Peristiwa Nasional

Perubahan Nama Rumah Sakit ke Rumah Sehat yang Dilakukan Anies Baswedan Tuai Pro Kontra

Jumat, 05 Agustus 2022 - 07:11 | 22.41k
Perubahan Nama Rumah Sakit ke Rumah Sehat yang Dilakukan Anies Baswedan Tuai Pro Kontra
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meresmikan penjenamaan itu di RSUD Cengkareng, Rabu (3/8/2022). (FOTO: Pemprov DKI Jakarta)
Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Gubernur Anies Baswedan mengganti nama Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD di lima wilayah Jakarta menjadi Rumah Sehat. Penjenamaan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mengubah pola pikir warga tentang rumah sakit.

Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan RI itu menjelaskan, dengan penggantian itu, rumah sakit diharapkan tak hanya didatangi saat dalam keadaan sakit saja melainkan ketika dalam kondisi sehat.

"Selama ini RS kita berorientasi pada kuratif dan rehabilitatif sehingga datang karena sakit, untuk sembuh itu harus sakit dulu," kata Anies saat meresmikan penjenamaan itu di RSUD Cengkareng, Rabu (3/8/2022) kemarin.

Namun apa yang dilakukan oleh orang nomor satu di Ibu Kota tersebut menuai pro-kontra. Salah satunya yang tak setuju atas perubahan tersebut adalah pihak PBNU.

Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) PBNU HM. Zulfikar As'ad menilai, perubahan tersebut adalah tidak tepat. "Iya tidak sepakat. Apalagi istilah rumah sehat saat ini sudah digunakan dan identik dengan pijat alternatif," katanya kepada TIMES Indonesia Jumat (5/8/2022).

Kata dia, banyak yang lebih urgensi dari sekedar mengubah nama atau istilah tersebut, yakni merubah mindset paradigma hidup sehat untuk masyarakat. "Sangat tidak sepakat. Sebetulnya yang lebih penting adalah merubah mindset paradigma hidup sehat untuk masyarakat," ujarnya.

Jadi Sugesti

Berbeda dengan Sosiolog Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Syaifuddin. Ia menilai, apa yang dilakukan Anies Baswedan adalah tepat. Ia mengatakan, pergantian nama dari Rumah Sakit ke Rumah Sehat perlu apresiasi.

Kata dia, ini merupakan upaya desosialisasi atas pemaknaan Rumah Sakit yang selama ini sudah melekat di masyarakat, yang kemudian terinternalisasi konsep sakit saat masyarakat mengakses layanan kesehatan di Rumah Sakit. "Kemudian ini secara tidak langsung menjadi sugesti bagi masyarakat," katanya dalam keterangan resminya.

Dengan penjenamaan baru ini lanjut dia, diharapkan terjadi resosialisasi konsep sehat yang utuh pada proses interpretasi dan internalisasi di masyarakat. Dan menjadi sugesti yang baik bagi masyarakat untuk sehat.

"Apalagi dengan penjenamaan baru ini peran dan fungsi dari lembaga kesehatan diperkuat tidak hanya aspek kuratif dan rehabilitatif saja, tetapi juga diperkuat aspek promotif dan preventif," ujarnya.

Jangan Hanya Seremonial

Sementara itu, Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo meminta Anies Baswedan memiliki prioritas yang benar bidang kesehatan. Menurutnya, ada kelurahan di Ibu Kota yang belum memiliki Puskesmas.

"Memang tidak ada salahnya mengubah nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi Rumah Sehat Untuk Jakarta dengan segala alasannya. Namun, ada urgensi yang lebih besar di bidang kesehatan salah satunya keberadaan puskesmas di DKI Jakarta," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Ia menyampaikan, ada 15 kelurahan di DKI Jakarta yang belum memiliki puskesmas tingkat kelurahan, sementara 15 kelurahan lainnya tidak memiliki lahan tetap untuk puskesmas, sehingga masih mengontrak.

Ia mengkritik, dalam masa jabatan Gubernur Anies Baswedan sejak 2017 lalu, pembangunan puskesmas di kelurahan-kelurahan ini tidak dikejar. Padahal puskesmas penting sebagai akses layanan utama masyarakat di wilayah.

Selain itu, puskesmas berperan penting dalam upaya promotif preventif. “Menurut saya jangan fokus ke hal-hal seremonial dulu sebelum yang esensial selesai,” katanya.

Dinilai Kebijakan Ngawur

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengkritik. Ia bahkan meminta mantan Rektor Universitas Paramadina itu tak membuat kebijakan ngawur.

"Yang terasa langsung gitu kesuksesannya di tengah masyarakat, bukan cuma ganti-ganti nama, kemarin nama jalan sekarang rumah sakit. Setop deh bikin kebijakan ngawur," ujar Prasetyo, dalam keterangannya.

Menurut politikus PDI Perjuangan itu, penamaan rumah sakit lebih banyak diketahui masyarakat, termasuk sudah tertera dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

"Jadi memang aturannya di Pasal 1 jelas namanya rumah sakit. Dari dulu kalau kita sakit ke mana sih larinya, ya ke rumah sakit. Memang namanya rumah sakit ya untuk mengobati penyakit. Logikanya kan begitu. Kalau sudah sehat ya kerja, beraktivitas kembali," ujarnya.

Kemenkes RI Buka Suara

Kementerian Kesehatan atau Kemenkes RI buka suara soal atas pro kontra tersebut. Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI dr Siti Khalimah mengaku, perubahan nama tersebut tak bakal mengganggu pelayanan.

