Peristiwa Daerah

LPA Jatim Catat Angka Perkawinan dan Kekerasan pada Anak Masih Tinggi

Kamis, 23 Juni 2022 - 16:13 | 27.89k
LPA Jatim Catat Angka Perkawinan dan Kekerasan pada Anak Masih Tinggi
Para OPD serta stakeholder perlindungan anak di tingkat Jawa Timur dilatih untuk membangun lingkungan yang aman dan ramah anak, Kamis (23/6/2022).(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Pewarta: | Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Lembaga Perlindungan Anak Jawa Timur (LPA Jatim) bersama UNICEF Indonesia terus mendukung pengembangan sistem perlindungan anak yang integratif serta holistic. 

Mereka mengajak semua OPD serta stakeholder perlindungan anak di tingkat Jawa Timur untuk bisa bersama-sama membangun lingkungan yang aman dan ramah anak.

Angka kekerasan yang terjadi pada anak-anak masih saja tinggi. Upaya pencegahan pun terus dikembangkan untuk bisa memastikan semua anak-anak terlindungi serta bisa menatap masa depan mereka dengan aman dan cemerlang.

OPD-B.jpg

Tercatat, berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia pelanggaran hak anak pada tahun 2021 menunjukkan angka masih cukup tinggi. Data pengaduan masyarakat, pada tahun 2019 terdapat 4.369 kasus, pada 2020 naik menjadi 6.519 kasus dan 2021 masih mencapai angka 5.953 kasus. 

Sementara itu data Simponi KPPA, pada akhir tahun 2021, di Jawa Timur terdapat 1.283 korban kekerasan yang dilaporkan. Jumlah itu terdiri dari 873 anak perempuan dan 410 anak laki-laki serta 41 anak (semua laki-laki) yang berkonflik dengan hukum ditahan dan ditempatkan di lembaga pemasyarakatan.

Di era digital, kekerasan pada anak juga banyak terjadi di ruang online. Indonesia termasuk dalam 10 negara teratas dengan kasus kekerasan seksual anak online tertinggi sejak 2005. Jajak pendapat U-Report 2019 terhadap 2.777 anak muda Indonesia usia 14-24 tahun, menemukan 45 persen mengalami cyberbullying. 

Jumlah anak laki-laki sedikit lebih tinggi dari anak perempuan masing-masing sebesar 49 persen dan 41 persen.3 dari 10 anak mengalami eksploitasi dan kekerasan seksual online (ECPAT, DtZ 2020). 196.7 juta orang Indonesia terhubung dengan internet, hampir setengah dari jumlah tersebut mengakses internet melalui smartphone. 

Di Jawa Timur, 26.4 juta orang akses internet atau lebih dari 64 persen dari total pendudukn Jawa Timur. Anak-anak di Indonesia menggunakan smartphone sebagai perangkat utama mereka di ruang daring/online. 

Kepemilikan smartphone dan penggunaan media sosial rentang usia 16–24 tahun mencapai 93,3 persen dan 90,7 persen. 41 persen anak-anak dan remaja di Indonesia menyembunyikan usia sebenarnya di dunia maya. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Jawa Timur, Restu Novi Widiani menuturkan, masih banyak pekerjaan rumah di Jatim yang berhubungan dengan anak. Selain stunting, kekerasan pada anak serta pernikahan anak juga masih tinggi.

Hal itu ia ungkapkan di sela-sela Pelatihan Sistem Perlindungan Anak bagi OPD dan Stakeholders Perlindungan anak di Jatim, Kamis (23/6/2022)

"Kami berterima kasih pada semua pihak yang sudah ikut dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan pada anak serta masalah-masalah perlindungan anak lainnya. Termasuk ikut dalam mengembangkan sistem perlindungan anak bagi OPD maupun stakeholder di Jatim," ujar Novi. 

Ia melanjutkan, perundungan serta pekerja anak juga menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai. Masih banyak dijumpai pekerja anak yang usianya di bawah 18 tahun.  "Untuk perkawinan anak, dispensasi nikah di Jatim juga masih tinggi," jelasnya.

