Ekonomi

Daya Beli Masyarakat Kunci Utama Indonesia Hadapi Stagflasi

Rabu, 03 Agustus 2022 - 15:00 | 13.81k
Daya Beli Masyarakat Kunci Utama Indonesia Hadapi Stagflasi
Kepala PKAPBN Kemenkeu Wahyu Utomo. (FOTO: tangkap layar)
Pewarta: | Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kementerian Koordinator bidang Perekonomian menilai daya beli masyarakat merupakan kunci untuk menjaga perekonomian Indonesia dari dampak risiko stagflasi dan ketidakpastian global.

Oleh sebab itu, pemerintah berkomitmen untuk mempertahan daya beli masyarakat agar tetap tumbuh dan tinggi.

Sebagaimana diketahui, dunia tengah dihantui perlambatan ekonomi dan tingginya inflasi akibat berlanjutnya gangguan rantai pasokan sejalan dengan ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina yang terus berlangsung serta meluasnya kebijakan proteksionisme, terutama pangan. kondisi tersebut juga turut mengerek harga komoditas dan energi.

Deputi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Iskandar Simorangkir mengatakan, untuk mempertahankan daya beli, pihaknya berkomitmen untuk menjaga dan mengendalikan inflasi.

"Pemerintah punya tim pengendalian di daerah-daerah, jadi kita tidak bisa menyelesaikan hanya dengan suku bunga karena inflasi banyak disebabkan juga gangguan di sisi supply. Oleh karena itu, pemerintah mendorong Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melaksanakan pengendalian harga dengan cara memperkuat koordinasi kebijakan antarkementerian/lembaga, antardaerah, kerja sama antardaerah dalam rangka menjaga ketersediaan pasokan," ujarnya Rabu (3/8/2022).

Selain itu, lanjutnya pemerintah mendorong perluasan lahan dalam rangka meningkatkan produksi pangan seperti food estate, dan juga penggunaan teknologi berbasis IT untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian, mendorong distribusi pasokan komoditas, dan kerja sama antar daerah yang kelebihan pasokan dan kekurangan pasokan.

"Ini cara-cara untuk mengatasi supply shock sehingga tidak terjadi kenaikan harga, sehingga bank sentral tidak perlu merespons dengan kenaikan suku bunga acuan," ucapnya.

Lebih lanjut, pemerintah juga mengalokasikan sebagian besar anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yakni sebesar Rp154,76 triliun untuk perlindungan masyarakat guna menghadapi tingginya tekanan terhadap daya beli masyarakat.

Senada, Kepala PKAPBN Kemenkeu Wahyu Utomo menuturkan, peningkatan risiko global berdampak pada penurunan daya beli (konsumsi masyarakat), meningkatkan cost of fund dan berpotensi menghambat tren pemulihan, sehingga APBN didorong sebagai shock absorber untuk menjaga agar momentum pemulihan ekonomi semakin menguat dan melindungi daya beli masyarakat, sehingga kondisi fiskal perlu dijaga tetap sehat dan berkelanjutan.

"Kebijakan fiskal 2023 tetap ekspansif yang terukur dengan defisit berkisar 2,61 sd 2,85% PDB yang diarahkan untuk peningkatan produktivitas untuk transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Dia membeberkan, strategi yang ditempuh difokuskan untuk penguatan kualitas SDM, akselarasi pembangunan infrastruktur, pemantapan reformasi birokrasi dan simplifikasi regulasi, revitalisasi industri, pembangunan ekonomi hijau.

"Yang disertai reformasi fiskal yang holistik untuk optimalisasi pendapatan, penguatan spending better dan inovasi pembiayaan. Dan dibutuhkan komitmen seluruh K/L untuk menjaga efektivitas reformasi fiskal, sehingga konsolidasi fiskal pada tahun 2023 dapat berjalan smooth," paparnya.

Sementara itu, Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengungkapkan pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut meski ketidakpastian global semakin meningkat.

