Kopi TIMES

Kegelisahan Semar Memuncak

Rabu, 27 Juli 2022 - 11:43 | 53.18k
Kegelisahan Semar Memuncak
Hadi Suyono dosen Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan
Editor: Khoirul Anwar

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pagi-pagi. Biasanya Semar bisa merasakan kenikmatan hidup yang sesungguhnya. Rutinitas yang dilakoni oleh Semar selepas bangun tidur selalu melakukan pengembaraan spiritualitas. Prosesi beribadah seperti ini yang membuat hati Semar tentram. Selepas berserah diri pada Maha Pemberi kehidupan menyempatkan berkeliling padepokan Karang Dempel. Sebagai lurah di wilayah ini, Semar perlu memastikan rakyat yang menjadi tanggung jawabnya telah memperoleh kesejahteraan, ketentaraman, dan kedamaian. 

Maka Semar sudah bahagia saat keliling mendapati tanaman sebagai komoditas pertanian tumbuh subur. Kondisi ini menandakan rakyat di Karang Dempel bakal memperoleh rezeki berlimpah dari mengolah hasil pertanian. Hati Semar sudah riang saat berpapasan dengan warga bisa tersenyum lepas. Situasi ini menandakan rakyat yang dipimpinnya tak ada beban hidup yang menindih. Semar sudah gembira. Ketika melihat anak-anak bermain sesuai usianya. Selalu ada ruang bagi anak-anak melakukan aktifitas dolanan di Karang Dempel. Tentu saja saat anak-anak bermain memperoleh bimbingan dan arahan orang tua. Keadaan tersebut sebagai pertanda keluarga yang bermukim di Karang Dempel hidup harmonis.

Setelah mendapati rakyatnya berada pada suasana gemah ripah loh jinawe, tata titi tentrem kerta raharja yang berati kemakmuran melimpah dan keadaan yang tentram. Semar  merebahkan diri di kursi panjang yang terbuat dari kayu jati, sambil menikmati alunan burung perkutut. Sesekali menyeruput teh tubruk. Hidup Semar memang selalu dalam kondisi baik-baik saja. Semar bisa merawat relitas psikologis dalam dirinya terkendali, tenang, dan sejuk. 

Apa rahasianya ? Semar tak punya ambisi muluk-muluk dalam meraih kekuasaan. Menjadi lurah sudah cukup membuatnya bersyukur. Batara Ismaya ini tak mau menjadi pejabat penting di Amartha. Kalau mau. Semar tak terlalu sulit memperoleh kekuasaan dari Amartha. Semar memiliki kedekatan personal dengan ksatria Amartha. Semar lebih memilih jalan hidupnya sebagai pamomong para ksatria Amartha yang lebih dikenal dengan Pandawa Lima. Semar lebih memposisikan sebagai begawan. 

Perannya sebagai begawan adalah memberi petuah kebajikan, menunjukkan jalan kebenaran, dan berani mengingatkan saat terjadi salah jalan. Semar memiliki nyali untuk mengatakan baik, bila dievaluasi oleh mata batinnya memang baik. Dirinya akan bertindak kritis. Berani menyampaikan kritikan pedas, kalau memang ksatria Pandawa, kenyataanya telah berbuat salah. Keberanian Semar ini dilatarbelakangi oleh menjalani kehidupan apa adanya. Syahwat menumpuk materi dan memburu jabatan telah menipis dikelola oleh ketulusan  menjaga peradaban menjadi lebih baik. 

Namun pagi itu tak seperti biasanya. Kebahagiaan Semar terganggu. Semar dalam keadaan tidak baik-baik saja. Teh tubruk yang biasanya manis rasanya. Terasa pahit. Kicauan burung perkutut yang biasanya terasa merdu. Tiba-tiba terdengar sumbang di telinga Semar. Semar juga tak bisa lama-lama tiduran di kursi panjang. Sebentar duduk. Sebentar berdiri. Sepertinya Semar mengalami kegelisahan memuncak.

Melihat perilaku Semar yang tidak seperti biasanya dalam situasi kebatinan yang gundah. Anak-anak Semar. Gareng, Petruk, Bagong tak berani mendekat. Melihat dari kejauhan. Maksud hati mereka ingin membantu. Namun kuatir. Kalau mereka mendekat dapat menganggu Semar memulihkan keseimbangan jiwanya. Tetapi semakin lama ternyata kegelisahan Semar justru semakin menjadi-jadi. Duduk. Lalu berdiri. Semakin sering dilakukannya. Maka mereka tak berani menyambangi Semar. Tetap berada di kejauhan  mengamati bapaknya. 

Gerak-gerik punakawan ternyata dilihat oleh Semar. Tak terlalu lama dirinya memanggil Gareng, Petruk, dan Bagong. Ada manfaatnya Gareng, Petruk, dan Bagong menemani Semar. Mereka ternyata bermanfaat sebagai keranjang untuk menumpah kegelisahan Semar. 

Semar cerita pada anak-anaknya. Dirinya amat gelisah bukan  karena persoalan pribadi. Bukan pula masalah datang dari Karang Dempel. Semar gelisah karena melihat fenomena di padepokan lain yang masih berada di teritorial kerajaan Amartha. Seperti moralitas padepokan di luar Karang Dempel telah meranggas. 

Semar membeberkan bukti.  Pusat-pusat pendidikan  yang seharusnya menjadi jantung mengajarkan moralitas telah terjadi pelecehan seksual yang dilakukan oleh guru pada muridnya. Pada peristiwa lain. Tingkat agresivitas meningkat. Pembunuhan yang dilakukan oleh anggota keluarga sendiri. Tawuran antar kelompok masa yang mengakibatkan  hilangnya nyawa dengan sia-sia. 

Dan pelakunya bukan hanya dilakukan oleh orang dewasa. Tetapi dilakukan oleh anak-anak. Kejadian yang bikin miris adalah perundungan anak terhadap anak yang lain. Melakukannya tidak dengan cara sederhana. Namun boleh dibilang keji. Ada satu kejadian yang belum lama terjadi. Tersiar kabar. Sekelompok anak menganiaya teman sendiri. Tidak hanya sebatas melakukan kekerasan. Sekelompok anak tersebut memaksa teman itu menjalani hubungan intim dengan binatang. Kasus perundungan diakhir dengan meninggalnya si korban. Sebelum meninggal korban mengalami trauma berat. 

Anehnya yang menjadi pemicu Semar semakin gelisah. Para petinggi kerajaan Amartha diam. Menutup mata. Tak memiliki niat untuk menyelesaikan masalah. Padahal masalah pada arus bawah sudah sedemikian gawat. Kalau kasus demi kasus terjadi dan dibiarkan berlarut-larut. Bagaimana masa depan kerajaan Amartha ? Bisa saja tergilas oleh roda sejarah. 

Karena idealnya anak-anak dan remaja sebagai penerus kerajaan Amartha memiliki moralitas unggul, adab yang baik, dan akal budi yang jernih. Sehingga potensi yang dimilikinya ini  menjadi penyangga kuat. Dan pada saat  tepat nanti menjadi pelestari kerajaan Amartha. Sayangnya keadaan sekarang menjadi sebaliknya. 

Bagi Semar. Pembiaran  ini terjadi, karena kstaria Pandawa abai terhadap masalah moralitas.  Ksatria Pandawa terlalu sibuk memikirkan hal besar untuk kepentingannya sendiri. Yaitu sibuk mengurusi taktik dan strategi merebut kembali singgasana Astina yang menjadi haknya. Sehingga para kstaria menjadi lupa diri, bahwa sesungguhnya ada amanah besar menjadi tugasnya menyelesaikan masalah yang menimpa rakyatnya.

Dan Semar pun tidak berdiam diri. Kegelisahan itu diatasi dengan cara mendatangi ksatria Pandawa. Tujuan menggugah kesadaran mereka agar secara serius memperhatikan nasib rakyat yang mengalami beban penderitaan akut, karena ditindih oleh bukan semata persoalan moralitas, namun menyangkut ekonomi, politik, pendidikan, maupun budaya. Semoga niat Semar berhasil. Kstaria Pandawa tergerak penuh totalitas menuntaskan berbagi persoalan yang ada. Sehingga mampu membikin kerajaan Amarta menjadi lebih baik.

*) Penulis adalah Hadi Suyono dosen Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Seoul Vibe, Film Aksi Drifting Berlatar Tahun 1988
    Seoul Vibe, Film Aksi Drifting Berlatar Tahun 1988
    16/08/2022 - 04:22
  • Heat Stroke Wasn't the Main Cause of Death for the Pilgrims
    Heat Stroke Wasn't the Main Cause of Death for the Pilgrims
    16/08/2022 - 03:36
  • Keren, Film Pendek Taylor Swift Masuk Nominasi Oscar  
    Keren, Film Pendek Taylor Swift Masuk Nominasi Oscar  
    16/08/2022 - 02:45
  • Matte Tetap Lembab, Y.O.U Cloud Touch Fixing Tint Solusinya
    Matte Tetap Lembab, Y.O.U Cloud Touch Fixing Tint Solusinya
    16/08/2022 - 02:01
  • Asik Si Gemoy Po Kembali, Kung Fu Panda 4 Rilis 2024
    Asik Si Gemoy Po Kembali, Kung Fu Panda 4 Rilis 2024
    16/08/2022 - 01:12

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Perlukah 'Motif' dalam Kasus Irjen Ferdy Sambo?
    Perlukah 'Motif' dalam Kasus Irjen Ferdy Sambo?
    15/08/2022 - 17:14
  • Retrospeksi 77 tahun Kemerdekaan di Sektor Pendidikan
    Retrospeksi 77 tahun Kemerdekaan di Sektor Pendidikan
    15/08/2022 - 16:11
  • KKN di Perguruan Tinggi: Sebuah Pengabdian atau Sekadar Penggugur Kewajiban?
    KKN di Perguruan Tinggi: Sebuah Pengabdian atau Sekadar Penggugur Kewajiban?
    15/08/2022 - 15:29
  • Peran Strategis Pemuda dalam Mengusung Semangat Nasionalisme di Era Society 5.0
    Peran Strategis Pemuda dalam Mengusung Semangat Nasionalisme di Era Society 5.0
    15/08/2022 - 14:28
  • Pers Perjuangan di Era Klik
    Pers Perjuangan di Era Klik
    13/08/2022 - 19:12
  • Idealitas Ruang Publik dalam Citayam Fashion Week
    Idealitas Ruang Publik dalam Citayam Fashion Week
    11/08/2022 - 16:16
  • Diskresi SKB 4 Menteri di Tengah Pandemi
    Diskresi SKB 4 Menteri di Tengah Pandemi
    11/08/2022 - 15:58
  • Bergerak dengan Hati hingga Menjadi Dambaan Hati
    Bergerak dengan Hati hingga Menjadi Dambaan Hati
    11/08/2022 - 13:29

KULINER

  • Dijual di Pusat Perbelanjaan, Jajanan Jadul Khas Gresik Naik Kelas
    Dijual di Pusat Perbelanjaan, Jajanan Jadul Khas Gresik Naik Kelas
    15/08/2022 - 19:04
  • Resep Tumpeng Merah Putih, Sajian Lezat Saat Tujuh Belasan
    Resep Tumpeng Merah Putih, Sajian Lezat Saat Tujuh Belasan
    14/08/2022 - 07:12
  • Bancakan Sak Tempeh di Java Lotus Hotel, Sajian Ragam Kudapan Pandhalungan
    Bancakan Sak Tempeh di Java Lotus Hotel, Sajian Ragam Kudapan Pandhalungan
    13/08/2022 - 16:56
  • Berlumur 15 Bumbu Rahasia, Rasakan Kelezatan Mih Kocok Mang Dadeng di Kota Bandung
    Berlumur 15 Bumbu Rahasia, Rasakan Kelezatan Mih Kocok Mang Dadeng di Kota Bandung
    13/08/2022 - 12:56
  • Resep Ayam Popcorn Renyah, Cocok Buat Bekal Anak
    Resep Ayam Popcorn Renyah, Cocok Buat Bekal Anak
    12/08/2022 - 04:00