Kopi TIMES

Kebebasan Akademik dan Kebebasan Menyampaikan Pendapat Mahasiswa

Kamis, 07 Juli 2022 - 12:42 | 71.84k
Kebebasan Akademik dan Kebebasan Menyampaikan Pendapat Mahasiswa
H. Bambang Eko Muljono, SH.,S.pN.,MM.,M.Hum, Rektor Universitas Islam Lamongan.
Editor: Ardiyanto

TIMESINDONESIA, LAMONGANDALAM banyak kegiatan penyampaian pendapat sering terjadi para mahasiswa menggunakan dalih kebebasan akademik dan kebebasan menyampaikan pendapat dan itu dilindungi oleh hukum.

Kapan seseorang mahasiswa dapat menamakan diri sebagai mahasiswa dalam menyampaikan pendapat dan kapan dia sebagai warga negara sebagaimana anggota masyarakat yang lainnya, batasannya sangat tipis sekali, karena mahasiswa juga sebagai anggota masyarakat.

Pemahaman yang kurang tepat tentang hal ini kiranya dapat merusak perjuangan untuk mendorong Indonesia menjadi negara yang demokratis melalui kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik yang diperjuangkan saat reformasi.

Pada dasarnya, konsep kebebasan akademik diakui dan dihormati secara universal. Di negara kita Indonesia, kebebasan akademik selalu dan dapat dikaitkan dengan Pasal 28E ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang berbunyi : “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat.”

Kebebasan berpendapat yang ada di Indonesia adalah salah satu dari bagian hak asasi manusia yang dimana hal tersebut dilindungi dan dijamin oleh negara. Namun pengutaraan pendapat ini haruslah beserta dengan etika agar tidak ada seorangpun yang merasa tersakiti oleh pendapat yang diutarakan dan tidak menimbulkan fitnah serta perpecahan atau melanggar kebebasan orang yang lainnya.

Untuk itu tentunya dalam menyampaikan pendapat haruslah logis dan tidak asal mengutarakan pendapat. Mereka harus menganalisa dan mengkaji kebijakan yang akan diprotes sehingga mereka memiliki pendapat yang bisa mereka utarakan tanpa melanggar atau menabrak hak kebebasan orang lain.

Kebebasan akademik dalam peraturan perundangan kita diatur secara spesifik yaitu dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (“UU DIKTI”). Pada Pasal 8 ayat (1) UU DIKTI jelas dan tegas menyatakan bahwa: “Dalam penyelenggaraan Pendidikan dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi berlaku kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan.”

Lebih lanjut didalam penjelasan Pasal 8 ayat (1) ditegaskan bahwa : ” Yang dimaksud dengan “akademik” dalam “kebebasan akademik” dan “kebebasan mimbar akademik” adalah sesuatu yang bersifat ilmiah atau bersifat teori yang dikembangkan dalam Pendidikan Tinggi dan terbebas dari pengaruh politik praktis.” Bukan kebebasan yang sebebas-bebasnya tetapi dibatasi oleh kaidah keilmiahan.

Kebebasan akademik merupakan tiang penyangga kehidupan perguruan tinggi. Kebebasan akademik, sebagaimana disebutkan oleh UNESCO, adalah kebebasan dalam mengajar dan berdiskusi serta kebebasan dalam meneliti, menyebarluaskan, dan menerbitkan hasil riset. Kebebasan akademik merupakan sesuatu yang fundamental di dalam masyarakat perguruan tinggi dalam rangka memberi jalan bagi lahirnya pikiran-pikiran ilmiah dari kaum intelektual kampus yang kreatif dan produktif dengan gagasan-gagasan barunya.

Dengan kebebasan akademik intelektual kampus memiliki kebebasan untuk melaksanakan fungsinya sebagai akademisi atau mengimplementasikan tugas-tugas universitas tanpa intervensi kekuasaan luar.

Hukum positif di Indonesia sudah mengakui akan adanya kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan. Hal itu dapat kita lihat pada UU DIKTI yang secara jelas dan tegas telah mengaturnya pada pada Pasal 9 ayat (1), (2) dan (3) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 .Pasal 9 UU Dikti menyatakan :

Pasal 9

(1) Kebebasan akademik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) merupakan kebebasan Sivitas Akademika dalam Pendidikan Tinggi untuk mendalami dan mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi secara bertanggung jawab melalui pelaksanaan Tridharma.

(2) Kebebasan mimbar akademik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) merupakan wewenang profesor dan/atau Dosen yang memiliki otoritas dan wibawa ilmiah untuk menyatakan secara terbuka dan bertanggung jawab mengenai sesuatu yang berkenaan dengan rumpun ilmu dan cabang ilmunya.

(3) Otonomi keilmuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) merupakan otonomi Sivitas Akademika pada suatu cabang Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi dalam menemukan, mengembangkan, mengungkapkan, dan/atau mempertahankan kebenaran ilmiah menurut kaidah, metode keilmuan, dan budaya akademik.

Timbul pertanyaan bagaimana dengan mahasiswa? Apakah mahasiswa mempunyai kebebasan akademik? Ketika seseorang menamakan diri sebagai mahasiswa, tentu berlaku ketentuan-ketentuan yang termaktub dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (“UU DIKTI”) dan kebebasan akademik juga berlaku untuk mahasiswa. Mahasiswa, bersama dengan dosen dan tenaga kependidikan, adalah bagian dari sivitas akademika atau warga akademik pendidikan tinggi.

Lebih lanjut pasal 13 UU Dikti menjelaskan bahwa Mahasiswa sebagai anggota Sivitas Akademika diposisikan sebagai insan dewasa yang memiliki kesadaran sendiri dalam mengembangkan potensi diri di Perguruan Tinggi untuk menjadi intelektual, ilmuwan, praktisi, dan/atau profesional. Mahasiswa secara aktif mengembangkan potensinya dengan melakukan pembelajaran, pencarian kebenaran ilmiah, dan/atau penguasaan, pengembangan, dan pengamalan suatu cabang Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi untuk menjadi ilmuwan, intelektual, praktisi, dan/atau profesional yang berbudaya.Mahasiswa memiliki kebebasan akademik dengan mengutamakan penalaran dan akhlak mulia serta bertanggung jawab sesuai dengan budaya akademik.

Kebebasan akademik dalam kerangka Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (“UU DIKTI”) inilah yang wajib dilindungi dan difasilitasi oleh pimpinan perguruan tinggi sebagaimana yang dimaksud Pasal 8 ayat (3) UU Dikti yaitu didasari fakta dan data bukan kebebasan asal muni (asmuni) yang berdasar anggapan dan asumsi hal mana untuk mencegah terjadinya pencemaran nama baik atau pemanfaatan kampus untuk tujuan nonpendidikan.

Demikianlah sedikit penyegaran pemahaman tentang kebebasan akademik dan kebebasan menyampaikan pendapat khususnya untuk sivitas akademika agar kita tidak berulang kali membuat kesalahan tafsir dalam menghadapi kehidupan yang hari ini sudah memasuki era society 5.0 (smart society) pasca pandemi covid-19 ini. (*)

* ) Penulis: H Bambang Eko Muljono, SH.,S.pN.,MM.,M.Hum, Rektor Universitas Islam Lamongan (Unisla

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

 

____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Asik Si Gemoy Po Kembali, Kung Fu Panda 4 Rilis 2024
    Asik Si Gemoy Po Kembali, Kung Fu Panda 4 Rilis 2024
    16/08/2022 - 01:12
  • Wujudkan Industri Indonesia 4.0 di Correctio, PT Jababeka Infrastruktur Jalin Kerja Sama dengan Telkomsel
    Wujudkan Industri Indonesia 4.0 di Correctio, PT Jababeka Infrastruktur Jalin Kerja Sama dengan Telkomsel
    15/08/2022 - 22:42
  • Bertambah 1 Orang, Kemenag RI: Total Jemaah Haji Wafat Menjadi 90 Orang
    Bertambah 1 Orang, Kemenag RI: Total Jemaah Haji Wafat Menjadi 90 Orang
    15/08/2022 - 22:23
  • HUT RI Ke 77, Orderan Panjat Pinang di Indramayu Naik Dua Kali Lipat
    HUT RI Ke 77, Orderan Panjat Pinang di Indramayu Naik Dua Kali Lipat
    15/08/2022 - 22:02
  • Naik Podium EISCC 2022, Elang Dapat Apresiasi dari KONI Kota Tasikmalaya
    Naik Podium EISCC 2022, Elang Dapat Apresiasi dari KONI Kota Tasikmalaya
    15/08/2022 - 21:55

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Perlukah 'Motif' dalam Kasus Irjen Ferdy Sambo?
    Perlukah 'Motif' dalam Kasus Irjen Ferdy Sambo?
    15/08/2022 - 17:14
  • Retrospeksi 77 tahun Kemerdekaan di Sektor Pendidikan
    Retrospeksi 77 tahun Kemerdekaan di Sektor Pendidikan
    15/08/2022 - 16:11
  • KKN di Perguruan Tinggi: Sebuah Pengabdian atau Sekadar Penggugur Kewajiban?
    KKN di Perguruan Tinggi: Sebuah Pengabdian atau Sekadar Penggugur Kewajiban?
    15/08/2022 - 15:29
  • Peran Strategis Pemuda dalam Mengusung Semangat Nasionalisme di Era Society 5.0
    Peran Strategis Pemuda dalam Mengusung Semangat Nasionalisme di Era Society 5.0
    15/08/2022 - 14:28
  • Pers Perjuangan di Era Klik
    Pers Perjuangan di Era Klik
    13/08/2022 - 19:12
  • Idealitas Ruang Publik dalam Citayam Fashion Week
    Idealitas Ruang Publik dalam Citayam Fashion Week
    11/08/2022 - 16:16
  • Diskresi SKB 4 Menteri di Tengah Pandemi
    Diskresi SKB 4 Menteri di Tengah Pandemi
    11/08/2022 - 15:58
  • Bergerak dengan Hati hingga Menjadi Dambaan Hati
    Bergerak dengan Hati hingga Menjadi Dambaan Hati
    11/08/2022 - 13:29

KULINER

  • Dijual di Pusat Perbelanjaan, Jajanan Jadul Khas Gresik Naik Kelas
    Dijual di Pusat Perbelanjaan, Jajanan Jadul Khas Gresik Naik Kelas
    15/08/2022 - 19:04
  • Resep Tumpeng Merah Putih, Sajian Lezat Saat Tujuh Belasan
    Resep Tumpeng Merah Putih, Sajian Lezat Saat Tujuh Belasan
    14/08/2022 - 07:12
  • Bancakan Sak Tempeh di Java Lotus Hotel, Sajian Ragam Kudapan Pandhalungan
    Bancakan Sak Tempeh di Java Lotus Hotel, Sajian Ragam Kudapan Pandhalungan
    13/08/2022 - 16:56
  • Berlumur 15 Bumbu Rahasia, Rasakan Kelezatan Mih Kocok Mang Dadeng di Kota Bandung
    Berlumur 15 Bumbu Rahasia, Rasakan Kelezatan Mih Kocok Mang Dadeng di Kota Bandung
    13/08/2022 - 12:56
  • Resep Ayam Popcorn Renyah, Cocok Buat Bekal Anak
    Resep Ayam Popcorn Renyah, Cocok Buat Bekal Anak
    12/08/2022 - 04:00