Kopi TIMES

Diskresi SKB 4 Menteri di Tengah Pandemi

Kamis, 11 Agustus 2022 - 15:58 | 44.63k
Diskresi SKB 4 Menteri di Tengah Pandemi
Eka Khristiyanta Purnama, Koordinator Substansi Produksi dan PTP Ahli Madya Pusdatin Kemendikbud.
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Mencermati situasi pandemi Corona Virus Disease-19 (Covid-19) beberapa daerah akhir-akhir ini, pihak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tanggap dan mengambil langkah antisipatif. Langkah sigap Kemendikbudristek dengan menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 7 Tahun 2022 mengenai Diskresi Pelaksanaan Keputusan Bersama 4 (empat) Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

Penulis mencermati bahwa lahirnya SE tentang diskresi SKB 4 Menteri tersebut memang memperhatikan situasi pandemi di beberapa daerah yang meningkat. Di samping itu, pihak Kemendikbudristek ternyata juga mempertimbangkan situasi pandemi berdasarkan hasil pembahasan bersama antara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarvest), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kemendikbudristek. Hasil pijakan tersebut yang menjadi dasar diperlukannya dikresi SKB 4 Menteri yang mengatur Pembelajaran Tatap Muka (PTM) seratus persen di masa pandemi.

Keselamatan Pendidikan

Di tengah anomali terhadap kegiatan belajar mengajar di era pandemi ini, Kemendikbudristek tentu tidak ingin gegabah. Kemendikbudristek bahkan berharap adanya masukan dan berkeinginan supaya pembelajaran pada satuan pendidikan berjalan dengan baik, tetapi tetap harus meminimalkan resiko penularan pandemi di dalam satuan pendidikan. Boleh memutuskan penghentian sementara proses kegiatan belajar tatap muka pada satuan pendidikan apabila ada rombongan belajar yang terdapat kasus konfirmasi Covid-19. Penghentian kegiatan pembelajaran boleh dilakukan apabila ada klaster penularan Covid-19 di satuan pendidikan.

Selain itu, apabila ada satu hasil surveilans epidemiologis yang menunjukkan angka positivity rate warga satuan pendidikan yang terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 5% (lima persen) atau lebih. Penghentian kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan juga bagi peserta didik yang terkonfirmasi Covid-19 apabila bukan merupakan klaster penularan Covid-19 di satuan pendidikan atau dari hasil surveilans epidemiologis menunjukkan angka positivity rate warga satuan pendidikan terkonfirmasi Covid-19 di bawah 5% (lima persen). 

Bahkan, penghentian kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan juga bagi peserta didik yang mengalami gejala Covid-19 (suspek). Adapun jangka waktu penghentian pembelajaran tatap muka paling sedikit 7 (tujuh) hari atau paling sedikit 5 (lima) hari. Solusinya adalah dilakukan proses pembelajaran pada rombongan belajar dan peserta didik melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kebijakan penghentian kegiatan pembelajaran demi menjaga keselamatan warga sekolah dari pandemi yang belum usai saat ini. 

Lebih Peduli

Keberadaan pemerintah daerah sebagai kepanjangan tangan pemerintah pusat mesti harus lebih waspada. Kebijakan pendidikan di tengah pandemi membutuhkan kerja keras dan cerdas dalam menangani persoalan yang muncul tiba-tiba. Pemerintah daerah kadang harus melakukan penelusuran kontak erat dan tes Covid-19 di satuan pendidikan yang tiba-tiba ditemukan kasus konfirmasi atau terjadi suspek. Sehingga untuk penetapan klaster penularan pada satuan pendidikan atau hasil surveilans epidemioiogis dapat berdasarkan informasi dari satuan tugas penanganan Covid-19 setempat atau dinas kesehatan setempat. 

Untuk itu, pihak pemerintah daerah harus melakukan pengawasan dan memberi pembinaan terhadap penyelenggaraan pembelajaran tatap muka, terutama dalam hal memastikan penerapan protokol kesehatan secara ketat oleh satuan Pendidikan. Selanjutnya, pelaksanaan penemuan kasus aktif (active case finding) dalam satuan pendidikan, baik melalui pelacakan kontak dari penemuan kasus aktif, survei berkala maupun notifikasi Peduli Lindungi. Kerja keras pemerintah daerah ini menjadikan tolok ukur stabilitas kegiatan belajar mengajar dalam dunia pendidikan. 

Di samping itu, diskresi SKB 4 Menteri mengatur tentang pelaksanaan survey perilaku kepatuhan terhadap protokol kesehatan dalam dunia pendidikan. Lalu, percepatan vaksinasi Covid-l9 lanjutan (booster) bagi pendidik dan tenaga kependidikan menjadi agenda yang harus mendapatkan dukungan berbagai pihak. Begitu pula dengan percepatan vaksinasi bagi semua peserta didik yang telah memenuhi syarat sebagai penerima vaksin Covid-19. 

Perihal keluarnya SE Nomor 7 Tahun 2022 mengenai Diskresi SKB 4 Menteri sesungguhnya mengatur mengenai penghentian pembelajaran tatap muka yang berbeda dengan sebelumnya. Bedanya, apabila ada yang terpapar Covid-19, maka yang dihentikan sementara aktifitas PTM hanya di rombongan belajar, bukan aktifitas PTM di satuan pendidikan.