Menurutnya, berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah berhasil membuat masyarakat lebih confidence dalam melakukan belanjanya.

Hal ini terlihat dari indeks belanja di Bali dan Nusra yang terus meningkat. Selain itu, alokasi belanja masyarakat di Juli 2022 untuk non food and beverage berkontribusi 10,4%, lebih tinggi dibandingkan periode Juli 2021 yang hanya berkontribusi 4,7%.

Pertumbuhan kredit juga per Mei 2022 sudah 9,03%, dengan kondisi ini kemungkinan pertumbuhan kredit diatas prediksi kami yang 7,5% tahun ini. Tentu saja recovery ini perlu dijaga," katanya.

Di sisi lain, Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, Arief Witjaksono Juwono Putro menjelaskan, dalam kondisi cenderung stagflasi seperti saat ini, BPJS Kesehatan terus berupaya untuk memberikan relaksasi/kemudahan membayar iuran melalui berbagai inovasi program, antara lain Program Rehab (Rencana Pembayaran Tunggakan Iuran Secara Bertahap) dan Program Autodebet.

"BPJS Kesehatan terus berupaya untuk mendorong tercapainya cakupan kepesertaan (universal health coverage) bagi seluruh penduduk Indonesia,"  katanya.

Adapun hingga Juni 2022, jumlah peserta BPJS Kesehatan telah mencapai 241,7 juta jiwa atau 88,72 dari total penduduk Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Special Advisor, Coordinating Ministry for Economic Affairs and head of IFG Progress, IFG, Reza Siregar mengatakan, dalam kondisi saat ini, sektor asuransi dalam mitigasi resiko menjadi semakin penting untuk memastikan sektor keuangan yang sehat dan stabil dalam mendukung pemulihan ekonomi.

Kendati begitu, lanjutnya risiko sektor asuransi muncul dari potensi kenaikan klaim yang tajam seiring dengan turunnya premi (underwriting) dan investasi yang buruk. Oleh sebab itu, konsolidasi berdasarkan lini usaha dan permodalan menjadi penting bagi sektor asuransi

"Kinerja Asuransi terbukti sangat dipengaruhi oleh besarnya kapital/modal dan kekuatan melakukan mitigasi resiko sangat tergantung modal perusahaan," sebutnya.

Chief Economist and Head of Economic Research Division PT SMF Martin Siyaranamual, menyebutkan bahwa terdapat dua kegiatan bisnis utama PT SMF, yaitu pembiayaan dan sekuritisasi. Selama periode 2009-2021, total pembiayaan yang telah disalurkan mencapai Rp63,3 triliun dan total nilai sekuritisasi mencapai Rp13,3 triliun.

"Dari sisi pembiayaan, total kontribusi PT SMF untuk periode 2009-2012 terhadap pembentukan PDB mencapai sebesar Rp114,4 triliun. Nilai ini dapat diartikan bahwa setiap kali PT SMF menyalurkan pembiayaan sebesar Rp1 Miliar akan berkontribusi terhadap peningkatan PDB sebesar Rp1,81 Miliar," ungkapnya.

Selain kontribusi terhadap PDB, kegiatan pembiayaan juga mendorong penyerapan tenaga kerja. Selama periode 2009-2021, total pembiayaan yang telah disalurkan PT SMF mampu mendorong penyerapan tenga kerja sebesar 686.629 individu.

Sedangkan dari sisi sekuritisasi, total kontribusi PT SMF untuk periode 2009-2012 terhadap pembentukan PDB Indonesia mencapai sebesar Rp20,9 triliun. Nilai ini dapat diartikan bahwa setiap kali PT SMF menyalurkan pembiayaan sebesar Rp1 Miliar akan berkontribusi terhadap peningkatan PDB sebesar Rp1,57 Miliar. "Selain itu, kegiatan sekuritisasi PT SMF juga mendorong penyerapan tenaga kerja hingga sebesar 144.282 individu," ujarnya. (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Rizal Dani

