Peristiwa Daerah

Hewan Ternak Terpapar PMK Wajib Isolasi

Rabu, 11 Mei 2022 - 22:31 | 26.63k
Hewan Ternak Terpapar PMK Wajib Isolasi
Kabid Kesehatan Hewan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi, Wahidah Suryandani saat memberikan keterangan. (Foto: M.Miftakul/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, NGAWIHewan ternak yang terpapar wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) harus diisolasi. Hal itu menurut Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi, Wahidah Suryandani, saat dikonfirmasi pada Rabu (11/5/2022).

Wahidah menjelaskan, karantina hewan perlu dilakukan agar virus tidak menyebar dan menular ke hewan ternak yang masih dalam kondisi sehat. Menurutnya, penyebaran virus PMK ini bisa melalui udara. Sehingga, dengan menerapkan karantina hewan ternak yang terpapar bisa mengurangi efek dari penularan virus.

"Hewan ternak yang terkontaminasi PMK harus diisolasi, tidak boleh keluar kandang. Kalaupun ada yang terkena, harus dilakukan penutupan wilayah, tidak boleh ada hewan ternak dari wilayah itu yang keluar," kata Wahidah kepada TIMES INDONESIA.

Hewan-ternak-sapi-milik-warga-Ngawi.jpgHewan ternak sapi milik warga Ngawi. (FOTO: M.Miftakul/TIMES Indonesia)

Wahidah mengungkapkan, tingkat komorbiditas PMK pada hewan ternak berkuku ganda itu cukup tinggi. Mencapai 90-100 persen dari total populasi, yang penyebaran bisa ditularkan melalui udara. Kendati demikian, tingkat kematian pada hewan ternak akibat virus ini tergolong cukup rendah.

Hewan ternak yang terpapar PMK, kata Wahidah, memiliki tanda klinis berupa demam tinggi pada hewan. Pada mulut dan lidah hewan, terdapat luka yang menyerupai sariawan. Pada tingkat lanjut, hewan yang terpapar akan mengalami kerusakan pada kuku hewan, bahkan hingga lepas.

"Efeknya hewan ternak menjadi kurus. Dan pada hewan perahan, produksi susu akan turun secara drastis," ungkap Wahidah.

Wahidah menegaskan, virus PMK pada hewan ternak tidak sampai menular kepada manusia. Sehingga, daging hewan masih tetap bisa dikonsumsi dengan perlakuan khusus. Adapun, bagian tubuh hewan yang tidak diperkenankan untuk dikonsumsi yakni bagian kepala, kaki, dan jeroan. Hanya daging saja yang masih aman untuk dikonsumsi.

"PMK berbeda dengan antraks. Daging hewan ternak masih bisa dikonsumsi dengan perlakuan khusus. Yakni pelayuan selama 24 jam, dan harus memiliki pH maksimal 5,9. Dengan begitu diharapkan virus akan mati," kata Wahidah.

Di samping itu, hewan ternak yang  terpapar PMK masih bisa diobati. Menurut Wahidah, hewan ternak perlu diberikan vitamin untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Selain itu, pemberian pakan yang baik dan cukup juga penting.

"Dengan pengobatan, seperti memberikan antibiotik dan vitamin, Hewan ternak yang terpapar PMK masih bisa disembuhkan, meskipun memakan waktu dan tergantung dari kondisi hewan," papar Kabid Kesehatan Hewan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi. (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Wayang Kulit Jadi Hiburan Event Selancar Paling Bergengsi Dunia WSL di Banyuwangi 
    Wayang Kulit Jadi Hiburan Event Selancar Paling Bergengsi Dunia WSL di Banyuwangi 
    28/05/2022 - 23:08
  • GP Ansor dan Fatayat NU Kabupaten Malang Kolaborasi Gelar Harlah
    GP Ansor dan Fatayat NU Kabupaten Malang Kolaborasi Gelar Harlah
    28/05/2022 - 22:54
  • Konferensi Cabang GP Ansor Banyuwangi Tahun 2020 Lalu Cacat Administrasi?
    Konferensi Cabang GP Ansor Banyuwangi Tahun 2020 Lalu Cacat Administrasi?
    28/05/2022 - 22:48
  • Warna-Warni Mobil Hias Surabaya Vaganza 2022 Sihir Masyarakat
    Warna-Warni Mobil Hias Surabaya Vaganza 2022 Sihir Masyarakat
    28/05/2022 - 22:42
  • Presiden Jokowi Akan Resmikan Situ Bagendit, Disparbud Garut Minta Lakukan Pemetaan
    Presiden Jokowi Akan Resmikan Situ Bagendit, Disparbud Garut Minta Lakukan Pemetaan
    28/05/2022 - 22:28

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Pembelajaran Integratif Pendidikan Agama Islam dan Sains
    Pembelajaran Integratif Pendidikan Agama Islam dan Sains
    28/05/2022 - 10:28
  • “Pentingnya Perlindungan PRT Melalui  RUU PPRT”
    “Pentingnya Perlindungan PRT Melalui  RUU PPRT”
    27/05/2022 - 17:45
  • The Social Dilemma: Menelisik Candu dan Algoritma Media
    The Social Dilemma: Menelisik Candu dan Algoritma Media
    27/05/2022 - 15:23
  • Nawa Cita Ala Kampus untuk Pengentasan Kemiskinan di Indonesia
    Nawa Cita Ala Kampus untuk Pengentasan Kemiskinan di Indonesia
    24/05/2022 - 16:57
  • Gerakan Credit Union: Suatu Upaya Kemandirian Ekonomi
    Gerakan Credit Union: Suatu Upaya Kemandirian Ekonomi
    24/05/2022 - 02:00
  • Tanaman Hias Bukan Sekadar Hiasan
    Tanaman Hias Bukan Sekadar Hiasan
    24/05/2022 - 01:44
  • Beragama Mendorong Umatnya untuk Tidak Jadi Pengangguran
    Beragama Mendorong Umatnya untuk Tidak Jadi Pengangguran
    23/05/2022 - 17:35
  • Pandemi, Buruh, dan Perubahan Sistem Tenaga Kerja
    Pandemi, Buruh, dan Perubahan Sistem Tenaga Kerja
    23/05/2022 - 16:02

KULINER

  • Kota Bandung Dinobatkan Jadi Kota Makanan Tradisional Terbaik di Asia
    Kota Bandung Dinobatkan Jadi Kota Makanan Tradisional Terbaik di Asia
    28/05/2022 - 18:34
  • Naengmyeon Mi Dingin Khas Korea yang Unik, Ada Es Batunya!
    Naengmyeon Mi Dingin Khas Korea yang Unik, Ada Es Batunya!
    28/05/2022 - 16:35
  • 5 Makanan Khas yang Sering Dibawa JCH Indonesia, Termasuk Rendang 
    5 Makanan Khas yang Sering Dibawa JCH Indonesia, Termasuk Rendang 
    28/05/2022 - 13:40
  • Nikmatnya Sarapan Pagi Kuliner Khas Blora, Nasi Pecel Mbah Jito
    Nikmatnya Sarapan Pagi Kuliner Khas Blora, Nasi Pecel Mbah Jito
    28/05/2022 - 05:15
  • Oatmeal Yogurt, Menu Sarapan yang Bikin Awet Kenyang
    Oatmeal Yogurt, Menu Sarapan yang Bikin Awet Kenyang
    27/05/2022 - 01:33