan tiba di Jakarta," katanya dalam keterangan resminya.

Menurutnya, kehadiran Surya Darmadi secara fisik adalah hal yang sangat penting dan utama dari klarifikasi dan perkara ini. Ia juga meminta Surya mempersiapkan data-data atau dokumen yang berisikan fakta hukum agar bisa membela diri.

"Guna meluruskan opini yang tidak proporsional dan tidak berbasis fakta yang selama ini berkembang di publik, klien kami meneguhkan langkah untuk mengikuti semua proses hukum di KPK dan Kejaksaan Agung RI," ujarnya.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Imigrasi melalui Direktorat Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian juga sudah memberlakukan pencegahan ke luar negeri terhadap tersangka kasus korupsi penguasaan lahan sawit, Surya Darmadi pada Kamis (11/08/2022) kemarin.

Pencegahan dicanangkan setelah Ditwasdakim menerima permohonan terkait hal tersebut dari Kejagung RI.

“Hari ini kami menerima permohonan pencegahan dari Kejagung RI terhadap WNI bernama Surya Darmadi. Adapun masa pencegahan berlaku selama enam bulan hingga tanggal 11 Februari 2023,” kata Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, I Nyoman Gede Surya Mataram dalam keterangan resminya.

Kalahkan Eddy Tansil

Kerugian negara yang dilakukan Surya Darmadi melebihi kasus korupsi yang dilakukan oleh Eddy Tansil. Dimana, ia telah terbukti merugikan negara sebesar Rp 1,3 triliun.

Era 1990-an ia cukup dikenal publik. Saat itu ia membangun PT Golden Key Group (GKG), perusahaan yang bergerak di bidang petrokimia. Perusahaan itu pun mengajukan kredit ke Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) dan disetujui.

"Atas rekomendasi Laksamana Sudomo dan pengaruh Tommy Soeharto yang menjadi mitranya, Eddy Tansil berhasil memperoleh kredit ratusan juta dolar Amerika dari Bapindo," tulis Benny Setiono dalam Tionghoa Dalam Pusaran Politik (2008:1063).

Rupanya terjadi mark up dari proyek-proyek yang sebagian fiktif. Kreditnya kemudian macet. Setelah Februari 1994, Ahmad Arnold Baramuli, anggota Komisi VII DPR-RI, mempertanyakan soal pinjaman Eddy Tansil yang macet itu.

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat akhirnya menjatuhkan vonis bersalah dan menghukum kepada Eddy Tansil dengan hukuman 20 tahun penjara, denda Rp 30 juta serta membayar uang pengganti Rp 500 miliar. Ia juga dihukum membayar kerugian negara sebesar Rp 1,3 triliun.

Setelah ditahan satu setengah tahun di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang, pada Sabtu petang 4 Mei 1996, Eddy Tansil kabur. Ia dengan keluarganya melarikan diri ke luar negeri. Kerugian negara yang disebabkannya tak pernah diganti.

Namun korupsinya yang dilakukan oleh Eddy Tansil tersebut kini dikalahkan oleh Surya Darmadi, yang disinyalir telah rugikan keuangan negara hingga Rp78 triliun. (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Easy Homemade Recipe for The Popular Korean Potato Cheese Bread
    Easy Homemade Recipe for The Popular Korean Potato Cheese Bread
    27/09/2022 - 03:08
  • Seulgi Red Velvet Siap Debut Solo dengan ‘28 Reasons’
    Seulgi Red Velvet Siap Debut Solo dengan ‘28 Reasons’
    27/09/2022 - 01:31
  • Kaum Julid, Yuk Intip Kekayaan Pimpinan Monarki Inggris Raja Charles III dan Camilla
    Kaum Julid, Yuk Intip Kekayaan Pimpinan Monarki Inggris Raja Charles III dan Camilla
    27/09/2022 - 00:24
  • Wapres KH Ma'ruf Dengarkan Asprirasi Masyarakat Indonesia di Jepang
    Wapres KH Ma'ruf Dengarkan Asprirasi Masyarakat Indonesia di Jepang
    26/09/2022 - 23:06
  • Sengketa Tanah, Ahli Waris Parto Wirono yang Gugat BUMD Pemda DIY Ajukan Banding
    Sengketa Tanah, Ahli Waris Parto Wirono yang Gugat BUMD Pemda DIY Ajukan Banding
    26/09/2022 - 22:41

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Korupsi Pendidikan Indonesia
    Korupsi Pendidikan Indonesia
    26/09/2022 - 13:16
  • Penegakan Hukum; Problem Struktur Hukum dan Etika Profesi
    Penegakan Hukum; Problem Struktur Hukum dan Etika Profesi
    25/09/2022 - 11:17
  • Demam Sound Horeg dan Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan
    Demam Sound Horeg dan Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan
    25/09/2022 - 09:13
  • Nasib Petani Tanaman Pangan Kita
    Nasib Petani Tanaman Pangan Kita
    25/09/2022 - 01:29
  • Misi Kesejahteraan Guru dalam RUU SISDIKNAS
    Misi Kesejahteraan Guru dalam RUU SISDIKNAS
    24/09/2022 - 15:32
  • Pesantren, Hutan dan Sumber Mata Air Adalah Identitas Kabupaten Jombang
    Pesantren, Hutan dan Sumber Mata Air Adalah Identitas Kabupaten Jombang
    24/09/2022 - 13:37
  • Membongkar Tipu Muslihat Berbasis Wacana Feodalisme-Relasi Kuasa-Struktur Metafisis
    Membongkar Tipu Muslihat Berbasis Wacana Feodalisme-Relasi Kuasa-Struktur Metafisis
    24/09/2022 - 12:34
  • Membersihkan Penumpang Gelap Kemerdekaan Pers
    Membersihkan Penumpang Gelap Kemerdekaan Pers
    23/09/2022 - 21:06

KULINER

  • Ulen Juara, Jajanan Tradisional Rasa Kekinian
    Ulen Juara, Jajanan Tradisional Rasa Kekinian
    26/09/2022 - 16:32
  • BBQ Seafood Luminor Hotel Jember, Menu Hasil Laut yang Menggugah Selera
    BBQ Seafood Luminor Hotel Jember, Menu Hasil Laut yang Menggugah Selera
    26/09/2022 - 10:01
  • Menikmati Sorabi Legendaris Abah Rahman di Alun-Alun Kota Banjar
    Menikmati Sorabi Legendaris Abah Rahman di Alun-Alun Kota Banjar
    25/09/2022 - 15:42
  • Pecel Mbok Marem, Menu Sarapan Legendaris di Kabupaten Blitar 
    Pecel Mbok Marem, Menu Sarapan Legendaris di Kabupaten Blitar 
    25/09/2022 - 06:39
  • Resep Potato Cheese Bread Ala Korea yang Tengah Viral
    Resep Potato Cheese Bread Ala Korea yang Tengah Viral
    25/09/2022 - 05:01