Kopi TIMES

Penyesuaian Baru Dalam Pemilu 2024

Kamis, 21 Juli 2022 - 14:33 | 62.02k
Penyesuaian Baru Dalam Pemilu 2024
Dr. Baharuddin, S.Pd., M.Pd. (Anggota KPU Kabupaten Enrekang/Alumni Program Doktoral Pascasarjana Universitas Negeri Malang).
Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, ENREKANG – Tahapan Pemilu 2024 bakal mengalami sedikit perbedaan dari pemilu sebelumnya (Pemilu 2019). Perbedaan tersebut terkait dengan tahapan teknis untuk verifikasi partai politik calon peserta pemilu dan masa kampanye peserta pemilu. Perbedaan ini terjadi akibat adanya implikasi hukum pada putusan Mahkamah Konstitusi yang mengatur tentang verifikasi partai politik calon peserta pemilu serta konsensus dari para elit bangsa terkait masa kampanye.

Berdasarkan hasil judicial review yang diajukan oleh Partai Beringin Karya, Partai Persatuan Indonesia, dan Partai Solidaritas Indonesia terhadap UU Nomor 7 Tahun 2017 pasal 173 ayat (1), Mahkamah Konstitusi memutuskan untuk memberikan klasifikasi dan perlakuan berbeda pada proses verifikasi partai politik yang akan bertarung pada pemilu 2024.

Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 55/PUU-XVIII/2020 yang menyatakan frase “partai politik peserta Pemilu merupakan partai politik yang telah lulus verifikasi oleh KPU” dalam Pasal 173 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat sepanjang tidak dimaknai “partai politik yang telah lulus verifikasi Pemilu 2019 dan lolos atau memenuhi ketentuan parliamentary threshold pada Pemilu 2019 tetap diverifikasi secara administrasi namun tidak diverifikasi secara faktual". 

Adapun partai politik yang tidak lolos atau tidak memenuhi ketentuan parliamentary threshold, dan partai politik yang hanya memiliki keterwakilan di tingkat DPRD Provinsi atau DPRD Kabupaten/Kota serta partai politik yang tidak memiliki keterwakilan di tingkat DPRD Provinsi atau DPRD Kabupaten/Kota, diharuskan dilakukan verifikasi kembali secara administrasi dan secara faktual. Hal yang sama juga berlaku terhadap partai politik baru.

Dari putusan Mahkamah Konstitusi tersebut dapat disederhanakan pemahamannya menjadi tiga (3) poin pokok. Pertama, partai politik yang telah memenuhi ambang batas parlemen (parliamentary threshold) perolehan suara paling sedikit 4% (empat persen) dari jumlah suara sah secara nasional pemilu terakhir dan memiliki keterwakilan di tingkat DPR hanya dilakukan verifikasi administrasi tanpa dilakukan verifikasi faktual.

Kedua, partai politik yang tidak lolos atau tidak memenuhi ketentuan parliamentary threshold dari perolehan suara sah secara nasional hasil pemilu terakhir, baik yang memiliki keterwakilan maupun yang tidak memiliki keterwakilan di tingkat DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota tetap dilakukan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual. Ketiga, partai politik baru yang ditetapkan dengan keputusan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia wajib dilakukan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual pada saat mendaftar sebagai calon peserta Pemilu 2024.

Penyesuaian lain yang harus diperhatikan untuk Pemilu 2024 mendatang adalah terkait dengan masa kampanye peserta pemilu. Jika pada Pemilu 2019 masa kampanye calon anggota DPR, DPD dan DPRD serta pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden dilaksanakan selama kurang lebih satu semester atau 6 (enam) bulan, maka pada Pemilu 2024 mendatang masa kampanye berlangsung selama 2 (dua) bulan lebih saja.

Sesuai tahapan Pemilu 2024, masa kampanye calon anggota DPR, DPD dan DPRD serta pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden akan dilaksanakan mulai 28 November 2023 sampai 10 Fabruari 2024. Masa ini jauh lebih singkat bila dibandingkan dengan masa kampanye Pemilu 2019 yang lalu. Durasi waktu kampanye Pemilu 2019 yakni 202 hari, sedangkan untuk Pemilu 2024 hanya 75 hari saja.

Adanya pengurangan masa kampanye pada Pemilu 2024 merupakan hasil konsensus oleh para elit bangsa dan penyelenggara pemilu (KPU, Bawaslu dan DKPP). Kesepakatan ini diambil setelah berulang kali dilakukan simulasi terhadap sejumlah opsi yang pernah ditawarkan oleh KPU, DPR maupun Pemerintah.

Pemangkasan masa kampanye Pemilu 2024 menjadi lebih singkat merupakan wujud efisiensi waktu tahapan kampanye. Selain itu, langkah tersebut sebagai upaya preventif kemungkinan terjadinya polarisasi politik dan keterbelahan sosial berkepanjangan di masyarakat. Masa kampanye yang panjang dikhawatirkan memunculkan konflik sosial akibat perbedaan pandangan politik di masyarakat.

Implikasi lain atas durasi masa kampanye yang diperpendek adalah penyelesaian pelanggaran administrasi pemilu yang mesti dipercepat pula. Berdasarkan pasal 463 UU Pemilu dijelaskan bahwa dalam hal terjadi pelanggaran administratif pemilu, Bawaslu menerima, memeriksa, dan merekomendasikan pelanggaran administratif Pemilu dalam waktu paling lama 14 (empat belas) hari kerja. Hal yang sama berlaku untuk Mahkamah Agung. 

