Kopi TIMES

Transformasi Aksi sebagai Wujud Infinity Ansor

Rabu, 27 April 2022 - 16:27 | 63.45k
Transformasi Aksi sebagai Wujud Infinity Ansor
Qonita Fitra Yuni, Pengurus PC Fatayat NU Situbondo
Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, SITUBONDO – Menurut Albert Einstein terdapat dua hal yang tidak terbatas, yaitu alam semesta dan kebodohan manusia. Dengan demikian, upaya yang terkait dengan keduanya juga tidak akan mengenal henti. Memahami dan mempelajari alam semesta dan upaya untuk mencerdaskan kehidupan manusia merupakan ikhtiar yang lestari dan perlu terus-menerus mutlak dilakukan. 

Maka dari itu menjaga kelestarian alam semesta dan upaya untuk melawan kebodohan menjadi perjuangan bersama setiap individu.

Menjadi salah satu tugas kekhalifahan manusia di muka bumi untuk menjaga lestarinya alam semesta. Manifestasinya berupa kepedulian terhadap lingkungan dan menghindarkannya dari kerusakan. Demikian juga menuntut ilmu adalah kewajiban sepanjang hayat. Seorang muslim di sepanjang hidupnya berkewajiban untuk terus menuntut ilmu. Ia harus senantiasa dalam kesadaran, bahwa ia harus terus melawan kebodohan. 

Kebodohan musuh kita bersama. Jika kita tak sanggup menahan lelahnya belajar, maka kita harus sanggup menahan perihnya kebodohan. Namun demikian, ketakterbatasan kemauan manusia akan selalu dihadapkan dengan kenyataan bahwa kemampuan manusia sangat terbatas. Maka dari itu setiap manusia membutuhkan orang lain untuk menjadi semakian kuat guna mencapai apa yang ia mau. 

Melalui organisasi ia akan mendapatkan tambahan tenaga untuk menjadi lebih kuat dalam menghadapi ketakterbatsan kemauannya di tengah keterbatasan dirinya. Pada kondisi demikianlah maka ketakterbatasan sepatutnya menjadi perjuangan setiap organisasi. Ia ada guna menjadi sarana dalam memenuhi ketakterbatasan kemauan. 

Organisasi perlu menjadi inisiator dan katalisator untuk terus merawat ketakterbatasan yang ada guna memerkuat dirinya mencapai ketakterbatasan kemauan. Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) menyadari betul bahwa di usianya yang ke-88 tahun, ia perlu untuk kembali menyadarkan diri bahwa banyak hal tidak berbatas yang dapat dia kembangkan sebagai wujud khidmat diri. 

Sebagai organisasi besar di ranah kepemudaan dan kemasyarakatan ia perlu terus mengoptimalkan segala potensi tidak terbatas yang terdapat dalam dirinya. Sekaligus ia harus mampu menunjukkan bahwa ia juga mampu berkhidmat yang tidak terbatas bagi agama, bangsa, dan negeri.

Beberapa perubahan mendasar perlu dilakukan GP Ansor guna merepresentasi diri bahwa ia sungguh-sungguh ingin berkhidmat tanpa batas bagi agama, bangsa, dan negeri. Lambang infiniy pada logo hari lahir ke-88 GP Ansor di tahun 2022 harus disertai dengan wujud nyata infinity-nya. Pada kondisi demikian, hal yang mendesak dilakukan Ansor adalah melakukan transformasi diri dan transformasi bentuk aksi.

Ansor mesti melakukan transformasi diri dengan cara memperbanyak bercermin. Kenali wajah diri organisasi ini di masa kini, temukan cela diri untuk dipoles menjadi menawan. Temukan pukau diri organisasi untuk dipesonakan. Setelah itu, kenali medan di mana arena kalian akan melintas bahkan bertarung. 

Senjata apa yang mesti dikuasai; masihkan suara ataukah tinta. Masihkan oral ataukah digital? butuhmu asupan motivasi atau inginmu jejalan provokasi? Kesemuanya hanya bisa dijawab jika Ansor sungguh-sungguh dan jujur saat bercermin.

