Kopi TIMES

Efektivitas dan Produktivitas Anggaran Daerah

Jumat, 08 Juli 2022 - 17:01 | 51.03k
Efektivitas dan Produktivitas Anggaran Daerah
Haris Zaky Mubarak, MA, Analis dan Eksekutif Peneliti Jaringan Studi Indonesia.
Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Beberapa waktu yang lalu, Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu RI) Sri Mulyani Indrawati memberikan kritik terhadap semua kepala daerah di Indonesia supaya mampu meningkatkan kualitas penganggaran dan juga memperbaiki alokasi belanja untuk memberi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan kemajuan pembangunan infrastruktur dasar. Menkeu RI berharap jika Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tak hanya fokus dalam mengalokasikan belanja barang dan gaji pegawai tapi juga mengarahkan pada sektor yang produktif dan potensial.

Kritik Sri Mulyani ini memang sangat beralasan, apalagi sebagai kepala daerah yang merupakan pemimpin tertinggi di daerah sekaligus pengelola anggaran yang mendapat kewenangan langsung dari presiden harus benar - benar serius dalam menjalankan tata kelola kuasa anggaran. Karena itu setiap pemimpin daerah wajib sesungguhnya untuk dapat mengatur segala kewenangan kebijakan anggaran di daerah dan bukan dituntun oleh anak buah untuk dapat melaksanakan kebijakan anggaran.

Kualitas Program

Dalam sistem kerja penyusunan anggaran tiap pemerintah daerah, peran pejabat kepala daerah sangat luar biasa penting dalam tata kelola anggaran negara, mengingat anggaran instrumen keuangan negara ini merupakan instrumen strategis. Kekuasaan dalam hal pengelolaan keuangan negara yang semula berada di bawah Presiden diberikan kepada kementerian/ lembaga (K/L) dan pemerintah daerah (Pemda) meliputi Gubernur, Bupati, dan Walikota. Adapun Kementerian Keuangan memiliki dua fungsi, yakni sebagai bendahara negara atau pengelola fiskal dan sebagai pengguna anggaran seperti K/L lain.

Atas dasar itulah maka setiap kepala daerah perlu bijaksana melakukan kebijakan anggaran supaya relevan dengan keadaan sekitar sehingga kebijakan anggaran pemerintah daerah tidak berdampak buruk bagi kondusifitas ekonomi rakyat, stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Secara taktis, penggunaan anggaran dan alokasi belanja harus sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik. Dalam implementasi lebih jauh, setiap Pemerintah Daerah (Pemda) perlu memakai prinsip transparansi, disiplin, tertib, akuntabilitas, dan inklusif dalam tata pengelolaannya.

Untuk mengelola setiap anggaran pemerintah daerah (Pemda), setiap penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2023 harus diarahkan pada fokus program yang telah dibangun oleh pemerintah pusat. Hal ini tak lepas supaya dapat sejalan dan selaras dengan arah kebijakan fiskal dan program prioritas nasional. Program prioritas nasional ini meliputi pengelolaan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), pembangunan insfrastruktur, reformasi birokrasi, revitalisasi industri, dan  langkah pembangunan ramah lingkungan atau ekonomi hijau. 

Fokus Pemda Indonesia menata perbaikan pengelolaan keuangan daerah termasuk pengelolaan belanja daerah harus menjadi target penting untuk dilaksanakan. Apalagi berdasarkan data Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI) dalam 11 tahun terakhir semua komponen belanja daerah tercatat terus mengalami peningkatan mulai dari sisi belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja barang modal, dan belanja daerah lainnya. (Kemenkeu RI, 2022).

Wajib bagi setiap Pemda di Indonesia untuk memperhatikan setiap perbaikan pada komposisi anggaran belanja daerah serta realisasi belanja daerah yang masih melambat. Pada tahun ini saja dana transfer dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah sudah mencapai 770 triliun. Tentu besarnya alokasi ini menjadi sangat mutlak bagi setiap Pemda di Indonesia untuk dapat melakukan percepatan realisasi belanja yang lambat. Disinilah reformasi belanja di daerah akan terus menjadi pusat perhatian semua karena dengan penerapan reformasi belanja inilah sistem anggaran akan mudah dipertanggung jawabkan secara transparan. 

Setiap pengelola keuangan di daerah dapat terus meningkatkan kualitas pengelolaan anggaran dengan memperbaiki alokasi belanja. Menkeu RI juga menyampaikan agar tetap berfokus kepada perbaikan kualitas sumber daya manusia dan infrastruktur dasar, meskipun di tengah dinamika kondisi ekonomi dunia yang tidak mudah seperti saat ini. Dalam tahapan ini setiap kepala daerah harus dapat memberikan ruang kesempatan (opportunity) kepada masyarakat lokal untuk dapat bangkit dan menata kembali kehidupan ekonomi yang telah mengalami dampak besar selama masa wabah pandemi Covid-19. Pada kerangka ini, setiap Pemda harus lebih produktif dalam melakukan tata arah (refocusing) kebijakan ekonomi lokal supaya dapat menciptakan kualitas kemajuan ekonomi masyarakat daerah.

Refocusing Kebijakan

Selama masa Covid-19, telah banyak kebijakan pemerintah yang telah dikeluarkan untuk menekan penyebaran Covid-19 diantaranya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Jangka waktu pembatasan yang lama dibanding tahun sebelumnya karena menyesuaikan dengan kondisi Covid-19. Lamanya masa pembatasan ini mau tak mau telah menyebabkan aktivitas perekonomian di Indonesia menjadi menurun. Salah satu program mengurangi dampak Covid - 19 terhadap perekonomian nasional yakni dengan melaksanakan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). 

Untuk mengejar target pemulihan ekonomi, Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional sebesar lebih dari Rp744,75 triliun (Kemenkeu RI, 2021). Hal ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mengembalikan ekonomi Indonesia. Besarnya anggaran ini yang semestinya dioptimalisasikan oleh semua Pemda di Indonesia dengan sistem pengaturan ulang anggaran atau refocussing untuk membiayai berbagai jenis belanja di Kementerian/Lembaga terkait penanganan Covid-19 termasuk juga untuk anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Dalam pengertiannya, Refocusing Anggaran adalah memusatkan atau memfokuskan kembali rencana anggaran, yang secara terminologi (menurut istilah), refocusing anggaran untuk memusatkan kembali anggaran kegiatan yang sebeumnya tidak dianggarkan melalui perubahan anggaran.dengan cara menggeser, mengalihkan atau memindahkan anggaran dari kegiatan sebelumnya ke kegiatan lainnya. Dalam anggaran Pemda, anggaran belanja yang berpotensi refocusing adalah belanja honorarium, perjalanan dinas, paket rapat, belanja jasa, bantuan pembangunan gedung, pengadaan kendaraan sampai segala macam pengadaan fasilitas publik yang belum urgen untuk dilaksanakan. 

Kebijakan refocusing anggaran jelas bukan merupakan hal remeh, karena dalam tren beberapa bulan ini saja telah terjadi tren penyusutan rasio dana transfer ke daerah karena implikasi ketidakpercayaan pemerintah pusat kepada daerah.Padahal masalah daerah yang masih tak mampu membelanjakan anggaran secara baik tersebut seharusnya diatasi dengan membangun perbaikan sistem dan komunikasi supaya penggunaan anggaran yang efektif dan produktif. Untuk tahun 2023, pemerintah sudah anggarkan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) berkisar Rp800,2 Triliun sampai Rp832,4 triliun atau 38 sampai 40,1 persen dari anggaran belanja pemerintah pusat Rp1.995,7 triliun sampai Rp2.161,1 triliun. (Kemenkeu RI, 2022). Rasio ini tak berbeda dari yang disiapkan tahun ini yakni Rp770,4 triliun atau 39,75 persen dari total belanja pemerintah.

Disinilah peran kapabilitas kepala daerah dalam membangun kemandiran fiskal di daerahnya. Apalagi dalam penerapan sistem desentralisasi setiap daerah harus mampu bekerja secara mandiri. Karena itu, setiap daerah di Indonesia harus memiliki kapasitas fiskal yang kuat. Hal ini harus dibuktikan dengan naiknya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang lebih tinggi dari pendapatan yang berasal dari transfer pemerintah pusat atau Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD).

Daerah yang terlalu bergantung kepada anggaran TKDD tak akan mampu bertahan saat terjadi goncangan keuangan di tingkat pusat seperti dampak wabah pandemi Covid-19 sekarang ini. Untuk itulah, setiap Pemda di Indonesia wajib mengalokasikan sumber ketahanan fiskal di daerahnya masing – masing. Jika hal ini dilaksanakan secara berkelanjutan dan stabil maka bukan hal yang mustahil jika eksistensi daerah akan menjadi motor penggerak pemulihan kehidupan secara nasional sekaligus menjadi poros sumber kekuatan ekonomi negara.

***

*) Oleh: Haris Zaky Mubarak, MA, Analis dan Eksekutif Peneliti Jaringan Studi Indonesia.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Rizal Dani

EKORAN

TERBARU

  • Rumor Terbukti, Persik Kediri - Javier Roca Resmi Berpisah
    Rumor Terbukti, Persik Kediri - Javier Roca Resmi Berpisah
    13/08/2022 - 21:54
  • Total Jemaah Wafat 89 Orang, Lebih dari 50 Persen Wafat Setelah Puncak Haji Armuzna
    Total Jemaah Wafat 89 Orang, Lebih dari 50 Persen Wafat Setelah Puncak Haji Armuzna
    13/08/2022 - 21:48
  • Kenalkan Batik Lokal, Pemkab Probolinggo Gelar Pemeran dan Fashion Show Batik
    Kenalkan Batik Lokal, Pemkab Probolinggo Gelar Pemeran dan Fashion Show Batik
    13/08/2022 - 21:33
  • Bangkitkan Semangat Kemerdekaan, Hetifah Gagas Mahakam 10K 2022
    Bangkitkan Semangat Kemerdekaan, Hetifah Gagas Mahakam 10K 2022
    13/08/2022 - 21:22
  • Kerja Sama IKAPETE, Mbalah Aswaja UNISMA Hadirkan Cucu Pendiri NU
    Kerja Sama IKAPETE, Mbalah Aswaja UNISMA Hadirkan Cucu Pendiri NU
    13/08/2022 - 21:16

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Pers Perjuangan di Era Klik
    Pers Perjuangan di Era Klik
    13/08/2022 - 19:12
  • Idealitas Ruang Publik dalam Citayam Fashion Week
    Idealitas Ruang Publik dalam Citayam Fashion Week
    11/08/2022 - 16:16
  • Diskresi SKB 4 Menteri di Tengah Pandemi
    Diskresi SKB 4 Menteri di Tengah Pandemi
    11/08/2022 - 15:58
  • Bergerak dengan Hati hingga Menjadi Dambaan Hati
    Bergerak dengan Hati hingga Menjadi Dambaan Hati
    11/08/2022 - 13:29
  • Pekan ASI: Ayo Kerja Sama Mengasihi!
    Pekan ASI: Ayo Kerja Sama Mengasihi!
    10/08/2022 - 16:40
  • Pendampingan UKM dan Kolaborasi Kegiatan Inisiasi Eduwisata Bersama Kampus UMM
    Pendampingan UKM dan Kolaborasi Kegiatan Inisiasi Eduwisata Bersama Kampus UMM
    10/08/2022 - 15:09
  • Kali ini Bagong yang Resah
    Kali ini Bagong yang Resah
    10/08/2022 - 09:13
  • Jangan Gampang Mengkafirkan
    Jangan Gampang Mengkafirkan
    10/08/2022 - 00:51

KULINER

  • Bancakan Sak Tempeh di Java Lotus Hotel, Sajian Ragam Kudapan Pandhalungan
    Bancakan Sak Tempeh di Java Lotus Hotel, Sajian Ragam Kudapan Pandhalungan
    13/08/2022 - 16:56
  • Berlumur 15 Bumbu Rahasia, Rasakan Kelezatan Mih Kocok Mang Dadeng di Kota Bandung
    Berlumur 15 Bumbu Rahasia, Rasakan Kelezatan Mih Kocok Mang Dadeng di Kota Bandung
    13/08/2022 - 12:56
  • Resep Ayam Popcorn Renyah, Cocok Buat Bekal Anak
    Resep Ayam Popcorn Renyah, Cocok Buat Bekal Anak
    12/08/2022 - 04:00
  • Kembange Kopi, Inovasi Banyuwangi Kembangkan Ekonomi Kopi Rakyat
    Kembange Kopi, Inovasi Banyuwangi Kembangkan Ekonomi Kopi Rakyat
    11/08/2022 - 16:21
  • Es Krim Rasa Saos Tomat atau Jadi Incaran Warga Inggris
    Es Krim Rasa Saos Tomat atau Jadi Incaran Warga Inggris
    11/08/2022 - 05:17