Spesialis Perlindungan Anak UNICEF Wilayah Jawa, Naning Pudjijulianingsih mengatakan, sistem perlindungan anak di Jatim sudah dikembangkan di beberapa daerah.

Termasuk peningkatan kapasitas layanan Kesejahteraan sosial dan Perlindungan anak, layanan di tingkat masyarakat/berbasis masyarakat, edukasi pengasuhan positif dan penguatan kapasitas anak sebagai pelopor dan pelapor.  Harapannya daerah-daerah lainnya bisa melakukan replikasi  pengembangan sistem perlindungan anak.

Kekerasan pada anak sampai saat ini masih menjadi isu nasional yang butuh upaya luar biasa dan banyak kolaborasi semua pihak untuk bisa mencegahnya. Berbagai upaya sudah dilakukan, termasuk membangun sistem perlindungan anak yang sudah dilakukan di berbagai daerah.

OPD-C.jpg

"Hal baik dalam sistem perlindungan anak bisa diadopsi serta dikembangkan ke berbagai daerah. Termasuk Jatim yang kini terus fokus dalam mewujudkan provinsi dan Kabupaten/kota layak anak dan GERAKAN 5 STOP dengan memperkuat sistem perlindungan anak," jelasnya.

Selain kekerasan pada anak, perkawinan anak di Jatim juga tinggi. Termasuk juga kasus perundungan serta aksi kekerasan yang melibatkan anak. "Upaya pencegahan dan penanganan kekerasan pada anak tak bisa sendirian, makanya kehadiran banyak pihak dalam rangka sistem perlindungan anak ini bisa terus dilakukan," jelasnya. 

Pandemi Covid-19 juga membawa efek domino pada peningkatan kekerasan pada anak. UNICEF memastikan model adaptif yang responsif terhadap konteks pemrograman pandemi Covid-19 dan mengadopsi pendekatan ekologis untuk mengatasi kerentanan anak-anak yang disebut Lingkungan Aman dan Ramah untuk Anak-Anak (SAFE4C) sejak awal 2021.

Pada masing-masing wilayah dan daerah, lanjutnya, UNICEF bekerjasama dengan OPD terkait dengan melibatkan Lembaga Masyarakat termasuk LPA untuk bisa mendorong stakeholders local.

Ketua LPA Jatim Anwar Sholikhin menuturkan, permodelan sistem perlindungan anak bagi para OPD dan stakeholders perlindungan anak bisa dijadikan rujukan di semua kabupaten/kota di Jatim. 

Setidaknya dalam langkah awal ini 14 kabupaten/kota akan menjalani, nantinya harapannya bisa diikuti oleh daerah lain.  "Karena perlindungan anak ini bersifat holistic, jadi harus bisa dikembangkan oleh berbagai pihak," katanya. 

Selain kekerasan anak, lanjutnya, perkawinan anak di Jatim memang tinggi.  Angka perkawinan anak di Jawa Timur yaitu 10,7 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan angka rata-rata nasional 10,35 persen, sementara pencatatan kelahiran untuk anak balita stagnan di 83 persen. 

Dengan disahkannya Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) menjadi undang-undang (UU) pada Rapat Paripurna DPR RI, maka upaya pencegahan kekerasan berbasis gender semakin kuat. 

Namun demikian upaya-upaya tersebut harus dilakukan dengan strategi yang tepat, sistematis dan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai intansi atau lembaga dan stakeholders untuk mencegah dan menyediakan layanan bagi anak-anak yang rentan dan yang telah menjadi korban kekerasan. 

Berdasar fakta dan data masih tingginya kekerasan yang terjadi pada anak, maka upaya-upaya pencegahan, penyediaan layanan, respons cepat, tepat dan menyeluruh sangat dibutuhkan.

