Peristiwa Internasional

Herpes Juga Menyerang Gajah, Tiga Ekor Mati di Swiss

Jumat, 29 Juli 2022 - 16:13 | 34.39k
Herpes Juga Menyerang Gajah, Tiga Ekor Mati di Swiss
Kebun binatang Zurich sekarang hanya memiliki lima gajah Asia yang berkeliaran di kandang gajah seluas 11.000 meter persegi (118.400 kaki persegi). (FOTO: Al Jazeera/AFP)
Pewarta: | Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, JAKARTAHerpes tidak hanya menyerang manusia, gajahpun juga terinfeksi seperti di kebun binatang di Zurich, Swiss, yang telah membunuh tiga ekor dalam sebulan ini.

Para ahli di Swiss mengatakan mereka tidak tahu bagaimana caranya menghentikan penyebaran virus yang membunuh gajah-gajah muda itu.

Umesh, gajah jantan berumur dua tahun adalah yang pertama mati karena virus herpes endotheliotropic gajah (EEHV) pada akhir Juni. Beberapa hari kemudian gajah betina, Omysha berusia delapan tahun juga mati.

Sabtu lalu, Ruwani, betina berusia lima tahun dari kawanan matriarkal kedua, juga menjadi korban virus herpes, yang tersembunyi di hampir semua mamalia raksasa itu.

Dilansir Al Jazeera, infeksi herpes itu menyebabkan pendarahan internal dan kegagalan organ, hingga menyebabkan kematian dalam beberapa hari. "Masalahnya dengan virus ini, tidak banyak yang bisa kita lakukan," kata kurator kebun binatang Pascal Marty.

"Ada metode pemberian obat antivirus, tapi ini belum terbukti sangat efektif. Sekitar 30 persen gajah yang bertahan hidup. Ketidakberdayaan seperti inilah yang kami rasakan karena kami tidak bisa benar-benar mengobatinya," katanya.

Kebun-binatang-Zurich-2.jpg

Gajah muda antara usia dua hingga delapan tahun sangat rentan terhadap virus herpes karena perlindungan yang diberikan oleh antibodi ibu mereka menurun dan sistem kekebalan mereka sendiri mungkin tidak membentuk antibodinya sendiri.

Lima gajah Asia yang tersisa di kebun binatang, semuanya dewasa, diizinkan untuk menghabiskan beberapa jam berkumpul di dekat sisa-sisa anggota keluarga dan teman muda mereka.

Marty mengatakan, penting untuk memberi hewan-hewan itu “waktu yang cukup untuk mengucapkan selamat tinggal”.

"Sangat sulit untuk mengatakan apakah mereka sedih atau tidak, karena kesedihan adalah sesuatu yang manusiawi," katanya.

Namun dia menekankan bahwa karena gajah adalah hewan yang sangat sosial, sangat penting bagi mereka untuk memiliki kesempatan untuk menyadari ketika anggota kawanan mereka tidak lagi hidup.

"Sangat penting bagi mereka untuk memiliki penutupan untuk memahami bahwa individu ini bukan bagian dari kelompok kami lagi," katanya lagi.

Kurang dari seminggu setelah kematian terakhir, gajah-gajah yang tersisa di kebun binatang itu tampak tidak peduli tentang aktivitas sehari-hari mereka, mulai dari berenang di kolam besar hingga mencari makanan.

Mereka menyelipkan belalai mereka ke dalam lubang, di mana program komputer secara acak mendistribusikan wortel dan rumput kering, bertujuan untuk membuat hewan berjalan dan mencari makanan seperti di alam liar.

Pihak Kebun binatang mengatakan, ada risiko penyakit yang rendah untuk gajah yang tersisa, dengan Farha sekarang yang termuda pada usia 17 tahun, meskipun semua hewan akan terus dipantau.

Kebun binatang Zurich membuka kandang gajah baru seluas 11.000 meter persegi (118.400 kaki persegi) pada tahun 2014, memberikan kawanannya enam kali lebih banyak ruang daripada sebelumnya.

Tapi delapan tahun kemudian, kebun binatang itu mengakui bahwa mereka sedang mengalami "hari-hari yang sulit".

"Sangat membuat frustrasi karena kami tidak berdaya melawan virus ini, meskipun ada perawatan hewan terbaik melalui rumah sakit hewan universitas di Zurich," kata direktur kebun binatang Severin Dressen dalam sebuah pernyataan.

Bhaskar Choudhury, seorang dokter hewan dan anggota International Union for Conservation of Nature (IUCN) Asian Elephant Specialist Group, mengatakan “epidemiologi penyakit ini masih belum jelas”.

"Virus ini ditumpahkan sebentar-sebentar oleh gajah. dewasa tetapi dengan frekuensi yang meningkat selama periode stres, yang dianggap sebagai sumber infeksi untuk anak gajah muda,” katanya kepada AFP.

"IUCN sangat prihatin dengan kematian di seluruh dunia di penangkaran dan terlebih lagi di alam liar," ujarnya.

Gajah Asia, yang dapat hidup hingga umur  60 tahun-an, terdaftar oleh IUCN sebagai spesies yang terancam punah, dengan hanya sekitar 50.000 yang tersisa di alam liar.

Deforestasi, urban sprawl dan pembangunan pertanian telah merampas habitat alami mereka, perburuan dan perdagangan gading ilegal juga mengancam banyak kawanan gajah.

“Populasinya menurun hampir di mana-mana,” kata Marty dengan menambahkan, bahwa untuk alasan konservasi, sangat penting untuk memiliki populasi gajah Asia yang baik dan sehat di Eropa”.

Kebun binatang Zurich, lanjutnya, memiliki salah satu kandang gajah paling modern di dunia, dan berniat melanjutkan misinya untuk membiakkan mereka. Dia menggambarkan gajah di taman sebagai "mitra" dalam mendidik orang tentang masalah yang dihadapi gajah liar.

"Gajah di kebun binatang ini memiliki peran penting sebagai duta bagi spesiesnya sendiri," tegasnya. (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Keren, Film Pendek Taylor Swift Masuk Nominasi Oscar  
    Keren, Film Pendek Taylor Swift Masuk Nominasi Oscar  
    16/08/2022 - 02:45
  • Matte Tetap Lembab, Y.O.U Cloud Touch Fixing Tint Solusinya
    Matte Tetap Lembab, Y.O.U Cloud Touch Fixing Tint Solusinya
    16/08/2022 - 02:01
  • Asik Si Gemoy Po Kembali, Kung Fu Panda 4 Rilis 2024
    Asik Si Gemoy Po Kembali, Kung Fu Panda 4 Rilis 2024
    16/08/2022 - 01:12
  • Wujudkan Industri Indonesia 4.0 di Correctio, PT Jababeka Infrastruktur Jalin Kerja Sama dengan Telkomsel
    Wujudkan Industri Indonesia 4.0 di Correctio, PT Jababeka Infrastruktur Jalin Kerja Sama dengan Telkomsel
    15/08/2022 - 22:42
  • Bertambah 1 Orang, Kemenag RI: Total Jemaah Haji Wafat Menjadi 90 Orang
    Bertambah 1 Orang, Kemenag RI: Total Jemaah Haji Wafat Menjadi 90 Orang
    15/08/2022 - 22:23

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Perlukah 'Motif' dalam Kasus Irjen Ferdy Sambo?
    Perlukah 'Motif' dalam Kasus Irjen Ferdy Sambo?
    15/08/2022 - 17:14
  • Retrospeksi 77 tahun Kemerdekaan di Sektor Pendidikan
    Retrospeksi 77 tahun Kemerdekaan di Sektor Pendidikan
    15/08/2022 - 16:11
  • KKN di Perguruan Tinggi: Sebuah Pengabdian atau Sekadar Penggugur Kewajiban?
    KKN di Perguruan Tinggi: Sebuah Pengabdian atau Sekadar Penggugur Kewajiban?
    15/08/2022 - 15:29
  • Peran Strategis Pemuda dalam Mengusung Semangat Nasionalisme di Era Society 5.0
    Peran Strategis Pemuda dalam Mengusung Semangat Nasionalisme di Era Society 5.0
    15/08/2022 - 14:28
  • Pers Perjuangan di Era Klik
    Pers Perjuangan di Era Klik
    13/08/2022 - 19:12
  • Idealitas Ruang Publik dalam Citayam Fashion Week
    Idealitas Ruang Publik dalam Citayam Fashion Week
    11/08/2022 - 16:16
  • Diskresi SKB 4 Menteri di Tengah Pandemi
    Diskresi SKB 4 Menteri di Tengah Pandemi
    11/08/2022 - 15:58
  • Bergerak dengan Hati hingga Menjadi Dambaan Hati
    Bergerak dengan Hati hingga Menjadi Dambaan Hati
    11/08/2022 - 13:29

KULINER

  • Dijual di Pusat Perbelanjaan, Jajanan Jadul Khas Gresik Naik Kelas
    Dijual di Pusat Perbelanjaan, Jajanan Jadul Khas Gresik Naik Kelas
    15/08/2022 - 19:04
  • Resep Tumpeng Merah Putih, Sajian Lezat Saat Tujuh Belasan
    Resep Tumpeng Merah Putih, Sajian Lezat Saat Tujuh Belasan
    14/08/2022 - 07:12
  • Bancakan Sak Tempeh di Java Lotus Hotel, Sajian Ragam Kudapan Pandhalungan
    Bancakan Sak Tempeh di Java Lotus Hotel, Sajian Ragam Kudapan Pandhalungan
    13/08/2022 - 16:56
  • Berlumur 15 Bumbu Rahasia, Rasakan Kelezatan Mih Kocok Mang Dadeng di Kota Bandung
    Berlumur 15 Bumbu Rahasia, Rasakan Kelezatan Mih Kocok Mang Dadeng di Kota Bandung
    13/08/2022 - 12:56
  • Resep Ayam Popcorn Renyah, Cocok Buat Bekal Anak
    Resep Ayam Popcorn Renyah, Cocok Buat Bekal Anak
    12/08/2022 - 04:00