Dari ketentuan ini, diperlukan adanya formulasi dan terobosan yang dilakukan oleh kedua lembaga tersebut untuk menjamin hak-hak politik para kontestan dapat terpenuhi. Salah satunya adalah pemanfaatan teknologi informasi. Mahkamah Agung sendiri telah menerapkan Sistem Pengadilan Elektronik atau e-court sebagai wujud komitmen untuk memudahkan dan mempercepat pelaporan, pemprosesan dan penyelesaian terhadap pelanggaran pemilu.

Untuk diketahui bahwa kampanye merupakan bagian dari pendidikan politik masyarakat. Pelaksana kampanye pemilu terdiri atas pengurus partai politik atau gabungan partai politik pengusul, orang-seorang, dan organisasj penyelenggara kegiatan yang ditunjuk oleh peserta pemilu. Adapun materi kampanye meliputi visi, misi, dan program oleh para peserta pemilu. 

Metode kampanye sendiri dapat dilakukan melalui pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, penyebaran bahan, pemasangan alat peraga di tempat umum, media sosial, iklan di media, rapat umum, debat, dan kegiatan lain yang tidak melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan terkait penyelenggraan Pemilu 2024

***

*) Oleh: Dr. Baharuddin, S.Pd.,M.Pd. (Anggota KPU Kabupaten Enrekang/Alumni Program Doktoral Pascasarjana Universitas Negeri Malang).

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

 

_____
**)
Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Tol Samarinda-Bontang Dicoret dari PSN, DPRD Bontang: Kita Harus Berjuang
    Tol Samarinda-Bontang Dicoret dari PSN, DPRD Bontang: Kita Harus Berjuang
    08/08/2022 - 22:36
  • Ketua DPR RI: ASEAN Para Games Bukti Penyandang Disabilitas Masih Bisa Berprestasi
    Ketua DPR RI: ASEAN Para Games Bukti Penyandang Disabilitas Masih Bisa Berprestasi
    08/08/2022 - 21:41
  • Polres Banjar Tangkap Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak Berkebutuhan Khusus
    Polres Banjar Tangkap Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak Berkebutuhan Khusus
    08/08/2022 - 21:32
  • Mbah Supani Penari Seblang Bangkungan Banyuwangi Tutup Usia
    Mbah Supani Penari Seblang Bangkungan Banyuwangi Tutup Usia
    08/08/2022 - 21:25
  • Cakupan BIAN 2022, Majalengka Urutan Kedua di Jabar
    Cakupan BIAN 2022, Majalengka Urutan Kedua di Jabar
    08/08/2022 - 21:13

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Kelindan Environment Ethic di Bumi Wonosalam, Jombang
    Kelindan Environment Ethic di Bumi Wonosalam, Jombang
    08/08/2022 - 19:28
  • Balada Santribritis: Momentum untuk Dakwah atau Sekedar Lifestyle Semata
    Balada Santribritis: Momentum untuk Dakwah atau Sekedar Lifestyle Semata
    08/08/2022 - 18:48
  • Dr. Ahmad Basarah dan Ijtihad Pengujian Undang-Undang Berdasarkan Pancasila
    Dr. Ahmad Basarah dan Ijtihad Pengujian Undang-Undang Berdasarkan Pancasila
    08/08/2022 - 17:33
  • Menakar Peta Radikalisme di Malang
    Menakar Peta Radikalisme di Malang
    08/08/2022 - 11:32
  • Pemasyarakatan Semakin PASTI, Wujudkan Keadilan Restoratif dan SPPT 
    Pemasyarakatan Semakin PASTI, Wujudkan Keadilan Restoratif dan SPPT 
    06/08/2022 - 17:48
  • Polemik Legalisasi Ganja di Indonesia
    Polemik Legalisasi Ganja di Indonesia
    06/08/2022 - 15:27
  • Catatan dari Makkah: Dukun VS Pesulap, Kapitalisasi Agama Berkedok Kearifan Lokal
    Catatan dari Makkah: Dukun VS Pesulap, Kapitalisasi Agama Berkedok Kearifan Lokal
    06/08/2022 - 14:03
  • Nasib Kapolri Diujung Tanduk
    Nasib Kapolri Diujung Tanduk
    06/08/2022 - 04:28

KULINER

  • Terapkan Metode Hygiene Sanitasi, Kuliner Cimplung Banyuwangi Jadi Makin Berkelas
    Terapkan Metode Hygiene Sanitasi, Kuliner Cimplung Banyuwangi Jadi Makin Berkelas
    07/08/2022 - 19:29
  • Yuk Incip Nusantara Buffet Kaya Rasa di ASTON Jember
    Yuk Incip Nusantara Buffet Kaya Rasa di ASTON Jember
    07/08/2022 - 12:08
  • Ini Hidden Gem Rujak Soto yang Patut di Datangi Saat Berkunjung ke Banyuwangi
    Ini Hidden Gem Rujak Soto yang Patut di Datangi Saat Berkunjung ke Banyuwangi
    07/08/2022 - 07:42
  • Bakso 'Mak Bedil' Bertabur Sayur, Rasanya Bikin Kedap Kedip
    Bakso 'Mak Bedil' Bertabur Sayur, Rasanya Bikin Kedap Kedip
    07/08/2022 - 02:16
  • Bakso M. Iko, Kuliner Legendaris yang Tetap Hits
    Bakso M. Iko, Kuliner Legendaris yang Tetap Hits
    06/08/2022 - 18:01