Kesehatan

Fraksi Gerindra Dorong Pemerintah Bentuk Satgas Tangani Wabah PMK

Rabu, 08 Juni 2022 - 23:59 | 26.38k
Fraksi Gerindra Dorong Pemerintah Bentuk Satgas Tangani Wabah PMK
Sekjen Gerindra Ahmad Muzani bersama Ketua Gerindra Jatim Anwar Sadad. (Foto: Dok.TIMES Indonesia)
Pewarta: | Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Menjelang Idul Adha wabah penyakit mulut dan kaki (PMK) yang menyerang sapi-sapi milik peternak di Tanah Air semakin meresahkan.

Data Kementerian Pertanian per 2 Juni menunjukkan wabah PMK telah tersebar di 18 provinsi dan 127 kabupaten/kota. Fakta ini harus dijadikan pemerintah agar lebih serius menangani masalah PMK ini.

Ketua Fraksi Gerindra DPR RI Ahmad Muzani mengatakan, wabah PMK yang meluas ini seharusnya dinyatakan sebagai pandemi, agar ada keseriusan dalam penanganan PMK.

Wabah ini, kata Muzani, juga telah merugikan para peternak rakyat karena ratusan sapi mereka mati akibat PMK dan masih banyak lagi terjangkit PMK namun tidak tertangani.

"Para peternak rakyat kita sedang terpuruk. Mereka harus menanggung kerugian karena sapi yang mati dan terpapar PMK," kata Muzani dalam keterangannya, Rabu (8/6/2022).

Dia berharap pemerintah bisa memberi perhatian dalam penanganan masalah ini secara serius. Misalnya dengan membentuk satgas penanganan PMK dan memberi bantuan bagi mereka untuk memperkecil beban kerugian akibat wabah PMK.

"Karena itu menetapkan ini sebagai sebuah pandemi adalah cara yang dimungkinkan agar konsentrasi penangan lebih fokus," ujar dia.

Sekjen Gerindra itu mengatakan, tindakan penanganan PMK harus segera dilakukan mengingat tak lama lagi masyarakat akan merayakan Idul Adha.

Jumlah hewan ternak yang diperlukan untuk memenuhi ibadah kurban sangat besar. Dan harus dipastikan bahwa hewan kurban seperti sapi, kerbau, dan kambing harus sehat dan bebas PMK.

Sebab, daging kurban setelah disembeleh akan dikonsumsi oleh masyarakat. Kita harus memastikan bahwa daging kurban yang akan dikonsumsi daging yang benar-benar steril.

"Sapi-sapi yang teridentifikasi PMK harus dipastikan tidak dijadikan sebagai hewan kurban. Karena itu Fraksi Gerindra mengusulkan agar pemerintah mengganti kerugian petani yang sapi-sapinya terjangkit PMK. Kemudian harus ada pengobatan masif agar sapi-sapi aman dari PMK. Termasuk penyemprotan kandang secara masal. Dengan demikian kerugian yang ditanggung oleh peternak sapi kita bisa diminimalirsir," jelas Muzani.

Jika persoalan penanganan PMK ini terkendala anggaran, Fraksi Gerindra mengusulkan agar dilakukan refocusing anggaran.

Mengingat penanganan masalah ini perlu dilakukan dalam jangka pendek dan cepat. Sebab masalah PMK ini jika dilihat dari luas penyebaran dan banyaknya hewan ternak yang terjangkit, harusnya sudah masuk dalam kategori darurat.

"Itu sebabnya Fraksi Gerindra berharap pemerintah segera bertindak atas persoalan ini. Karena penyakit PMK ini sifatnya sudah menjadi pandemi. Kami juga mendorong agar dilakukan refocusing anggaran apabila terkendala dalam hal dana darurat. Langkah ini sebagai upaya keberpihakan pemerintah terhadap rakyat terutama para peternak sapi yang sedang terpuruk karena wabah PMK," tutup Muzani yang juga Wakil Ketua MPR itu.

Sebelumnya, pemerintah telah melakukan penanganan berupa lock down terhadap sapi-sapi yang rentan terjangkit PMK. Namun lock down saja dinilai tidak cukup karena wabah PMK semakin meluas.

