Politik

Politisi Golkar Minta Andre Rosiade Tidak Bicara 'Ngawur' Soal Impor Baja

Kamis, 12 Mei 2022 - 10:17 | 29.62k
Politisi Golkar Minta Andre Rosiade Tidak Bicara 'Ngawur' Soal Impor Baja
Besi baja impor yang disita Kementerian Perdagangan (Kemendag) - (FOTO: dok Kemendag RI)
Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin meminta rekannya dari Komisi VI DPR RI Andre Rosiade memahami permasalahan impor baja untuk memenuhi besarnya kebutuhan dalam negeri dalam beberapa tahun terakhir secara utuh.

Dengan begitu, Andre Rosiade tidak serta-merta memberikan penilaian dengan menyalahkan salah satu kementerian saja. Dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang dipimpin Agus Gumiwang Kartasasmita. Yang ada, Kemenperin justru berupaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor baja.

Sejauh ini, impor baja dilakukan karena tingginya kebutuhan untuk industri hilir dan mengisi kekurangan serta kualitas baja yang memang dibutuhkan untuk keperluan industri.

"Mestinya yang bersangkutan sebelum melempar statment ke ruang publik untuk terlebih dahulu memahami kebutuhan baja dalam negeri seperti apa. Agar tidak ngawur statementnya," tegas Mukhtarudin dalam keterangan tertulisnya, Kamis 12 Mei 2022.

Ia menjelaskan, impor baja bukanlah sesuatu hal yang harus dihindari. Apalagi, jika melihat faktanya dilapangan, industri baja dalam negeri tidak sanggup memenuhi besarnya kebutuhan tersebut. Impor baja dilakukan sekaligus untuk memenuhi atau menutup kekurangan kebutuhan baja dimaksud.

Kemenperin RI, lanjut Mukhtarudin yang juga Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI itu, jika dilihat dari sisi regulasi yang ada justru berupaya secara perlahan-lahan mengurangi ketergantungan baja melalui impor. Disebutkan juga bahwa impor baja tidak terkontrol atau tidak terkendali karena adanya regulasi yang dibuat kementerian lain.

"Kalau mau fair bicara soal impor baja, saya kira Permendag 20/2021 yang menyebabkan impor begitu terbuka atau dengan kata lain Permendag tersebut jadi biang kerok dilakukannya skema impor baja, dimana Kemendag bisa menberikan ijin impor baja tanpa rekomendasi dan pertimbangan teknis dari Kemenperin," tutur Mukhtarudin.

"Kementerian Perindustrian melalui Permenperin 4/2021justru hadir untuk memfilter kebutuhan baja apa saja yang perlu di impor bukan segala jenis baja di impor seperti yang tertera dalam Permendag itu," sambungnya.

Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade sebelumnya mengkritik sikap Kementerian Perindustrian yang disebutnya 'kekeuh' mempertahankan aturan skema impor baja.

"Kenapa sih Kemenperin tidak mencabut-cabut itu aturan, ada apa? Itu Menteri Perindustrian Baja Dalam Negeri atau (Menteri) Baja Cina," tegas Andre.

Adapun aturan yang dimaksud dan dikritik Andre Rosiade yaitu Permenperin 32 Tahun 2019, tentang Pertimbangan Teknis Impor Besi atau Baja Paduan dan Produk Turunannya dan Permenperin 35 tahun 2019 tentang Penerbitan Pertimbangan Teknis untuk Pengecualian dari Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia untuk Produk Besi/Baja dan Kabel secara Wajib.

Asosiasi Industri Besi dan Baja Nasional/The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) sebelumnya juga menyampaikan beberapa faktor yang menyebabkan impor baja meningkat signifikan. Salah satunya overcapacity yang terjadi di China yang memiliki produksi sebesar 1,03 miliar ton pada tahun 2021.

Banjir impor terjadi karena maraknya praktik unfair trade seperti dumping dan circumvention (pengalihan kode HS). Karena itu pula, sepanjang tahun 2021, impor baja Indonesia tercatat mencapai 5,8 juta ton atau lebih tinggi 22% secara tahunan atau year on year (yoy).

Di sisi lain, Kejaksaan Agung mengendus dugaan keterlibatan pihak-pihak terkait dari dua Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan dalam perkara dugaan korupsi impor besi atau baja, baja paduan, dan produk turunannya pada 2016 sampai 2021. 

Perkara dugaan tindak pidana korupsi tersebut terkait dengan terbitnya surat penjelasan pengecualian perizinan importasi besi atau baja, baja paduan, dan produk turunannya oleh Kemendag ke beberapa perusahaan. Kejagung telah mengidentifikasi setidaknya ada enam perusahaan yang mendapat sujel tersebut.

Keenamnya adalah PT Bangun Era Sejahtera, PT Inisumber Bajasakti, PT Perwira Aditama Sejati, PT Jaya Arya Kemuning, PT Duta Sari Sejahtera, dan PT Prasasti Metal Utama. Mereka diduga melakukan penyimpangan penggunaan sujel.

Berdasarkan hal tersebut, importir terindikasi melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 2 jo. Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Kami di Komisi VI DPR RI mendukung penuh langkah Kejaksaan Agung. Usut tuntas siapapun yang terlibat. Komisi VI punya komitmen yang jelas, bagaimana industri baja dalam negeri bisa berkembang, apalagi industri baja ini industri strategis, mother of industry," ucap Andre Rosiade. (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Wayang Kulit Jadi Hiburan Event Selancar Paling Bergengsi Dunia WSL di Banyuwangi 
    Wayang Kulit Jadi Hiburan Event Selancar Paling Bergengsi Dunia WSL di Banyuwangi 
    28/05/2022 - 23:08
  • GP Ansor dan Fatayat NU Kabupaten Malang Kolaborasi Gelar Harlah
    GP Ansor dan Fatayat NU Kabupaten Malang Kolaborasi Gelar Harlah
    28/05/2022 - 22:54
  • Konferensi Cabang GP Ansor Banyuwangi Tahun 2020 Lalu Cacat Administrasi?
    Konferensi Cabang GP Ansor Banyuwangi Tahun 2020 Lalu Cacat Administrasi?
    28/05/2022 - 22:48
  • Warna-Warni Mobil Hias Surabaya Vaganza 2022 Sihir Masyarakat
    Warna-Warni Mobil Hias Surabaya Vaganza 2022 Sihir Masyarakat
    28/05/2022 - 22:42
  • Presiden Jokowi Akan Resmikan Situ Bagendit, Disparbud Garut Minta Lakukan Pemetaan
    Presiden Jokowi Akan Resmikan Situ Bagendit, Disparbud Garut Minta Lakukan Pemetaan
    28/05/2022 - 22:28

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Pembelajaran Integratif Pendidikan Agama Islam dan Sains
    Pembelajaran Integratif Pendidikan Agama Islam dan Sains
    28/05/2022 - 10:28
  • “Pentingnya Perlindungan PRT Melalui  RUU PPRT”
    “Pentingnya Perlindungan PRT Melalui  RUU PPRT”
    27/05/2022 - 17:45
  • The Social Dilemma: Menelisik Candu dan Algoritma Media
    The Social Dilemma: Menelisik Candu dan Algoritma Media
    27/05/2022 - 15:23
  • Nawa Cita Ala Kampus untuk Pengentasan Kemiskinan di Indonesia
    Nawa Cita Ala Kampus untuk Pengentasan Kemiskinan di Indonesia
    24/05/2022 - 16:57
  • Gerakan Credit Union: Suatu Upaya Kemandirian Ekonomi
    Gerakan Credit Union: Suatu Upaya Kemandirian Ekonomi
    24/05/2022 - 02:00
  • Tanaman Hias Bukan Sekadar Hiasan
    Tanaman Hias Bukan Sekadar Hiasan
    24/05/2022 - 01:44
  • Beragama Mendorong Umatnya untuk Tidak Jadi Pengangguran
    Beragama Mendorong Umatnya untuk Tidak Jadi Pengangguran
    23/05/2022 - 17:35
  • Pandemi, Buruh, dan Perubahan Sistem Tenaga Kerja
    Pandemi, Buruh, dan Perubahan Sistem Tenaga Kerja
    23/05/2022 - 16:02

KULINER

  • Kota Bandung Dinobatkan Jadi Kota Makanan Tradisional Terbaik di Asia
    Kota Bandung Dinobatkan Jadi Kota Makanan Tradisional Terbaik di Asia
    28/05/2022 - 18:34
  • Naengmyeon Mi Dingin Khas Korea yang Unik, Ada Es Batunya!
    Naengmyeon Mi Dingin Khas Korea yang Unik, Ada Es Batunya!
    28/05/2022 - 16:35
  • 5 Makanan Khas yang Sering Dibawa JCH Indonesia, Termasuk Rendang 
    5 Makanan Khas yang Sering Dibawa JCH Indonesia, Termasuk Rendang 
    28/05/2022 - 13:40
  • Nikmatnya Sarapan Pagi Kuliner Khas Blora, Nasi Pecel Mbah Jito
    Nikmatnya Sarapan Pagi Kuliner Khas Blora, Nasi Pecel Mbah Jito
    28/05/2022 - 05:15
  • Oatmeal Yogurt, Menu Sarapan yang Bikin Awet Kenyang
    Oatmeal Yogurt, Menu Sarapan yang Bikin Awet Kenyang
    27/05/2022 - 01:33