Advertisement
Indonesia Positif

Realisasi Vaksin PMK di Kabupaten Probolinggo Belum Ada Kejelasan

Jumlah kebutuhan dosis vaksin PMK di Kabupaten Probolinggo, hingga saat ini masih belum ada kejelasan. Padahal, Pemkab setempat sudah mengusulkan dan belum mengetahui jum ...

TIMES Indonesia,
Realisasi Vaksin PMK di Kabupaten Probolinggo Belum Ada Kejelasan
Pengobatan hewan ternak beberapa waktu lalu oleh dinas terkait. (Foto: Dokumen/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

PROBOLINGGO Jumlah kebutuhan dosis vaksin PMK di Kabupaten Probolinggo, hingga saat ini masih belum ada kejelasan. Padahal, Pemkab setempat sudah mengusulkan dan belum mengetahui jumlah realisasi dosis yang akan diterimanya. Pemkab juga masih menunggu kebijakan itu.

Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, Maryoto mengemukakan, dosis vaksin PMK memang sudah sampai di Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Hanya saja, dari 1 juta dosis yang diusulkan, baru 1000 dosis yang terealisasi.

Advertisement

1000 dosis itu dibagikan pada seluruh Kota dan Kabupaten di Jatim. Sementara, pihaknya belum mengetahui berapa jumlah dosis vaksin yang akan diberikan ke Kabupaten Probolinggo.

"Sampai sekarang kami belum tahu berapa dosis yang akan diterima. Belum jelas dapat atau tidak. Kami juga masih menunggu," ungkap Maryoto, Rabu (22/6/2022).

Ia menyampaikan, jika nantinya telah didistribusikan, kemungkinan tidak akan sebanyak jumlah kebutuhan yang telah diusulkan sebelumnya. Sehingga, vaksinasi itu nantinya akan dilakukan secara bertahap.

Setelah vaksin PMK didistribusikan, kata Maryoto, pihaknya akan mendahulukan ternak yang berada di bawah pembinaan pemerintah. Kemudian, peternak besar atau ternak yang berada di bawah naungan mitra pemerintah. "Dan diutamakan pada ternak sapi perah. Karena sapi jenis ini lebih rentan terpapar virus PMK daripada sapi jenis lainnya," tegasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia