Opini

Bahasa Unsur Utama Media Massa dan Konstruksi Realitas

Minggu, 24 Juli 2022 - 20:09 | 22.84k
Bahasa Unsur Utama Media Massa dan Konstruksi Realitas
Esti Arineng Tyas, Mahasiswi Prodi Tadris Bahasa Indonesia, Institut Agama Islam Darussalam, Blokagung, Banyuwangi. 
Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Mungkin dari kalian sudah tidak asing bukan apa itu media massa, tetapi ada sebagian orang yang sudah tau apa itu media massa, tetapi tidak paham apa pengertian dari media massa? Lalu apa saja kegunaannya? hehe tidak usah risau mari kita kupas secara mendalam mulai dari pengertian media massa sampai dengan konstruksi realitas

Media massa atau Pers adalah istilah yang mulai digunakan pada tahun 1920-an untuk mengistilahkan jenis media yang secara khusus didesain untuk mencapai masyarakat yang sangat luas. Dalam pembicaraan sehari-hari, istilah ini sering disingkat menjadi media. 

Masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah memiliki ketergantungan dan kebutuhan terhadap media massa yang lebih tinggi daripada masyarakat dengan tingkat ekonomi tinggi karena pilihan mereka yang terbatas. Masyarakat dengan tingkat ekonomi lebih tinggi memiliki lebih banyak pilihan dan akses banyak media massa, termasuk bertanya langsung pada sumber atau ahli dibandingkan mengandalkan informasi yang mereka dapat dari media massa tertentu.

Fungsi dari media massa antara lain, Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui menegakkan nilai nilai dasar demokrasi dan mendorong terwujudnya supremasi hukum dan hak asasi manusia. Selain itu pers juga harus menghormati kebinekaan mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar melakukan pengawasan. Ingat.. jangan membuat berita yang belum benar kepastiannya ya kawan.

Fungsi yang selanjutnya, yaitu media massa atau pers adalah sebagi sarana pendidikan massa, pers memuat tulisan-tulisan yang mengandung pengetahuan sehingga masyarakat bertambah pengetahuan dan wawasannya serta memberi dan menyediakan informasi tentang peristiwa yang terjadi kepada masyarakat sehingga masyarakat dengan mudah mendapatkan informasi tersebut. 

Pers juga memuat hal-hal yang bersifat hiburan untuk mengimbangi berita-berita berat dan artikel-artikel yang berbobot. Berbentuk cerita pendek, cerita bersambung, cerita bergambar, teka-teki silang, pojok, dan karikatur sehingga masyarakat tidak mudah bosan ketika sedang membaca sebuah berita. 

Selain itu upaya mendeskripsikan konseptualisasi sebuah peristiwa, keadaan, atau benda merupakan suatu usaha mengkonstruksi realitas. Oleh karena sifat dan kenyataan bahwa pekerjaan media massa dalam hal ini surat kabar adalah menceritakan peristiwa-peristiwa, maka kesibukan utamanya adalah mengkonstruksikan berbagai realitas yang akan diberitakan. 

Surat kabar atau media menyusun realitas dari berbagai peristiwa yang terjadi hingga menjadi cerita atau wacana yang bermakna. Dengan demikian, seluruh isi media merupakan realitas yang telah dikonstruksikan dalam bentuk yang bermakna.

Bahasa merupakan unsur utama di dalam proses realitas. Hal ter sebut telah dibahas oleh Berger dan kawan-kawan. Mereka mengatakan bahwa proses konstruksi realitas dimulai ketika seorang konstruktor melakukan objektivikasi terhadap suatu kenyataan, yakni melakukan persepsi terhadap suatu objek. Selanjutnya, hasil dari pemaknaan melalui persepsi itu diinternalisasikan ke dalam diri seorang konstruktor. 

Dalam tahap itulah dilakukan konseptualisasi terhadap suatu objek yang dipersepsi Langkah terakhir adalah melakukan eksternalisasi atas hasil dari proses perenungan secara internal tadi melalui pernyataan-pernyataan. Alat untuk membuat pernyataan tersebut tiada lain adalah kata-kata suatu konsep atau bahasa.

Sejalan dengan itu, Tuch man mengatakan bahasa adalah alat konseptualisasi dan alat narasi begitu pentingnya bahasa, maka tak ada berita, cerita, ataupun ilmu pengetahuan tanpa bahasa. Selanjutnya, penggunaan bahasa (simbal) tertentu menentukan format narasi (dan makna) tertentu. 

Dalam media massa khususnya surat kabar, keberadaan bahasa tidak lagi hanya sebagai alat untuk menggambarkan sebuah realitas, tetapi dapat menentukan gambaran (makna citra) mengenai suatu realitas-realitas media yang akan muncul di benak khalayak.

Selanjutnya, dalam hal yang sama DeFleur mengatakan media massa memiliki berbagai cara memengaruhi bahasa dan makna mengembangkan kata-kata baru beserta makna asosiatifnya, memperluas makna, dari istilah-istilah yang ada, mengganti makna lama sebuah istilah dan makna baru, memantapkan konvensi makna yang telah ada dalam suatu sistem bahasa.

Oleh karena persoalan makna tersebut, maka penggunaan bahasa berpengaruh terhadap konstruksi realitas, lebih-lebih atas hasil nya, dalam hal ini makna atau citra. Hal tersebut disebabkan bahasa mengandung makna. Penggunaan bahasa tertentu dapat berimplikasi pada bentuk konstrukal realitas dan makna yang dikandungnya.

Pilihan kata dan cara penyajian suatu realitas ikut menentukan struktur konstruksi realitas dan makna yang muncul darinya. Dari perspektif tersebut, bahkan bahasa bukan hanya mampu mencerminkan realitas, melainkan juga sekaligus dapat menciptakan realitas.
Berita sebagai salah satu wacana memiliki karakteristik tersendiri yang relatif memenuhi suatu surat kabar. Oleh sebab itu, para ahli jurnalistik relatif sukar memberikan batasan istilah "berita" Namun demikian, secara singkat. Tebba menyatakan bahwa berita adalah jalan cerita tentang suatu peristiwa.

Maka batasan yang dikemukakan oleh Wahyudi dipandang layak dijadikan sebagai acuan, la mengatakan berita adalah laporan mengenai fakta dan pendapat penting yang menarik bagi sebagian besar khalayak, dan harus dipublikasikan secepatnya kepada khalayak luas. Salah satu sarana untuk memublikasikan berita tersebut secara cepat kepada khalayak luas ialah surat kabar atau media massa. 

Surat kabar yang dimaksud dalam konteks ini ialah alat atau media cetak yang mempunyai peranan sebagai penghubung batiniah dan santapan rohaniah sebagai bekal pengetahuan manusia," yang memenuhi persyaratan seperti yang dikemukakan oleh Karl Baschwitz, yaitu: (a) publisitas, (b) periodisitas, (c) universalitas, (d) aktualitas, (e) konti nuitas." Secara singkat penjelasan Baschwittz dapat dikemukakan seperti berikut ini.

Publisitas berkaitan dengan isi pesan yang harus bersifat umum. Periodisitas, harus diterbitkan secara menyeluruh atau dari semua permasalahan yang ada di muka bumi ini. Aktualitas, harus sesuatu yang masih baru/hangat. Kontinuitas, isi pesan harus berkesinambungan dan terus-menerus, selama isi pesan itu masih menjadi perhatian khalayak luas.

Berdasarkan pengertian berita dalam konteks surat kabar seper ti yang telah dikemukakan tersebut, maka wacana berita surat kabar dapat dibedakan dengan produk-produk lain yang ada dalam wacana surar kabar, misalnya Tajuk Rencana, Surat Pembaca, Pojok, dan Ar tikel. Perbedaan tersebut dapat ditinjau dari aspek isi, struktur, dan ragam bahasanya.