Jika kodrat burung adalah terbang, kodrat ikan adalah berenang, dan kodrat angin adalah berkelana. Lalu apakah kodrat manusia? Kodrat manusia adalah bermimpi lalu mewujudkannya. Demikian pula seorang pemuda. Ia harus punya mimpi, punya impian, cita-cita, dan target capaian-hidup untuk menjadi pemimpin. Hanya ia seorang pemimpi yang bisa menjadi pemimpin. 

Diksi pemimpi dan pemimpin, pembedanya hanyalah huruf ‘N’. Apakah itu ‘N’ yang bisa menjadikan seorang pemimpi akan menjadi pemimpin? N adalah Nyali. Yaitu keberanian untuk bermimpi, keberanian untuk meyakini bahwa mimpi itu bisa dan akan terwujud. Nyali untuk menghadapi segala rintangan, cobaan, hambatan yang boleh jadi sempat menghalangi.

Ansor mesti adaptif dengan berbagai kondisi yang melingkupinya. Ansor mesti survive dalam kondisi terburuk sekalipun. Jika perubahan adalah yang pasti dan tak terhindarkan, maka Ansor harus mampu bergerak reflektif dan fleksibel sesuai arah perubahan itu.

Mentalitas sahabat-sahabat Ansor harus mental seorang penyintas, tangguh untuk bertahan, mandiri, dan menjadi pemenang dengan cara yang elegan.
Setidaknya tiga karakter utama yang diharapkan menjadi kompetensi pemuda pascapandemi. 

Pertama, sehat dan bermental penyintas. Mampu bertahan hidup, survive melalui masa-masa sulit. Kedua, adalah nilai gotong royong-responsif. Masa-masa sulit selama masa pandemi juga sudah semestinya menumbuhkan kepekaan dan kepedulian pemuda untuk saling menguatkan secara bersama-sama. Menjaga jarak aman tidak berarti harus jaga jarak dengan kemanusiaan.

Karakter ketiga adalah adaptif-literat. Suatu kelihaian untuk mampu menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada dan sepenuhnya memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Di masa lalu, Ansor sudah teruji mampu melewati berbagai masa sulit. Keluwesan dan kefleksibelan adalah modal utama untuk bertahan dan menghadapi kondisi buruk sekalipun. Mentalitas para kader dituntut untuk semakin adaptif dengan segala kondisi yang ada. Mentalitas untuk antisipatif terhadap kemungkinan situasi yang tidak terduga-terprediksi. Transformasi diri mutlak dilakukan; baik diri sebagai kader, sebagai warga masyarakat, dan sebagai warga negara. 

Komitmen Ansor untuk terus merawat kebhinnekaan sebagai fitrah dari sang pencipta adalah modal besar untuk berkhidmat tanpa batas. Terlebih adanya tekad bersama Ansor untuk selalu berupaya memberikan sumbangsih terbaik bagi negeri, bukan sekadar menuntut apa yang diberikan negeri bagi mereka. 

Di bidang ekonomi, sosial kebangsaan Ansor sudah terbukti menjadi  pembela yang lemah, melindungi yang tersiksa. Menjadi penegas bahwa bagi Ansor tak ada skat dalam kemanusiaan melainkan semua terikat dalam ukhuwah insaniyah dalam persaudaraan sesama manusia.
Literasi kewargaan akan menjadi output dari proses transformasi ini. Akan terciptalah kader-kader yang mengetahui dan memahami peran dan kewajibannya sebagai warga di lingkungan tertentu.

