Kopi TIMES

Penerapan Inovasi ETLE

Sabtu, 02 Juli 2022 - 12:12 | 69.96k
Penerapan Inovasi ETLE
Esti Arineng Tyas, Mahasiswi Desa/ Tadris Bahasa Indonesia, Institut Agama Islam Darussalam, Blokagung, Tegalsari, Banyuwangi.
Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Mengapa perlu mematuhi tertib berlalu lintas? Peraturan dan rambu-rambu lalu lintas berlaku untuk semua pengguna jalan. Tidak hanya pengguna jalan di jalan-jalan kota namun juga berlaku untuk pengguna jalan di pedesaan. Di daerah pedesaan ada jalan desa, jalan raya kabupaten, bahkan jalan raya provinsi dan jalan raya lintas pulau. Pengguna jalan, termasuk kaum pelajar yang menggunakan kendaraan, harus mematuhi aturan dan tata tertib berlalu lintas. Tujuannya untuk mengatur lalu lintas bagi semua pengguna jalan tersebut.

Sepeda motor merupakan salah satu kendaraan bermotor  roda dua. Dijadikan sebagai alat transportasi utama dan kebanyakan masyarakat di Indonesia. Tertib berlalu lintas juga berlaku bagi pengguna kendaraan bermotor. Kebut-kebutan di jalan merupakan tindakan yang dilarang dan melanggar tertib berlalu lintas. Ini dapat merugikan diri sendiri maupun pengguna jalan yang lain. 

Kita sering menyaksikan secara langsung maupun melalui siaran televisi dan radio. Sudah banyak korban akibat ngebut di jalan raya. Wajib helm bukan semata untuk menghindari tilang polisi lalu lintas saja. Lebih dari itu untuk menjaga keselamatan pengendara maupun penumpang kendaraan bermotor roda dua. 

Umumnya siswa bersekolah di desa menggunakan sepeda motor sebagai sarana transportasi. Banyak terjadi kecelakaan akibat tidak mematuhi tertib berlalu lintas. Mereka sering kebut-kebutan di jalan dan tidak menggunakan helm pengaman kepala. Jika terjadi sesuatu akibat melanggar tertib berlalu lintas, siswa akan mengalami kerugian. Proses belajarnya di sekolah akan terganggu. Apalagi saat mau ujian naik kelas atau ujian nasional maka tidak bisa mengikuti ujian. Apes lagi apabila mendapat tilang. Bukankah akan rugi 2× lipat bukan ?

Keselamatan berkendara adalah tujuan nomer 1 untuk umat manusia ketika sedang bepergian, tak jarang jika banyak sekali kemacetan yang terjadi ataupun kecelakaan yang tidak sedang dinantikan. Semua orang pasti ingin aman bukan?  Dengan mematuhi peraturan berlalu lintas maka saya pastikan perjalanan anda tidak akan ada hambatan. Tak lupa untuk selalu mematuhi tata tertib berkendara. Seperti, memakai helm SNI untuk melindungi kepala, jangan bermain hp saat berkendara, jangan meminum minuman keras saat ingin berkendara, surat - surat kendaraan dilengkapi, mulai dari STNK, SIM, dll. 

Electronic Traffic Law Enforcement atau ETLE adalah implementasi teknologi untuk mencatat pelanggaran - pelanggaran dalam berlalu lintas secara elektronik untuk mendukung keamanan, keselamatan dan ketertiban dalam berlalu lintas. Tilang elektronik ini mengandalkan kamera CCTV yang terpasang di jalan raya untuk mendeteksi pelanggar lalu lintas secara otomatis. Kemudian Sistem Tilang Elektronik ini Pemberitahuannya akan Dikirim ke Pemilik Kendaraan Lewat Pos.

Tilang eletronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) memberikan jaminan penerapan hukum yang sama bagi semua pihak yang berpartisipasi dalam lalu lintas. Penerapan tilang elektronik nasional ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan berkendara di masyarakat. Tilang elektronik ini mengandalkan kamera CCTV yang terpasang di jalan raya untuk mendeteksi pelanggar lalu lintas secara otomatis.

Tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) tahap pertama resmi diterapkan mulai Selasa (23/3/2021). Dikutip dari korlantas.polri.go.id, penerapan ETLE nasional dilakukan sebagai terobosan Korlantas Polri untuk mewujudkan dan mendukung program kerja 100 hari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Sebanyak dua belas kepolisian daerah dengan 244 kamera tilang elektronik mulai dioperasikan, Selasa (23/3/2021). “Hari ini kita luncurkan 244 kamera tilang elektronik baru yang akan terpasang di 12 provinsi. Ke depannya secara bertahap akan kita kembangkan menjadi 34 provinsi, dan setiap Ibu Kota, Kabupaten, Kota Madya, nanti akan kita gelarkan,” kata Kapolri.

Hal ini mengingat banyaknya pelanggar yang tertangkap melalui kamera pengawas saat peluncuran ETLE. Bagi pengendara roda empat pelanggaran terbanyak menggunakan ponsel, sedangkan untuk pengendara roda dua adalah tidak menggunakan helm. Pertanyaannya setelah menerima surat bukti pelanggaran elektronik itu apakah lebih mudah untuk penyelesaiannya?

Kenyataannya memang pelanggar tidak bisa langsung membayar denda. Pemilik kendaraan sebelumnya harus melakukan konfirmasi terlebih dahulu. Konfirmasi ini dilakukan bisa dengan cara datang langsung ke Posko ETLE Subdit Penegakkan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya atau bisa melalui laman resmi https://etle-pmj.info atau bisa juga melalui aplikasi android ETLE PMJ.

Konfirmasi ini memiliki batas kedaluwarsa selama delapan hari. Apabila pemilik kendaraan tidak segera melakukan konfirmasi secara otomatis STNK akan diblokir sementara. Blokir ini baru bisa dibuka apabila pemilik kendaraan sudah menyelesaikan proses denda. Pelanggaran lalu lintas kini kian mudah terpantau kamera pengawas. Setelah proses konfirmasi, petugas akan mengirimkan surat tilang biru sebagai bukti pelanggaran berikut kode pembayaran virtual denda tilang bank yang ditunjuk.

Lantas bagaimana untuk pemilik kendaraan yang tidak terima dengan sanksi tilang ? pemilik kendaraan yang tidak terima dengan sanksi tilang itu dapat melanjutkan melalui proses pengadilan. Nanti pengadilan akan menetapkan pelanggaran dan besaran sanksi denda yang harus dibayarkan.

Terlepas mudah atau tidaknya mengurus tilang elektronik ini, kehadiran ETLE merupakan terobosan untuk memperkecil pungli yang kerap dilakukan oknum petugas dengan pelanggar lalulintas. 

Sebut H yang kerap mengemudi kendaraan di tol dalam kota ke tempat kerja di Jakarta Barat. Dia mengaku tidak merasa melanggar lalu lintas. Namun setelah menerima surat tilang berikut bukti pelanggaran barulah menyadari saat itu lupa menggunakan sabuk keselamatan. Tak hanya penindakan pelanggar lalu lintas, kasus-kasus kejahatan jalanan dengan mudah terekam kamera sehingga pelaku dapat segera ditangkap. Salah satu kasus kejahatan yang terekam kamera ETLE adalah kasus tabrak lari terhadap pesepeda. Polisi tanpa kesulitan berhasil menangkap pelaku berkat rekaman kamera ETLE.

Inovasi ETLE diadopsi dari sejumlah negara maju ternyata efektif untuk membuat pengguna kendaraan patuh di jalanan. Ribuan kamera pengawas siap untuk memantau perilaku dan gerak-gerik pengguna di dalamnya. Penerapan ETLE di Indonesia mengacu kepada Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Dalam aturan tersebut tak hanya mencantumkan butir-butir aturan yang harus dipatuhi selama berkendara tetapi juga mencantumkan sanksi dan denda bagi pelanggarnya. 

