Kopi TIMES

Dua Mata Pisau Permenkominfo 5/2020

Kamis, 21 Juli 2022 - 08:31 | 80.80k
Dua Mata Pisau Permenkominfo 5/2020
Muhammad Iqbal Khatami, Peneliti Komite Independen Sadar Pemilu, Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi UGM.

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Dewasa ini, publik dihebohkan dengan langkah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang mengancam akan melakukan pemblokiran kepada Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) lingkup privat. PSE lingkup privat tersebut meliputi perusahaan atau badan yang menyediakan layanan digital, seperti Google, Facebook, Whatsapp, Instagram, TikTok, Twitter, hingga startup seperti Gojek, Grab, dan lain sebagainya. Pemblokiran akan dilakukan jika peruhaan-peruhaan tersebut tidak segera mendaftarkan diri ke Kominfo.

Pelaksanaan PSE sebelumnya telah diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020. Dalam aturan ini, PSE lingkup privat diwajibkan untuk mendaftarkan layanan digitalnya dengan batas akhir pendaftaran terhitung enam bulan sejak sistem Online Single Submission – Risk Based Approach atau OSS-RBA efektif pada 2 Juni 2021 lalu. 

Isu ini ramai diperbincangkan dan menjadi pro kontra oleh publik. Di satu sisi, langkah kominfo tersebut dinilai sebagai terobosan dari pemerintah untuk menegakkan kedaulatan digital Indonesia bagi perusahaan raksasa media sosial. Aturan ini juga dianggap akan membuat playing field level antara pemain lokal dan internasional menjadi sama. Jika pemain lokal harus mengikuti sejumlah aturan, platform mancanegara juga demikian.

Langkah ini juga telah diambil oleh banyak negara yang menerapkan aturan bagi penyedia layanan digital khususnya media sosial. Seperti misalnya Public Value Test (PVT) yang diterapkan di Inggris dan Jerman untuk mengontrol konten di media digital.  Juga seperti the News Media Bargaining Code di Australia yang diterapkan untuk mengatasi dominasi pasar perusahaan media sosial transnasional.

Namun, sama seperti di Indonesia, di banyak negara aturan semacam ini juga mendapat banyak pertentangan karena dianggap mengkhawatirkan hak dan kehidupan warga negara, khususnya berkaitan dengan kebebasan memperoleh informasi dan ancaman data privasi. Terlebih, banyak pihak menilai Permenkominfo 5/2020 ini memiliki banyak pasal karet.

Ancaman Pelanggaran Data Pribadi

Di balik tujuan baik Pemerintah mengatur dominasi PSE lingkup privat yang kian digandrungi di tengah masyarakat, ada celah dan potensi pelanggaran hak warga negara yakni adanya pasal karet yang tertuang di dalam Permenkominfo 5/2020. 

Setidaknya ada beberapa pasal yang dianggap bermasalah dalam Permenkominfo, misalnya pada Pasal 36 ayat 1, 2 dan 3 yang isinya adalah keleluasaan bagi penegak hukum untuk meminta konten komunikasi dan data pribadi kepada platform. Hal ini tentu akan memunculkan indikasi adanya penyalahgunaan untuk tindakan yang bersifat represif.

Ancaman pelanggaran data pribadi juga tertuang dalam Pasal 21 ayat 1 dan 2. Pasal ini memberikan keleluasaan akses kepada Kementerian, lembaga serta aparat penegak hukum terhadap akses Sistem Elektronik dan data elektronik. 

Sama halnya dengan Pasal 36 ayat 5 yang berbunyi, “PSE Lingkup Privat memberikan akses terhadap Data Pribadi Spesifik yang diminta oleh Aparat Penegak Hukum dalam hal permintaan tersebut disampaikan berdasarkan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (4)".

Data pribadi yang dimaksud dalam pasal-pasal tersebut juga memiliki cakupan yang sangat luas, dari data pribadi yang spesifik hingga data soal kehidupan seperti orientasi seksual hingga data keluarga. 

Ancaman pelanggaran ini semakin nyata karena tidak adanya level urgensi bagi PSE untuk memberikan keleluasaan akses sebagaimana yang telah diatur dalam pasal-pasal di atas. Penerapan Permenkominfo 5/2020 ini menjadi dilematis karena selain tajam terhadap PSE, juga berpotensi menjadi alat represi bagi warga negara.

Fenomena represi digital terbit seiring dengan pertumbuhan pesat media digital yang banyak dimanfaatkan sebagai ruang ekspresi bagi warga negara. Ekspresi tersebut sering kali berbenturan dengan aturan hukum dan pemidanaan, khususnya dengan penggunaan pasal karet di Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang ITE. 

Potensi pasal karet pada Permenkominfo 5/2020 juga memiliki potensi yang sama, bahkan dapat menjadi penyubur dari tindakan represi digital yang timbul akibat keleluasaan akses terhadap data pribadi pengguna di platform digital. Tindakan represif yang berpotensi muncul seperti doxing hingga penyalahgunaan data pribadi untuk tujuan pembungkaman.

Urgensi Komitmen Pemerintah

Hiruk pikuk pro kontra ini sudah sepatutnya segera direspon oleh Pemerintah. Terlebih, di ruang media sosial ramai muncul tagar #BlokirKominfo sebagai bentuk protes terhadap potensi ancaman dari Permenkominfo 5/2020. 

Visi kedaulatan digital Indonesia yang diusung dari peraturan ini sebenarnya sangat baik di tengah gencarnya isu keamanan siber. Namun, sangat disayangkan jika Permenkominfo ini menyimpan masalah baru yang dapat menjadi mata pisau lain di masa yang akan datang. 

Terlebih, isu ancaman kebebasan sipil yang diakibatkan dari aturan ini sebenarnya sudah mulai ramai diberitakan sejak 2021 lalu ketika OSS-RBA mulai efektif dijalankan. Kominfo dan pihak terkait harus memiliki upaya mitigasi kebijakan agar kebijakan ini dapat berjalan sesuai dengan tujuan utama. 

Jika pun harus mengatur terkait akses sistem elektronik terhadap pemerintah, maka juga harus diatur level-level urgensi bagaimana data dan informasi dapat diberikan. Hal ini juga agar tidak terjadi dilema di dalam perusahaan PSE yang juga memiliki swa-regulasi sendiri.

***

*) Oleh: Muhammad Iqbal Khatami, Peneliti Komite Independen Sadar Pemilu, Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi UGM.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

 

_____
**)
 Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Seoul Vibe, Film Aksi Drifting Berlatar Tahun 1988
    Seoul Vibe, Film Aksi Drifting Berlatar Tahun 1988
    16/08/2022 - 04:22
  • Heat Stroke Wasn't the Main Cause of Death for the Pilgrims
    Heat Stroke Wasn't the Main Cause of Death for the Pilgrims
    16/08/2022 - 03:36
  • Keren, Film Pendek Taylor Swift Masuk Nominasi Oscar  
    Keren, Film Pendek Taylor Swift Masuk Nominasi Oscar  
    16/08/2022 - 02:45
  • Matte Tetap Lembab, Y.O.U Cloud Touch Fixing Tint Solusinya
    Matte Tetap Lembab, Y.O.U Cloud Touch Fixing Tint Solusinya
    16/08/2022 - 02:01
  • Asik Si Gemoy Po Kembali, Kung Fu Panda 4 Rilis 2024
    Asik Si Gemoy Po Kembali, Kung Fu Panda 4 Rilis 2024
    16/08/2022 - 01:12

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Perlukah 'Motif' dalam Kasus Irjen Ferdy Sambo?
    Perlukah 'Motif' dalam Kasus Irjen Ferdy Sambo?
    15/08/2022 - 17:14
  • Retrospeksi 77 tahun Kemerdekaan di Sektor Pendidikan
    Retrospeksi 77 tahun Kemerdekaan di Sektor Pendidikan
    15/08/2022 - 16:11
  • KKN di Perguruan Tinggi: Sebuah Pengabdian atau Sekadar Penggugur Kewajiban?
    KKN di Perguruan Tinggi: Sebuah Pengabdian atau Sekadar Penggugur Kewajiban?
    15/08/2022 - 15:29
  • Peran Strategis Pemuda dalam Mengusung Semangat Nasionalisme di Era Society 5.0
    Peran Strategis Pemuda dalam Mengusung Semangat Nasionalisme di Era Society 5.0
    15/08/2022 - 14:28
  • Pers Perjuangan di Era Klik
    Pers Perjuangan di Era Klik
    13/08/2022 - 19:12
  • Idealitas Ruang Publik dalam Citayam Fashion Week
    Idealitas Ruang Publik dalam Citayam Fashion Week
    11/08/2022 - 16:16
  • Diskresi SKB 4 Menteri di Tengah Pandemi
    Diskresi SKB 4 Menteri di Tengah Pandemi
    11/08/2022 - 15:58
  • Bergerak dengan Hati hingga Menjadi Dambaan Hati
    Bergerak dengan Hati hingga Menjadi Dambaan Hati
    11/08/2022 - 13:29

KULINER

  • Dijual di Pusat Perbelanjaan, Jajanan Jadul Khas Gresik Naik Kelas
    Dijual di Pusat Perbelanjaan, Jajanan Jadul Khas Gresik Naik Kelas
    15/08/2022 - 19:04
  • Resep Tumpeng Merah Putih, Sajian Lezat Saat Tujuh Belasan
    Resep Tumpeng Merah Putih, Sajian Lezat Saat Tujuh Belasan
    14/08/2022 - 07:12
  • Bancakan Sak Tempeh di Java Lotus Hotel, Sajian Ragam Kudapan Pandhalungan
    Bancakan Sak Tempeh di Java Lotus Hotel, Sajian Ragam Kudapan Pandhalungan
    13/08/2022 - 16:56
  • Berlumur 15 Bumbu Rahasia, Rasakan Kelezatan Mih Kocok Mang Dadeng di Kota Bandung
    Berlumur 15 Bumbu Rahasia, Rasakan Kelezatan Mih Kocok Mang Dadeng di Kota Bandung
    13/08/2022 - 12:56
  • Resep Ayam Popcorn Renyah, Cocok Buat Bekal Anak
    Resep Ayam Popcorn Renyah, Cocok Buat Bekal Anak
    12/08/2022 - 04:00