***

*) Oleh: Esti Arineng Tyas, Mahasiswi Prodi Tadris Bahasa Indonesia, Institut Agama Islam Darussalam, Blokagung, Banyuwangi. 

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Cendikiawan Muslim Yusuf Al-Qaradawi Wafat
    Cendikiawan Muslim Yusuf Al-Qaradawi Wafat
    26/09/2022 - 19:36
  • Partai NasDem Umumkan Capres dan Poros Koalisi Pemilu 2024 pada 10 November
    Partai NasDem Umumkan Capres dan Poros Koalisi Pemilu 2024 pada 10 November
    26/09/2022 - 19:22
  • Survei CSIS: Golkar Terpopuler di Pemilih Muda
    Survei CSIS: Golkar Terpopuler di Pemilih Muda
    26/09/2022 - 19:14
  • Cove River Park: Kost di Bintaro dengan Desain Homey
    Cove River Park: Kost di Bintaro dengan Desain Homey
    26/09/2022 - 19:07
  • Calon Jemaah Umrah Gagal Berangkat, AMPHURI Jatim: Keteledoran KKP Juanda
    Calon Jemaah Umrah Gagal Berangkat, AMPHURI Jatim: Keteledoran KKP Juanda
    26/09/2022 - 18:58

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Korupsi Pendidikan Indonesia
    Korupsi Pendidikan Indonesia
    26/09/2022 - 13:16
  • Penegakan Hukum; Problem Struktur Hukum dan Etika Profesi
    Penegakan Hukum; Problem Struktur Hukum dan Etika Profesi
    25/09/2022 - 11:17
  • Demam Sound Horeg dan Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan
    Demam Sound Horeg dan Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan
    25/09/2022 - 09:13
  • Nasib Petani Tanaman Pangan Kita
    Nasib Petani Tanaman Pangan Kita
    25/09/2022 - 01:29
  • Misi Kesejahteraan Guru dalam RUU SISDIKNAS
    Misi Kesejahteraan Guru dalam RUU SISDIKNAS
    24/09/2022 - 15:32
  • Pesantren, Hutan dan Sumber Mata Air Adalah Identitas Kabupaten Jombang
    Pesantren, Hutan dan Sumber Mata Air Adalah Identitas Kabupaten Jombang
    24/09/2022 - 13:37
  • Membongkar Tipu Muslihat Berbasis Wacana Feodalisme-Relasi Kuasa-Struktur Metafisis
    Membongkar Tipu Muslihat Berbasis Wacana Feodalisme-Relasi Kuasa-Struktur Metafisis
    24/09/2022 - 12:34
  • Membersihkan Penumpang Gelap Kemerdekaan Pers
    Membersihkan Penumpang Gelap Kemerdekaan Pers
    23/09/2022 - 21:06

KULINER

  • Ulen Juara, Jajanan Tradisional Rasa Kekinian
    Ulen Juara, Jajanan Tradisional Rasa Kekinian
    26/09/2022 - 16:32
  • BBQ Seafood Luminor Hotel Jember, Menu Hasil Laut yang Menggugah Selera
    BBQ Seafood Luminor Hotel Jember, Menu Hasil Laut yang Menggugah Selera
    26/09/2022 - 10:01
  • Menikmati Sorabi Legendaris Abah Rahman di Alun-Alun Kota Banjar
    Menikmati Sorabi Legendaris Abah Rahman di Alun-Alun Kota Banjar
    25/09/2022 - 15:42
  • Pecel Mbok Marem, Menu Sarapan Legendaris di Kabupaten Blitar 
    Pecel Mbok Marem, Menu Sarapan Legendaris di Kabupaten Blitar 
    25/09/2022 - 06:39
  • Resep Potato Cheese Bread Ala Korea yang Tengah Viral
    Resep Potato Cheese Bread Ala Korea yang Tengah Viral
    25/09/2022 - 05:01