EKORAN

TERBARU

  • Kenakan Batik Lokal, Puluhan Pegawai Pemkab Probolinggo Lihai di Atas Catwalk
    Kenakan Batik Lokal, Puluhan Pegawai Pemkab Probolinggo Lihai di Atas Catwalk
    13/08/2022 - 23:06
  • Semarakan Kemerdekaan Indonesia ke-77, Kemensetneg Gelar Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan
    Semarakan Kemerdekaan Indonesia ke-77, Kemensetneg Gelar Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan
    13/08/2022 - 23:04
  • Angka Kematian Jemaah Haji Indonesia Turun Drastis dari Tahun-Tahun Sebelumnya
    Angka Kematian Jemaah Haji Indonesia Turun Drastis dari Tahun-Tahun Sebelumnya
    13/08/2022 - 22:52
  • Seminar Parenting Amanah Edu Centre Banyuwangi, Latih Kemandirian Anak dengan Metode Montessori
    Seminar Parenting Amanah Edu Centre Banyuwangi, Latih Kemandirian Anak dengan Metode Montessori
    13/08/2022 - 22:43
  • Binaraga dan Karaoke ala Pegawai Pabrik Genteng Jatiwangi Majalengka
    Binaraga dan Karaoke ala Pegawai Pabrik Genteng Jatiwangi Majalengka
    13/08/2022 - 22:36

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Pers Perjuangan di Era Klik
    Pers Perjuangan di Era Klik
    13/08/2022 - 19:12
  • Idealitas Ruang Publik dalam Citayam Fashion Week
    Idealitas Ruang Publik dalam Citayam Fashion Week
    11/08/2022 - 16:16
  • Diskresi SKB 4 Menteri di Tengah Pandemi
    Diskresi SKB 4 Menteri di Tengah Pandemi
    11/08/2022 - 15:58
  • Bergerak dengan Hati hingga Menjadi Dambaan Hati
    Bergerak dengan Hati hingga Menjadi Dambaan Hati
    11/08/2022 - 13:29
  • Pekan ASI: Ayo Kerja Sama Mengasihi!
    Pekan ASI: Ayo Kerja Sama Mengasihi!
    10/08/2022 - 16:40
  • Pendampingan UKM dan Kolaborasi Kegiatan Inisiasi Eduwisata Bersama Kampus UMM
    Pendampingan UKM dan Kolaborasi Kegiatan Inisiasi Eduwisata Bersama Kampus UMM
    10/08/2022 - 15:09
  • Kali ini Bagong yang Resah
    Kali ini Bagong yang Resah
    10/08/2022 - 09:13
  • Jangan Gampang Mengkafirkan
    Jangan Gampang Mengkafirkan
    10/08/2022 - 00:51

KULINER

  • Bancakan Sak Tempeh di Java Lotus Hotel, Sajian Ragam Kudapan Pandhalungan
    Bancakan Sak Tempeh di Java Lotus Hotel, Sajian Ragam Kudapan Pandhalungan
    13/08/2022 - 16:56
  • Berlumur 15 Bumbu Rahasia, Rasakan Kelezatan Mih Kocok Mang Dadeng di Kota Bandung
    Berlumur 15 Bumbu Rahasia, Rasakan Kelezatan Mih Kocok Mang Dadeng di Kota Bandung
    13/08/2022 - 12:56
  • Resep Ayam Popcorn Renyah, Cocok Buat Bekal Anak
    Resep Ayam Popcorn Renyah, Cocok Buat Bekal Anak
    12/08/2022 - 04:00
  • Kembange Kopi, Inovasi Banyuwangi Kembangkan Ekonomi Kopi Rakyat
    Kembange Kopi, Inovasi Banyuwangi Kembangkan Ekonomi Kopi Rakyat
    11/08/2022 - 16:21
  • Es Krim Rasa Saos Tomat atau Jadi Incaran Warga Inggris
    Es Krim Rasa Saos Tomat atau Jadi Incaran Warga Inggris
    11/08/2022 - 05:17