Kader-kader tangguh, mandiri, dan berwawasan kebangsaan. Melalui transformasi itu pula, Ansor pun akan kian memahami eksistensi dan posisi barunya. Selamat menggali ketakterbatasan potensi diri. Selamat berkhidmat tiada batas bagi agama, bangsa, dan negeri. Selamat harlah ke-88 Gerakan Pemuda Ansor. (*)

 

* Penulis adalah Qonita Fitra Yuni. PC Fatayat NU Situbondo, Jawa Timur

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

 

____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Gubernur Khofifah Minta Kemenag Pastikan CJH Telah Divaksin Lengkap
    Gubernur Khofifah Minta Kemenag Pastikan CJH Telah Divaksin Lengkap
    21/05/2022 - 16:59
  • Ra Khalil As'ad Sambut Baik Doa Bersama Ribuan Ulama untuk Perdamaian Dunia
    Ra Khalil As'ad Sambut Baik Doa Bersama Ribuan Ulama untuk Perdamaian Dunia
    21/05/2022 - 16:54
  • Imbas Wabah PMK, Pembeli Daging Sapi di Majalengka Menurun
    Imbas Wabah PMK, Pembeli Daging Sapi di Majalengka Menurun
    21/05/2022 - 16:49
  • Kementerian PUPR RI: Ruas Tol Cibitung-Cilincing Seksi 1 Hingga Seksi 3 Rampung
    Kementerian PUPR RI: Ruas Tol Cibitung-Cilincing Seksi 1 Hingga Seksi 3 Rampung
    21/05/2022 - 16:44
  • Hadiri Pelantikan Pengurus KATGAMA Periode 2021-2024, Begini Kata Menteri PUPR RI
    Hadiri Pelantikan Pengurus KATGAMA Periode 2021-2024, Begini Kata Menteri PUPR RI
    21/05/2022 - 16:32

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Upaya Berkelanjutan untuk Maksimalkan Nilai Tambah SDA                                                
    Upaya Berkelanjutan untuk Maksimalkan Nilai Tambah SDA                                                
    21/05/2022 - 10:15
  • Perempuan dan Akses Sumber Daya Alam di NTT
    Perempuan dan Akses Sumber Daya Alam di NTT
    21/05/2022 - 03:38
  • Metropolitan Pesisir Malang
    Metropolitan Pesisir Malang
    20/05/2022 - 12:09
  • Bangkit Berbudaya
    Bangkit Berbudaya
    20/05/2022 - 10:48
  • Bidan Praktik Mandiri Harus Profesi Bidan
    Bidan Praktik Mandiri Harus Profesi Bidan
    19/05/2022 - 19:24
  • Catatan Atas Pembentukan Partai Mahasiswa Indonesia
    Catatan Atas Pembentukan Partai Mahasiswa Indonesia
    19/05/2022 - 17:11
  • Urgensi Budaya Literasi di Era Digital
    Urgensi Budaya Literasi di Era Digital
    19/05/2022 - 05:35
  • Kongres III PERGUNU: Perlu Keberanian Menata Sistem Organisasi Profesi Guru
    Kongres III PERGUNU: Perlu Keberanian Menata Sistem Organisasi Profesi Guru
    19/05/2022 - 03:33

KULINER

  • Bolu Batik Ginding Asal Majalengka Raih Juara Lomba Kreasi Kuliner
    Bolu Batik Ginding Asal Majalengka Raih Juara Lomba Kreasi Kuliner
    21/05/2022 - 14:06
  •  4 Makanan Mahal Luar Negeri dengan Harga Terjangkau di Indonesia
     4 Makanan Mahal Luar Negeri dengan Harga Terjangkau di Indonesia
    19/05/2022 - 08:25
  • Pesona Cafe Laut Semare Binaan Potensial HCML
    Pesona Cafe Laut Semare Binaan Potensial HCML
    18/05/2022 - 20:34
  • Menikmati Suasana Kupatan Ala Ijen Suites Resort & Convention Malang
    Menikmati Suasana Kupatan Ala Ijen Suites Resort & Convention Malang
    18/05/2022 - 01:33
  • Emil Dardak Penasaran Paru Babat Nggongso Probolinggo
    Emil Dardak Penasaran Paru Babat Nggongso Probolinggo
    16/05/2022 - 19:38