Keberadaan SE Nomor 7 Tahun 2022 sebagai perhatian lebih daripada Kemendikbudristek terhadap dunia Pendidikan seiring dengan perkembangan dan dinamika pandemi yang masih anomali hingga saat ini. 

***

*) Oleh : Eka Khristiyanta Purnama, Koordinator Substansi Produksi dan PTP Ahli Madya Pusdatin Kemendikbud.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Tidak Membersihkan Make Up saat Tidur? Waspadai Risikonya
    Tidak Membersihkan Make Up saat Tidur? Waspadai Risikonya
    03/10/2022 - 01:21
  • Tidur Nyenyak dan Nyaman dengan Langkah Sederhana Ini
    Tidur Nyenyak dan Nyaman dengan Langkah Sederhana Ini
    03/10/2022 - 00:32
  • Komentar Tidak Sopan Terhadap Tragedi Stadion Kanjuruhan, Polres Bantul Pastikan Akun Twitter Polsek Srandakan Diretas
    Komentar Tidak Sopan Terhadap Tragedi Stadion Kanjuruhan, Polres Bantul Pastikan Akun Twitter Polsek Srandakan Diretas
    02/10/2022 - 23:48
  • Tragedi Stadion Kanjuruhan, Ketum Persedikab Sampaikan Duka untuk Korban
    Tragedi Stadion Kanjuruhan, Ketum Persedikab Sampaikan Duka untuk Korban
    02/10/2022 - 23:25
  • Hari Batik Nasional, Remaja Kota Kediri Antusias Belajar Canting dan Mewarnai Batik
    Hari Batik Nasional, Remaja Kota Kediri Antusias Belajar Canting dan Mewarnai Batik
    02/10/2022 - 23:11

TIMES TV

Jelajah Kopi Nusantara: Kopi Taji Dulu Kini dan Nanti

Jelajah Kopi Nusantara: Kopi Taji Dulu Kini dan Nanti

11/08/2022 - 17:08

Aremania Jemput Juara Piala Presiden 2022

Aremania Jemput Juara Piala Presiden 2022
Mengenang Sejarah Nabi di Jabal Uhud

Mengenang Sejarah Nabi di Jabal Uhud
Friendly Match PSIS vs Arema FC, Suporter Nyanyi ke Stadion Lagi

Friendly Match PSIS vs Arema FC, Suporter Nyanyi ke Stadion Lagi
Petugas Haji Gelar Gladi Posko, Siap Sambut JCH Indonesia

Petugas Haji Gelar Gladi Posko, Siap Sambut JCH Indonesia

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Diseminasi Nilai Kearifan Lokal Sebagai Upaya Mitigasi Risiko Bencana
    Diseminasi Nilai Kearifan Lokal Sebagai Upaya Mitigasi Risiko Bencana
    01/10/2022 - 16:19
  • Perkuat SRA, Menekan Banyaknya Tingkat Kekerasan pada Anak
    Perkuat SRA, Menekan Banyaknya Tingkat Kekerasan pada Anak
    01/10/2022 - 15:14
  • Urgensi Strategi Komunikasi Pemasaran bagi Petani Milenial
    Urgensi Strategi Komunikasi Pemasaran bagi Petani Milenial
    01/10/2022 - 14:00
  • Pancasila Sakti
    Pancasila Sakti
    01/10/2022 - 06:01
  • Praktik Diktator Konstitusional dan Bayang-bayang Komunisme
    Praktik Diktator Konstitusional dan Bayang-bayang Komunisme
    30/09/2022 - 09:01
  • Dampak Limbah Peternakan
    Dampak Limbah Peternakan
    29/09/2022 - 20:43
  • Gerakan Moral Petruk Jadi Raja
    Gerakan Moral Petruk Jadi Raja
    29/09/2022 - 12:12
  • Konsep Manajemen Dalam Islam
    Konsep Manajemen Dalam Islam
    29/09/2022 - 11:10

KULINER

  • Hangatkan Tubuh dengan Peuyeum Bandung, Yuk Rasakan Nikmatnya
    Hangatkan Tubuh dengan Peuyeum Bandung, Yuk Rasakan Nikmatnya
    30/09/2022 - 06:04
  • Menyicip Kuliner Nasi Ayam Kungpao dan Nasi Ayam Rempah ala Depot 2 Legenda
    Menyicip Kuliner Nasi Ayam Kungpao dan Nasi Ayam Rempah ala Depot 2 Legenda
    29/09/2022 - 04:38
  • 6 Jajanan Berbahan Aci yang Enak di Bandung
    6 Jajanan Berbahan Aci yang Enak di Bandung
    29/09/2022 - 02:21
  • Ulen Juara, Jajanan Tradisional Rasa Kekinian
    Ulen Juara, Jajanan Tradisional Rasa Kekinian
    26/09/2022 - 16:32
  • BBQ Seafood Luminor Hotel Jember, Menu Hasil Laut yang Menggugah Selera
    BBQ Seafood Luminor Hotel Jember, Menu Hasil Laut yang Menggugah Selera
    26/09/2022 - 10:01