Di sisi lain anak-anak Jawa Timur memiliki hak-hak anak yang wajib dijamin, dihormati, dilindungi, dipenuhi dan punya hak untuk hidup di lingkungan yang memberikan rasa aman dan ramah anak Inilah yang jadi perhatian LPA Jatim dan UNICEF Indonesia. (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • These 3 Groups of Pilgrim Get Previlege with Badal Hajj for Free from Kemenag RI
    These 3 Groups of Pilgrim Get Previlege with Badal Hajj for Free from Kemenag RI
    25/06/2022 - 07:11
  • 7 Film Aksi Korea, Dijamin Seru Menegangkan Temani Akhir Pekan
    7 Film Aksi Korea, Dijamin Seru Menegangkan Temani Akhir Pekan
    25/06/2022 - 06:41
  • Mendaki Gunung Cara Asik Isi Liburan, Ini Rekomendasi Gunung untuk Anak-Anak
    Mendaki Gunung Cara Asik Isi Liburan, Ini Rekomendasi Gunung untuk Anak-Anak
    25/06/2022 - 06:17
  • 4 Crazy Benefits of Basil Seeds for Your Health
    4 Crazy Benefits of Basil Seeds for Your Health
    25/06/2022 - 05:34
  • These Beverages Recipe will Take You to the Cloud Nine
    These Beverages Recipe will Take You to the Cloud Nine
    25/06/2022 - 04:31

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Sketsa TWKM ke-32 Mahasiswa Pecinta Alam se-Indonesia
    Sketsa TWKM ke-32 Mahasiswa Pecinta Alam se-Indonesia
    25/06/2022 - 00:51
  • Catatan Ketua MPR RI: Stunting, Anak Putus Sekolah dan Endapan Dana Pemda
    Catatan Ketua MPR RI: Stunting, Anak Putus Sekolah dan Endapan Dana Pemda
    24/06/2022 - 09:32
  • Koalisi Parpol, Upaya Membatasi Gerak Politik PDIP Pada Pilpres 2024?
    Koalisi Parpol, Upaya Membatasi Gerak Politik PDIP Pada Pilpres 2024?
    23/06/2022 - 14:12
  • Memaknai Burung Enggang dalam Motif Batik Suku Dayak Kalimantan Tengah
    Memaknai Burung Enggang dalam Motif Batik Suku Dayak Kalimantan Tengah
    23/06/2022 - 12:18
  • Terorisme dan Kritisisme
    Terorisme dan Kritisisme
    23/06/2022 - 01:34
  • Konstitusionalitas Durasi Kampanye Pemilu 2024
    Konstitusionalitas Durasi Kampanye Pemilu 2024
    22/06/2022 - 17:46
  • Refleksi Hari Krida Pertanian: Pemulihan Ekonomi Melalui Pertanian
    Refleksi Hari Krida Pertanian: Pemulihan Ekonomi Melalui Pertanian
    22/06/2022 - 14:36
  • Bahaya Laten AKM dan Alternatif Mitigasinya
    Bahaya Laten AKM dan Alternatif Mitigasinya
    21/06/2022 - 15:56

KULINER

  • Bosan dengan Olahan Sapi Biasa? Yuk Intip Resep Satu Ini!
    Bosan dengan Olahan Sapi Biasa? Yuk Intip Resep Satu Ini!
    25/06/2022 - 01:36
  • Watermelon Lemonade Smoothie, Si Semangka Merah Penghilang Dahaga
    Watermelon Lemonade Smoothie, Si Semangka Merah Penghilang Dahaga
    24/06/2022 - 05:31
  • Martabak Black Ajipp, Cemilan Inovatif Bandung yang Tak Kalah Legit
    Martabak Black Ajipp, Cemilan Inovatif Bandung yang Tak Kalah Legit
    24/06/2022 - 00:17
  • JW Marriott Surabaya Buka Gerai Wine & Co
    JW Marriott Surabaya Buka Gerai Wine & Co
    23/06/2022 - 21:32
  • 10 Kuliner Khas Arab Saudi, JCH Indonesia Wajib Coba
    10 Kuliner Khas Arab Saudi, JCH Indonesia Wajib Coba
    23/06/2022 - 03:33