Sementara berdasarkan data Kementerian Pertanian menunjukkan sebanyak 7.732 ekor sapi terkonfirmasi positif PMK. Kemudian suspek sebanyak 56.588 ekor sapi yang diduga terkonfirmasi positif PMK.

Dari jumlah sapi yang terkonfirmasi positif itu, sebanyak 341 ekor mati dan 405 ekor sapi dilakukan pemotongan bersyarat. Dan sebanyak 20.639 ekor sapi yang dinyatakan sembuh dari PMK. (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Beda dengan Sawit, Krisis Ekonomi Dunia Bisa Berdampak pada Kelapa
    Beda dengan Sawit, Krisis Ekonomi Dunia Bisa Berdampak pada Kelapa
    30/06/2022 - 23:28
  • Tanyakan Transparansi Dana CSR, Ratusan Massa Demo Pupuk Kaltim
    Tanyakan Transparansi Dana CSR, Ratusan Massa Demo Pupuk Kaltim
    30/06/2022 - 23:03
  • Jumat Besok Gaji ke-13 ASN di Kota Gorontalo Cair
    Jumat Besok Gaji ke-13 ASN di Kota Gorontalo Cair
    30/06/2022 - 22:11
  • Nippon Paint Gelar Program Ayda Awards 2022 
    Nippon Paint Gelar Program Ayda Awards 2022 
    30/06/2022 - 22:04
  • RSUD Pandega Pangandaran Punya Alat Canggih Pemeriksaan Gigi
    RSUD Pandega Pangandaran Punya Alat Canggih Pemeriksaan Gigi
    30/06/2022 - 21:59

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Gus Dur Bukan Pahlawan Siapa-siapa
    Gus Dur Bukan Pahlawan Siapa-siapa
    30/06/2022 - 19:17
  • DR. KH. Mustain Romly, Ulama Besar di Masanya
    DR. KH. Mustain Romly, Ulama Besar di Masanya
    30/06/2022 - 04:25
  • Menyoal Praktik Dromologi pada Masyarakat Digital
    Menyoal Praktik Dromologi pada Masyarakat Digital
    29/06/2022 - 00:09
  • Kita yang Non-Tionghoa dan Konghucu di Bangka Belitung Semestinya Mendukung!
    Kita yang Non-Tionghoa dan Konghucu di Bangka Belitung Semestinya Mendukung!
    28/06/2022 - 17:00
  • Menelisik Peluang Keberhasilan Jokowi Mendamaikan Rusia dan Ukraina
    Menelisik Peluang Keberhasilan Jokowi Mendamaikan Rusia dan Ukraina
    28/06/2022 - 13:41
  • Mendorong Pemantau Pemilu di Daerah
    Mendorong Pemantau Pemilu di Daerah
    28/06/2022 - 01:06
  • Nguri-Nguri Tradisi Sebagai Sarana Batiniah Silaturrahim Kepada Nenek Moyang
    Nguri-Nguri Tradisi Sebagai Sarana Batiniah Silaturrahim Kepada Nenek Moyang
    27/06/2022 - 21:49
  • Sudah Usangkah MSP?
    Sudah Usangkah MSP?
    27/06/2022 - 17:43

KULINER

  • Resep Aneka Sambal Rumahan
    Resep Aneka Sambal Rumahan
    30/06/2022 - 15:24
  • Bikin Japchae, Bihun Sayuran Ala Korea yang Nikmat
    Bikin Japchae, Bihun Sayuran Ala Korea yang Nikmat
    30/06/2022 - 12:14
  • Sate Bulayak Nusa Tenggara Barat, Lebih Sip Dengan Sajian Lontong Lokal
    Sate Bulayak Nusa Tenggara Barat, Lebih Sip Dengan Sajian Lontong Lokal
    30/06/2022 - 06:11
  • De'yons Coffee and Eatery Hadirkan Beragam Kopi Nikmat di Pusat Kota Garut
    De'yons Coffee and Eatery Hadirkan Beragam Kopi Nikmat di Pusat Kota Garut
    29/06/2022 - 16:04
  • Resep Cobek Bakar, Aromanya Bikin Keluarga Ngumpul
    Resep Cobek Bakar, Aromanya Bikin Keluarga Ngumpul
    25/06/2022 - 12:02