Pasalnya, sesuai arahan Kemenkes RI, nama RSUD tetap tidak boleh dihilangkan. Hal itu mengacu pada UU No 44 tahun 2019, hingga Permenkes No 14 tahun 2021, terkait penamaan RS harus memiliki kekhususan.

"Jadi memang pada saat itu Kepala Dinas Kesehatan DKI sudah konsultasi dengan Kemenkes RI tentang penamaan RSUD daerah tersebut, tujuannya katanya untuk branding RS dan supaya ada semangat bahwa orang harus sehat," katanya dikutip TIMES Indonesia dari detikcom.

Pihaknya tak mempersoalkan penambahan branding Rumah Sehat selama tidak menghilangkan nama Rumah Sakit. Nama RS disebutnya tidak boleh dihilangkan lantaran khawatir memicu kebingungan di masyarakat.

Seperti diketahui, selama ini rumah sakit difokuskan sebagai fasilitas kesehatan yang menangani terapi kuratif, alih-alih promotif dan preventif.

"Kami komunikasi lagi dengan Dinkes bahwa nama rumah sakit itu harus tertulis, tidak masalah asalkan identitas itu harus ada. Rumah Sakit untuk Jakarta itu sebenarnya hanya seperti slogan atau moto saja. Sesuai arahan kita (Kemenkes RI) kita lihat kan RSUD Cengkareng tetap ada, hanya ada penambahan Rumah Sehat," ujarnya. (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Flu Burung Merebak di AS Sebabkan Harga Produk Dari Unggas Naik
    Flu Burung Merebak di AS Sebabkan Harga Produk Dari Unggas Naik
    14/08/2022 - 12:32
  • Film 6/45 Kocaknya Go Kyung Pyo dan Lee Yi Kyung Berebut Lotere di Perbatasan Korsel-Korut 
    Film 6/45 Kocaknya Go Kyung Pyo dan Lee Yi Kyung Berebut Lotere di Perbatasan Korsel-Korut 
    14/08/2022 - 12:08
  • Berkah HUT ke-77 RI, Jasa Sewa Kostum Karnaval di Jombang Kebanjiran Rezeki
    Berkah HUT ke-77 RI, Jasa Sewa Kostum Karnaval di Jombang Kebanjiran Rezeki
    14/08/2022 - 10:01
  • HNW Selenggarakan Syukuran HUT RI dan Sosialisasi Empat Pilar Bersama Warga Jakarta
    HNW Selenggarakan Syukuran HUT RI dan Sosialisasi Empat Pilar Bersama Warga Jakarta
    14/08/2022 - 08:46
  • Resep Tumpeng Merah Putih, Sajian Lezat Saat Tujuh Belasan
    Resep Tumpeng Merah Putih, Sajian Lezat Saat Tujuh Belasan
    14/08/2022 - 07:12

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Pers Perjuangan di Era Klik
    Pers Perjuangan di Era Klik
    13/08/2022 - 19:12
  • Idealitas Ruang Publik dalam Citayam Fashion Week
    Idealitas Ruang Publik dalam Citayam Fashion Week
    11/08/2022 - 16:16
  • Diskresi SKB 4 Menteri di Tengah Pandemi
    Diskresi SKB 4 Menteri di Tengah Pandemi
    11/08/2022 - 15:58
  • Bergerak dengan Hati hingga Menjadi Dambaan Hati
    Bergerak dengan Hati hingga Menjadi Dambaan Hati
    11/08/2022 - 13:29
  • Pekan ASI: Ayo Kerja Sama Mengasihi!
    Pekan ASI: Ayo Kerja Sama Mengasihi!
    10/08/2022 - 16:40
  • Pendampingan UKM dan Kolaborasi Kegiatan Inisiasi Eduwisata Bersama Kampus UMM
    Pendampingan UKM dan Kolaborasi Kegiatan Inisiasi Eduwisata Bersama Kampus UMM
    10/08/2022 - 15:09
  • Kali ini Bagong yang Resah
    Kali ini Bagong yang Resah
    10/08/2022 - 09:13
  • Jangan Gampang Mengkafirkan
    Jangan Gampang Mengkafirkan
    10/08/2022 - 00:51

KULINER

  • Resep Tumpeng Merah Putih, Sajian Lezat Saat Tujuh Belasan
    Resep Tumpeng Merah Putih, Sajian Lezat Saat Tujuh Belasan
    14/08/2022 - 07:12
  • Bancakan Sak Tempeh di Java Lotus Hotel, Sajian Ragam Kudapan Pandhalungan
    Bancakan Sak Tempeh di Java Lotus Hotel, Sajian Ragam Kudapan Pandhalungan
    13/08/2022 - 16:56
  • Berlumur 15 Bumbu Rahasia, Rasakan Kelezatan Mih Kocok Mang Dadeng di Kota Bandung
    Berlumur 15 Bumbu Rahasia, Rasakan Kelezatan Mih Kocok Mang Dadeng di Kota Bandung
    13/08/2022 - 12:56
  • Resep Ayam Popcorn Renyah, Cocok Buat Bekal Anak
    Resep Ayam Popcorn Renyah, Cocok Buat Bekal Anak
    12/08/2022 - 04:00
  • Kembange Kopi, Inovasi Banyuwangi Kembangkan Ekonomi Kopi Rakyat
    Kembange Kopi, Inovasi Banyuwangi Kembangkan Ekonomi Kopi Rakyat
    11/08/2022 - 16:21