Hadirnya ETLE ini dipastikan bakal mengubah prilaku masyarakat yang selama ini kerap melanggar lalu lintas. Kali ini pengendara tidak lagi bisa bersikap seenaknya lagi di jalan karena ada ratusan kamera pengawas yang siap untuk melakukan penindakan. (*) 

***

*) Oleh: Esti Arineng Tyas, Mahasiswi Desa/ Tadris Bahasa Indonesia, Institut Agama Islam Darussalam, Blokagung, Tegalsari, Banyuwangi.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Rizal Dani

EKORAN

TERBARU

  • Promo Fantastis Luminor Hotel Jember pada Hari Pramuka dan 17 Agustus
    Promo Fantastis Luminor Hotel Jember pada Hari Pramuka dan 17 Agustus
    14/08/2022 - 00:21
  • Punya Kuliner Luar Biasa, Hasto Ingin UMKM Medan Semakin Diperkuat
    Punya Kuliner Luar Biasa, Hasto Ingin UMKM Medan Semakin Diperkuat
    13/08/2022 - 23:22
  • Kenakan Batik Lokal, Puluhan Pegawai Pemkab Probolinggo Lihai di Atas Catwalk
    Kenakan Batik Lokal, Puluhan Pegawai Pemkab Probolinggo Lihai di Atas Catwalk
    13/08/2022 - 23:06
  • Semarakan Kemerdekaan Indonesia ke-77, Kemensetneg Gelar Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan
    Semarakan Kemerdekaan Indonesia ke-77, Kemensetneg Gelar Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan
    13/08/2022 - 23:04
  • Angka Kematian Jemaah Haji Indonesia Turun Drastis dari Tahun-Tahun Sebelumnya
    Angka Kematian Jemaah Haji Indonesia Turun Drastis dari Tahun-Tahun Sebelumnya
    13/08/2022 - 22:52

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Pers Perjuangan di Era Klik
    Pers Perjuangan di Era Klik
    13/08/2022 - 19:12
  • Idealitas Ruang Publik dalam Citayam Fashion Week
    Idealitas Ruang Publik dalam Citayam Fashion Week
    11/08/2022 - 16:16
  • Diskresi SKB 4 Menteri di Tengah Pandemi
    Diskresi SKB 4 Menteri di Tengah Pandemi
    11/08/2022 - 15:58
  • Bergerak dengan Hati hingga Menjadi Dambaan Hati
    Bergerak dengan Hati hingga Menjadi Dambaan Hati
    11/08/2022 - 13:29
  • Pekan ASI: Ayo Kerja Sama Mengasihi!
    Pekan ASI: Ayo Kerja Sama Mengasihi!
    10/08/2022 - 16:40
  • Pendampingan UKM dan Kolaborasi Kegiatan Inisiasi Eduwisata Bersama Kampus UMM
    Pendampingan UKM dan Kolaborasi Kegiatan Inisiasi Eduwisata Bersama Kampus UMM
    10/08/2022 - 15:09
  • Kali ini Bagong yang Resah
    Kali ini Bagong yang Resah
    10/08/2022 - 09:13
  • Jangan Gampang Mengkafirkan
    Jangan Gampang Mengkafirkan
    10/08/2022 - 00:51

KULINER

  • Bancakan Sak Tempeh di Java Lotus Hotel, Sajian Ragam Kudapan Pandhalungan
    Bancakan Sak Tempeh di Java Lotus Hotel, Sajian Ragam Kudapan Pandhalungan
    13/08/2022 - 16:56
  • Berlumur 15 Bumbu Rahasia, Rasakan Kelezatan Mih Kocok Mang Dadeng di Kota Bandung
    Berlumur 15 Bumbu Rahasia, Rasakan Kelezatan Mih Kocok Mang Dadeng di Kota Bandung
    13/08/2022 - 12:56
  • Resep Ayam Popcorn Renyah, Cocok Buat Bekal Anak
    Resep Ayam Popcorn Renyah, Cocok Buat Bekal Anak
    12/08/2022 - 04:00
  • Kembange Kopi, Inovasi Banyuwangi Kembangkan Ekonomi Kopi Rakyat
    Kembange Kopi, Inovasi Banyuwangi Kembangkan Ekonomi Kopi Rakyat
    11/08/2022 - 16:21
  • Es Krim Rasa Saos Tomat atau Jadi Incaran Warga Inggris
    Es Krim Rasa Saos Tomat atau Jadi Incaran Warga Inggris
    11/08/2022 - 05:17